Ibu, Begini 7 Cara Menangani Campak Pada Anak
Ibu bisa memberikan obat penurun demam atau vitamin A untuk mengatasi campak pada anak.

Daftar Isi:
- Cara Menangani Campak pada Anak
- Kenali Gejala Campak pada Anak
- Apa Penyebab Campak pada Anak?
- Pencegahan Campak pada Anak
- Kapan Harus ke Dokter?
- Pertanyaan Umum Seputar Campak pada Anak
Campak adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini sangat umum terjadi pada anak-anak, tetapi dapat dicegah dengan vaksinasi.
Campak ditandai dengan demam tinggi, batuk, pilek, mata merah (konjungtivitis), dan ruam kulit yang khas.
Di Indonesia, campak masih menjadi masalah kesehatan masyarakat terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.
Meskipun campak memerlukan penanganan medis yang tepat, ada beberapa langkah yang bisa Ibu lakukan di rumah untuk membantu meredakan gejala dan membuat anak lebih nyaman:
Cara Menangani Campak pada Anak
Beberapa orang menganggap, campak hanya penyakit ruam kulit dan demam yang bisa sembuh dalam beberapa hari. Padahal, campak dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang serius untuk anak di bawah usia lima tahun.
Campak atau measles adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus dalam keluarga paramyxovirus. Virus ini menginfeksi saluran pernapasan kemudian menyebar ke seluruh tubuh.
Penularan campak biasanya melalui udara ketika orang yang terinfeksi bersin atau batuk.
Meskipun tidak ada pengobatan khusus untuk campak, tetapi Ibu bisa melakukan cara-cara ini untuk menangani dan membuat kondisi anak lebih baik:
1. Meredakan demam
Demam merupakan gejala utama ketika anak terkena campak. Untuk meredakan demam, memberikan ibuprofen atau paracetamol akan membantu menurunkan suhu tubuh, tetapi jangan lupa selalu perhatikan dosis yang sesuai.
Hal yang perlu diingat, jangan memberikan obat aspirin pada anak di bawah usia 16 tahun. Sebab, hal ini dapat meningkatkan risiko sindrom Reye, yaitu penyakit langka yang berpotensi fatal menyerang otak dan hati.
Ibu bisa simak, Ini 7 Rekomendasi Obat Demam Bayi yang Ampuh di Apotek.
2. Minum yang banyak
Cara menangani campak pada anak bisa dengan memenuhi kebutuhan cairan tubuhnya. Saat terkena campak, tubuh rentan dehidrasi akibat demam dan keringat.
Oleh karena itu, minum air putih yang banyak atau minum jus buah dan teh herbal akan mengembalikan cairan tubuh dan mencegah dehidrasi.
3. Menggunakan humidifier
Humidifier adalah alat untuk melembapkan udara dengan cara menyemprotkan uap air.
Menggunakan humidifier dapat meredakan batuk dan sakit tenggorokan, serta membantu meredakan rasa tidak nyaman.
4. Rawat area mata
Saat terkena campak mata cenderung lebih sensitif sehingga menyebabkan mata berair dan mata merah.
Untuk menjaga mata tetap bersih, bersihkan area mata dengan kapas yang dibasahi untuk menghilangkan kerak.
Hindari juga aktivitas di bawah sinar matahari atau aktivitas lain seperti membaca dan menonton.
5. Memberikan Vitamin A
Anak-anak dengan kadar vitamin A yang rendah memiliki kemungkinan terkena kasus campak yang lebih parah.
Oleh karena itu, World Health Organization (WHO) merekomendasikan mengonsumsi suplemen vitamin A, untuk mengurangi gejala dan komplikasi penyakit campak.
Sebelum mengonsumsi vitamin A sebaiknya diskusikan terlebih dulu dengan dokter mengenai dosis yang tepat.
Ini Rekomendasi Suplemen Vitamin A yang Bagus dan Tersedia di Apotik.
6. Isolasi diri
Campak adalah penyakit yang mudah menular melalui udara. Mengisolasi diri merupakan langkah yang tepat untuk mencegah penularan campak pada anak ke orang lain.
7. Istirahat yang cukup
Cara menangani campak pada anak juga bisa dengan memperbanyak istirahat. Seperti penyakit lainnya, istirahat yang cukup akan membantu proses penyembuhan penyakit campak.
Selain istirahat, pastikan anak tidak merasa terlalu stres.
Kenali Gejala Campak pada Anak
Gejala campak umumnya muncul dalam beberapa tahap:
- Tahap Awal: Demam tinggi (mencapai 40°C atau lebih), batuk kering, pilek, mata merah dan berair (konjungtivitis), serta munculnya bintik-bintik putih kecil di dalam mulut (bintik Koplik).
- Tahap Ruam: Ruam merah kecoklatan muncul pertama kali di wajah dan leher, kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Ruam ini biasanya berlangsung selama 5-6 hari.
- Gejala Tambahan: Beberapa anak juga dapat mengalami sakit tenggorokan, sakit kepala, kehilangan nafsu makan, dan diare.
Menurut WHO, gejala campak dapat bervariasi pada setiap anak, tetapi demam tinggi dan ruam kulit adalah gejala yang paling umum.
Apa Penyebab Campak pada Anak?
Campak disebabkan oleh infeksi virus campak (Paramyxovirus). Virus ini sangat menular dan dapat menyebar melalui:
- Udara: Virus campak dapat menyebar melalui droplet (percikan air liur) yang dihasilkan saat orang yang terinfeksi batuk atau bersin.
- Kontak Langsung: Virus juga dapat menyebar melalui kontak langsung dengan секрецию hidung atau tenggorokan orang yang terinfeksi.
Anak-anak yang belum mendapatkan vaksin campak memiliki risiko paling tinggi untuk terinfeksi penyakit ini.
Pencegahan Campak pada Anak
Cara paling efektif untuk mencegah campak adalah dengan vaksinasi. Vaksin campak biasanya diberikan sebagai bagian dari vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella). Vaksin ini sangat aman dan efektif dalam melindungi anak-anak dari campak.
- Jadwal Vaksinasi: Vaksin MMR diberikan dalam dua dosis, yaitu pada usia 12-15 bulan dan 4-6 tahun.
- Imunisasi Tambahan: Jika anak belum mendapatkan vaksinasi campak sesuai jadwal, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan imunisasi tambahan.
- Hindari Kontak: Hindari kontak dengan orang yang sedang sakit campak.
Kapan Harus ke Dokter?
Ibu sebaiknya segera membawa anak ke dokter jika:
- Anak mengalami demam tinggi (lebih dari 39°C).
- Anak mengalami kesulitan bernapas atau sesak napas.
- Anak mengalami kejang.
- Anak tampak sangat lemas atau tidak responsif.
- Ruam campak menyebar dengan cepat atau disertai dengan gejala infeksi bakteri, seperti keluarnya nanah dari mata atau hidung.
Konsultasi dengan dokter spesialis anak kini lebih mudah dan praktis melalui Halodoc.
Ibu bisa beli obat online atau produk kesehatan lainnya dengan praktis dan mudah di Apotek Online Halodoc.
Toko Kesehatan Halodoc Produknya 100% asli dan tepercaya. Tanpa perlu antre, obat bisa diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat dari lokasi kamu berada.
Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga dan dapatkan obat dari apotek 24 jam terdekat!

Referensi:
BBC News Indonesia. Diakses pada 2025. Puluhan anak di Papua terkena campak dan 13 meninggal dunia, pemerintah belum terima laporan.
Parents. Diakses pada 2025. What to Do If You or Your Child Gets the Measles.
Mayoclinic. Diakses pada 2025. Measles.
Medical News Today. Diakses pada 2025. What to know about measles.
Pertanyaan Umum Seputar Campak pada Anak
- Apakah campak bisa menyebabkan kematian pada anak?
Ya, campak dapat menyebabkan komplikasi serius yang berpotensi mengancam jiwa, terutama pada anak-anak dengan gizi buruk atau sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Oleh karena itu, penting untuk mencegah campak dengan vaksinasi dan memberikan penanganan medis yang tepat jika anak terinfeksi.
- Apakah anak yang sudah pernah campak bisa terinfeksi lagi?
Umumnya, anak yang sudah pernah terinfeksi campak akan memiliki kekebalan seumur hidup terhadap penyakit ini.
Namun, pada kasus yang jarang terjadi, infeksi ulang mungkin saja terjadi, terutama jika sistem kekebalan tubuh anak melemah.
- Apakah vaksin MMR aman untuk anak-anak?
Vaksin MMR sangat aman dan efektif dalam melindungi anak-anak dari campak, gondong, dan rubella.
Efek samping yang umum terjadi umumnya ringan, seperti demam ringan atau ruam kecil di tempat suntikan. Reaksi alergi yang serius sangat jarang terjadi.


