Ad Placeholder Image

HPV DNA: Tes untuk Mendeteksi Dini Kanker Serviks

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 18 September 2026

HPV DNA adalah tes penting untuk skrining dini kanker serviks.

HPV DNA: Tes untuk Mendeteksi Dini Kanker ServiksHPV DNA: Tes untuk Mendeteksi Dini Kanker Serviks

DAFTAR ISI


Pap smear dan HPV DNA merupakan dua pemeriksaan yang dapat membantu mendeteksi risiko kanker serviks. Keduanya dilakukan dengan mengambil sampel sel dari leher rahim, tetapi tujuan utama dan jenis informasi yang diberikan berbeda.

Memahami perbedaan pap smear dan HPV DNA dapat membantu kamu berdiskusi dengan dokter saat memilih skrining yang sesuai. Pemeriksaan rutin penting karena perubahan prakanker pada leher rahim sering kali belum menimbulkan gejala.

Perbandingan Pap Smear dan HPV DNA

Pap smear, atau sitologi serviks, memeriksa perubahan bentuk sel pada leher rahim yang dapat mengarah pada kondisi prakanker atau kanker. Sementara itu, tes HPV DNA mendeteksi materi genetik dari tipe HPV berisiko tinggi yang berhubungan dengan kanker serviks.

Perbedaan lainnya terletak pada sasaran pemeriksaan. Pap smear mencari perubahan sel, sedangkan HPV DNA mencari infeksi HPV berisiko tinggi sebelum perubahan sel terjadi. Hasil HPV DNA positif tidak berarti seseorang pasti mengalami kanker, tetapi biasanya memerlukan penilaian dan tindak lanjut dari dokter.

Kedua tes dapat dilakukan menggunakan sampel dari leher rahim. Pada kondisi tertentu, dokter dapat menyarankan salah satu tes, kombinasi HPV DNA dan pap smear, atau pemeriksaan lanjutan seperti kolposkopi berdasarkan usia, hasil skrining sebelumnya, serta faktor risiko.

Pap smear dan HPV DNA bukan pemeriksaan untuk memastikan semua jenis kanker. Karena itu, hasil abnormal perlu dibahas dengan dokter agar langkah berikutnya dapat ditentukan secara tepat dan tidak menimbulkan kecemasan yang tidak perlu.

Tips Memilih Pemeriksaan

  • Tanyakan kepada dokter jenis skrining yang sesuai dengan usia dan riwayat kesehatan.
  • Sampaikan bila pernah mendapatkan hasil pap smear atau HPV DNA yang abnormal.
  • Ikuti instruksi fasilitas kesehatan sebelum pemeriksaan, termasuk informasi terkait menstruasi atau penggunaan obat dan produk vagina.
  • Jangan menunda konsultasi bila mengalami perdarahan setelah berhubungan seksual, perdarahan di luar siklus menstruasi, atau keputihan yang tidak biasa.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Konsultasikan kebutuhan skrining kepada dokter, terutama jika kamu memiliki hasil pemeriksaan abnormal, riwayat infeksi HPV, atau keluhan yang mengarah pada gangguan leher rahim. Konsultasi ke dokter Halodoc dapat dilakukan untuk membantu memahami pilihan pemeriksaan dan tindak lanjutnya.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
Referensi
World Health Organization. Diakses pada 2026. Cervical Cancer.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Deteksi Dini Kanker Leher Rahim.
National Cancer Institute. Diakses pada 2026. HPV and Pap Test.
PubMed. Diakses pada 2026. Cervical Cancer Screening With HPV Testing and Cytology.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Informasi Produk Kesehatan.

FAQ

Apakah HPV DNA lebih baik daripada pap smear?

Tidak ada pemeriksaan yang paling tepat untuk semua orang. Pilihan tes bergantung pada usia, riwayat skrining, faktor risiko, dan rekomendasi dokter.

Apakah hasil HPV DNA positif berarti kanker serviks?

Tidak. Hasil positif menunjukkan adanya HPV berisiko tinggi dan perlu ditindaklanjuti sesuai anjuran dokter, tetapi tidak secara langsung berarti kanker.

Apakah pap smear dan HPV DNA bisa dilakukan bersamaan?

Pada kondisi tertentu, dokter dapat menyarankan kedua pemeriksaan tersebut secara bersamaan. Tujuannya adalah menilai keberadaan HPV berisiko tinggi sekaligus melihat perubahan pada sel leher rahim.