• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Imunisasi

Imunisasi

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
imunisasi-halodoc

Imunisasi adalah program pencegahan penyakit menular yang dilakukan dengan pemberian vaksin. Dengan pemberian vaksin ini, maka orang akan menjadi resisten terhadap penyakit tertentu.

Prosedur ini dapat dilakukan sejak usia bayi hingga di bangku sekolah. Program imunisasi ini pun biasanya sudah terjadwal pada kurun waktu tertentu sehingga setiap anak dipastikan mendapatnya tepat waktu.

Manfaat Imunisasi

Tujuan imunisasi adalah mencegah suatu penyakit atau mengurangi tingkat keparahannya. Selama bertahun-tahun, program ini berhasil mengatasi epidemi penyakit menular yang dulu umum terjadi, seperti campak, gondongan, dan batuk rejan. Penyakit lain yang juga berhasil diberantas dengan imunisasi adalah polio dan cacar.

Meskipun sangat efektif untuk mencegah penyakit, prosedur ini tetap saja tidak melindungi sampai 100 persen. Tetap ada kemungkinan paparan penyakit, meski nantinya gejalanya cenderung ringan dan risiko komplikasinya sangat rendah. 

Cara Kerja Imunisasi

Imunisasi dilakukan dengan menyuntikkan sejumlah kecil virus atau bakteri yang sudah dilemahkan atau dimatikan, atau bagian protein buatan laboratorium yang meniru virus tersebut. 

Cara tersebut akan memicu respons kekebalan tubuh untuk menghasilkan antibodi terhadap penyakit tertentu atau memicu proses lain yang meningkatkan sistem kekebalan. Dengan demikian, ketika seseorang terpapar dengan organisme penyebab penyakit yang sebenarnya, sistem kekebalan sudah siap untuk melawan infeksi.

Beberapa vaksin hanya perlu diberikan sekali, sedangkan yang lainnya memerlukan pembaruan atau booster untuk mempertahankan keefektifan dan memberikan perlindungan yang berkelanjutan terhadap penyakit.

Jenis Imunisasi 

Beberapa imunisasi wajib diberikan pada anak-anak sebelum usia satu tahun. Selain bisa mencegah mereka dari penyakit yang bisa menyebabkan gangguan kesehatan serius, program ini sering menjadi prasyarat untuk pendaftaran masuk sekolah atau di tempat penitipan anak. Oleh karena itu, penting untuk selalu memperbarui vaksin anak-anak. 

Berikut imunisasi yang direkomendasikan untuk anak usia 0-6 tahun:

  • Hepatitis B.
  • Rotavirus.
  • Difteri, tetanus, pertusis.
  • Haemophilus influenzae tipe B.
  • Pneumokokus.
  • Virus polio.
  • Influensa.
  • Campak, gondongan, rubella.
  • Varicella (cacar air).
  • Hepatitis A.
  • Meningokokus (untuk kelompok berisiko tinggi tertentu).

Selain anak-anak, orang dewasa pun juga perlu mendapatkan vaksin untuk mencegah mereka dari penyakit menular yang berbahaya. Berikut vaksin yang bisa diberikan pada orang dewasa:

  • Influenza.
  • Pneumokokus.
  • DPT.
  • Hepatitis A dan hepatitis B.
  • HPV.
  • MMR.
  • Varicella.

Efek Samping Imunisasi

Imunisasi adalah tindakan medis yang tergolong aman. Meski begitu, sama seperti semua pengobatan pada umumnya, prosedur ini juga memiliki efek samping. Dalam kebanyakan kasus, efek sampingnya cenderung ringan. Reaksi ringan yang paling umum terjadi, antara lain nyeri atau kemerahan disekitar suntikan dan demam ringan.

Efek samping seperti di atas biasanya akan menghilang dalam beberapa hari. Pada kasus yang sangat jarang, demam tinggi hingga di atas 40 derajat Celcius bisa terjadi setelahnya. 

Anak-anak juga diketahui berisiko mengalami alergi. Reaksi alergi biasanya terjadi segera setelah pemberian imunisasi, namun dokter bisa menangani reaksi tersebut dengan baik. Jadi, bila Si Kecil memiliki alergi terhadap komponen apa pun dalam vaksin, pastikan untuk memberitahunya pada dokter.

Di Mana Imunisasi Bisa Dilakukan?

Imunisasi bisa dilakukan di pusat pelayanan kesehatan, seperti posyandu, puskesmas, atau rumah sakit. Jika berencana melakukan vaksinasi maupun imunisasi untuk anak, kamu bisa membuat janji medis melalui aplikasi Halodoc. Segera lengkapi kebutuhan vaksinasi untuk mencegah risiko penyakit berbahaya dan download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
World Health Organization. Diakses pada 2022. Immunization.
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2022. Immunization: The Basics.
WebMD. Diakses pada 2022. Immunizations and Vaccines
Diperbarui pada 10 Mei 2022

Pertanyaan Seputar Imunisasi

Kenapa ya dok imunisasi lebih bisa bikin gampang sakit?

Ditanyakan oleh: laksmnv

Dijawab oleh: dr Rizal Fadli

Imunisasi dilakukan supaya kekebalan tubuh seseorang kuat terhadap suatu penyakit. Caranya adalah dengan membentuk antibodi dalam kadar tertentu. Agar antibodi tersebut terbentuk, seseorang harus diberikan vaksin sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Imunisasi memang tidak memberikan perlindungan 100 persen pada anak. Si Kecil yang telah diimunisasi masih mungkin terserang suatu penyakit, tetapi kemungkinannya jauh lebih kecil, yaitu hanya sekitar 5-15 persen. Hal ini bukan berarti gagal, tetapi karena memang perlindungan imunisasi sekitar 80-95 persen.

Pemberian vaksin dapat disertai efek samping atau kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI), antara lain demam ringan sampai tinggi, nyeri dan bengkak pada area bekas suntikan, dan agak rewel. Meski demikian, reaksi tersebut akan hilang dalam 3-4 hari. Jadi, untuk anak-anak yang sudah di imuninasi justru memberikan kekebalan terhadap suatu penyakit.