Campak

Pengertian Campak

Penyakit ini akan memunculkan ruam di seluruh tubuh dan sangat menular. Campak bisa sangat mengganggu dan mengarah pada komplikasi yang lebih serius. Gejala campak mulai muncul sekitar satu hingga dua minggu setelah virus masuk ke dalam tubuh.

Gejala Campak

  • Mata merah dan sensitif terhadap cahaya.
  • Gejala menyerupai pilek seperti sakit tenggorokan, batuk kering dan hidung beringus.
  • Lemas dan letih.
  • Demam tinggi.
  • Sakit dan nyeri.
  • Tidak bersemangat dan kehilangan selera makan.
  • Diare atau/dan muntah-muntah.
  • Bercak kecil berwarna putih keabu-abuan di mulut dan tenggorokan.

Penyebab Campak

Campak merupakan infeksi yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini akan memunculkan ruam di seluruh tubuh dan sangat menular. Campak bisa sangat mengganggu dan mengarah pada komplikasi yang lebih serius. Gejala campak mulai muncul sekitar satu hingga dua minggu setelah virus masuk ke dalam tubuh.

Faktor Risiko Campak

Campak ditularkan melalui percikan cairan yang dikeluarkan oleh pengidap campak saat bersin dan batuk. Virus campak akan menulari siapa pun yang menghirup percikan cairan ini. Virus campak bisa bertahan selama beberapa jam sehingga dapat dengan mudah menempel pada benda-benda. Saat seseorang kontak dengan benda-benda tersebut maka ia pun bisa tertular campak.

Umumnya, campak lebih sering menimpa anak-anak berusia di bawah lima tahun. Tapi pada dasarnya semua orang bisa terinfeksi virus ini, terutama yang belum pernah terkena campak atau yang belum mendapat vaksinasi campak.

Meski jumlah pengidap komplikasi campak cukup sedikit, penyakit ini harus tetap diwaspadai. Contoh komplikasi akibat campak adalah radang pada telinga, bronkitis, infeksi paru- paru (pneumonia) dan infeksi otak (ensefalitis). Kelompok orang yang berisiko mengalami komplikasi adalah:

  • Bayi di bawah usia satu tahun.
  • Orang dengan penyakit kronis.
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Bercak atau ruam berwarna merah-kecokelatan akan muncul di kulit setelah beberapa hari kemudian. Urutan kemunculan bercak ini dari belakang telinga, sekitar kepala, kemudian ke leher. Pada akhirnya ruam akan menyebar ke seluruh tubuh.

Diagnosis Campak

Diagnosis campak ditentukan berdasarkan gambaran klinis, yaitu tanda dan gejala yang dialami oleh pasien. Namun, pada kasus-kasus khusus, dokter dapat melakukan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan darah lengkap,  antibodi terhadap campak, dan fungsi hati.

Pemeriksaan menggunakan reverse transcriptase-polymerase chain reaction (RT-PCR) juga dapat menentukan diagnosis secara pasti. Namun, pada sebagian besar kasus , ini tidak dibutuhkan.

Pengobatan Campak

  • Minum banyak air untuk mencegah dehidrasi.
  • Banyak istirahat dan hindari sinar matahari selama mata masi sensitif terhadap cahaya.
  • Minum obat penurun demam, dan obat pereda sakit serta nyeri. Tapi jauhkan aspirin jika Si Kecil berusia di bawah 16 tahun.

Pencegahan Campak

Campak juga dikenal dengan rubeola atau campak merah. Saat ini telah tersedia vaksin untuk mencegah penyakit ini. Vaksin untuk campak termasuk dalam bagian dari vaksin MMR (campak, gondongan, campak Jerman). Vaksinasi MMR adalah vaksin gabungan untuk campak, gondongan, dan campak Jerman. Vaksinasi MMR diberikan dua kali. Pertama, diberikan ketika Si Kecil berusia 15 bulan dan dosis vaksin MMR berikutnya diberikan saat mereka berusia 5-6 tahun atau sebelum memasuki masa sekolah dasar. Vaksin memiliki fungsi yang cukup penting dalam mencegah campak.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika Si Kecil memiliki tanda dan gejala campak di atas, segera berbicara dengan dokter untuk mengetahui penyebab dan mendapat penanganan yangtepat.