Ibu, Kenali 8 Ciri Pubertas pada Remaja Perempuan
Ada banyak perubahan fisik dan mental yang menjadi ciri pubertas pada remaja perempuan.

DAFTAR ISI
- Apa Itu Pubertas?
- Kapan Pubertas Dimulai?
- Ciri Pubertas pada Remaja Perempuan
- Perubahan Emosional saat Pubertas
- Tips Mendampingi Remaja Perempuan saat Pubertas
- Bagaimana Cara Menyikapi Pubertas pada Anak Perempuan?
- Kapan Harus ke Dokter?
- Kesimpulan
- FAQ
Anak perempuan mengalami pubertas yang jauh lebih cepat bila dibandingkan dengan anak laki-laki. Penting bagi orang tua untuk mengenali ciri pubertas pada remaja perempuan, agar bisa memahami dan mendampingi mereka untuk melewati masa tersebut dengan baik.
Selama masa pendewasaan tersebut, anak perempuan akan mengalami sejumlah perubahan fisik yang akan mempersiapkan tubuhnya agar bisa memiliki bayi suatu hari nanti.
Selain perubahan fisik, mereka juga akan mengalami perubahan mental atau emosional. Yuk, ketahui ciri pubertas pada remaja perempuan di sini.
Apa Itu Pubertas?
Pubertas adalah proses biologis kompleks yang menandai masa transisi dari anak-anak menjadi dewasa. Proses ini melibatkan serangkaian perubahan fisik, hormonal, dan emosional yang mempersiapkan tubuh untuk reproduksi.
Menurut WHO, pubertas merupakan bagian dari perkembangan manusia yang normal dan sehat.
Kapan Pubertas Dimulai?
Usia dimulainya pubertas pada setiap anak perempuan dapat bervariasi. Rata-rata, pubertas dimulai antara usia 8 hingga 13 tahun.
Namun, ada juga anak perempuan yang mengalami pubertas lebih awal (prekoks) atau lebih lambat. Faktor genetik, nutrisi, dan lingkungan dapat memengaruhi kapan pubertas dimulai.
Ibu perlu tahu, Ini Beda Pubertas Anak Perempuan dan Laki-Laki.
Ciri Pubertas pada Remaja Perempuan
Masa pubertas bisa menjadi masa yang menyenangkan, tapi juga bisa membuat remaja perempuan ibu kewalahan.
Pasalnya, mereka akan mengalami perubahan yang cukup besar baik pada fisik maupun emosionalnya.
Berikut beberapa perubahan yang menjadi ciri pubertas remaja perempuan:
1. Payudara membesar
Tanda paling awal dari pubertas pada sebagian besar anak perempuan adalah berkembangnya ‘tunas’ payudara, yaitu benjolan sebesar nikel di bawah puting susu.
Bila perkembangan payudara hanya terlihat pada satu sisi, tapi sisi lain belum mengalaminya, itu adalah hal yang normal.
Adalah hal yang umum juga bisa kuncup payudara menjadi agak lunak atau sakit. Pertumbuhan payudara yang tidak sama dan rasa nyeri, keduanya benar-benar normal dan biasanya bisa membaik seiring waktu.
2. Rambut tubuh
Rambut yang lebih kasar akan mulai tumbuh di area kelamin, di bawah lengan, dan di kaki.
Pada beberapa anak perempuan (sekitar 15 persen), rambut kemaluan mungkin merupakan tanda pertama pubertas yang muncul sebelum payudara mulai tumbuh.
3. Keputihan
Beberapa remaja perempuan mengalami keputihan berwarna bening atau putih dalam jumlah sedikit hingga sedang, yang dimulai sekitar 6-12 bulan sebelum menstruasi pertama mereka.
Ini adalah respons normal terhadap peningkatan jumlah hormon estrogen dalam tubuh.
4. Menstruasi
Menstruasi juga merupakan ciri pubertas pada remaja perempuan yang paling khas.
Walaupun waktunya bisa bervariasi, kebanyakan anak perempuan mendapatkan menstruasi pertama mereka dalam waktu 2-3 tahun setelah perkembangan kuncup payudara atau rata-rata sekitar usia 12 tahun.
Namun, ada juga beberapa remaja perempuan yang mengalami pubertas dini dan mengalami menstruasi pada usia 8 tahun.
Penting untuk menjelaskan pada remaja perempuan ibu bahwa menstruasi adalah bagian yang normal dari pertumbuhan mereka.
Ia harus tahu bahwa tidak apa-apa untuk membicarakan menstruasi dan bertanya tentangnya.
Beberapa anak perempuan mungkin khawatir mengenai bagaimana menangani menstruasi pertama mereka, mengingat hal itu bisa terjadi secara tidak terduga.
Jadi, sediakanlah perlengkapan menstruasi, seperti pembalut, tampon, dan pantiliner, di loker atau ransel anak ibu.
5. Tinggi badan bertambah
Kebanyakan anak perempuan mengalami percepatan pertumbuhan pada usia yang lebih muda daripada anak laki-laki.
Tingkat pertumbuhan tinggi badan tercepat biasanya terjadi pada anak perempuan antara saat kuncup payudara mulai berkembang, dan sekitar 6 bulan sebelum mereka mendapatkan menstruasi.
Namun, begitu seorang remaja perempuan mengalami menstruasi pertamanya, pertumbuhannya sudah mulai melambat.
Sebagian besar anak perempuan tumbuh 2-5 sentimeter lagi setelah menstruasi, tetapi peningkatan tinggi badan di luar itu jarang terjadi.
6. Pinggul melebar
Ciri pubertas pada remaja perempuan lainnya adalah pinggul yang semakin lebar dan pinggangnya mungkin semakin kecil.
7. Perubahan fisik lainnya
Jerawat juga merupakan ciri pubertas yang umum dialami banyak remaja. Hal itu mungkin terkait dengan perubahan kadar hormon selama ini.
Berkeringat di bawah ketiak dan meningkatnya bau badan juga merupakan perubahan yang normal selama masa pubertas.
Itulah mengapa sebagian besar remaja perempuan mulai menggunakan deodoran pada awal pubertas.
Dengan lebih banyak minyak dan keringat yang dihasilkan oleh kulit, anak perempuan di usia ini mungkin juga ingin lebih sering mandi atau keramas.
8. Perubahan kondisi mental
Selain perubahan fisik, remaja perempuan juga akan mengalami perubahan mental selama pubertas. Perubahan tersebut, seperti:
- Menjadi sangat perhatian pada penampilan dan pakaian mereka.
- Sangat peduli mengenai apa pendapat teman-teman tentang mereka.
- Mengalami suasana hati yang naik turun.
- Ingin privasi lebih.
- Lebih fokus pada teman mereka daripada keluarga.
- Mulai cuek terhadap orang tua.
Ini Masalah Kesehatan yang Rentan Muncul saat Masa Pubertas.
Perubahan Emosional saat Pubertas
Selain perubahan fisik, remaja perempuan juga mengalami perubahan emosional selama pubertas. Perubahan hormonal dapat memengaruhi suasana hati dan perilaku. Beberapa perubahan emosional yang umum terjadi meliputi:
- Perubahan Suasana Hati (Mood Swings): Remaja perempuan mungkin mengalami perubahan suasana hati yang cepat dan tiba-tiba.
- Lebih Sensitif: Lebih mudah tersinggung, marah, atau menangis.
- Perasaan Tidak Aman (Insecure): Merasa tidak percaya diri dengan penampilan fisik.
- Ketertarikan pada Lawan Jenis: Mulai tertarik pada hubungan romantis.
- Perubahan Pola Tidur: Sulit tidur atau merasa lebih lelah dari biasanya.
Tips Mendampingi Remaja Perempuan saat Pubertas
Mendampingi anak perempuan selama masa pubertas membutuhkan kesabaran, pengertian, dan komunikasi yang terbuka. Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu:
- Bicaralah dengan Terbuka: Ciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak untuk berbicara tentang perubahan yang dialaminya.
- Berikan Informasi yang Akurat: Jawab pertanyaan anak dengan jujur dan berikan informasi yang akurat tentang pubertas dan kesehatan reproduksi.
- Dukung Kesehatan Fisik: Pastikan anak mendapatkan nutrisi yang cukup, tidur yang cukup, dan berolahraga secara teratur.
- Ajarkan tentang Kebersihan Diri: Ajarkan anak tentang pentingnya menjaga kebersihan diri, terutama selama menstruasi.
- Bangun Kepercayaan Diri: Bantu anak menerima dan menghargai perubahan pada tubuhnya.
- Jadilah Pendengar yang Baik: Dengarkan keluh kesah anak tanpa menghakimi.
- Cari Bantuan Profesional jika Dibutuhkan: Jika anak mengalami kesulitan emosional yang signifikan, jangan ragu untuk mencari bantuan dari psikolog atau konselor.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menekankan pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi bagi remaja. Dengan mendapatkan informasi yang benar, remaja dapat membuat keputusan yang tepat tentang kesehatan mereka.
Bagaimana Cara Menyikapi Pubertas pada Anak Perempuan?
Menyikapi pubertas pada anak perempuan adalah momen penting yang memerlukan pemahaman, kesabaran, dan dukungan dari orang tua atau pengasuh.
Pubertas merupakan fase transisi dari masa kanak-kanak ke dewasa yang ditandai dengan berbagai perubahan fisik, emosional, dan sosial.
Berikut adalah beberapa cara yang dapat membantu orang tua dalam menyikapi pubertas pada anak perempuan:
1. Pendidikan Awal Tentang Pubertas
Mulailah dengan memberikan pendidikan dasar tentang pubertas sebelum anak-anak mengalami perubahan.
Penjelasan tentang menstruasi, pertumbuhan rambut di tubuh, dan perubahan fisik lainnya sebaiknya diberikan secara bertahap dan sesuai dengan usia mereka.
Gunakan bahasa yang mudah dimengerti dan jujur tentang apa yang akan terjadi, mengapa terjadi, dan bagaimana menghadapinya.
Anak bisa alami pubertas dini. Berikut Inilah Alasan Anak Lebih Cepat Mengalami Pubertas.
2. Membuka Ruang Dialog
Ajak anak untuk berbicara tentang perasaannya mengenai perubahan yang dialaminya. Dorong dia untuk mengajukan pertanyaan dan ekspresikan apapun kekhawatirannya.
Jadilah pendengar yang baik; tunjukkan empati dan pengertian tanpa menghakimi atau meminimalkan perasaannya.
3. Dukungan Emosional
Pubertas bisa menyebabkan perubahan mood atau ketidakstabilan emosi karena fluktuasi hormonal.
Beri dukungan dan pahami jika terjadi perubahan mood, dan ajarkan cara-cara sehat untuk mengelola emosi.
Pertahankan rutinitas yang stabil di rumah untuk membantu mereka merasa aman dan terstruktur.
4. Pendidikan Tentang Kebersihan Pribadi
Anak perempuan perlu memahami pentingnya kebersihan pribadi, terutama selama menstruasi.
Ajarkan cara mengganti pembalut, pentingnya mengganti pembalut secara teratur, dan cara membuangnya dengan benar.
Diskusikan juga tentang pentingnya mandi teratur dan menggunakan deodoran.
5. Mengajarkan Tentang Kesehatan Fisik
Anak perempuan perlu memahami bagaimana pubertas dapat mempengaruhi tubuh mereka dan pentingnya nutrisi yang baik, olahraga teratur, dan tidur cukup.
Dorong anak untuk terlibat dalam aktivitas fisik yang mereka nikmati, yang bisa membantu mereka merasa lebih baik tentang perubahan tubuh mereka.
6. Membangun Kepercayaan Diri
Bantu anak perempuan untuk memahami bahwa perubahan yang terjadi adalah normal dan bagian dari tumbuh dewasa. Berikan pujian atas kemampuan, keberanian, dan keunikan mereka, bukan hanya penampilan.
Diskusikan tentang citra tubuh yang sehat dan kritik terhadap tekanan sosial atau media yang tidak realistis mengenai penampilan.
7. Pengawasan Terhadap Media
Beri pengawasan terhadap jenis media yang dikonsumsi anak. Media dapat mempengaruhi persepsi mereka tentang tubuh ideal dan mempengaruhi citra tubuh mereka.
Ajak mereka berdiskusi tentang gambaran yang disampaikan media dan bantu mereka memahami bahwa banyak dari gambar-gambar tersebut telah diedit atau tidak mewakili kenyataan yang sesungguhnya.
Anak laki-laki juga mengalami perubahan saat memasuki masa pubertas. Simak selengkapnya, ini 7 Perubahan Fisik Remaja Laki-Laki pada Masa Pubertas.
Kapan Harus ke Dokter?
Konsultasikan dengan dokter jika anak perempuan Anda mengalami hal-hal berikut:
- Tidak ada tanda-tanda pubertas pada usia 13 tahun.
- Pubertas dimulai sebelum usia 8 tahun.
- Menstruasi belum dimulai 3 tahun setelah pertumbuhan payudara dimulai.
- Menstruasi sangat tidak teratur atau sangat berat.
- Mengalami masalah emosional yang signifikan, seperti depresi atau kecemasan.
Kesimpulan
Masa pubertas adalah fase penting dalam kehidupan seorang remaja perempuan. Dengan memahami perubahan yang terjadi dan memberikan dukungan yang tepat, orang tua dapat membantu anak melewati masa ini dengan sukses.
Itulah sejumlah perubahan yang menjadi ciri pubertas pada anak perempuan. Menghadapi remaja perempuan yang sedang pubertas memang membutuhkan kesabaran ekstra.
Namun, dengan mengetahui perubahan-perubahan tersebut, ibu diharapkan bisa memahami remaja perempuan lebih baik dan bisa menjadi ‘teman’ yang mendukung dan mengarahkan mereka untuk tetap di jalur yang positif.
Jika ibu masih memiliki pertanyaan lain seputar masa pubertas anak, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter spesialis anak di Halodoc.
Selain itu, ibu juga bisa temukan juga beragam obat, suplemen, dan produk perawatan kulit lainnya di Toko Kesehatan Halodoc. Produk kesehatannya 100% asli dan tepercaya. Tak perlu keluar rumah, produk diantar dalam waktu 1 jam.
Yuk, download Halodoc sekarang juga di Apps Store dan Google Play untuk mendapatkan solusi kesehatan terlengkap dengan mudah.
Referensi:
Healthy Children. Diakses pada 2025. Physical Development in Girls: What to Expect During Puberty.
Kids Health. Diakses pada 2025. Understanding Puberty.
FAQ
1. Apa saja perubahan yang terjadi pada masa pubertas anak perempuan?
Selama masa pubertas, anak perempuan mengalami serangkaian perubahan fisik dan emosional yang signifikan.
Ini termasuk pertumbuhan payudara, munculnya rambut kemaluan dan ketiak, peningkatan tinggi badan, lebar pinggul, menstruasi pertama (menarche), dan perubahan pada kulit seperti munculnya jerawat.
2. Apa saja ciri primer masa pubertas pada anak perempuan?
Ciri-ciri primer masa pubertas pada anak perempuan meliputi perkembangan kelenjar payudara (thelarche) dan onset menstruasi (menarche).
Perubahan ini diatur oleh perubahan hormonal yang juga mempengaruhi fungsi reproduktif dan kemampuan reproduksi.


