Ad Placeholder Image

Hati-hati! Virus Tikus Bisa Serang Manusia, Ini Cara Mencegahnya

7 menit
Ditinjau oleh  dr. Fauzan Azhari SpPD   12 Mei 2026

Virus tikus bisa menyerang manusia, salah satunya Hantavirus.

Hati-hati! Virus Tikus Bisa Serang Manusia, Ini Cara MencegahnyaHati-hati! Virus Tikus Bisa Serang Manusia, Ini Cara Mencegahnya

DAFTAR ISI


Kehadiran tikus di sekitar lingkungan tempat tinggal bukan hanya sekadar gangguan kebersihan, tetapi juga membawa ancaman kesehatan yang serius bagi manusia.

Berbagai infeksi berbahaya, mulai dari Leptospirosis hingga Hantavirus, dapat menular dengan cepat melalui kontak langsung maupun partikel di udara yang terkontaminasi.

Mengingat risikonya yang bisa berakibat fatal, memahami cara proteksi diri menjadi langkah krusial yang tidak boleh ditunda.

Mari simak panduan lengkap cara mencegah penularan virus tikus demi menjaga keamanan diri dan keluarga.

Apa Itu Virus Tikus pada Manusia?

Virus tikus pada manusia merujuk pada infeksi yang disebabkan oleh virus yang dibawa oleh hewan pengerat, terutama tikus.

Salah satu virus paling dikenal dan berbahaya yang menular dari tikus ke manusia adalah Hantavirus.

Virus ini dapat memicu berbagai kondisi serius, seperti Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang berpotensi fatal dan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS).

Selain Hantavirus, tikus juga berpotensi menularkan patogen lain ke manusia.

Infeksi-infeksi ini menjadi perhatian global karena risiko kesehatan yang signifikan dan memerlukan pemahaman mendalam mengenai penularan serta pencegahannya.

Cari tahu lebih lanjut mengenai Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar, Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya. 

Penyebab dan Jenis Virus Tikus pada Manusia

Infeksi virus dari tikus ke manusia umumnya disebabkan oleh kontak tidak langsung maupun langsung dengan hewan pengerat atau produknya.

Ada beberapa jenis virus yang dapat ditularkan:

1. Hantavirus

Hantavirus adalah kelompok virus RNA yang dibawa oleh berbagai spesies hewan pengerat liar, termasuk tikus rusa, tikus kapas, dan tikus sawah.

Virus ini tidak menyebabkan penyakit pada inang pengeratnya, tetapi sangat berbahaya bagi manusia.

  • Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS). Ini adalah bentuk infeksi Hantavirus yang parah dan dapat mengancam jiwa. HPS terutama menyerang paru-paru, menyebabkan masalah pernapasan serius.
  • Hemorrhagic Fever with Renal Syndromel (HFRS). Bentuk lain dari infeksi Hantavirus yang lebih sering ditemukan di Asia dan Eropa. HFRS memengaruhi pembuluh darah dan ginjal, mengakibatkan perdarahan dan gagal ginjal.

2. PES

Pes adalah salah satu penyakit tertua dan paling mematikan dalam sejarah manusia yang disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis.

Penyakit ini sering kali dikaitkan dengan tikus, namun sebenarnya kutu yang hinggap di tubuh tikuslah yang menjadi perantara utama penularannya.

Ketika tikus yang terinfeksi mati, kutu-kutu ini akan mencari inang baru, termasuk manusia, dan menularkan bakteri melalui gigitan.

Ada tiga jenis Pes yang perlu diwaspadai:

  • Pes Kelenjar (Bubonic) yang menyerang kelenjar getah bening.
  • Pes Septikemik yang menyerang aliran darah.
  • Pes Paru (Pneumonic) karena dapat menular antarmanusia melalui percikan ludah (droplet).

Tanpa penanganan antibiotik yang cepat, Pes dapat berakibat fatal hanya dalam waktu singkat.

3. Leptospirosis

Jika Pes sering dikaitkan dengan kutu tikus, Leptospirosis lebih dikenal sebagai penyakit yang mengintai saat musim hujan atau banjir.

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Leptospira yang keluar melalui urine hewan pengerat (tikus) dan mencemari air atau tanah.

Manusia dapat tertular jika air atau tanah yang terkontaminasi tersebut mengenai luka terbuka di kulit, atau tidak sengaja masuk melalui selaput lendir mata, hidung, dan mulut.

Gejala awalnya sering kali mengecoh karena mirip dengan flu biasa, seperti demam, nyeri otot hebat terutama di bagian betis, dan mata merah.

Namun, jika dibiarkan, Leptospirosis dapat berkembang menjadi kondisi serius yang menyerang ginjal, hati, hingga menyebabkan kegagalan organ yang disebut sebagai Weil’s Disease.

Bagaimana Virus Tikus Menular ke Manusia?

Penularan virus dari tikus ke manusia sebagian besar terjadi melalui beberapa cara berikut:

  • Inhalasi partikel virus. Cara penularan paling umum untuk Hantavirus adalah menghirup aerosol atau partikel virus yang mengering dari urin, feses, atau air liur tikus yang terinfeksi. Ini sering terjadi ketika membersihkan area yang terkontaminasi tikus, seperti gudang atau ruangan yang jarang digunakan.
  • Gigitan tikus. Gigitan langsung dari tikus yang terinfeksi dapat menularkan virus. Meskipun jarang, ini adalah jalur penularan yang mungkin.
  • Kontak langsung. Menyentuh tikus yang terinfeksi atau menyentuh objek yang terkontaminasi dengan cairan tubuh tikus (urin, feses, air liur) lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut. Luka terbuka pada kulit juga dapat menjadi pintu masuk virus.
  • Konsumsi makanan atau air terkontaminasi. Mengonsumsi makanan atau air yang terkontaminasi oleh urin atau feses tikus yang membawa virus.

Cari tahu selengkapnya, Ini 6 Fakta tentang Hantavirus Pulmonary Syndrome.

Gejala Infeksi Virus Tikus pada Manusia

Gejala infeksi virus tikus, khususnya Hantavirus, bervariasi tergantung pada jenis sindrom yang berkembang:

  • Fase awal (mirip flu). Muncul mendadak dengan gejala demam tinggi, sakit kepala, kelelahan ekstrem, serta nyeri otot hebat pada area punggung, paha, dan bahu. Kadang disertai mual, muntah, atau sakit perut.
  • Fase lanjut (kritis). Setelah 4-10 hari, kondisi memburuk menjadi sesak napas parah dan batuk kering karena paru-paru terisi cairan. Kondisi ini bersifat darurat dan memerlukan bantuan oksigen segera.

Diagnosis dan Pengobatan Infeksi Virus Tikus

Berikut ini diagnosis dan pengobatan infeksi virus tikus:

Diagnosis

Diagnosis infeksi virus tikus dilakukan berdasarkan riwayat paparan, gejala klinis, dan tes laboratorium.

Tes darah dapat mendeteksi antibodi spesifik terhadap virus atau materi genetik virus itu sendiri.

Pencitraan paru-paru juga dilakukan untuk HPS.

Pengobatan

Saat ini, tidak ada pengobatan antivirus spesifik untuk Hantavirus.

Pengobatan yang diberikan bersifat suportif, berfokus pada manajemen gejala dan menjaga fungsi organ vital.

Pasien HPS seringkali memerlukan perawatan intensif, termasuk bantuan pernapasan dan oksigenasi, untuk mengatasi gagal paru.

Penting untuk mencari pertolongan medis segera jika mengalami gejala infeksi setelah kemungkinan terpapar tikus.

Deteksi dini dan perawatan suportif dapat meningkatkan peluang kesembuhan.

Pencegahan Virus Tikus pada Manusia

Pencegahan adalah kunci utama untuk menghindari infeksi virus tikus. Langkah-langkah yang bisa dilakukan meliputi:

  • Kontrol populasi tikus. Menutup semua celah atau lubang di rumah untuk mencegah tikus masuk. Memasang perangkap atau menggunakan umpan tikus di area yang dicurigai. Menjaga kebersihan di dalam dan sekitar rumah.
  • Kebersihan lingkungan. Membersihkan area yang mungkin terkontaminasi kotoran tikus dengan hati-hati. Gunakan sarung tangan, masker, dan ventilasi yang baik saat membersihkan. Semprot area dengan disinfektan sebelum menyapu atau menyedot debu untuk mencegah partikel virus menjadi udara.
  • Penyimpanan makanan aman. Menyimpan makanan dalam wadah tertutup rapat yang tidak dapat dijangkau tikus. Membuang sampah pada tempatnya dan pastikan tempat sampah tertutup rapat.
  • Hindari kontak langsung dengan tikus. Menghindari kontak langsung dengan tikus hidup atau mati serta sarang tikus. Jangan menyentuh urin, feses, atau air liur tikus.
  • Penggunaan alat pelindung diri. Menggunakan sarung tangan dan masker saat membersihkan area yang mungkin terkontaminasi tikus, terutama di area tertutup seperti gudang atau loteng.

Kapan Harus ke Dokter dan Peran Halodoc

Jika mengalami gejala yang dicurigai sebagai infeksi virus tikus, terutama setelah terpapar pada lingkungan yang berpotensi memiliki tikus, sangat penting untuk segera mencari pertolongan medis.

Diagnosis dan penanganan dini dapat sangat memengaruhi hasil pengobatan. Konsultasi dengan dokter kini lebih mudah dan praktis melalui Halodoc.

Melalui Halodoc, kamu dapat dengan mudah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan informasi, diagnosis awal, dan rekomendasi penanganan yang tepat.

Punya Pertanyaan Tentang Hantavirus? Tanya ke HILDA Aja!

Mau tahu lebih jauh informasi mengenai hantavirus? Tanya HILDA aja!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) dapat menjawab pertanyaan umum tentang informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan, termasuk seputar penyakit hantavirus.

HILDA adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan, kasih gambaran langkah awal, arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan, hingga menemukan obat yang dibutuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.  

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc. 

  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis!
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Hantavirus pulmonary syndrome.
Kemenkes. Diakses pada 2026. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Virus Hanta di Indonesia.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Hantavirus pulmonary syndrome.