
Ibu, Ketahui Suhu Normal Bayi dan Cara Mengukurnya
Suhu tubuh bayi normalnya berkisar antara 36,5 – 37,5 derajat Celsius.

DAFTAR ISI
- Memahami Suhu Normal Bayi Baru Lahir
- Faktor yang Memengaruhi Suhu Tubuh Bayi
- Cara Mengukur Suhu Bayi yang Tepat dan Aman
- Mengenal Hipotermia dan Demam pada Bayi
- Studi Terkait Termoregulasi Bayi
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- FAQ
Menyambut kehadiran buah hati ke dunia adalah momen yang paling membahagiakan sekaligus mendebarkan bagi setiap orang tua, terutama bagi ibu yang baru pertama kali memiliki anak. Pada minggu-minggu pertama kehidupannya, tubuh bayi baru lahir (neonatus) masih dalam tahap adaptasi yang luar biasa setelah keluar dari rahim ibu yang hangat. Salah satu bentuk adaptasi terpenting yang harus mereka lalui adalah kemampuan untuk mengatur suhu tubuhnya sendiri, atau yang dalam istilah medis dikenal sebagai termoregulasi.
Penting untuk dipahami bahwa sistem pengaturan suhu tubuh pada bayi baru lahir belum berfungsi sesempurna anak yang lebih besar atau orang dewasa. Di dalam kandungan, bayi berada di lingkungan dengan suhu yang konstan. Begitu lahir, mereka tiba-tiba terpapar pada suhu ruangan yang jauh lebih dingin. Bayi tidak bisa menggigil untuk menghasilkan panas tubuh ketika kedinginan, dan mereka juga belum memiliki kelenjar keringat yang matang untuk mendinginkan tubuh saat kepanasan. Kondisi ini membuat mereka sangat rentan terhadap perubahan suhu lingkungan yang drastis.
Sebagai orang tua, memantau suhu normal bayi baru lahir adalah salah satu bentuk perawatan dasar yang krusial. Suhu tubuh sering kali menjadi indikator utama kesehatan bayi. Perubahan suhu, baik itu menjadi terlalu dingin (hipotermia) maupun terlalu panas (demam), bisa menjadi tanda awal adanya masalah kesehatan yang memerlukan perhatian medis segera, seperti infeksi atau dehidrasi.
Nah, agar kamu lebih paham dan tidak panik saat merawat si kecil, artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai berapa batas suhu normal bayi baru lahir, faktor apa saja yang memengaruhinya, cara mengukur suhu yang tepat, hingga kapan kamu harus waspada. Berikut ulasan lengkapnya!
Memahami Suhu Normal Bayi Baru Lahir
Berdasarkan panduan medis dari organisasi kesehatan anak global, termasuk Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan World Health Organization (WHO), suhu normal bayi baru lahir berada di kisaran 36,5 derajat Celcius hingga 37,5 derajat Celcius jika diukur melalui ketiak (aksila). Suhu ini merupakan indikator bahwa tubuh bayi dalam keadaan stabil dan metabolisme tubuhnya berjalan dengan normal.
Bayi baru lahir memiliki karakteristik fisik yang membuat mereka mudah kehilangan panas tubuh. Pertama, luas permukaan tubuh bayi relatif lebih besar dibandingkan dengan berat badannya, sehingga panas tubuh lebih cepat menguap. Kedua, lapisan lemak subkutan (lemak di bawah kulit) yang berfungsi sebagai insulasi atau penahan panas masih sangat tipis. Untuk mengkompensasi hal ini, bayi baru lahir dibekali dengan “lemak cokelat” (brown adipose tissue) yang terletak di sekitar leher, dada, dan punggung atas. Pembakaran lemak cokelat inilah yang menghasilkan energi panas untuk menghangatkan tubuh bayi, sebuah proses yang disebut thermogenesis non-shivering.
Suhu tubuh bayi bisa sedikit berfluktuasi sepanjang hari. Biasanya, suhu tubuh akan sedikit lebih rendah pada pagi hari dan sedikit meningkat pada sore atau malam hari. Meskipun sedikit fluktuasi adalah hal yang wajar, suhu yang turun di bawah 36,5 derajat Celcius atau naik di atas 37,5 derajat Celcius memerlukan evaluasi lebih lanjut oleh orang tua.
Faktor yang Memengaruhi Suhu Tubuh Bayi
1. Suhu Lingkungan Ruangan
Kondisi ruangan tempat bayi berada sangat memengaruhi suhu tubuhnya. Ruangan yang terlalu dingin, menggunakan AC dengan suhu yang terlalu rendah, atau paparan kipas angin langsung dapat memicu hipotermia. Sebaliknya, ruangan yang pengap, tidak memiliki ventilasi yang baik, atau terpapar sinar matahari langsung dapat membuat bayi kepanasan. Suhu ruangan yang ideal untuk bayi baru lahir adalah sekitar 22 hingga 24 derajat Celcius.
2. Ketebalan Pakaian dan Bedong
Banyak orang tua yang memiliki kebiasaan membedong bayi dengan kain tebal berlapis-lapis karena takut bayi kedinginan. Padahal, pakaian yang terlalu tebal atau bedongan yang terlalu rapat justru bisa menjebak panas tubuh bayi dan memicu demam ringan (overheating). Aturan dasarnya adalah memakaikan bayi satu lapis pakaian lebih banyak daripada yang dikenakan oleh orang dewasa di ruangan yang sama.
3. Aktivitas Fisik dan Menangis
Menangis dengan keras dalam waktu yang lama memerlukan banyak energi dan dapat meningkatkan suhu tubuh bayi secara sementara. Selain itu, bayi yang sedang aktif bergerak atau baru selesai disusui juga mungkin memiliki suhu tubuh yang sedikit lebih hangat. Jika bayi terasa hangat setelah menangis, tenangkan bayi terlebih dahulu dan tunggu sekitar 15-30 menit sebelum melakukan pengukuran suhu tubuh.
4. Infeksi atau Penyakit
Ini adalah faktor medis yang paling perlu diwaspadai. Peningkatan suhu tubuh (demam) merupakan respon alami sistem kekebalan tubuh bayi saat sedang melawan infeksi, baik itu infeksi virus, bakteri, atau masalah kesehatan lainnya. Karena sistem imun bayi baru lahir masih sangat lemah, infeksi sekecil apa pun harus ditangani secara serius.
Tips Menjaga Suhu Tubuh Bayi Tetap Stabil
- Terapkan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan kontak kulit ke kulit (skin-to-skin contact) segera setelah bayi lahir untuk mentransfer panas dari tubuh ibu ke tubuh bayi.
- Kenakan pakaian berbahan katun yang menyerap keringat dan pakaikan topi jika suhu ruangan cukup dingin, karena sebagian besar panas tubuh bayi hilang melalui kepala.
- Hindari meletakkan boks bayi tepat di bawah hembusan AC, di dekat jendela yang terbuka, atau area yang terpapar sinar matahari langsung.
- Pastikan asupan ASI eksklusif atau susu formula tercukupi dengan baik agar bayi tidak mengalami dehidrasi yang dapat memicu peningkatan suhu tubuh.
Cara Mengukur Suhu Bayi yang Tepat dan Aman
Untuk mengetahui suhu tubuh bayi secara akurat, kamu tidak bisa hanya mengandalkan sentuhan tangan pada dahi atau leher bayi. Tangan orang dewasa memiliki suhunya sendiri yang bisa membiaskan penilaian. Kamu wajib menggunakan alat ukur medis yaitu termometer. Kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah termasuk untuk membeli termometer digital yang aman untuk melengkapi kotak P3K bayi di rumah.
1. Pengukuran Lewat Ketiak (Aksila)
Ini adalah metode yang paling direkomendasikan, paling aman, dan paling nyaman untuk bayi baru lahir menurut para ahli kesehatan anak. Cara melakukannya:
- Pastikan ketiak bayi dalam keadaan kering.
- Nyalakan termometer digital dan letakkan ujung peraknya tepat di tengah lipatan ketiak bayi.
- Rapatkan lengan bayi ke arah tubuhnya agar termometer terjepit dengan baik.
- Tahan posisi ini selama beberapa saat sampai termometer berbunyi (beep) menandakan pengukuran selesai.
2. Pengukuran Lewat Dubur (Rektal)
Metode rektal merupakan standar emas (gold standard) untuk mendapatkan suhu inti tubuh yang paling akurat pada bayi. Namun, metode ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati untuk mencegah perlukaan pada saluran dubur bayi. Biasanya, pengukuran rektal dilakukan oleh tenaga medis di rumah sakit. Jika ingin melakukannya di rumah, gunakan termometer digital khusus rektal, olesi ujungnya dengan petroleum jelly, dan masukkan tidak lebih dari 1-2 sentimeter ke dalam dubur bayi secara perlahan.
3. Pengukuran Lewat Telinga (Timpani) dan Dahi (Termometer Tembak)
Termometer telinga tidak direkomendasikan untuk bayi berusia di bawah 6 bulan karena saluran telinga mereka masih terlalu sempit, sehingga pembacaan suhu sering kali tidak akurat. Sementara itu, termometer inframerah untuk dahi (thermogun) bisa digunakan sebagai skrining awal, namun akurasinya bisa dipengaruhi oleh suhu ruangan atau keringat pada dahi bayi. Jika thermogun menunjukkan angka demam, sebaiknya konfirmasi ulang menggunakan termometer ketiak.
Mengenal Hipotermia dan Demam pada Bayi
1. Hipotermia (Suhu Tubuh Terlalu Rendah)
Hipotermia terjadi ketika suhu tubuh bayi turun di bawah 36,5 derajat Celcius. Pada bayi baru lahir, hipotermia adalah kondisi gawat darurat yang dapat mengancam jiwa jika dibiarkan, karena dapat menyebabkan gangguan pernapasan, penurunan kadar gula darah (hipoglikemia), hingga asidosis metabolik.
Tanda-tanda bayi mengalami hipotermia antara lain:
- Kaki dan tangan (ekstremitas) teraba sangat dingin dan terlihat kebiruan (akrosianosis).
- Bayi tampak lesu, tidak aktif bergerak, dan rewel dengan tangisan yang lemah.
- Kulit bayi terlihat pucat atau berbercak (mottled).
- Bayi menolak menyusu atau daya hisapnya sangat lemah.
Pertolongan pertama yang bisa dilakukan adalah melakukan metode kangguru (Kangaroo Mother Care). Buka baju bayi (sisakan popok), letakkan bayi di dada telanjang ibu atau ayah, lalu selimuti punggung bayi bersama dengan tubuh orang tua. Suhu tubuh orang dewasa akan secara perlahan menghangatkan tubuh bayi.
2. Hipertermia dan Demam (Suhu Tubuh Terlalu Tinggi)
Demam pada bayi baru lahir (usia 0-3 bulan) didefinisikan jika suhu rektal mencapai 38,0 derajat Celcius atau lebih, atau suhu aksila mencapai 37,5 derajat Celcius atau lebih. Demam pada rentang usia ini bukanlah hal yang bisa dianggap remeh. Sangat tidak disarankan untuk memberikan obat penurun panas (seperti paracetamol drop) kepada bayi baru lahir tanpa instruksi langsung dari dokter anak, karena dosisnya sangat spesifik dan demam bisa menutupi gejala infeksi berat seperti sepsis atau meningitis.
Jika mendapati gejala seperti letargi, kejang, muntah terus-menerus, atau demam tidak turun, segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan diagnosis awal, atau segera bawa bayi ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit terdekat.
Studi Terkait Termoregulasi Bayi
World Health Organization (WHO) Guidelines menerbitkan panduan komprehensif mengenai perlindungan termal pada bayi baru lahir. Studi klinis di dalam panduan tersebut menjelaskan bahwa penerapan kontak kulit-ke-kulit secara langsung sejak menit pertama kelahiran terbukti secara signifikan dapat mencegah kejadian hipotermia pada neonatus.
Selain itu, studi yang dipublikasikan dalam Journal of Pediatrics menunjukkan bahwa fluktuasi suhu tubuh pada minggu pertama kehidupan sangat dipengaruhi oleh asupan nutrisi. Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif dengan frekuensi yang adekuat memiliki kestabilan termoregulasi yang jauh lebih baik dibandingkan bayi yang asupannya kurang, karena metabolisme ASI menghasilkan energi panas yang dibutuhkan tubuh mungil mereka.
Menjaga kestabilan suhu tubuh bayi baru lahir adalah langkah fundamental dalam memastikan kelangsungan hidup dan tumbuh kembangnya yang optimal. Sebagai orang tua, memiliki pemahaman yang baik serta peralatan medis dasar di rumah akan sangat membantu dalam memantau kesehatan si buah hati.
Ingatlah bahwa bayi belum bisa berbicara untuk menyampaikan keluhannya. Perubahan suhu, perilaku menyusu, dan tingkat keaktifan bayi adalah bahasa mereka untuk berkomunikasi dengan kamu. Jangan pernah ragu untuk mencari bantuan medis profesional jika kamu merasa ada sesuatu yang tidak biasa pada kondisi fisik maupun suhu tubuh bayi.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Thermal protection of the newborn: a practical guide.
American Academy of Pediatrics (AAP) – Healthy Children. Diakses pada 2024. How to Take Your Child’s Temperature.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Sick baby? When to seek medical attention.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Diakses pada 2024. Penanganan Demam pada Anak.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Normal Body Temperature by Age.
FAQ
1. Berapa suhu normal bayi baru lahir jika diukur di ketiak?
Suhu normal bayi baru lahir jika diukur di area lipatan ketiak (aksila) berkisar antara 36,5 derajat Celcius hingga 37,5 derajat Celcius. Pengukuran ini dianggap sebagai cara yang paling aman dan cukup akurat untuk dilakukan di rumah sehari-hari.
2. Apa yang harus dilakukan jika suhu bayi mencapai 38 derajat Celcius?
Suhu 38 derajat Celcius atau lebih pada bayi berusia di bawah 3 bulan dianggap sebagai kondisi darurat medis. Jangan memberikan obat penurun panas sendiri. Segera bawa bayi ke dokter anak atau IGD rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan laboratorium dan penanganan medis yang tepat.
3. Apakah normal tangan dan kaki bayi baru lahir terasa dingin?
Ya, cukup normal jika tangan dan kaki bayi terasa sedikit lebih dingin dari bagian tubuh lainnya karena sirkulasi darah pada ekstremitas belum sempurna. Namun, jika telapak tangan dan kaki disertai warna kebiruan (pucat) dan suhu tubuh inti di bawah 36,5 derajat Celcius, itu bisa menjadi tanda hipotermia.
4. Bolehkah memandikan bayi baru lahir yang sedang demam?
Jika bayi sedang demam, sebaiknya hindari memandikan bayi dengan air dingin karena dapat membuat bayi menggigil dan suhu tubuh justru meningkat. Cukup seka tubuh bayi dengan waslap basah menggunakan air hangat kuku, dan pastikan bayi mendapatkan cukup cairan melalui ASI atau susu formula.


