Ad Placeholder Image

Ibu, Ketahui Suhu Normal Bayi dan Cara Mengukurnya

9 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   08 Juni 2026

Suhu tubuh bayi normalnya berkisar antara 36,5 – 37,5 derajat Celsius.

Ibu, Ketahui Suhu Normal Bayi dan Cara MengukurnyaIbu, Ketahui Suhu Normal Bayi dan Cara Mengukurnya

DAFTAR ISI


Menjaga kesehatan buah hati adalah prioritas utama bagi setiap orang tua, terutama pada fase awal kehidupannya. Salah satu indikator paling mendasar namun krusial untuk memantau kondisi kesehatan bayi adalah suhu tubuhnya. Berbeda dengan orang dewasa, mekanisme pengaturan suhu tubuh pada bayi belum sempurna, sehingga mereka sangat rentan terhadap perubahan suhu lingkungan maupun kondisi internal tubuhnya.

Suhu tubuh yang stabil menandakan bahwa metabolisme dan fungsi organ bayi berjalan dengan baik. Sebaliknya, suhu yang terlalu tinggi (demam) atau terlalu rendah (hipotermia) bisa menjadi sinyal adanya masalah kesehatan, mulai dari dehidrasi ringan, reaksi imunisasi, hingga infeksi serius yang memerlukan penanganan medis segera. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang tua untuk mengetahui berapa angka pasti suhu normal bayi dan bagaimana cara mengukurnya secara akurat.

Memahami variasi suhu tubuh normal bayi juga membantu orang tua agar tidak mudah panik namun tetap waspada. Seringkali, suhu tubuh bayi sedikit meningkat saat mereka aktif bergerak atau ketika cuaca sedang panas. Dengan pengetahuan yang tepat, kamu bisa memberikan penanganan awal yang sesuai di rumah sebelum memutuskan untuk melakukan tindakan lebih lanjut.

Jika kamu merasa suhu tubuh si kecil tidak normal, jangan ragu untuk segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja. Melalui konsultasi daring, dokter dapat memberikan panduan awal mengenai kondisi kesehatan buah hati kamu.

Nah, mau tahu lebih dalam tentang panduan suhu tubuh normal bayi dan tips mengelolanya? Berikut ulasannya!

Memahami Rentang Suhu Tubuh Normal Bayi

Secara umum, suhu tubuh normal bayi berkisar antara 36,4 derajat Celsius hingga 37,5 derajat Celsius. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan suhu tubuh rata-rata orang dewasa. Hal ini disebabkan karena bayi memiliki luas permukaan tubuh yang besar dibandingkan berat badannya, sehingga mereka melepaskan panas lebih cepat, namun di sisi lain memiliki metabolisme yang sangat aktif untuk mendukung pertumbuhan.

Penting untuk diingat bahwa suhu tubuh bayi bersifat fluktuatif. Suhu biasanya berada di titik terendah pada dini hari dan mencapai puncaknya pada sore hari. Selain itu, faktor eksternal seperti penggunaan pakaian yang terlalu tebal, suhu ruangan yang panas, atau setelah bayi menangis hebat dapat meningkatkan suhu tubuh mereka secara sementara tanpa adanya infeksi.

Bayi dikatakan mengalami demam apabila suhu tubuhnya mencapai atau melebihi 38 derajat Celsius saat diukur melalui rektal (dubur). Demam sendiri sebenarnya bukan penyakit, melainkan mekanisme pertahanan tubuh untuk melawan kuman atau virus yang masuk. Namun, pada bayi di bawah usia 3 bulan, demam sekecil apa pun harus dianggap serius karena sistem kekebalan tubuh mereka yang masih sangat lemah.

Perbedaan Suhu Berdasarkan Lokasi Pengukuran

Tahukah kamu bahwa lokasi di mana termometer diletakkan sangat memengaruhi hasil pembacaan suhu? Berikut adalah rincian perbedaan suhu berdasarkan titik pengukurannya:

  • Rektal (Dubur): Dianggap sebagai metode yang paling akurat atau “gold standard” untuk bayi usia 0-3 tahun karena memberikan gambaran suhu inti tubuh yang paling tepat.
  • Aksila (Ketiak): Metode yang paling sering digunakan karena mudah dan nyaman. Namun, suhu di ketiak biasanya 0,5 hingga 1 derajat Celsius lebih rendah dibandingkan suhu rektal.
  • Timpani (Telinga): Menggunakan sensor inframerah untuk mengukur panas dari gendang telinga. Cepat namun kurang akurat jika dilakukan pada bayi di bawah 6 bulan karena saluran telinganya yang masih terlalu sempit.
  • Oral (Mulut): Jarang dilakukan pada bayi karena mereka belum bisa mengatupkan bibir dengan benar di sekitar termometer.

Sebagai panduan, jika kamu mengukur melalui ketiak dan mendapatkan hasil 37,2 derajat Celsius, suhu inti tubuh bayi sebenarnya mungkin sudah mendekati 37,8 derajat Celsius. Oleh karena itu, tenaga medis profesional biasanya akan melakukan pengecekan ulang melalui rektal jika hasil pengukuran luar menunjukkan angka yang mencurigakan.

Cara Mengukur Suhu Tubuh Bayi yang Benar dan Akurat

Untuk mendapatkan hasil yang valid, pemilihan alat dan teknik pengukuran sangat menentukan. Berikut adalah langkah-langkah yang disarankan:

1. Pengukuran Melalui Rektal (Paling Direkomendasikan)

Gunakan termometer digital dengan ujung fleksibel. Bersihkan ujungnya dengan alkohol, lalu oleskan sedikit pelumas seperti petroleum jelly. Baringkan bayi secara terlentang dengan kedua kaki diangkat ke atas, atau tengkurapkan di pangkuanmu. Masukkan ujung termometer perlahan ke dalam lubang dubur sedalam 1,5 hingga 2,5 cm. Tahan hingga termometer berbunyi “bip”.

2. Pengukuran Melalui Ketiak

Pastikan ketiak bayi dalam keadaan kering. Letakkan ujung termometer tepat di tengah ketiak, lalu dekap lengan bayi dengan rapat ke arah tubuhnya. Pastikan ujung termometer bersentuhan langsung dengan kulit, bukan dengan pakaian. Tunggu hingga hasil keluar.

3. Menggunakan Termometer Dahi (Temporal)

Metode ini cukup populer karena tidak invasif. Cukup tempelkan atau arahkan sensor ke area dahi bayi sesuai instruksi alat. Meski praktis, hasilnya bisa dipengaruhi oleh keringat atau suhu udara di sekitar bayi.

Tips Mengukur Suhu yang Aman
  1. Jangan pernah menggunakan termometer air raksa (kaca) karena risiko pecah dan keracunan merkuri sangat berbahaya bagi bayi.
  2. Pastikan bayi dalam keadaan tenang saat diukur agar hasilnya akurat.
  3. Selalu bersihkan termometer sebelum dan sesudah digunakan untuk mencegah kontaminasi bakteri.

Faktor yang Memengaruhi Perubahan Suhu Tubuh Bayi

Suhu tubuh bayi tidak selalu stabil sepanjang hari. Beberapa hal yang dapat menyebabkan suhu tubuh bayi naik atau turun antara lain:

A. Pengaruh Lingkungan
Bayi belum mampu mengatur suhu tubuhnya melalui mekanisme menggigil atau berkeringat secara efisien. Jika ruangan terlalu panas atau bayi dipakaikan baju berlapis-lapis (bedong terlalu ketat), suhu tubuhnya bisa naik dengan cepat. Sebaliknya, paparan AC yang terlalu dingin atau membiarkan baju bayi basah dapat memicu hipotermia.

B. Efek Imunisasi
Sangat wajar jika bayi mengalami demam ringan setelah mendapatkan vaksinasi (seperti DPT). Ini adalah tanda bahwa tubuh bayi sedang membentuk antibodi. Biasanya demam ini akan hilang dalam waktu 24-48 jam. Jika kamu membutuhkan persediaan obat di rumah, kamu bisa beli obat online di Halodoc yang menyediakan produk asli dan diantar langsung ke rumah.

C. Tumbuh Gigi
Beberapa bayi menunjukkan kenaikan suhu tubuh saat giginya akan tumbuh. Namun, perlu dicatat bahwa tumbuh gigi biasanya hanya menyebabkan kenaikan suhu ringan (di bawah 38 derajat Celsius). Jika suhu mencapai 39 derajat, kemungkinan besar ada penyebab lain seperti infeksi virus.

Kapan Orang Tua Harus Waspada dan Menghubungi Dokter?

Suhu tubuh hanyalah salah satu indikator. Kamu juga perlu memerhatikan perilaku dan kondisi fisik bayi secara keseluruhan. Segera cari bantuan medis jika ditemukan kondisi berikut:

  • Bayi berusia di bawah 3 bulan dengan suhu rektal 38 derajat Celsius atau lebih (ini adalah kondisi darurat medis).
  • Bayi berusia 3-6 bulan dengan suhu mencapai 38,9 derajat Celsius atau tampak lesu dan rewel.
  • Demam yang berlangsung lebih dari 24 jam pada bayi di bawah usia 2 tahun.
  • Demam disertai gejala lain seperti muncul ruam kulit, muntah terus-menerus, diare, atau tanda-tanda dehidrasi (ubun-ubun cekung, jarang buang air kecil).
  • Bayi mengalami kejang demam.

Sebagai langkah pencegahan dan pemantauan, pastikan kamu selalu memiliki termometer digital yang berfungsi dengan baik di rumah. Jangan sembarangan memberikan obat penurun panas tanpa petunjuk dosis yang tepat dari dokter, terutama bagi bayi di bawah usia 6 bulan.

Studi Mengenai Suhu Tubuh Bayi

The Journal of Pediatrics menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa pengukuran suhu rektal tetap menjadi metode paling valid untuk mendeteksi demam pada neonatus (bayi baru lahir). Studi tersebut menekankan bahwa kesalahan pengukuran suhu di rumah sering kali menyebabkan keterlambatan penanganan infeksi serius seperti sepsis pada bayi.

Penelitian lain dalam jurnal Archives of Disease in Childhood menyoroti bahwa fluktuasi suhu tubuh bayi pada 24 jam pertama kehidupan sangat dipengaruhi oleh kontak kulit ke kulit (skin-to-skin contact) dengan ibu. Hal ini membuktikan bahwa faktor eksternal dan perawatan fisik sangat dominan dalam meregulasi kestabilan suhu tubuh bayi yang baru lahir.

Dengan memahami ritme suhu normal dan faktor-faktor yang memengaruhinya, orang tua diharapkan dapat bertindak lebih rasional dan cepat saat menghadapi perubahan kondisi kesehatan bayi.

Khawatir Si Kecil Demam dan Bingung Langkah Awalnya? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan, atau bingung memantau suhu tubuh si kecil yang sedang naik turun? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

HILDA ([Halodoc Intelligent Digital Assistant](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Selalu pantau kondisi kesehatan si kecil secara berkala. Jika gejala demam tidak kunjung membaik dalam 2×24 jam, jangan menunda untuk mencari bantuan profesional. Kamu bisa mendapatkan berbagai produk pendukung kesehatan anak di Toko Kesehatan Halodoc.

Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis anak terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Fever in babies: When to call a doctor.
American Academy of Pediatrics (AAP). Diakses pada 2026. How to Take a Child’s Temperature.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Normal Body Temperature for Infants and Babies.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Thermal Protection of the Newborn: A Practical Guide.
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA): Pemantauan Pertumbuhan dan Perkembangan.

FAQ

1. Apakah suhu 37,2 derajat Celsius normal untuk bayi?

Ya, suhu 37,2 derajat Celsius masih termasuk dalam rentang suhu tubuh normal bayi (36,4°C – 37,5°C). Namun, tetap perhatikan aktivitas bayi, jika ia tampak lemas, sebaiknya dipantau terus.

2. Apa yang harus dilakukan jika suhu bayi mencapai 38 derajat Celsius setelah imunisasi?

Berikan kompres air hangat (bukan air dingin) di lipatan ketiak dan paha, berikan ASI lebih sering untuk mencegah dehidrasi, dan pakaikan baju yang tipis dan nyaman. Konsultasikan dengan dokter jika suhu terus naik.

3. Mengapa tangan dan kaki bayi dingin padahal badannya terasa hangat?

Ini sering terjadi karena sistem sirkulasi bayi belum berkembang sempurna, sehingga darah lebih difokuskan ke organ vital di tengah tubuh. Selama suhu inti (diukur rektal/ketiak) normal, hal ini biasanya tidak berbahaya.

4. Bolehkah bayi mandi saat sedang demam?

Boleh, namun gunakan air hangat (suam-suam kuku). Mandi air hangat dapat membantu menurunkan suhu tubuh melalui proses penguapan. Hindari air dingin karena bisa menyebabkan bayi menggigil dan justru menaikkan suhu tubuh.