Ad Placeholder Image

Hg Adalah: Kenali Sifat, Bahaya, dan Kegunaannya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Juni 2026

Hg Adalah: Kenali Sifat, Bahaya, & Kegunaan Raksa

Hg Adalah: Kenali Sifat, Bahaya, dan Kegunaannya!Hg Adalah: Kenali Sifat, Bahaya, dan Kegunaannya!

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu mendengar tentang unsur Hg? Dalam tabel periodik kimia, Hg adalah simbol untuk merkuri atau yang sering kita sebut sebagai air raksa. Unsur ini sangat unik karena merupakan satu-satunya logam yang berbentuk cair pada suhu ruangan. Namun, di balik keunikan tampilannya yang mengilap keperakan, merkuri menyimpan potensi bahaya yang sangat besar bagi kesehatan manusia dan kelestarian lingkungan.

Paparan unsur Hg bukan hanya terjadi di area pertambangan atau pabrik kimia, tetapi bisa masuk ke dalam rantai makanan yang kita konsumsi sehari-hari, terutama melalui makanan laut. Dampaknya tidak main-main, mulai dari kerusakan sistem saraf pusat hingga gangguan perkembangan janin. Oleh karena itu, memahami apa itu merkuri, bagaimana ia bekerja, dan di mana saja ia bersembunyi menjadi sangat krusial bagi kita semua.

Sebagai langkah awal melindungi diri dan keluarga, edukasi mengenai toksisitas logam berat ini adalah kunci utama. Jika kamu merasa memiliki risiko paparan tinggi atau mengalami gejala kesehatan yang mencurigakan, jangan ragu untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.

Nah, mau tahu apa saja ulasan mendalam mengenai unsur Hg? Berikut pembahasannya!

Mengenal Unsur Hg (Merkuri) Lebih Dekat

Unsur Hg atau merkuri adalah unsur kimia dengan nomor atom 80. Nama “Hg” sendiri berasal dari kata Latin Hydrargyrum yang berarti “perak cair” (liquid silver). Merkuri telah dikenal oleh manusia sejak zaman kuno, namun penggunaannya mulai diawasi secara ketat dalam beberapa dekade terakhir karena sifat toksiknya yang persisten di lingkungan.

Merkuri secara alami ditemukan di kerak bumi, seringkali dalam bentuk mineral yang disebut sinabar (merkuri sulfida). Melalui aktivitas alam seperti letusan gunung berapi atau penguapan dari lautan, merkuri dapat terlepas ke atmosfer. Namun, kontributor terbesar pelepasan merkuri saat ini berasal dari aktivitas manusia (antropogenik), seperti pembakaran batu bara, pertambangan emas skala kecil, dan produksi semen.

Sifat Fisika dan Kimia Merkuri

Merkuri memiliki karakteristik unik yang membuatnya banyak digunakan di industri, namun sekaligus sulit untuk ditangani jika terjadi kebocoran:

  • Bentuk Cair: Merupakan satu-satunya logam yang berbentuk cair pada suhu kamar (titik leleh -38,83 derajat Celsius).
  • Tegangan Permukaan Tinggi: Jika tumpah, merkuri akan membentuk butiran-butiran bulat yang mudah menggelinding dan pecah menjadi butiran yang lebih kecil lagi.
  • Mudah Menguap: Merkuri cair dapat menguap pada suhu ruang. Uap merkuri ini tidak berwarna, tidak berbau, dan sangat berbahaya jika terhirup.
  • Konduktivitas Listrik: Sebagai logam, ia menghantarkan listrik dengan baik, yang membuatnya sering digunakan dalam saklar listrik lama dan termometer.
  • Amalgamasi: Merkuri memiliki kemampuan untuk melarutkan logam lain (seperti emas dan perak) membentuk paduan yang disebut amalgam.

Jenis-Jenis Merkuri dan Sumbernya

Dalam ilmu toksikologi, merkuri dikelompokkan menjadi tiga bentuk utama, yang masing-masing memiliki rute paparan dan tingkat toksisitas yang berbeda:

1. Merkuri Elemental (Logam)

Ini adalah bentuk merkuri murni (Hg0) yang cair dan berwarna perak. Bahaya utamanya adalah uapnya. Jika termometer air raksa pecah di ruangan tertutup tanpa ventilasi, uapnya dapat terhirup dan masuk ke aliran darah melalui paru-paru. Sumbernya meliputi termometer lama, tensimeter air raksa, dan tambal gigi amalgam (meskipun penggunaan ini semakin dikurangi).

2. Merkuri Anorganik

Merkuri ini terbentuk ketika merkuri bergabung dengan unsur lain seperti klorin, belerang, atau oksigen membentuk garam merkuri. Senyawa ini sering ditemukan dalam produk industri, bahan kimia laboratorium, dan sayangnya, terkadang masih ditemukan dalam produk kosmetik pemutih ilegal. Paparan biasanya terjadi melalui kontak kulit atau tertelan.

3. Merkuri Organik (Metilmerkuri)

Inilah bentuk merkuri yang paling berbahaya dalam rantai makanan. Mikroorganisme di air (seperti bakteri di sedimen laut) dapat mengubah merkuri anorganik menjadi metilmerkuri. Zat ini kemudian dimakan oleh plankton, ikan kecil, hingga akhirnya terakumulasi dalam jumlah besar pada ikan predator besar seperti hiu, tuna, dan marlin. Ketika manusia memakan ikan tersebut, metilmerkuri diserap hampir sempurna oleh tubuh.

Waspada Sumber Paparan Merkuri
  1. Konsumsi ikan laut yang mengandung kadar metilmerkuri tinggi secara berlebihan.
  2. Penggunaan produk kecantikan (krim pemutih) tanpa izin BPOM yang mengandung merkuri.
  3. Paparan di lingkungan kerja seperti pertambangan emas ilegal yang menggunakan air raksa.
  4. Limbah industri yang tidak dikelola dengan benar dan mencemari sumber air.

Bahaya Unsur Hg bagi Kesehatan Manusia

Paparan unsur Hg bersifat akumulatif, artinya zat ini bisa menumpuk dalam tubuh seiring berjalannya waktu. Dampaknya sangat merusak karena merkuri adalah neurotoksin (racun saraf).

1. Kerusakan Sistem Saraf

Merkuri dapat dengan mudah menembus sawar darah otak. Gejala yang muncul bisa berupa tremor (gemetar), sulit tidur, perubahan emosi (mudah marah), kehilangan ingatan, hingga gangguan koordinasi motorik. Pada kasus berat, dapat menyebabkan kelumpuhan atau kebutaan.

2. Gangguan Ginjal

Merkuri anorganik sering kali menyerang ginjal, menyebabkan gagal ginjal akut atau kronis. Hal ini terjadi karena ginjal mencoba menyaring logam berat tersebut namun justru mengalami kerusakan jaringan pada tubulus ginjal.

3. Dampak pada Janin dan Anak-Anak

Wanita hamil yang terpapar metilmerkuri berisiko tinggi melahirkan anak dengan gangguan perkembangan otak. Merkuri dapat menghambat pertumbuhan saraf janin, yang berakibat pada penurunan IQ, gangguan bicara, dan masalah motorik pada anak di kemudian hari.

4. Kerusakan Paru-Paru

Menghirup uap merkuri elemental dalam jumlah besar secara tiba-tiba dapat menyebabkan kerusakan paru-paru yang parah, sesak napas, batuk darah, hingga kegagalan pernapasan.

Isu Merkuri dalam Kosmetik dan Skincare

Di Indonesia, salah satu masalah kesehatan masyarakat yang sering muncul adalah penggunaan merkuri dalam krim wajah pemutih instan. Merkuri memang dapat menghambat pembentukan melanin (pigmen kulit), sehingga kulit tampak putih dalam waktu singkat. Namun, harganya sangat mahal bagi kesehatan.

Efek samping penggunaan skincare bermerkuri meliputi iritasi kulit parah, bercak hitam (flek) yang justru menetap setelah pemakaian dihentikan, kulit menjadi tipis, hingga risiko kanker kulit. Lebih bahayanya lagi, merkuri yang dioleskan ke wajah dapat terserap ke dalam aliran darah dan merusak organ dalam seperti ginjal dan sistem saraf.

Cara Mencegah Paparan Merkuri

Langkah-langkah preventif sangat penting untuk meminimalkan risiko keracunan merkuri:

  • Pilih Ikan dengan Bijak: Konsumsi ikan yang rendah merkuri seperti salmon, sarden, atau lele. Batasi konsumsi ikan predator besar.
  • Cek Legalitas Kosmetik: Pastikan semua produk perawatan kulit memiliki nomor notifikasi BPOM. Hindari produk tanpa label yang jelas atau menjanjikan hasil putih instan dalam hitungan hari.
  • Ganti Alat Medis Digital: Jika masih memiliki termometer air raksa di rumah, sebaiknya ganti dengan termometer digital untuk menghindari risiko pecah.
  • Edukasi Lingkungan: Jangan membuang lampu neon atau baterai bekas sembarangan, karena benda-benda ini mengandung sedikit merkuri yang bisa mencemari tanah jika tidak diolah sebagai limbah B3.

Untuk mendukung perlindungan kesehatan keluarga dari radikal bebas dan polutan lingkungan, kamu bisa menjaga kondisi tubuh dengan asupan nutrisi yang tepat. Selain itu, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah jika membutuhkan suplemen pendukung daya tahan tubuh.

Studi Mengenai Toksisitas Merkuri

Journal of Preventive Medicine and Public Health menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa metilmerkuri adalah salah satu bentuk merkuri paling beracun yang dapat menyebabkan sindrom neurologis permanen yang dikenal sebagai penyakit Minamata.

Studi ini menyoroti bagaimana bioakumulasi merkuri di laut menjadi ancaman global bagi kesehatan masyarakat, terutama pada populasi yang sangat bergantung pada konsumsi seafood. Peneliti menekankan pentingnya regulasi internasional untuk mengurangi emisi merkuri ke atmosfer demi melindungi generasi mendatang.

Jika kamu atau anggota keluarga mengalami gejala seperti sering gemetar tanpa sebab, kesemutan yang tidak kunjung hilang, atau perubahan drastis pada kesehatan kulit setelah menggunakan produk tertentu, segeralah berkonsultasi dengan tenaga medis.

Kamu bisa mendapatkan informasi kesehatan lebih lanjut dan akses praktis melalui aplikasi kesehatan tepercaya. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.

Referensi:
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Mercury and Health.
Environmental Protection Agency (EPA). Diakses pada 2026. Health Effects of Exposures to Mercury.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Bahaya Merkuri pada Kosmetik dan Lingkungan.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Mercury Poisoning: Symptoms and Causes.
NCBI – PubMed. Diakses pada 2026. Toxicity of Mercury: Molecular Mechanisms and Health Effects.

FAQ

1. Apa ciri-ciri kosmetik yang mengandung unsur Hg?

Biasanya teksturnya lengket, warnanya cenderung mencolok (putih mutiara atau kuning terang), tidak memiliki izin BPOM, dan sering kali berbau logam yang disamarkan dengan parfum menyengat.

2. Apakah merkuri bisa dikeluarkan dari tubuh?

Tubuh bisa mengeluarkan merkuri secara alami dalam jumlah sangat kecil melalui urine dan feses, namun prosesnya sangat lambat. Pada kasus keracunan berat, dokter mungkin akan melakukan terapi khelasi (pengikatan logam berat) dengan obat-obatan khusus.

3. Mengapa merkuri berbahaya bagi ibu hamil?

Karena merkuri dapat menembus plasenta dan masuk ke peredaran darah janin, yang mengganggu perkembangan otak dan sistem saraf pusat bayi yang sedang tumbuh.

4. Apakah termometer air raksa masih aman digunakan?

Secara fungsional akurat, namun dari sisi keamanan sangat berisiko. Jika pecah, merkuri sulit dibersihkan sepenuhnya dan uapnya bisa terhirup penghuni rumah selama berhari-hari.


## Punya Keluhan Kesehatan akibat Paparan Lingkungan? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan atau khawatir dengan efek zat kimia di sekitar, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

[HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.