Ad Placeholder Image

Hernia pada Bayi: Ini Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   10 Juni 2026

“Bayi adalah kelompok usia yang rentan mengalami hernia. Oleh sebab itu, orang tua perlu tahu penyebab, gejala dan cara mengatasi hernia pada bayi.”

Hernia pada Bayi: Ini Penyebab, Gejala dan Cara MengatasinyaHernia pada Bayi: Ini Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya

DAFTAR ISI


Melihat benjolan yang tidak biasa pada tubuh Si Kecil tentu membuat orang tua merasa khawatir. Salah satu kondisi yang cukup sering ditemukan pada bayi baru lahir adalah penyakit hernia pada bayi. Kondisi ini terjadi ketika bagian organ dalam, seperti usus, menonjol melalui titik lemah atau celah pada dinding otot perut bayi.

Hernia pada bayi bukanlah kondisi yang bisa dianggap remeh, meskipun beberapa jenis hernia dapat sembuh dengan sendirinya. Penting bagi orang tua untuk memahami perbedaan antara hernia yang tidak berbahaya dan hernia yang memerlukan tindakan medis segera guna mencegah komplikasi serius seperti gangguan aliran darah pada organ yang terjepit.

Sebagai langkah pencegahan dan penanganan dini, orang tua perlu jeli memperhatikan perubahan fisik bayi, terutama saat mereka sedang menangis, batuk, atau mengejan. Penanganan yang tepat dan cepat akan sangat menentukan kualitas kesehatan masa depan buah hati kamu.

Nah, mau tahu lebih dalam mengenai penyebab, gejala, dan bagaimana penanganan yang tepat untuk kondisi ini? Berikut ulasannya!

Apa Itu Penyakit Hernia pada Bayi?

Penyakit hernia pada bayi adalah kondisi medis di mana jaringan lunak atau bagian dari usus menonjol melalui lubang atau area lemah di dinding perut. Pada dasarnya, selama masa kehamilan, ada celah alami di otot perut janin yang seharusnya menutup menjelang atau sesaat setelah kelahiran. Namun, pada beberapa kasus, celah ini tidak menutup dengan sempurna, sehingga menciptakan celah bagi organ dalam untuk keluar.

Secara anatomis, dinding perut berfungsi sebagai penahan organ-organ di dalamnya. Jika ada bagian yang lemah, tekanan dari dalam perut (misalnya saat bayi menangis kencang) dapat mendorong usus keluar melalui celah tersebut. Kondisi ini bisa terjadi pada bayi laki-laki maupun perempuan, meskipun jenis tertentu lebih dominan pada salah satu jenis kelamin.

Jenis-Jenis Hernia yang Sering Menyerang Bayi

Terdapat dua jenis hernia yang paling umum dialami oleh bayi dan anak-anak, yaitu:

1. Hernia Umbilicalis (Hernia Pusar)

Hernia umbilicalis terjadi di area pusar. Kondisi ini disebabkan oleh lubang pada otot perut yang menjadi tempat lewatnya tali pusat saat bayi masih di dalam kandungan tidak menutup sempurna. Gejalanya berupa benjolan lunak di pusar yang tampak jelas saat bayi menangis, tertawa, atau mengejan. Jenis hernia ini sering kali sembuh sendiri sebelum anak berusia 1 atau 2 tahun.

2. Hernia Inguinalis (Hernia Selangkangan)

Hernia inguinalis terjadi di area selangkangan atau lipatan paha. Pada bayi laki-laki, usus bisa turun hingga ke kantong skrotum (buah zakar). Kondisi ini lebih berbahaya dibandingkan hernia pusar karena risiko usus terjepit (inkarserasi) jauh lebih tinggi. Hernia jenis ini biasanya memerlukan tindakan pembedahan untuk memperbaikinya.

Mengenali Gejala Hernia pada Bayi

Gejala utama dari penyakit hernia pada bayi adalah munculnya benjolan yang bersifat “hilang-timbul”. Berikut adalah beberapa tanda yang perlu kamu perhatikan:

  • Benjolan terlihat jelas di area pusar atau selangkangan saat bayi menangis, batuk, atau aktif bergerak.
  • Benjolan cenderung menghilang atau mengecil saat bayi dalam kondisi tenang atau sedang tidur telentang.
  • Bayi mungkin tampak rewel atau menunjukkan tanda tidak nyaman jika benjolan tersebut disentuh.
  • Pada kasus hernia umbilicalis, kulit di sekitar pusar mungkin tampak sedikit menonjol namun tidak terasa sakit.
Tanda Bahaya Hernia (Darurat Medis)
  1. Benjolan yang tetap ada, mengeras, dan tidak bisa didorong kembali saat bayi tenang.
  2. Bayi menangis terus-menerus karena kesakitan yang hebat.
  3. Terjadi perubahan warna pada benjolan menjadi merah, ungu, atau gelap.
  4. Bayi mengalami muntah-muntah dan perut tampak kembung secara ekstrem.

Kapan Harus Melakukan Konsultasi Dokter?

Jika kamu menemukan adanya benjolan aneh pada tubuh bayi, langkah terbaik adalah segera melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja. Deteksi dini sangat penting untuk memastikan apakah hernia tersebut bersifat fungsional atau memerlukan tindakan korektif segera.

Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik dengan meraba benjolan tersebut. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin akan mencoba mendorong hernia kembali masuk secara perlahan jika memungkinkan. Namun, jika hernia dicurigai terjepit, dokter akan segera merujuk bayi ke spesialis bedah anak untuk penanganan lebih lanjut demi mencegah nekrosis (kematian jaringan) pada usus.

Cara Mengatasi Hernia pada Bayi

Penanganan penyakit hernia pada bayi sangat bergantung pada jenis dan tingkat keparahannya:

1. Observasi (Untuk Hernia Pusar)

Banyak kasus hernia umbilicalis yang tidak memerlukan operasi. Dokter biasanya akan menyarankan untuk menunggu dan mengobservasi perkembangan anak. Seiring bertambahnya usia, otot perut bayi akan menguat dan celah pusar akan menutup dengan sendirinya.

2. Tindakan Operasi (Herniorafi)

Untuk hernia inguinalis, operasi hampir selalu menjadi rekomendasi utama. Prosedur ini relatif singkat, di mana dokter akan mendorong usus kembali ke tempatnya dan menjahit celah otot yang terbuka agar hernia tidak muncul kembali. Teknologi medis modern kini memungkinkan operasi dengan luka sayatan yang sangat minimal.

3. Perawatan Pasca Operasi dan Kebutuhan Bayi

Setelah tindakan medis, bayi memerlukan perawatan ekstra agar proses pemulihan berjalan cepat. Kamu perlu memastikan asupan nutrisi bayi terjaga dan menjaga kebersihan area bekas operasi. Jangan lupa untuk selalu sedia perlengkapan kebersihan bayi dan beli obat online di Halodoc untuk kebutuhan suplemen atau vitamin pendukung pemulihan sesuai saran dokter.

Studi Mengenai Hernia pada Bayi

PubMed Central menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa insidensi hernia inguinalis pada bayi prematur jauh lebih tinggi dibandingkan bayi yang lahir cukup bulan. Hal ini disebabkan karena proses penutupan jalur turunnya testis atau ovarium (prosesus vaginalis) belum selesai secara sempurna pada saat kelahiran prematur.

Penelitian lain menunjukkan bahwa 90% hernia umbilicalis akan menutup dengan sendirinya pada saat anak mencapai usia 5 tahun tanpa memerlukan intervensi bedah. Namun, penting bagi orang tua untuk tidak melakukan metode tradisional seperti menempelkan koin di pusar karena hal tersebut tidak secara medis mempercepat kesembuhan dan justru berisiko menyebabkan infeksi kulit.

Jika kondisi hernia pada bayi membuat kamu cemas, segera cari bantuan profesional. Jangan menunda penanganan medis jika muncul tanda-tanda kegawatan.

Selain konsultasi, kamu juga bisa mendapatkan produk kesehatan pendukung pertumbuhan bayi melalui Toko Kesehatan Halodoc dengan layanan pengantaran yang cepat.

FAQ

1. Apakah hernia pada bayi bisa sembuh tanpa operasi?

Hanya hernia umbilicalis (pusar) yang berpotensi sembuh sendiri seiring bertambahnya kekuatan otot perut. Sedangkan hernia inguinalis hampir selalu membutuhkan tindakan operasi karena risiko terjepitnya usus sangat besar.

2. Apa penyebab utama hernia pada bayi baru lahir?

Penyebab utamanya adalah faktor kongenital atau bawaan lahir, di mana dinding otot perut tidak menutup dengan sempurna selama masa perkembangan janin di dalam rahim.

3. Apakah menangis kencang bisa menyebabkan hernia?

Menangis kencang tidak menyebabkan hernia, tetapi tekanan yang timbul saat menangis dapat membuat benjolan hernia yang sudah ada menjadi lebih terlihat jelas atau menonjol keluar.

4. Apakah berbahaya menempelkan koin pada pusar bayi yang hernia?

Ya, metode ini sangat tidak disarankan secara medis. Menempelkan benda asing atau koin pada pusar dapat menyebabkan iritasi kulit, infeksi, dan tidak memberikan efek apa pun pada penutupan lubang otot di bawah kulit.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Inguinal Hernia.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Umbilical Hernia in Infants.
NHS UK. Diakses pada 2026. Hernia in Babies and Children.
Stanford Medicine Children’s Health. Diakses pada 2026. Inguinal and Umbilical Hernias in Children.

Punya Keluhan Kesehatan pada Si Kecil tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan tentang kesehatan buah hati, tapi bingung harus konsultasi ke mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

HILDA ([Halodoc Intelligent Digital Assistant](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.