• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hati-Hati, Sleepover Date Berperan pada Penularan HIV
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hati-Hati, Sleepover Date Berperan pada Penularan HIV

Hati-Hati, Sleepover Date Berperan pada Penularan HIV

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 05 Oktober 2022

“Sleepover date merupakan kegiatan yang mengkhawatirkan karena berkaitan langsung dengan perilaku seks bebas. Jika dilakukan tanpa tanggung jawab, kegiatan kencan ini dapat berisiko pada penularan human immunodeficiency virus (HIV) dan masalah kesehatan lainnya.”

Hati-Hati, Sleepover Date Berperan pada Penularan HIVHati-Hati, Sleepover Date Berperan pada Penularan HIV

Halodoc, Jakarta – Belakangan istilah sleepover date tengah ramai diperbincangkan anak muda. Istilah ini merujuk pada kencang yang berlanjut dengan menginap di rumah pasangan atau di hotel. Jika dilihat dari aktivitasnya, istilah sleepover date mungkin hampir mirip dengan friends with benefit (FWB). Hanya saja, sleepover date dilakukan oleh pasangan yang sudah berkomitmen dalam hubungan.

Tetap saja, kedua istilah tersebut merujuk pada kesamaan kegiatan yang berkaitan dengan hubungan seksual. Hal tersebut juga dapat dikaitkan dengan perilaku pergaulan bebas, yang tentu berdampak buruk pada kesehatan fisik maupun mental. Bahkan, jika dilakukan tanpa tanggung jawab, sleepover date bisa berisiko pada penularan HIV  atau infeksi menular seksual.

Potensi Penularan HIV dalam Kegiatan Sleepover Date

Sleepover date merupakan kegiatan yang berkaitan langsung dengan perilaku seks bebas. Bukan tidak mungkin jika pasangan yang terlibat dalam kencan tersebut, melakukan sleepover date dengan orang lain. Kamu tentu tidak bisa mempercayai seratus persen orang yang baru kamu kenal.

Kegiatan ini biasanya dilakukan oleh remaja atau dewasa muda yang belum memiliki ikatan pernikahan. Hal tersebut meningkatkan risiko bergantung pasangan di antara mereka, yang sekaligus meningkatkan penularan HIV. Perlu diketahui, HIV dapat  menular melalui kontak dengan cairan tubuh pengidapnya, seperti darah, sperma, hingga cairan vagina. 

Apabila dibiarkan terus menerus, bukan tidak mungkin jika kegiatan ini mempengaruhi kesehatan seksual. Bukan cuma mengakibatkan kehamilan yang tidak direncanakan, tapi kegiatan ini juga berisiko menyebabkan infeksi HIV dan infeksi menular seksual lainnya. 

HIV merupakan virus yang dapat merusak sistem imun, sehingga tubuh akan menjadi lemah dan mudah mengalami gangguan kesehatan lainnya. Pengobatan penyakit ini pun masih belum ditemukan, sehingga orang yang terinfeksi akan memiliki virus tersebut seumur hidup. 

Meskipun ada beberapa perawatan yang bisa dilakukan agar HIV berkembang menjadi acquired immunodeficiency syndrome (AIDS), tetap saja kualitas hidup pengidapnya akan sangat terganggu.

Selain HIV, Bahaya Sleepover Date Masih Berlanjut

Selain HIV, daftar bahaya sleepover date masih ada. Berikut ini beberapa risiko fisik yang dapat dialami dari pergaulan bebas ini:

  • Penyakit menular seksual (PMS). Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat memperkirakan bahwa 19 juta infeksi PMS baru terjadi setiap tahun. Di antara PMS yang paling umum adalah klamidia, gonore, dan sifilis, tapi yang paling umum adalah human papillomavirus (HPV). HPV dapat menginfeksi mulut atau alat kelamin, dan kebanyakan orang tidak tahu bahwa mereka telah terinfeksi. HPV juga berkaitan dengan kanker serviks dan kanker mulut serta tenggorokan.
  • Kondisi kesehatan lainnya. Jika pergaulan bebas dikombinasikan dengan perilaku berisiko lainnya, seperti merokok, minum alkohol, penyalahgunaan zat, begadang, dan pola makan buruk, maka itu dapat berkontribusi pada beberapa penyakit kronis. Termasuk penyakit jantung.
  • Kekerasan fisik. Penelitian menunjukkan pasangan yang berada dalam hubungan jangka panjang jauh lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami kekerasan dalam hubungan. 
  • Psikologis menjadi terganggu. Saat melakukan pergaulan bebas, ekspektasi maupun ketakutan tertentu dapat muncul. Hal tersebut dapat mengganggu kesejahteraan psikologis. Apalagi jika sleepover date dilakukan karena impulsif, kurang pertimbangan, atau kontrol diri. Seseorang jadi tidak memahami apa saja resikonya. 

Itulah yang perlu diketahui tentang bahaya sleepover date dan kaitannya dengan penularan HIV. Sebaiknya lebih bijak lagi dalam menentukan gaya bergaul yang sehat. Sebab bahaya kesehatan akan mengintai jika seseorang tidak waspada. 

Jika kamu mengalami kondisi kesehatan tertentu, jangan ragu untuk bertanya pada dokter di Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Very Well Health. Diakses pada 2022. Is There a Price to Pay for Promiscuity?
Medical News Today. Diakses pada 2022. What to know about having multiple sexual partners
Medical News Today. Diakses pada 2022. What You Need To Know About Sexually Transmitted Infections.
CDC. Diakses pada 2022. HIV.