Advertisement

Ibu, Waspada Penularan Cacar Monyet Melalui Pemberian ASI pada Bayi

3 menit
Ditinjau oleh  dr. Rizal Fadli   01 Agustus 2022

“Kabar terbaru menyebutkan, penularan cacar monyet kini mungkin terjadi pada ibu ke bayi melalui ASI. Meski masih terus dilakukan penelitian lebih lanjut, dokter menyarankan ibu pengidap cacar monyet tidak menyusui terlebih dahulu.”

Ibu, Waspada Penularan Cacar Monyet Melalui Pemberian ASI pada BayiIbu, Waspada Penularan Cacar Monyet Melalui Pemberian ASI pada Bayi

Halodoc, Jakarta – Saat ini, cacar monyet atau monkeypox telah ditetapkan sebagai kondisi darurat global oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Seperti telah diketahui, masalah kesehatan ini telah menyebar di 75 negara di seluruh dunia, dengan total kasus mencapai lebih dari 16 ribu.

Cara monyet sendiri merupakan infeksi virus yang bisa dengan mudah menular melalui kontak langsung dan percikan cairan. Namun, baru-baru ini, dokter mengatakan bahwa penyakit ini juga bisa ditularkan dari ibu ke bayi melalui ASI saat menyusui.

Cacar Monyet dan Menyusui

Meski penelitian terkait penularan cacar monyet melalui ASI masih terus dilakukan, dokter mengimbau sebaiknya ibu yang sedang mengidap penyakit cacar monyet tidak memberikan ASI kepada bayinya. Menurut pakar, virus dapat ditularkan melalui ASI seperti halnya pada sperma. Sebab, virus sama-sama mengalir melalui darah. 

Tak hanya ASI yang diberikan melalui proses menyusui langsung atau direct breastfeeding, tetapi juga ASI yang didapatkan melalui hasil perah. Mudahnya, ibu yang sedang menyusui dan tertular cacar monyet, sebaiknya tidak memberikan ASI sama sekali kepada bayinya. 

Selain itu, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) juga mengimbau kepada semua ibu menyusui yang terpapar cacar monyet, untuk tidak memberikan ASI kepada bayinya. Sebab dikhawatirkan dapat menularkan penyakit tersebut pada bayi

Ibu baru boleh kembali memberikan ASI, baik secara langsung maupun ASI perah apabila semua luka sudah sembuh, keropeng menghilang sepenuhnya, dan telah terbentuk lapisan kulit baru. Alhasil, ASI yang diperah harus dibuang selama ibu masih terinfeksi cacar monyet. 

Sebagai gantinya, bayi dengan ibu yang sedang terpapar cacar monyet boleh diberikan susu formula.  Namun, berdiskusilah terlebih dahulu dengan dokter menyoal pemberian susu formula. 

Ketahui Gejala Cacar Monyet

Penyakit cacar monyet tidak langsung menunjukkan gejala. Umumnya, gejala baru akan muncul antara 5 sampai 21 hari setelah seseorang terinfeksi. Adapun gejalanya antara lain:

  • Tubuh mengalami demam tinggi.
  • Sakit kepala.
  • Sakit punggung.
  • Nyeri pada otot.
  • Tubuh menggigil dan terasa sangat kelelahan.
  • Terjadi pembengkakan kelenjar.

Setelah gejala pertama muncul sekitar 1 sampai 5 hari, barulah ruam mulai terlihat. Ruam akan muncul pada wajah dan menyebar dengan cepat ke bagian tubuh lainnya. Ruam yang muncul tidak berbeda dengan ruam penyakit cacar air. Cirinya yaitu menonjol, kemerahan, dan berisi nanah atau cairan. 

Selanjutnya, lepuhan akan mengering dan membentuk koreng yang rontok dengan sendirinya. 

Lakukan Tindakan Pencegahan yang Tepat

Supaya terhindar dari paparan virus penyebab cacar monyet, pastikan untuk melakukan tindakan pencegahan yang tepat, yaitu:

  • Tidak berkontak langsung dengan hewan yang memiliki risiko menyebarkan virus penyebab cacar monyet.
  • Selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah beraktivitas. Termasuk setelah melakukan kontak langsung dengan hewan berisiko dan pengidap cacar monyet.
  • Memastikan semua sayuran dan buah dicuci sampai bersih dan memasak daging sampai matang.
  • Cukup istirahat.
  • Memenuhi asupan nutrisi untuk meningkatkan imun tubuh.
  • Memakai alat pelindung diri ketika melakukan kontak langsung dengan pengidap.

Jika memang dibutuhkan, kamu bisa mengonsumsi suplemen dan vitamin sesuai dengan anjuran dokter. Cek kebutuhan medis di aplikasi Halodoc, kamu bisa download Halodoc di Play Store maupun App Store.

Referensi:
CNN Indonesia. Diakses pada 2022. Dokter: Cacar Monyet Bisa Menular Lewat ASI.
MotherToBaby. Diakses pada 2022. Fact Sheet. Monkeypox.
CDC. Diakses pada 2022. Clinical Considerations for Monkeypox in People Who are Pregnant or Breastfeeding.