Advertisement

Hirschsprung Disease: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati

4 menit
Ditinjau oleh  dr. Erlin SpA   27 Agustus 2025

Hirschsprung disease adalah kelainan bawaan usus yang membuat anak sulit buang air besar.

Hirschsprung Disease: Penyebab, Gejala, dan Cara MengobatiHirschsprung Disease: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati

DAFTAR ISI


Gangguan pencernaan pada anak sering membuat orangtua khawatir. Salah satunya adalah hirschsprung disease, kondisi bawaan yang menyebabkan anak sulit buang air besar sejak lahir.

Tidak jarang, penyakit ini baru diketahui ketika anak mengalami sembelit parah yang tidak kunjung membaik.

Topik ini penting karena hirschsprung disease adalah penyebab serius dari masalah konstipasi kronis pada bayi dan anak.

Dengan memahami gejala, penyebab, serta pengobatannya, kamu bisa membantu mendeteksi lebih awal dan mencari penanganan medis terbaik.

Hirschsprung Disease Adalah Apa?

Hirschsprung disease adalah kelainan bawaan pada usus besar yang terjadi ketika sel saraf di dinding usus tidak berkembang dengan sempurna.

Normalnya, saraf di usus membantu menggerakkan feses keluar. Tanpa saraf ini, bagian usus yang terkena menjadi tidak aktif, sehingga feses menumpuk dan menyebabkan konstipasi parah.

Kondisi ini lebih sering didiagnosis pada bayi, tetapi bisa juga baru terdeteksi ketika anak lebih besar.

Apa Penyebab Hirschsprung Disease?

Penyebab pasti Hirschsprung disease belum sepenuhnya diketahui, tetapi ada beberapa faktor risiko:

  1. Kelainan Perkembangan Saraf Usus
    Saat janin berkembang, sel saraf (ganglion) seharusnya menyebar sepanjang usus. Pada penderita Hirschsprung disease, sel ini berhenti tumbuh di sebagian usus.
  2. Faktor Genetik
    Anak dengan riwayat keluarga Hirschsprung disease lebih berisiko mengalami kondisi serupa.
  3. Kondisi Medis Tertentu
    Beberapa sindrom bawaan seperti Down syndrome dapat meningkatkan risiko.

Dengan kata lain, hirschsprung disease adalah hasil dari kombinasi faktor genetik dan gangguan perkembangan janin.

Gejala Hirschsprung Disease yang Perlu Kamu Ketahui

Gejala Hirschsprung disease bisa berbeda-beda tergantung usia, tetapi beberapa tanda umum meliputi:

  • Bayi tidak buang air besar dalam 48 jam setelah lahir.
  • Perut kembung atau buncit.
  • Muntah hijau atau cokelat.
  • Konstipasi kronis atau sulit buang air besar.
  • Pertumbuhan lambat atau gagal tumbuh.
  • Diare kronis pada anak yang lebih besar.

Gejala awal sering kali mirip sembelit biasa, sehingga banyak orangtua yang terlambat menyadari kondisi ini.

Bagaimana Cara Mendiagnosis Hirschsprung Disease?

Dokter biasanya melakukan beberapa tes untuk memastikan diagnosis:

  1. Pemeriksaan Fisik → dokter memeriksa perut dan melihat tanda pembengkakan.
  2. Rontgen dengan Kontras (Barium Enema) → membantu menunjukkan bagian usus yang bermasalah.
  3. Biopsi Rektum → sampel jaringan usus diperiksa di laboratorium untuk melihat ada tidaknya sel saraf.
  4. Manometri Rektum → mengukur fungsi otot dan saraf pada anus.

Diagnosis yang cepat penting supaya anak segera mendapat penanganan yang tepat. Simak lebih lanjut mengenai Kesehatan Anak – Tips dan Informasi Lengkapnya agar ibu senantiasa bisa menjaga kondisi Si Kecil.

Pilihan Pengobatan Hirschsprung Disease

Kabar baiknya, Hirschsprung disease bisa diobati. Pengobatan utama adalah operasi untuk mengangkat bagian usus yang tidak memiliki saraf, lalu menyambungkan bagian usus yang sehat ke anus.

Jenis operasi yang biasa dilakukan antara lain:

  • Pull-through surgery: bagian usus yang sehat ditarik ke bawah untuk menggantikan bagian yang tidak berfungsi.
  • Kolostomi sementara: membuat lubang di perut untuk mengeluarkan feses sementara sebelum operasi definitif dilakukan.

Sebagian besar anak bisa hidup normal setelah operasi, meskipun beberapa masih mengalami sembelit ringan atau diare.

Punya pertanyaan lebih lanjut tentang pengobatan kondisi ini? Berikut Ini Rekomendasi Dokter Spesialis Anak di Halodoc yang bisa dihubungi seputar kesehatan anak.

Tips Merawat Anak dengan Hirschsprung Disease

Setelah operasi, perawatan di rumah sangat penting agar pemulihan berjalan baik. Berikut beberapa tips:

  1. Ikuti Pola Makan Sehat
    • Perbanyak serat (sayur, buah, biji-bijian).
    • Pastikan asupan cairan cukup agar feses tidak keras.
  2. Rutin Kontrol ke Dokter
    Pemeriksaan lanjutan penting untuk memastikan fungsi usus pulih dengan baik.
  3. Perhatikan Tanda Komplikasi
    Jika anak mengalami perut kembung parah, demam, atau diare berdarah, segera bawa ke rumah sakit.
  4. Dukungan Emosional
    Anak mungkin merasa berbeda dari teman sebaya. Dukungan keluarga penting untuk menjaga rasa percaya diri.

Dengan perawatan yang tepat, anak dengan Hirschsprung disease bisa tumbuh sehat dan beraktivitas normal.

Simak informasi lebih lanjut mengenai penyakit Hirschsprung – Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya di sini.

Kesimpulan

Singkatnya, hirschsprung disease adalah kelainan bawaan pada usus yang membuat anak sulit buang air besar akibat tidak adanya sel saraf di sebagian usus.

Gejalanya bisa berupa konstipasi parah, perut kembung, hingga gagal tumbuh.

Pengobatan utama adalah operasi, dan dengan perawatan pascaoperasi yang baik, anak bisa hidup sehat.

Jika kamu mencurigai adanya gejala Hirschsprung disease pada anak, segera hubungi dokter spesialis anak di Halodoc untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2025. Hirschsprung Disease.
National Health Service UK. Diakses pada 2025. Hirschsprung Disease.
Medscape. Diakses pada 2025. Hirschsprung Disease.