Ibu, Ini 5 Hal yang Harus Dilakukan setelah Anak Diimunisasi

3 menit
Ditinjau oleh  dr. Rizal Fadli   29 Maret 2023

“​Imunisasi wajib diberikan kepada bayi dan anak-anak untuk mencegah mereka dari penyakit tertentu. Ketahui cara untuk meredakan efek samping yang mungkin terjadi setelah anak diimunisasi."

Ibu, Ini 5 Hal yang Harus Dilakukan setelah Anak DiimunisasiIbu, Ini 5 Hal yang Harus Dilakukan setelah Anak Diimunisasi

Halodoc, Jakarta – Bayi dan anak-anak wajib melakukan imunisasi. Imunisasi berguna untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak sehingga mampu melawan penyakit. Namun, beberapa anak mungkin akan mengalami efek samping ringan setelah menerima imunisasi, seperti demam atau rewel.

Nah, supaya efek samping tidak semakin parah, ibu perlu mengetahui cara mendampingi dan memberikan pertolongan pertama pada anak. 

Ketahui Efek Samping Imunisasi

Imunisasi bertujuan untuk melindungi anak dari penyakit yang bisa dicegah dengan vaksin yang diberikan. Misalnya, penyakit hepatitis B, polio, DPT, dan campak. Selain itu imunisasi juga bermanfaat agar anak tidak menularkan penyakit ke orang-orang di sekitarnya semisal mereka terinfeksi virus tersebut.

Imunisasi bekerja dengan cara merangsang mekanisme pertahanan tubuh untuk memberikan perlindungan terhadap infeksi. Jika anak mengalami reaksi seperti demam, nyeri atau bengkak di area suntikan, sulit tidur, dan rewel. Kondisi ini merupakan pertanda bahwa tubuh anak sedang membentuk antibodi baru. 

Biasanya, reaksi ini akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari ke depan. Jadi ibu tidak perlu khawatir jika anak terkena efek samping ini.

Tips Menenangkan Anak Setelah Imunisasi

Walaupun reaksi ringan wajar dialami anak setelah imunisasi, kehadiran ibu diperlukan untuk menenangkan anak dan mencegah efek samping bertambah parah.

Ibu bisa melakukan tips-tips di bawah ini untuk merawat Si Kecil setelah imunisasi:

1. Memberikan pelukan pada anak

Ketika menenangkan anak setelah imunisasi ibu sangat disarankan untuk memeluk atau memangku anak alih-alih membaringkannya di tempat tidur.

Ibu juga boleh memberikan anak susu, baik dengan cara menyusui langsung atau meminum dari botol. Kenyamanan fisik, rasa manis, dan mengisap dot, bisa mengurangi rasa sakit pada anak-anak.

2. Mencoba bersikap tenang

Merasa cemas melihat anak kesakitan merupakan hal yang wajar. Akan tetapi, jika orang tua menunjukan rasa cemas maka anak akan menyadarinya dan mereka juga turut merasa khawatir. Maka dari itu, cobalah untuk bersikap tenang dan usahakan untuk memberikan afeksi agar anak tidak merasa panik.

3. Kompres area yang sakit

Nyeri, kemerahan, dan bengkak, normal terjadi di tempat suntikan diberikan. Gunakanlah kain dingin atau lembab untuk membantu mengurangi rasa sakitnya.

4. Merawat demam anak

Demam setelah imunisasi biasanya dimulai dalam 12 jam dan berlangsung 1 hingga 2 hari. Pastikan anak mendapatkan banyak cairan, dari air putih, ASI, ataupun susu formula. 

Kenakan baju yang nyaman pada anak agar panas dalam tubuh bisa keluar. Jika anak menggigil, berikanlah mereka selimut. Jangan berikan obat demam pada anak apabila demamnya masih ringan yaitu sekitar 37.8 sampai 39 derajat, karena bisa mengurangi respon kekebalan tubuh anak. 

Namun, jika demam sudah mencapai di atas 39 derajat dan anak mulai merasa tidak nyaman, maka ibu bisa memberikan paracetamol untuk menurunkan demamnya.

Ketahui juga informasi lebih lengkap menangani anak demam setelah imunisasi di laman berikut, “Anak Demam setelah Imunisasi, Orangtua Harus Apa?”. 

5. Berikan pijatan ringan

Berikanlah pijatan lembut di tempat suntikan sebanyak tiga kali atau lebih dalam sehari untuk mengurangi rasa nyeri. Jika anak masih bayi, berikan tekanan yang dalam pada kaki segera setelah suntikan diberikan. Tujuannya, untuk mengurangi rasa sakit karena tusukan di kulit dan vaksin yang masuk ke otot.

Kapan harus menghubungi dokter?

Jika anak memiliki alergi terhadap vaksin tertentu, mereka bisa terkena efek samping yang lebih parah. Biasanya efeknya segera terlihat saat vaksin diberikan. Apabila anak menunjukan tanda-tanda berikut, maka segera hubungi dokter:

  • Kesulitan bernapas.
  • Pucat.
  • Lemah.
  • Pusing.
  • Demam lebih dari 39 derajat Celsius.
  • Pembengkakan di wajah atau tenggorokan.
  • Detak jantung cepat.   

Jika gejala tersebut masih berlanjut, segera tanyakan langsung pada dokter melalui Halodoc, agar anak terhindar dari dampak yang lebih parah. Ayo download Halodoc sekarang juga untuk menjaga kesehatan anak yang lebih baik. 

Referensi:
Seattlechildrens. Diakses pada 2023. Immunization Reactions.
Parents. Diakses pada 2023. What to Expect With Your Baby’s First Vaccinations and How to Soothe the Pain.
WebMD. Diakses pada 2023. What to Expect After Your Child Gets Vaccines.

Mulai Rp50 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Ahli seputar Kesehatan