
Hernia pada Bayi: Ini Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya
“Bayi adalah kelompok usia yang rentan mengalami hernia. Oleh sebab itu, orang tua perlu tahu penyebab, gejala dan cara mengatasi hernia pada bayi.”

DAFTAR ISI
- Apa Itu Hernia pada Anak?
- Penyebab Hernia pada Anak Berdasarkan Jenisnya
- Faktor Risiko Hernia pada Anak
- Kapan Harus ke Dokter?
- Studi Terkait
- FAQ
Hernia pada anak sering kali menjadi kekhawatiran besar bagi orang tua, terutama ketika melihat adanya benjolan yang tidak biasa pada tubuh si kecil. Kondisi ini terjadi ketika bagian dari organ dalam, seperti usus, menonjol melalui titik lemah di otot perut atau jaringan ikat di sekitarnya. Meskipun terdengar menakutkan, hernia pada anak sebenarnya adalah kondisi medis yang umum terjadi dan biasanya berkaitan dengan perkembangan anatomi selama masa kehamilan.
Memahami penyebab hernia pada anak sangat penting agar orang tua dapat melakukan deteksi dini. Sebagian besar kasus hernia pada anak bersifat bawaan (kongenital), yang berarti kondisi tersebut sudah ada sejak lahir meskipun benjolannya mungkin baru terlihat beberapa minggu atau bulan kemudian. Penanganan yang tepat dan cepat sangat krusial untuk mencegah komplikasi serius seperti hernia yang terjepit (inkarserata) yang dapat mengganggu aliran darah ke organ tersebut.
Penting bagi orang tua untuk tidak mendiagnosis sendiri atau mencoba mengurut benjolan tersebut secara tradisional. Jika kamu mencurigai adanya gejala, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan rencana perawatan yang tepat.
Nah, mau tahu apa saja ulasan lengkap mengenai penyebab dan penanganan hernia pada anak? Berikut ulasannya!
Apa Itu Hernia pada Anak?
Hernia secara medis didefinisikan sebagai penonjolan organ atau jaringan melalui lubang abnormal di dinding rongga tempat organ tersebut seharusnya berada. Pada anak-anak, hernia paling sering ditemukan di area pusar (umbilikalis) atau area selangkangan (inguinalis). Kondisi ini berbeda dengan hernia pada orang dewasa yang sering kali disebabkan oleh faktor penuaan atau tekanan fisik yang berat (seperti mengangkat beban berat).
Pada anak, struktur dinding perut yang belum menutup sempurna selama perkembangan janin adalah faktor utama. Benjolan hernia biasanya akan terlihat lebih jelas saat anak menangis, batuk, atau mengejan saat buang air besar, dan mungkin akan “menghilang” atau mengecil saat anak sedang rileks atau tidur.
Penyebab Hernia pada Anak Berdasarkan Jenisnya
Penyebab hernia pada anak sangat bergantung pada jenis hernia yang dialami. Berikut adalah dua jenis hernia yang paling umum terjadi pada anak beserta penyebab medisnya:
1. Hernia Inguinalis (Hernia Selangkangan)
Hernia inguinalis terjadi di area lipat paha atau selangkangan. Pada anak laki-laki, hal ini berkaitan dengan perjalanan testis. Sebelum lahir, testis terbentuk di dalam perut dan kemudian turun ke skrotum melalui saluran yang disebut processus vaginalis. Normalnya, saluran ini menutup segera setelah testis turun. Namun, jika saluran ini gagal menutup, usus atau jaringan lemak dapat masuk ke dalamnya dan menyebabkan hernia. Pada anak perempuan, hernia ini biasanya berisi ovarium atau tuba falopi yang masuk ke saluran serupa di area labia.
2. Hernia Umbilikalis (Hernia Pusar)
Hernia umbilikalis terjadi di area pusar. Saat janin berada di dalam kandungan, terdapat lubang kecil di otot perut yang memungkinkan tali pusat lewat untuk memberi nutrisi dari ibu ke janin. Setelah lahir, lubang ini seharusnya menutup dengan sendirinya seiring pertumbuhan otot perut. Jika otot-otot tersebut tidak menyatu sepenuhnya di garis tengah, sisa lubang tersebut menjadi titik lemah yang memungkinkan jaringan usus menonjol keluar.
Mitos vs Fakta Hernia pada Anak
- Mitos: Anak terkena hernia karena terlalu sering menangis. Fakta: Menangis hanya membuat hernia yang sudah ada menjadi lebih terlihat, bukan penyebab utamanya.
- Mitos: Memakaikan koin di pusar bisa menyembuhkan hernia umbilikalis. Fakta: Ini tidak membantu penutupan otot dan justru berisiko menyebabkan iritasi kulit atau infeksi.
- Mitos: Hernia bisa sembuh sendiri dengan pijat. Fakta: Pijat sangat berbahaya karena bisa menyebabkan usus terjepit atau terluka.
Faktor Risiko Hernia pada Anak
Meskipun semua anak berisiko, beberapa faktor meningkatkan kemungkinan terjadinya kondisi ini, antara lain:
- Kelahiran Prematur: Bayi yang lahir prematur memiliki risiko lebih tinggi karena otot dan saluran tubuhnya belum sempat berkembang atau menutup dengan sempurna di dalam rahim.
- Riwayat Keluarga: Adanya anggota keluarga inti (orang tua atau saudara kandung) yang pernah mengalami hernia saat bayi meningkatkan risiko pada anak.
- Kelainan Genetik: Kondisi seperti sindrom Down atau kelainan jaringan ikat bawaan dapat meningkatkan risiko kelemahan dinding perut.
- Masalah Urogenital: Pada anak laki-laki, kondisi seperti testis yang tidak turun (undescended testes) sering kali berhubungan dengan risiko hernia inguinalis.
Kapan Harus ke Dokter?
Orang tua harus waspada jika menemukan benjolan di area pusar atau selangkangan. Segera cari bantuan medis jika ditemukan tanda-tanda hernia inkarserata atau strangulata (terjepit), yaitu:
- Benjolan terasa keras, sangat nyeri, atau sensitif saat disentuh.
- Benjolan tidak bisa didorong kembali ke dalam perut (saat anak rileks).
- Perubahan warna pada benjolan (menjadi merah, ungu, atau gelap).
- Anak mengalami muntah-muntah hebat.
- Perut terlihat membuncit dan anak tidak bisa buang air besar atau buang angin.
Untuk mendukung pemulihan si kecil setelah tindakan medis atau memenuhi kebutuhan vitamin hariannya, kamu juga dapat beli obat online di Halodoc dengan praktis tanpa harus keluar rumah.
Studi Mengenai Hernia pada Anak
Journal of Pediatric Surgery menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa kejadian hernia inguinalis pada bayi prematur mencapai 30%, jauh lebih tinggi dibandingkan bayi lahir cukup bulan. Studi ini menekankan pentingnya pemantauan ketat pada bayi dengan berat badan lahir rendah.
Selain itu, penelitian dalam jurnal medis internasional juga menyebutkan bahwa 90% hernia umbilikalis pada anak akan menutup secara spontan sebelum usia 5 tahun, sehingga observasi sering kali menjadi pilihan pertama sebelum tindakan bedah dilakukan.
Jika kondisi hernia memerlukan tindakan operasi, pastikan kamu mengikuti instruksi dokter bedah anak dengan teliti mengenai perawatan luka pasca-operasi untuk mencegah infeksi dan memastikan pemulihan yang optimal.
Kamu bisa mendapatkan informasi lebih lanjut atau berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui aplikasi Halodoc.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Inguinal Hernia in Children: Symptoms and Causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Umbilical Hernia in Infants.
Johns Hopkins Medicine. Diakses pada 2026. Pediatric Inguinal Hernia.
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Mengenal Hernia pada Anak dan Penanganannya.
FAQ
1. Apakah hernia pada anak bisa hilang tanpa operasi?
Hernia umbilikalis (pusar) sering kali dapat menutup sendiri seiring penguatan otot perut anak sebelum usia 4-5 tahun. Namun, hernia inguinalis (selangkangan) hampir selalu memerlukan tindakan operasi karena tidak akan menutup sendiri.
2. Apakah hernia pada bayi berbahaya?
Hernia sendiri tidak selalu berbahaya, namun menjadi gawat darurat jika bagian usus terjepit di lubang hernia (inkarserata). Hal ini bisa memutus aliran darah dan merusak jaringan organ tersebut.
3. Bolehkah bayi penderita hernia tetap aktif bergerak?
Bayi tetap boleh bergerak aktif, namun orang tua harus memantau jika aktivitas tersebut membuat hernia semakin sering menonjol atau menyebabkan anak tampak kesakitan.
4. Bagaimana cara mencegah hernia pada anak?
Karena sebagian besar hernia pada anak disebabkan oleh faktor bawaan atau gangguan perkembangan janin, tidak ada cara pasti untuk mencegahnya. Deteksi dini adalah langkah terbaik.
Si Kecil Mengalami Benjolan yang Mencurigakan? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan kesehatan terkait benjolan pada si kecil, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!
[HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.


