• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Imunisasi

Imunisasi

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
imunisasi-halodoc

Pengertian Imunisasi

Imunisasi adalah program pencegahan penyakit menular yang dilakukan dengan pemberian vaksin. Dengan pemberian vaksin ini, maka orang akan menjadi imun atau resisten terhadap penyakit tertentu. Program imunisasi ini diberikan sejak usia bayi hingga di bangku sekolah. Program imunisasi ini pun biasanya sudah terjadwal pada kurun waktu tertentu sehingga setiap anak dipastikan mendapat imunisasi tepat waktu.


Manfaat Imunisasi

Tujuan imunisasi adalah untuk mencegah suatu penyakit atau mengurangi tingkat keparahannya. Imunisasi melindungi orang dari penyakit serius dan juga mencegah penyebaran penyakit tersebut ke orang lain. Selama bertahun-tahun, imunisasi berhasil mengatasi epidemi penyakit menular yang dulu umum terjadi, seperti campak, gondongan, dan batuk rejan. Penyakit lain yang juga berhasil diberantas dengan imunisasi adalah polio dan cacar.


Cara Kerja Imunisasi

Imunisasi dilakukan dengan menyuntikkan sejumlah kecil virus atau bakteri yang sudah dilemahkan atau dimatikan, atau bagian protein buatan laboratorium yang meniru virus tersebut. Cara tersebut akan memicu respons kekebalan tubuh untuk menghasilkan antibodi terhadap penyakit tertentu atau memicu proses lain yang meningkatkan sistem kekebalan. Dengan demikian, ketika seseorang terpapar dengan organisme penyebab penyakit yang sebenarnya, sistem kekebalan sudah siap untuk melawan infeksi.

Beberapa vaksin hanya perlu diberikan sekali, sedangkan yang lainnya memerlukan pembaruan atau ‘booster; untuk mempertahankan keefektifan imunisasi dan memberikan perlindungan yang berkelanjutan terhadap penyakit.

Baca juga: Pencegahan Gondongan dengan Imunisasi, Ini Prosedurnya


Jenis Imunisasi untuk Anak dan Dewasa

Beberapa imunisasi wajib diberikan pada anak-anak sebelum usia 1 tahun. Selain bisa mencegah mereka dari penyakit yang bisa menyebabkan gangguan kesehatan serius, imunisasi biasanya juga menjadi prasyarat untuk pendaftaran masuk sekolah atau di tempat pentinpan anak. Oleh karena itu, penting untuk selalu memperbarui vaksin anak-anak.

Berikut ini imunisasi yang direkomendasikan untuk anak usia 0-6 tahun:

  • Hepatitis B;
  • Rotavirus;
  • Difteri, tetanus, pertusis;
  • Haemophilus influenzae tipe B;
  • Pneumokokus;
  • Virus polio;
  • Influensa;
  • Campak, gondongan, rubella;
  • Varicella (cacar air);
  • Hepatitis A; dan
  • Meningokokus (untuk kelompok berisiko tinggi tertentu)

Baca juga: 4 Hal yang Harus Diperhatikan saat Imunisasi Campak Anak

Namun, orang dewasa pun juga perlu mendapatkan vaksin untuk mencegah mereka dari penyakit menular yang berbahaya. Berikut vaksin yang bisa diberikan pada orang dewasa:

  • Vaksin Influenza;
  • Vaksin pneumokokus;
  • Vaksin DPT;
  • Vaksin hepatitis A dan hepatitis B;
  • Vaksin HPV;
  • Vakisin MMR; dan
  • Vaksin Varicella.


Efek Samping Imunisasi

Imunisasi adalah tindakan medis yang aman. Meski begitu, sama seperti semua pengobatan pada umumnya, imunisasi juga memiliki efek samping. Dalam kebanyakan kasus, efek sampingnya biasanya ringan. Reaksi ringan yang paling umum terjadi akibat imunisasi, antara lain:

  • Nyeri atau kemerahan di sekitar tempat suntikan.
  • Demam ringan.

Efek samping seperti di atas biasanya akan menghilang dalam beberapa hari. Pada kasus yang sangat jarang, demam tinggi hingga di atas 40 derajat Celsius bisa terjadai setelah vaksin.

Anak-anak juga diketahui memiliki reaksi alergi serius terhadap vaksin. Reaksi alergi biasanya terjadi segera setelah vaksin diberikan, namun dokter bisa menangani reaksi tersebut dengan baik. Jadi, bila Si Kecil memiliki alergi terhadap komponen apa pun dalam vaksin, pastikan untuk memberitahunya pada dokter.

Baca juga: Anak Demam setelah Imunisasi DPT, Ini yang Harus Dilakukan


Di Mana Imunisasi Bisa Dilakukan?

Imunisasi bisa dilakukan di pusat pelayanan kesehatan, seperti posyandu, puskesmas, atau rumah sakit.


Referensi:
WebMD. Diakses pada 2021. Immunizations and Vaccines


 

Pertanyaan Seputar Imunisasi

Kenapa ya dok imunisasi lebih bisa bikin gampang sakit?

Ditanyakan oleh: laksmnv

Dijawab oleh: dr Rizal Fadli

Imunisasi dilakukan supaya kekebalan tubuh seseorang kuat terhadap suatu penyakit. Caranya adalah dengan membentuk antibodi dalam kadar tertentu. Agar antibodi tersebut terbentuk, seseorang harus diberikan vaksin sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Imunisasi memang tidak memberikan perlindungan 100 persen pada anak. Si Kecil yang telah diimunisasi masih mungkin terserang suatu penyakit, tetapi kemungkinannya jauh lebih kecil, yaitu hanya sekitar 5-15 persen. Hal ini bukan berarti imunisasi tersebut gagal, tetapi karena memang perlindungan imunisasi sekitar 80-95 persen.

Pemberian vaksin dapat disertai efek samping atau kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI), antara lain demam ringan sampai tinggi, nyeri dan bengkak pada area bekas suntikan, dan agak rewel. Meski demikian, reaksi tersebut akan hilang dalam 3-4 hari. Jadi, untuk anak-anak yang sudah di imuninasi justru memberikan kekebalan terhadap suatu penyakit.