• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu Hamil Sehat Dapat Mencegah Stunting Sebelum Lahir
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu Hamil Sehat Dapat Mencegah Stunting Sebelum Lahir

Ibu Hamil Sehat Dapat Mencegah Stunting Sebelum Lahir

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 16 Desember 2022

“Memastikan ibu hamil sehat sangat penting untuk mencegah stunting. Termasuk memerhatikan soal gizi dan menjalani pemeriksaan rutin.”

Ibu Hamil Sehat Dapat Mencegah Stunting Sebelum LahirIbu Hamil Sehat Dapat Mencegah Stunting Sebelum Lahir

Halodoc, Jakarta – Mencegah stunting pada anak bisa Ibu lakukan sejak masa kehamilan. Sebab, masa kehamilan masuk dalam 1000 hari pertama kehidupan anak yang sangat menentukan. 

Masalah pada 1000 hari pertama ini dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan berdampak buruk pada perkembangan fungsional anak. Oleh karena itu, ibu hamil harus menjaga kesehatan dengan baik.

Lantas, apa saja yang bisa Ibu lakukan? Simak dalam pembahasan berikut ini!

Mencegah Stunting sejak Masa Kehamilan

Melalui laman Sehat Negeriku, pemerintah menargetkan kasus stunting turun hingga 14 persen di tahun 2024 dengan kampanye Ibu Hamil Sehat. Untuk mengejar target ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan intervensi dengan pendekatan gizi spesifik untuk mencegah stunting.

Pendekatan gizi spesifik ini berkaitan dengan evaluasi dan pendekatan masalah gizi pada sasaran intervensi yang pada 1000 hari pertama kehidupan anak. Termasuk pada remaja putri, calon pengantin, ibu hamil dan ibu melahirkan.

Pendekatan spesifik ini untuk melihat faktor risiko kemungkinan stunting di kemudian hari dan dilakukan intervensi di sektor kesehatan. Sementara itu, intervensi sensitif dilakukan melalui berbagai kerjasama lintas sektor dan menyasar pada kelompok umum.

Intervensi spesifik stunting ini penting untuk sebelum dan setelah kelahiran. Sebelum kelahiran, sekitar 23 persen bayi baru lahir mengalami stunting karena ibu hamil sejak masa remaja kurang gizi dan anemia. 

Oleh karena itu, untuk mencegah stunting, salah satu langkah terpenting adalah memastikan ibu hamil sehat. Intervensi spesifik sebelum lahir akan Kemenkes lakukan pada remaja putri dan ibu hamil, berupa:

  • Remaja putri mengonsumsi tablet tambah darah. 
  • Skrining anemia pada siswa kelas 7 dan 10. 
  • Pemeriksaan kehamilan (ANC) sebanyak 6 kali (2 kali dengan dokter termasuk pemeriksaan USG).
  • Ibu hamil mengkonsumsi tablet tambah darah selama kehamilan dan mendapat tambahan asupan gizi protein hewani. 

Anemia atau kekurangan darah masih menjadi masalah remaja putri saat ini di Indonesia. Untuk mencegah stunting, remaja putri perlu minum tablet tambah darah setiap minggu. Ini menjadi salah satu pendekatan spesifik yang harus terlaksana pada sekolah-sekolah.

Kampanye Ibu Hamil Sehat oleh Kemenkes ini berlangsung mulai 14-22 Desember 2022. Menyasar pada ibu hamil melalui aktivitas gerakan pemeriksaan ibu hamil minimal 6 kali selama kehamilan termasuk 2 kali dengan dokter dan USG. 

Ada juga Semarak Kelas Ibu Hamil (makan bersama, minum tablet tambah darah dan dukungan keluarga/suami), serta Apresiasi dan dukungan Bumil Sehat.

Ke depannya, gerakan ibu hamil sehat ini akan menjadi milik masyarakat. Untuk mendukung calon ibu mulai dari proses kehamilan, agar Ibu hamil yang terhindar anemia dan bayi lahir terhindar dari stunting.

Masa-Masa setelah Melahirkan juga Penting

Selain selama kehamilan, mencegah stunting juga bisa Ibu lakukan setelah melahirkan. Sadar akan pentingnya masa-masa setelah melahirkan bagi pencegahan stunting, Kemenkes juga akan melakukan intervensi spesifik. 

Setelah kelahiran, angka stunting meningkat signifikan pada usia 6-23 bulan sebesar 1,8 kali menjadi 37 persen. Ini karena kurangnya asupan protein serta pola pemberian makanan yang tidak tepat.

Jadi, intervensi spesifik stunting setelah lahir akan menyasar balita dan baduta, baik yang mempunyai gizi buruk, maupun yang tidak. Intervensi setelah lahir dilakukan dengan kegiatan: 

  • Pemberian ASI eksklusif minimal 6 bulan. 
  • Pemberian MPASI kaya protein hewani pada usia 6-23 bulan. 
  • Balita dipantau pertumbuhan dan perkembangannya melalui kegiatan Posyandu ataupun penimbangan lainnya setiap bulan. 
  • Tatalaksana balita dengan masalah gizi kurang/gagal tumbuh, peningkatan cakupan dan perluasan imunisasi.

Melalui kegitan penimbangan, pengukuran panjang badan, dan pemantauan perkembangan balita di Posyandu setiap bulan, weight faltering ataupun masalah gizi bisa terdeteksi. Jadi, ibu bisa melakukan intervensi lebih awal dan untuk mencegah terjadinya kekurangan gizi yang berkepanjangan, stunting, dan gizi buruk.

Itulah pembahasan mengenai cara mencegah stunting selama kehamilan dan setelah melahirkan. Pastikan untuk mengikuti imbauan dari pemerintah dan anjuran dari dokter kehamilan yang menangani Ibu agar kehamilan sehat dan bayi terhindar dari stunting serta masalah lainnya. 

Jika ada suplemen yang perlu Ibu minum selama kehamilan, pastikan untuk meminumnya, ya. Untuk mendapatkan suplemen yang dokter resepkan, download Halodoc saja untuk cek kebutuhan vitamin dan suplemen Ibu dengan mudah.

Referensi:
Sehat Negeriku. Diakses pada 2022. Kejar Target Stunting Turun Hingga 14%, Kemenkes Lakukan Pendekatan Gizi Spesifik.
Sehat Negeriku. Diakses pada 2022. Gerakan Ibu Hamil Sehat untuk Turunkan Stunting dan Angka Kematian Ibu.
Net Meds. Diakses pada 2022. Stunted Growth: Causes, Symptoms And Prevention.