
Ibu, Perhatikan Tanda-Tanda Awal Bayi Tumbuh Gigi
Bayi akan menunjukkan berbagai gejala saat gigi susu mulai tumbuh.

DAFTAR ISI
- Ciri-Ciri Bayi Tumbuh Gigi yang Perlu Dikenali
- Cara Mengatasi Rewel Saat Tumbuh Gigi
- Studi Terkait
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- FAQ
Fase tumbuh gigi (teething) adalah salah satu momen perkembangan yang paling ditunggu namun sering kali membuat orang tua merasa khawatir. Biasanya, gigi pertama bayi mulai muncul menembus gusi pada rentang usia 6 hingga 12 bulan. Meski merupakan proses yang alami, tahapan ini sering kali membawa rasa tidak nyaman bagi Si Kecil.
Rasa sakit dan tekanan pada gusi saat gigi berusaha keluar bisa mengubah bayi yang biasanya ceria menjadi lebih mudah menangis dan sulit ditenangkan. Sangat penting bagi kamu sebagai orang tua untuk mengenali tanda-tanda awal dari fase ini agar tidak salah mengira gejala tumbuh gigi sebagai penyakit lain, maupun sebaliknya.
Sayangnya, banyak mitos yang beredar di masyarakat mengenai ciri bayi tumbuh gigi, seperti anggapan bahwa demam tinggi atau diare parah adalah hal yang wajar selama fase ini. Padahal, secara medis, hal tersebut tidak sepenuhnya tepat. Memahami gejala yang sebenarnya akan membantumu memberikan penanganan yang aman dan efektif di rumah.
Nah, mau tahu apa saja ciri bayi tumbuh gigi yang normal dan bagaimana cara tepat mengatasinya? Berikut ulasannya secara lengkap!
Ciri-Ciri Bayi Tumbuh Gigi yang Perlu Dikenali
Setiap bayi memiliki reaksi yang berbeda saat giginya mulai tumbuh. Ada bayi yang melewatinya tanpa keluhan berarti, namun ada juga yang mengalami rasa tidak nyaman selama berhari-hari. Berikut adalah tanda-tanda umum yang perlu kamu perhatikan:
1. Air Liur Keluar Lebih Banyak (Ngeces)
Proses tumbuh gigi akan merangsang produksi air liur yang jauh lebih banyak dari biasanya. Kamu mungkin akan melihat dagu, leher, atau baju bayi sering basah. Produksi air liur berlebih ini normal, namun kamu harus rajin mengelapnya agar kelembapan berlebih tidak menyebabkan ruam merah di sekitar mulut atau dagu bayi.
2. Suka Menggigit Benda Sekitar
Tekanan dari gigi yang mencoba menembus gusi akan menimbulkan rasa gatal dan berdenyut. Untuk meredakan rasa tidak nyaman tersebut, bayi secara insting akan menggigit apa saja yang bisa mereka raih. Ini bisa berupa mainan, jari mereka sendiri, atau bahkan payudara ibu saat sedang menyusu.
3. Gusi Bengkak dan Kemerahan
Jika kamu melihat ke dalam mulut bayi, kamu mungkin akan mendapati gusi yang terlihat sedikit bengkak, kemerahan, atau terasa lebih keras di area tertentu. Pada beberapa kasus, sedikit bayangan putih dari calon gigi juga bisa terlihat di bawah permukaan gusi, terutama pada bagian gigi seri bawah yang biasanya tumbuh lebih dulu.
4. Penurunan Nafsu Makan
Gusi yang sensitif dan sakit membuat bayi merasa tidak nyaman saat makan, terutama jika mereka sudah mulai mengonsumsi Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang bertekstur. Rasa sakit saat mengunyah atau mengisap dapat menyebabkan bayi menolak makan atau menyusu untuk sementara waktu.
5. Lebih Rewel dan Sulit Tidur
Rasa nyeri pada gusi tidak hanya terjadi di siang hari, tetapi bisa terasa semakin parah di malam hari. Hal ini menyebabkan siklus tidur bayi menjadi terganggu. Mereka mungkin akan sering terbangun di malam hari sambil menangis tanpa alasan yang jelas.
Mitos vs Fakta Tumbuh Gigi
- Mitos: Tumbuh gigi menyebabkan demam tinggi (di atas 39 derajat Celcius).
Fakta: Tumbuh gigi hanya menyebabkan sedikit peningkatan suhu tubuh (sumeng), bukan demam tinggi.- Mitos: Diare parah adalah tanda tumbuh gigi.
Fakta: Diare bukan disebabkan oleh pertumbuhan gigi, melainkan karena bayi sering memasukkan benda kotor ke mulutnya untuk digigit, yang membawa bakteri ke saluran cerna.
Cara Mengatasi Rewel Saat Tumbuh Gigi
Meskipun fase ini bisa menguji kesabaran, ada beberapa metode rumahan yang sangat aman dan efektif untuk meringankan rasa sakit pada gusi Si Kecil.
1. Berikan Teether (Mainan Gigitan) yang Dingin
Suhu dingin dapat membantu mematikan rasa sakit pada gusi (efek anestesi alami) dan mengurangi peradangan. Kamu bisa menyimpan teether berbahan silikon padat di dalam kulkas (bukan freezer) sebelum memberikannya pada bayi. Hindari teether yang berisi cairan karena rentan bocor dan tertelan.
2. Pijat Gusi Bayi Secara Lembut
Cuci tanganmu hingga benar-benar bersih, lalu gunakan jari telunjuk untuk memijat gusi bayi yang bengkak dengan tekanan yang lembut. Tekanan dari jari kamu akan mengimbangi tekanan dari gigi yang mau keluar, sehingga memberikan sensasi lega pada bayi.
3. Berikan Camilan Dingin (Untuk Bayi MPASI)
Jika bayimu sudah berusia 6 bulan ke atas dan sudah mulai makan, kamu bisa memberikan buah potong dingin seperti pisang atau semangka. Jika menggunakan feeder mesh (empeng buah), ini akan lebih aman karena bayi bisa mengisap sari buah dingin tanpa risiko tersedak.
4. Kapan Harus Menggunakan Obat?
Jika berbagai cara alami di atas tidak cukup meredakan nyeri, kamu bisa mempertimbangkan pemberian obat pereda nyeri. Namun, selalu ingat untuk tidak menggunakan gel tumbuh gigi yang mengandung benzocaine untuk anak di bawah usia 2 tahun karena sangat berbahaya. Jika bayi sangat kesakitan atau memiliki demam tidak turun akibat infeksi yang menyertai, segera hubungi dokter. Dokter mungkin akan menyarankan penggunaan paracetamol khusus bayi dengan dosis yang disesuaikan dengan berat badan anak.
Studi Mengenai Tumbuh Gigi pada Bayi
Pediatrics menerbitkan studi komprehensif yang menjelaskan bahwa gejala iritabilitas (rewel), peningkatan air liur, dan keinginan menggigit memang secara langsung berkaitan dengan erupsi gigi primer.
Namun, studi tersebut dengan tegas menyimpulkan bahwa gejala berat seperti demam tinggi (lebih dari 38,5 derajat Celcius), diare cair berkali-kali, muntah, atau batuk pilek tidak disebabkan oleh tumbuhnya gigi. Orang tua diimbau untuk segera mencari bantuan medis jika bayi menunjukkan gejala-gejala berat tersebut, karena kemungkinan besar bayi sedang mengalami infeksi bakteri atau virus, bukan sekadar tumbuh gigi.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
American Academy of Pediatrics (AAP). Diakses pada 2026. Teething: 4 to 7 Months.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Teething: Tips for soothing sore gums.
Pediatrics. Diakses pada 2026. Signs and Symptoms of Primary Tooth Eruption: A Meta-analysis.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Perawatan Gigi Anak Sejak Dini dan Cara Mengatasi Nyeri Tumbuh Gigi.
FAQ
1. Kapan ciri bayi tumbuh gigi mulai terlihat?
Gejala tumbuh gigi biasanya mulai terlihat pada usia 4 hingga 7 bulan. Namun, ini bisa sangat bervariasi pada setiap anak. Ada bayi yang menunjukkan gejala lebih awal di usia 3 bulan, dan ada pula yang giginya baru mulai tumbuh saat mendekati usia 1 tahun.
2. Apakah demam tinggi selalu menyertai bayi tumbuh gigi?
Tidak. Tumbuh gigi memang bisa menyebabkan sedikit peningkatan suhu tubuh (sekitar 37,5 hingga 38 derajat Celcius). Namun, jika bayi mengalami demam tinggi hingga 39 derajat Celcius atau lebih, itu bukanlah ciri bayi tumbuh gigi, melainkan indikasi adanya penyakit atau infeksi lain.
3. Bagaimana membedakan bayi yang ngeces karena tumbuh gigi atau karena sakit?
Ngeces akibat tumbuh gigi biasanya disertai dengan gusi bengkak dan keinginan kuat untuk menggigit benda. Jika ngeces dibarengi dengan kesulitan menelan, bayi menolak minum susu sama sekali, atau terlihat sangat lemas, segera periksakan ke dokter karena bisa jadi itu adalah gejala radang tenggorokan atau masalah medis lain.
4. Apakah aman menggunakan gel pereda nyeri gigi pada gusi bayi?
Badan pengawas obat dan makanan sangat tidak menyarankan penggunaan gel tumbuh gigi yang mengandung benzocaine atau lidocaine pada bayi di bawah usia 2 tahun. Produk ini bisa tertelan dan menyebabkan kondisi langka namun fatal yang disebut methemoglobinemia (kurangnya oksigen dalam darah). Sebaiknya gunakan metode alami seperti teether dingin atau pijatan gusi.


