
Ibu, Ini 5 Cara Mendidik Anak agar Dapat Berpikir Kritis
“Cara terbaik untuk mengajari anak berpikir kritis adalah dengan menjadi contoh nyata untuk anak. Membuka diskusi mengenai keberagaman dan membiarkan anak bebas bertanya dan menentukan pilihannya sendiri.”

Halodoc, Jakarta – Berpikir kritis adalah salah satu keterampilan kognitif yang paling penting diajarkan kepada anak. Ia perlu diajarkan untuk membantu anak berpikir logis dan bisa memecahkan masalah.
Berpikir kritis juga baik untuk perkembangan otak dan kognitif anak. Pada akhirnya bila anak terbiasa berpikir kritis, anak akan siap beradaptasi dengan kehidupan dan dinamikanya. Lantas, bagaimana cara mendidik anak agar dapat berpikir kritis? Baca selengkapnya di sini!
Langkah Mendidik untuk Anak Berpikir Kritis
Selain memperoleh keterampilan memecahkan masalah, kemampuan berpikir kritis dapat memungkinkan anak untuk lebih mandiri, percaya diri, dan memiliki pemikiran sendiri.
Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, ini akan sangat berguna untuk anak menjalani hidup ke depannya.
Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua untuk mendidik anak berpikir kritis:
1. Menjadi Contoh untuk Anak
Cara terbaik untuk mengajari anak-anak keterampilan hidup adalah dengan menjadi contoh nyata untuk anak. Bagaimanapun, anak-anak cenderung meniru perilaku yang mereka lihat dari orang tua.
Pastikan orang tua mencontoh pemikiran kritis dalam hidup sendiri, namun dengan cara yang adil dan tetap etis. Kemudian, diskusikan kepada anak mengenai pendapat ibu dan ayah akan hal tersebut lalu tanyakan kepada anak bagaimana pendapatnya sendiri.
2. Ajari Anak untuk Memecahkan Masalah
Cara lain untuk mengajari anak-anak berpikir kritis adalah dengan mengajari anak bagaimana memecahkan masalah. Misalnya, minta anak untuk melakukan brainstorming setidaknya lima cara berbeda untuk memecahkan satu masalah. Bisa juga dengan cara menantang anak untuk melakukan hal yang belum dilakukan sebelumnya.
Pada awalnya mungkin anak berpikir kalau hal tersebut tidak mungkin untuk terjadi. Namun, anak tetap perlu belajar untuk mencoba terlebih dahulu karena ia juga harus memahami bahwa segala sesuatu harus dicoba.
3. Dorong Anak untuk Bertanya
Meskipun terkadang melelahkan untuk menjawab rentetan pertanyaan yang terus-menerus, penting bagi orang tua untuk mendorong anak mempertanyakan berbagai hal.
Mengajukan pertanyaan adalah dasar dari pemikiran kritis dan waktu yang orang tua investasikan untuk menjawab pertanyaan anak pastilah akan membantu mengembangkan pola pikir kritis pada anak.
4. Melatih Anak Membuat Pilihan
Belajar menentukan pilihan adalah cara lain untuk mendidik anak berpikir kritis. Pada akhirnya segala sesuatu dalam hidup adalah pilihan dan untuk tahu apakah pilihan tersebut terbaik atau tidak, anak harus dilatih untuk membuat pilihan.
Ajarkan anak untuk selalu mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan sebelum akhirnya menentukan pilihan. Anak harus tahu kapan berkata tidak dan iya dan menentukan mana yang terbaik bagi dirinya untuk dilakukan.
5. Mendorong Pemikiran yang Terbuka
Mengajarkan keterbukaan pikiran kadang-kadang bisa menjadi konsep yang menantang untuk diajarkan oleh orang tua ke anak. Ini bisa dibilang menjadi fondasi penting dan menjadi bagian dari cara berpikir kritis.
Ini dilakukan agar anak bisa menjadi obyektif dan tidak berpikir bias. Oleh karena itu, penting untuk orang tua mengajari anak berpikiran terbuka supaya anak bisa menimbang mengenai keragaman, inklusivitas, dan keadilan.
Itulah informasi mengenai pentingnya mendidik anak agar dapat berpikir kritis dan cara penerapannya. Kalau ibu atau ayah butuh saran lebih detail mengenai pola asuh dan pola didik anak, tanyakan saja langsung ke Halodoc. Belum punya aplikasinya? Yuk, download Halodoc sekarang juga!


