
Hernia pada Bayi: Ini Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya
“Bayi adalah kelompok usia yang rentan mengalami hernia. Oleh sebab itu, orang tua perlu tahu penyebab, gejala dan cara mengatasi hernia pada bayi.”

DAFTAR ISI
- Apa Itu Hernia Inguinalis pada Bayi?
- Penyebab Hernia Inguinalis pada Bayi
- Gejala Hernia yang Perlu Diwaspadai
- Perbedaan Hernia pada Bayi Laki-laki dan Perempuan
- Risiko Komplikasi: Hernia Inkarserata
- Kapan Harus Segera ke Dokter?
- Penanganan Medis dan Prosedur Operasi
- Perawatan Pasca Operasi di Rumah
- Studi Terkait
- FAQ
Melihat adanya benjolan yang tidak biasa pada tubuh Si Kecil tentu bisa membuat kamu sebagai orang tua merasa khawatir. Salah satu kondisi yang cukup sering terjadi pada bayi, terutama bayi laki-laki atau bayi yang lahir prematur, adalah hernia inguinalis. Kondisi ini ditandai dengan munculnya benjolan di area selangkangan atau skrotum yang biasanya terlihat jelas saat bayi menangis, batuk, atau mengejan.
Hernia inguinalis bukanlah penyakit menular, melainkan masalah struktural pada dinding perut bayi yang terjadi sejak dalam kandungan. Meskipun sering kali tidak menimbulkan rasa sakit pada awalnya, hernia inguinalis tidak dapat sembuh dengan sendirinya dan memerlukan penanganan medis yang tepat guna mencegah komplikasi serius seperti terjepitnya usus.
Penting bagi kamu untuk mengenali tanda-tandanya sedini mungkin agar langkah penanganan bisa segera diambil. Jika kamu mencurigai adanya gejala yang tidak biasa, sebaiknya segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan diagnosis awal yang akurat.
Nah, mau tahu lebih mendalam mengenai penyebab, gejala, hingga langkah penanganan hernia pada bayi? Berikut ulasannya!
Apa Itu Hernia Inguinalis pada Bayi?
Hernia inguinalis terjadi ketika sebagian organ dalam, biasanya usus halus atau jaringan lemak, menonjol keluar melalui titik lemah atau lubang pada otot dinding perut di area saluran inguinalis (selangkangan). Pada bayi, hernia ini hampir selalu bersifat kongenital (bawaan lahir).
Secara anatomis, saluran inguinalis adalah jalur yang menghubungkan rongga perut dengan area genital. Pada bayi laki-laki, saluran ini menjadi jalan bagi testis untuk turun dari perut ke dalam skrotum (kantong zakar) sebelum lahir. Setelah testis turun, saluran ini seharusnya menutup dengan sendirinya. Jika saluran ini tetap terbuka, usus dapat merosot masuk ke dalamnya dan menciptakan benjolan yang disebut hernia.
Penyebab Hernia Inguinalis pada Bayi
Penyebab utama hernia inguinalis pada bayi adalah kegagalan penutupan saluran yang disebut processus vaginalis. Berikut adalah beberapa faktor yang meningkatkan risikonya:
- Kelahiran Prematur: Bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu memiliki risiko jauh lebih tinggi karena saluran inguinalis mereka belum sempat menutup dengan sempurna sebelum lahir.
- Riwayat Keluarga: Jika orang tua atau saudara kandung pernah mengalami hernia saat bayi, risiko Si Kecil mengalaminya juga meningkat.
- Jenis Kelamin: Kondisi ini jauh lebih umum terjadi pada bayi laki-laki dibandingkan bayi perempuan, karena proses turunnya testis yang lebih kompleks.
- Kelainan Genital atau Urinaria: Kondisi seperti testis yang tidak turun (undescended testes) atau kelainan pada saluran kemih juga sering dikaitkan dengan risiko hernia.
Gejala Hernia yang Perlu Diwaspadai
Gejala utama hernia inguinalis adalah benjolan di area selangkangan atau skrotum. Karakteristik benjolan ini antara lain:
1. Muncul dan Hilang: Benjolan biasanya terlihat saat bayi sedang aktif, menangis, tertawa, mengejan saat BAB, atau batuk. Namun, benjolan tersebut bisa mengecil atau menghilang saat bayi sedang tidur atau dalam posisi rileks.
2. Konsistensi Lembut: Jika ditekan dengan lembut saat bayi tenang, benjolan tersebut biasanya dapat didorong kembali ke dalam perut. Ini disebut sebagai hernia reducible.
3. Rewel: Meski hernianya sendiri tidak selalu sakit, bayi mungkin merasa tidak nyaman atau lebih rewel saat benjolan menonjol keluar.
Tips Memantau Benjolan pada Bayi
- Perhatikan area selangkangan saat mengganti popok atau memandikan bayi.
- Amati apakah ada perubahan warna (seperti kemerahan atau kebiruan) pada benjolan.
- Pastikan bayi tidak menunjukkan tanda nyeri hebat saat benjolan disentuh.
Perbedaan Hernia pada Bayi Laki-laki dan Perempuan
Meskipun mekanisme dasarnya sama, manifestasi hernia bisa berbeda berdasarkan jenis kelamin:
1. Bayi Laki-laki
Pada laki-laki, hernia sering kali turun hingga ke dalam skrotum, menyebabkan satu sisi kantong zakar terlihat jauh lebih besar dari sisi lainnya. Kondisi ini terkadang sulit dibedakan dengan hidrokel (kumpulan cairan di skrotum). Bedanya, hernia biasanya bisa didorong kembali, sedangkan hidrokel tidak.
2. Bayi Perempuan
Pada bayi perempuan, hernia biasanya muncul sebagai benjolan di labia (bibir kemaluan) atau tepat di lipatan selangkangan. Selain usus, pada bayi perempuan, ovarium atau saluran tuba juga bisa terjepit di dalam kantong hernia tersebut.
Risiko Komplikasi: Hernia Inkarserata
Bahaya terbesar dari hernia inguinalis adalah jika organ yang menonjol (seperti usus) terjebak dan tidak bisa kembali ke rongga perut. Kondisi ini disebut hernia inkarserata. Jika pasokan darah ke organ tersebut terhenti (strangulasi), jaringan tersebut bisa mati dan menyebabkan infeksi luas yang mengancam nyawa.
Tanda-tanda hernia inkarserata meliputi:
- Benjolan yang terasa keras dan tidak bisa didorong kembali.
- Benjolan berubah warna menjadi merah gelap, ungu, atau hitam.
- Bayi menangis histeris karena nyeri hebat.
- Perut bayi terlihat kembung dan ia mulai muntah-muntah.
- Bayi tidak bisa buang air besar atau kentut.
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Segera bawa Si Kecil ke unit gawat darurat jika kamu menemukan benjolan hernia yang tidak hilang saat bayi tenang, atau jika disertai dengan muntah dan perubahan warna benjolan. Untuk kondisi yang masih bersifat reducible (bisa hilang-timbul), kamu tetap harus menjadwalkan pemeriksaan untuk merencanakan prosedur pembedahan.
Penanganan Medis dan Prosedur Operasi
Satu-satunya cara efektif untuk memperbaiki hernia inguinalis adalah melalui prosedur operasi yang disebut herniografi atau hernia repair. Obat-obatan atau penggunaan sabuk penyangga tidak dapat menyembuhkan kondisi ini pada bayi.
1. Operasi Terbuka
Dokter bedah anak akan membuat sayatan kecil di lipatan selangkangan, mengembalikan isi hernia ke rongga perut, lalu menjahit lubang yang terbuka agar tertutup rapat.
2. Laparoskopi
Menggunakan kamera kecil dan instrumen yang dimasukkan melalui sayatan mikroskopis di pusar. Teknik ini sering dipilih untuk mengecek apakah ada potensi hernia di sisi sebelah yang belum terlihat gejalanya.
Perawatan Pasca Operasi di Rumah
Setelah operasi, biasanya bayi diperbolehkan pulang pada hari yang sama. Beberapa hal yang perlu kamu lakukan:
- Menjaga area bekas luka tetap bersih dan kering.
- Memberikan obat pereda nyeri sesuai anjuran dokter. Jika diperlukan, kamu bisa beli obat online di Halodoc untuk kebutuhan perawatan dasar Si Kecil agar produk 100% asli dan produk diantar ke rumah.
- Membatasi aktivitas fisik bayi yang terlalu berat (seperti melompat atau mengejan kuat) selama beberapa hari pertama.
Studi Mengenai Hernia Inguinalis pada Bayi
The Journal of Pediatric Surgery menerbitkan studi di tahun 2022 yang menjelaskan bahwa sekitar 1-5% dari seluruh bayi baru lahir mengalami hernia inguinalis, dengan angka mencapai 30% pada bayi yang lahir sangat prematur.
Studi ini menekankan pentingnya intervensi bedah segera setelah diagnosis ditegakkan untuk meminimalisir risiko inkarserasi yang bisa berakibat fatal pada jaringan usus. Deteksi dini oleh orang tua menjadi kunci keberhasilan terapi.
Kesimpulannya, hernia inguinalis pada bayi adalah kondisi yang umum namun memerlukan perhatian medis serius. Jangan pernah mencoba mengurut atau menekan benjolan secara paksa karena berisiko merusak organ di dalamnya.
Kamu bisa mendapatkan berbagai kebutuhan kesehatan bayi dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis anak terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Inguinal Hernia in Children: Symptoms and Causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Pediatric Inguinal Hernia: Diagnosis and Treatment.
NHS UK. Diakses pada 2026. Inguinal Hernia Repair in Children.
Healthline. Diakses pada 2026. Identifying Inguinal Hernias in Infants and Toddlers.
FAQ
1. Apakah hernia pada bayi bisa sembuh sendiri seiring bertambahnya usia?
Tidak, berbeda dengan hernia umbilikalis (pusar bodong) yang bisa menutup sendiri, hernia inguinalis memerlukan operasi karena ada lubang atau saluran yang tidak tertutup sempurna.
2. Apakah menangis berlebihan bisa menyebabkan hernia pada bayi?
Menangis tidak menyebabkan hernia, tetapi tekanan saat menangis membuat hernia yang sudah ada menjadi lebih terlihat karena tekanan di dalam perut meningkat.
3. Berapa lama pemulihan bayi setelah operasi hernia?
Umumnya bayi mulai merasa lebih baik dalam 2-3 hari dan luka jahitan akan benar-benar pulih dalam waktu 1-2 minggu pasca tindakan.
4. Apakah hernia pada bayi bisa kambuh kembali setelah operasi?
Kemungkinan kekambuhan sangat kecil (kurang dari 1%) jika prosedur dilakukan oleh dokter bedah anak yang berpengalaman.
Si Kecil Mengalami Benjolan di Area Selangkangan? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan kesehatan pada Si Kecil, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu khawatir! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.


