Ad Placeholder Image

Hati-Hati, Paparan Mikroplastik Dapat Memperburuk Diabetes dan Hipertensi

5 menit
Ditinjau oleh  dr. Fauzan Azhari SpPD   28 Oktober 2025

Paparan mikroplastik salah satunya bisa dicegah dengan penggunaan masker, terutama saat berada di luar ruangan.

Hati-Hati, Paparan Mikroplastik Dapat Memperburuk Diabetes dan HipertensiHati-Hati, Paparan Mikroplastik Dapat Memperburuk Diabetes dan Hipertensi

Daftar Isi: 


Temuan mikroplastik dalam air hujan di Jakarta menjadi salah satu ancaman lingkungan yang mendapat banyak perhatian. 

Partikel plastik berukuran sangat kecil ini tidak hanya mencemari udara, tetapi juga mulai terdeteksi dalam tubuh manusia, mulai dari darah, paru-paru, hingga plasenta. 

Meski masih terus diteliti, berbagai penelitian menunjukkan bahwa paparan mikroplastik dapat berkontribusi pada berbagai gangguan kesehatan, terutama bagi mereka yang sudah memiliki penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi.

Bagi pengidap dua kondisi tersebut, menjaga keseimbangan metabolik tubuh adalah hal yang penting. Namun, kehadiran mikroplastik bisa menjadi faktor tambahan yang memperburuk risiko komplikasi. 

Oleh karena itu, memahami bagaimana partikel ini bekerja dan bagaimana cara melindungi diri dari paparan harian menjadi langkah yang tidak kalah penting.

Mikroplastik Jadi Faktor Risiko Tambahan bagi Penyakit Serius

Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengingatkan bahwa, mikroplastik berpotensi menjadi faktor risiko tambahan bagi penyakit serius. Contohnya seperti jantung dan stroke, terutama bagi penderita diabetes melitus (DM) dan hipertensi. 

Partikel ini memang bukan penyebab utama penyakit, tetapi keberadaannya dapat memperburuk kondisi yang sudah ada.

Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan P2P Dinkes DKI Jakarta, Rahmat Aji Pramono menjelaskan bahwa, paparan mikroplastik tidak serta-merta membuat seseorang jatuh sakit. 

Tubuh manusia masih memiliki sistem kekebalan alami yang mampu melindungi diri dari partikel asing tersebut. 

Namun, pada individu dengan penyakit kronis, daya tahan tubuh bisa menurun, sehingga efek akumulatif mikroplastik dapat memicu reaksi peradangan yang memperparah kondisi yang sudah ada.

Kamu bisa cari tahu juga, 5 Bahaya Mikroplastik Bagi Kesehatan Tubuh. 

Cara Mikroplastik Masuk ke Dalam Tubuh

Mikroplastik bisa masuk ke dalam tubuh manusia melalui berbagai jalur, salah satunya adalah udara yang dihirup. Saat terpapar, partikel-partikel kecil ini dapat menyebabkan iritasi dan peradangan ringan di saluran pernapasan

Jika paparan berlangsung terus-menerus, hal ini dapat berujung pada gangguan pernapasan kronis seperti asma atau penyakit paru obstruktif.

Selain melalui udara, mikroplastik juga dapat masuk lewat makanan dan minuman yang terkontaminasi. Banyak penelitian menemukan partikel plastik dalam air kemasan, ikan laut, hingga garam dapur. 

Di dalam saluran pencernaan, partikel ini bisa menempel pada dinding usus dan menimbulkan peradangan jangka panjang. Efeknya mungkin tidak langsung terasa, tetapi akumulasinya dapat mengganggu sistem metabolisme tubuh.

Mikroplastik Dapat Memperburuk Diabetes dan Hipertensi

Menurut studi yang dipublikasikan oleh Yonsei Medical Journal, mikroplastik memiliki bentuk yang beragam, mulai dari kubus, bola, hingga batang, tergantung pada karakteristik morfologinya. Bentuk dan ukuran ini penting untuk dipertimbangkan karena dapat memengaruhi bagaimana partikel tersebut berdampak pada manusia. 

Beberapa mikroplastik bahkan memiliki permukaan yang tajam atau tidak beraturan, sehingga bisa menimbulkan efek toksik dengan cara mengiritasi jaringan tubuh atau memicu respons peradangan ketika terpapar dalam jangka panjang.

Ukuran partikel mikroplastik menentukan sejauh mana dampaknya terhadap tubuh manusia. 

Partikel yang berukuran besar cenderung hanya menimbulkan iritasi di saluran pencernaan atau pernapasan. Namun jika ukurannya sangat kecil, bahkan dalam skala nano, mikroplastik dapat masuk ke dalam aliran darah

Dari sana, partikel ini berpotensi menyebabkan luka pada pembuluh darah dan organ vital seperti jantung atau otak, yang pada akhirnya bisa memicu serangan jantung atau stroke.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga menegaskan, bagi orang yang memiliki penyakit bawaan seperti diabetes atau hipertensi, keberadaan mikroplastik bisa memperparah kondisi yang sudah ada. 

Ketika partikel-partikel ini masuk ke peredaran darah, tubuh akan merespons dengan peradangan yang dapat memperburuk kerusakan pembuluh darah.

Kombinasi antara kadar gula darah tinggi, tekanan darah tinggi, dan paparan mikroplastik akan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular secara signifikan.

Tak hanya ditemukan dalam air hujan, Ramai Temuan Mikroplastik dalam Air Minum Kemasan. 

Langkah Pencegahan yang Bisa Dilakukan

Meski terdengar mengkhawatirkan, masyarakat tidak perlu panik berlebihan.

Sebab faktanya, tubuh manusia memiliki sistem perlindungan alami seperti refleks batuk, bersin, serta kekebalan tubuh yang mampu menyingkirkan sebagian besar partikel asing. 

Namun, tetap penting untuk melakukan langkah pencegahan, terutama bagi mereka yang memiliki risiko tinggi seperti penderita diabetes dan hipertensi.

Untuk mengurangi paparan, masyarakat disarankan untuk:

  • Menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Terutama pada musim kemarau ketika tingkat polusi udara meningkat. Mikroplastik sering kali menempel pada partikel debu halus (PM2.5) di udara.
  • Menjaga kebersihan rumah. Sebagian paparan mikroplastik juga bisa berasal dari debu rumah tangga. Membersihkan permukaan secara rutin dan menggunakan penyedot debu dengan filter HEPA bisa membantu mengurangi risikonya.
  • Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Contohnya seperti mengurangi pemakaian botol air dan wadah makanan dari plastik, untuk menghindari kontaminasi mikroplastik dalam makanan dan minuman.
  • Menjaga gaya hidup sehat. Ini termasuk mengontrol kadar gula darah dan tekanan darah, agar daya tahan tubuh tetap optimal dalam menghadapi paparan lingkungan. Mikroplastik kini bukan lagi masalah lingkungan semata, tetapi juga isu kesehatan yang patut diwaspadai, terutama bagi pengidap diabetes dan hipertensi. 

Paparan jangka panjang dapat memperburuk kondisi pembuluh darah dan meningkatkan risiko komplikasi serius.

Yuk, mulai pakai masker saat berada di luar ruangan. Simak rekomendasinya pada artikel berikut ini Ini Rekomendasi Masker Medis untuk Menangkal Polusi Udara. 

Jika kamu merasa khawatir terhadap kemungkinan paparan mikroplastik atau mengalami gejala kesehatan yang tidak biasa, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter. 

Konsultasi dengan dokter kini lebih mudah dan praktis melalui Halodoc. 

Kamu bisa beli obat online atau produk kesehatan lainnya dengan praktis dan mudah di Apotek Online Halodoc. 

Toko Kesehatan Halodoc Produknya 100% asli dan tepercaya. Tanpa perlu antre, obat bisa diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat dari lokasi kamu berada. 

Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga dan dapatkan obat dari apotek 24 jam terdekat! 

Referensi: 
BRIN. Diakses pada 2025. Jakarta’s Rainwater Contains Microplastics, BRIN Warns of Pollution Falling from the Sky. 
Yonsei Medical Journal. Diakses pada 2025. Health Effects of Microplastic Exposures: Current Issues and Perspectives in South Korea.
Standford Medicine. Diakses pada 2025. Microplastics and our health: What the science says. 
Antara. Diakses pada 2025. Microplastics found in Jakarta rain, study warns of pollution risk. 
Kumparan. Diakses pada 2025. Mikroplastik Berisiko bagi Penderita Diabetes-Hipertensi, Diimbau Pakai Masker.