Ad Placeholder Image

Hirschsprung Disease: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   11 Juni 2026

Hirschsprung disease adalah kelainan bawaan usus yang membuat anak sulit buang air besar.

Hirschsprung Disease: Penyebab, Gejala, dan Cara MengobatiHirschsprung Disease: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati

DAFTAR ISI


Penyakit Hirschsprung adalah kondisi bawaan lahir yang langka namun serius, di mana sel saraf hilang dari bagian usus besar (kolon) bayi. Tanpa sel-sel saraf ini, otot usus tidak dapat mendorong feses melalui saluran pencernaan dengan benar. Kondisi ini menyebabkan sumbatan fungsional yang membuat bayi sulit atau bahkan tidak bisa buang air besar sejak lahir.

Sebagai orang tua, memahami kondisi ini sangat penting agar penanganan medis dapat dilakukan sedini mungkin. Hirschsprung bukanlah sembelit biasa yang bisa sembuh dengan perubahan diet sederhana; ini adalah kelainan struktural pada sistem saraf usus yang memerlukan intervensi ahli bedah anak. Jika tidak ditangani, komplikasi seperti enterokolitis (peradangan usus yang parah) dapat mengancam nyawa.

Meskipun menakutkan, kemajuan teknologi medis saat ini memungkinkan anak-anak dengan Hirschsprung untuk hidup normal setelah menjalani serangkaian prosedur pengobatan. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai penyebab, gejala yang harus diwaspadai, hingga langkah penanganan medis yang tepat untuk buah hati kamu.

Nah, mau tahu apa saja detail mengenai kondisi Hirschsprung dan bagaimana langkah terbaik untuk mengatasinya? Berikut ulasannya!

Apa Itu Penyakit Hirschsprung?

Penyakit Hirschsprung, atau sering disebut megakolon kongenital, terjadi ketika sel-sel ganglion (sel saraf) tidak terbentuk di dinding usus selama perkembangan janin di dalam rahim. Normalnya, sel saraf ini bermigrasi dari bagian atas usus menuju anus. Namun, pada penderita Hirschsprung, proses ini terhenti, biasanya di bagian ujung usus besar (rektum dan sigmoid).

Karena bagian usus tersebut kekurangan saraf untuk merangsang gerakan peristaltik, tinja akan menumpuk di bagian atas usus yang masih memiliki sel saraf. Akibatnya, usus yang “normal” di bagian atas akan melebar (dilatasi) karena tekanan tinja yang terperangkap, sementara bagian bawah tetap sempit dan kaku. Kondisi inilah yang mendasari istilah “megakolon”.

Gejala Hirschsprung pada Bayi dan Anak

Gejala penyakit ini seringkali muncul dalam 48 jam pertama setelah bayi lahir. Namun, pada beberapa kasus dengan segmen usus yang terkena sangat pendek, gejala mungkin baru terlihat saat anak sudah lebih besar.

1. Gejala pada Bayi Baru Lahir (Neonatus)

Tanda yang paling klasik adalah kegagalan bayi untuk mengeluarkan mekonium (tinja pertama berwarna hitam kehijauan) dalam waktu 24 hingga 48 jam setelah lahir. Selain itu, bayi mungkin mengalami muntah berwarna hijau (cairan empedu), perut yang tampak sangat buncit atau kembung, serta keengganan untuk menyusu.

2. Gejala pada Anak-anak yang Lebih Tua

Jika kondisi ini tidak terdeteksi saat lahir, anak mungkin akan mengalami sembelit kronis yang sangat parah sepanjang hidupnya. Gejala lainnya meliputi pertumbuhan yang terhambat (gagal tumbuh), perut buncit yang menetap, kelelahan, dan diare berbau busuk yang menyemprot saat dilakukan colok dubur oleh dokter.

Waspada Komplikasi Enterokolitis
  1. Demam tinggi yang muncul tiba-tiba.
  2. Diare cair dan berdarah.
  3. Perut sangat tegang dan nyeri saat disentuh.

Penyebab dan Faktor Risiko

Penyebab pasti mengapa sel saraf tidak terbentuk sempurna belum diketahui sepenuhnya, namun faktor genetik memainkan peran besar. Mutasi pada gen RET telah diidentifikasi pada banyak kasus Hirschsprung. Kelainan ini lebih sering terjadi pada bayi laki-laki dibandingkan bayi perempuan, dengan rasio sekitar 4:1.

Selain itu, anak dengan kondisi genetik tertentu seperti Down Syndrome atau kelainan jantung bawaan memiliki risiko lebih tinggi menderita penyakit Hirschsprung. Meskipun bersifat genetik, tidak selalu ada riwayat keluarga dengan penyakit yang sama, karena pola pewarisannya bisa sangat kompleks.

Prosedur Diagnosis Medis

Jika kamu melihat tanda-tanda sembelit yang tidak wajar pada bayi, segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan arahan awal. Dokter biasanya akan merujuk ke dokter spesialis bedah anak untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Diagnosis pasti dilakukan melalui beberapa tes berikut:

  • Biopsi Isap Rektal: Ini adalah standar baku (gold standard). Dokter akan mengambil sampel kecil jaringan dari dinding rektum untuk diperiksa di bawah mikroskop guna mencari keberadaan sel ganglion.
  • Rontgen Perut dengan Kontras (Barium Enema): Cairan kontras dimasukkan ke dalam usus besar untuk melihat perbedaan diameter antara usus yang tidak bersaraf (tampak sempit) dan usus yang normal (tampak lebar).
  • Manometri Anorektal: Menggunakan balon kecil yang ditiupkan di dalam rektum untuk mengukur respon otot sfingter ani.

Metode Pengobatan dan Operasi

Satu-satunya cara menangani penyakit Hirschsprung adalah melalui pembedahan. Tujuan operasi adalah untuk membuang bagian usus yang tidak memiliki saraf dan menyambungkan kembali usus yang sehat langsung ke anus.

1. Operasi Penarikan (Pull-through Procedure)

Ini adalah prosedur yang paling umum. Bagian usus yang tidak berfungsi dibuang, dan usus yang sehat ditarik ke bawah untuk disambungkan ke anus. Teknik ini sering dilakukan secara laparoskopi (minimal invasif) sehingga luka sayatan sangat kecil dan pemulihan lebih cepat.

2. Operasi Stoma (Kolostomi/Ileostomi)

Pada bayi yang sangat sakit atau memiliki peradangan usus yang parah, dokter mungkin melakukan operasi dua tahap. Tahap pertama adalah pembuatan stoma (lubang di perut) agar tinja bisa keluar ke kantong sementara usus bagian bawah beristirahat. Setelah kondisi bayi stabil, barulah dilakukan operasi penyambungan kembali.

Perawatan Pasca Operasi di Rumah

Setelah operasi, anak membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan cara buang air besar yang baru. Beberapa anak mungkin mengalami ruam popok yang parah karena tinja menjadi lebih sering dan cair di awal masa pemulihan.

Pemberian asupan serat yang cukup (untuk anak yang sudah MPASI), hidrasi yang baik, serta menjaga kebersihan area anus sangat krusial. Jika anak memerlukan krim pelindung kulit atau vitamin pendukung pertumbuhan, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah dengan mudah.

Studi Mengenai Penyakit Hirschsprung

Journal of Pediatric Surgery menerbitkan studi di tahun 2022 yang menjelaskan bahwa diagnosis dini dan teknik operasi pull-through secara laparoskopi secara signifikan menurunkan risiko enterokolitis pasca operasi hingga 40%. Peneltian ini menekankan pentingnya skrining pada bayi baru lahir yang gagal mengeluarkan mekonium dalam 24 jam pertama.

Studi lain dalam jurnal Gastroenterology menyoroti peran konseling genetik bagi keluarga dengan riwayat Hirschsprung, mengingat risiko berulang pada saudara kandung dapat mencapai 3-10% tergantung pada panjang segmen usus yang terkena.

FAQ

1. Apakah penyakit Hirschsprung bisa sembuh total?

Sebagian besar anak yang menjalani operasi pull-through dapat hidup normal dan memiliki fungsi usus yang baik. Namun, beberapa anak mungkin tetap mengalami masalah sembelit atau inkontinensia tinja di masa depan yang memerlukan manajemen diet jangka panjang.

2. Bisakah Hirschsprung dicegah selama kehamilan?

Hingga saat ini, tidak ada cara yang terbukti secara medis untuk mencegah Hirschsprung karena kondisi ini berkaitan dengan perkembangan genetik dan seluler yang terjadi secara spontan di awal kehamilan.

3. Apa bahayanya jika Hirschsprung tidak segera dioperasi?

Tanpa operasi, usus bisa mengalami perforasi (lubang), infeksi darah (sepsis), atau enterokolitis yang sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kematian dalam waktu singkat.

4. Apakah anak dengan Hirschsprung harus menjalani diet khusus?

Setelah pemulihan operasi, dokter biasanya menyarankan diet tinggi serat dan banyak minum air putih untuk mencegah tinja menjadi terlalu keras dan menjaga kelancaran saluran cerna.

Anak Sering Sembelit dan Perut Buncit? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu merasa khawatir dengan kesehatan pencernaan buah hati yang tampak tidak biasa? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Hirschsprung’s disease.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Hirschsprung Disease in Children.
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). Diakses pada 2026. Hirschsprung Disease.
Journal of Pediatric Surgery. Diakses pada 2026. Long-term outcomes of pull-through procedures for Hirschsprung disease.