Ad Placeholder Image

ICD 10 Kejang Demam: Kode, Gejala, dan Penanganan

3 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   11 Juni 2026

ICD-10 adalah singkatan dari International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems edisi ke-10.

ICD 10 Kejang Demam: Kode, Gejala, dan PenangananICD 10 Kejang Demam: Kode, Gejala, dan Penanganan

DAFTAR ISI


Melihat anak mengalami kejang untuk pertama kalinya tentu menjadi pengalaman yang sangat menakutkan bagi setiap orang tua. Dalam dunia medis, kondisi febrile convulsions adalah kejang yang dipicu oleh kenaikan suhu tubuh secara mendadak, biasanya di atas 38 derajat Celcius. Kondisi ini umumnya terjadi pada anak-anak usia 6 bulan hingga 5 tahun dan sering kali berkaitan dengan infeksi telinga, flu, atau infeksi saluran pernapasan lainnya.

Penting bagi kamu untuk memahami bahwa meskipun terlihat mengkhawatirkan, sebagian besar kasus kejang demam bersifat singkat dan tidak menyebabkan kerusakan otak atau epilepsi di kemudian hari. Namun, penanganan demam yang tepat merupakan kunci utama untuk mencegah risiko berulangnya kejang. Menjaga suhu tubuh anak tetap stabil dengan memberikan antipiretik (penurun panas) yang tepat sangat direkomendasikan oleh para ahli kesehatan.

Jika anak menunjukkan gejala demam tinggi, segera lakukan langkah antisipasi. Kamu bisa beli obat online di Halodoc untuk menyediakan stok penurun panas di rumah. Diagnosis yang tepat juga sangat diperlukan, sehingga pastikan untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan arahan medis yang akurat.

Nah, mau tahu apa saja pilihan produk kesehatan untuk membantu menurunkan demam anak? Berikut ulasannya!

Rekomendasi Obat Demam Anak yang Ampuh

Menurunkan suhu tubuh dengan cepat dan aman adalah prioritas saat anak mengalami demam tinggi guna meminimalisir risiko kejang. Berikut adalah beberapa pilihan produk yang tersedia di Halodoc:

1. Sanmol Syrup 60 ml

Sanmol Syrup mengandung bahan aktif Paracetamol yang bekerja sebagai analgesik (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun demam). Obat ini bekerja dengan cara menghambat sintesis prostaglandin di sistem saraf pusat, sehingga dapat menurunkan ambang nyeri dan mengatur suhu tubuh di hipotalamus.

Manfaat utama produk ini adalah meredakan nyeri ringan hingga sedang seperti sakit kepala dan sakit gigi, serta menurunkan demam yang menyertai flu atau infeksi lainnya pada anak.

Dosis dan aturan pakai:

  • Anak 1-2 tahun: 5 ml, 3-4 kali sehari.
  • Anak 2-6 tahun: 5-10 ml, 3-4 kali sehari.
  • Anak 6-9 tahun: 10-15 ml, 3-4 kali sehari.
  • Anak 9-12 tahun: 15-20 ml, 3-4 kali sehari.

Obat ini termasuk golongan obat bebas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan dan jangan melebihi dosis yang dianjurkan untuk menghindari risiko kerusakan fungsi hati.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Sanmol Syrup 60 ml di Toko Kesehatan Halodoc

2. Panadol Anak Syrup 60 ml

Panadol Anak mengandung Paracetamol yang diformulasikan khusus untuk anak-anak dengan rasa yang disukai. Cara kerjanya efektif dalam menurunkan suhu tubuh saat terjadi infeksi yang memicu demam tinggi.

Manfaat produk ini adalah untuk meredakan demam, nyeri setelah imunisasi, serta sakit kepala pada anak usia 1 hingga 6 tahun.

Dosis dan aturan pakai:

  • Anak 1-2 tahun: 3.75 – 5 ml.
  • Anak 2-3 tahun: 5 – 7.5 ml.
  • Anak 4-5 tahun: 7.5 – 10 ml.
  • Anak 6 tahun: 10 – 12.5 ml.
  • Diminum maksimal 4 kali dalam 24 jam dengan interval minimal 4 jam.

Obat ini termasuk golongan obat bebas. Hindari penggunaan bersama obat lain yang juga mengandung paracetamol.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Panadol Anak Syrup 60 ml di Toko Kesehatan Halodoc

Tanda Bahaya Kejang Demam
  1. Kejang berlangsung lebih dari 5 menit tanpa berhenti.
  2. Wajah atau bibir anak membiru (sianosis).
  3. Anak mengalami kesulitan bernapas setelah kejang.
  4. Kejang terjadi berulang dalam waktu 24 jam.

3. Tempra Syrup 60 ml

Tempra Syrup mengandung Paracetamol dengan kualitas yang terjaga untuk memastikan efikasi dalam menurunkan panas. Obat ini bekerja langsung pada pusat pengatur panas di otak untuk menurunkan suhu tubuh.

Manfaatnya adalah meringankan rasa sakit dan menurunkan demam dengan cepat. Produk ini tidak mengandung alkohol sehingga lebih nyaman untuk lambung anak.

Dosis dan aturan pakai:

  • Anak 2-3 tahun: 5 ml.
  • Anak 4-5 tahun: 7.5 ml.
  • Anak 6-8 tahun: 10 ml.
  • Diberikan setiap 4 jam bila diperlukan, namun tidak boleh lebih dari 5 kali sehari.

Obat ini termasuk golongan obat bebas. Gunakan gelas takar yang tersedia dalam kemasan untuk akurasi dosis.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Tempra Syrup 60 ml di Toko Kesehatan Halodoc

4. Prisifen Syrup 60 ml

Prisifen mengandung Ibuprofen 100 mg per 5 ml. Ibuprofen adalah golongan Anti-Inflamasi Non-Steroid (AINS) yang memiliki efek analgesik, antipiretik, dan antiinflamasi. Cara kerjanya adalah dengan menghambat enzim siklooksigenase sehingga konversi asam arakidonat menjadi prostaglandin terganggu.

Manfaat produk ini adalah menurunkan demam pada anak-anak serta meredakan nyeri ringan hingga sedang. Ibuprofen sering kali menjadi pilihan jika demam tidak kunjung turun dengan paracetamol.

Dosis dan aturan pakai:

  • Anak 1-2 tahun: 2.5 ml, 3-4 kali sehari.
  • Anak 3-7 tahun: 5 ml, 3-4 kali sehari.
  • Anak 8-12 tahun: 10 ml, 3-4 kali sehari.
  • Sebaiknya diminum sesudah makan untuk meminimalkan efek samping pada lambung.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan dan konsultasikan dengan dokter jika anak memiliki riwayat asma atau masalah lambung.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Prisifen Syrup 60 ml di Toko Kesehatan Halodoc

5. ByeBye-FEVER Anak 1 Lembar

ByeBye-FEVER adalah lembar kompres demam yang menggunakan teknologi hidrogel untuk membantu menyerap panas tubuh melalui penguapan air di dalamnya. Produk ini bekerja secara fisik dengan memberikan efek dingin yang bertahan hingga 10 jam.

Manfaat utamanya adalah memberikan rasa nyaman dan sejuk pada anak yang sedang demam, sehingga dapat membantu anak beristirahat lebih tenang. Lembaran ini lembut di kulit dan memiliki daya lekat yang kuat.

Dosis dan aturan pakai:

  • Lepaskan lapisan transparan dan tempelkan permukaan yang mengandung gel pada area dahi atau bagian tubuh yang sakit.
  • Hanya untuk satu kali pakai.

Produk ini termasuk kategori alat kesehatan yang aman digunakan bersamaan dengan obat minum. Jangan ditempelkan pada kulit yang luka atau iritasi.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan ByeBye-FEVER Anak 1 Lembar di Toko Kesehatan Halodoc

Penyebab dan Gejala Kejang Demam

Memahami bahwa febrile convulsions adalah respons tubuh terhadap kenaikan suhu yang ekstrem membantu orang tua tetap tenang. Penyebab pastinya belum diketahui sepenuhnya, namun faktor genetik dan sistem saraf anak yang masih berkembang berperan besar.

1. Penyebab Umum

Infeksi virus seperti roseola, influenza, dan infeksi bakteri seperti infeksi telinga tengah (otitis media) adalah pemicu paling umum. Kenaikan suhu yang sangat cepat dalam waktu singkat lebih berisiko memicu kejang dibandingkan suhu tinggi yang naik secara perlahan.

2. Gejala yang Muncul

Anak biasanya akan kehilangan kesadaran, diikuti dengan kekakuan pada otot (fase tonik) dan gerakan menyentak-nyentak pada tangan dan kaki (fase klonik). Mata mungkin akan mendelik ke atas atau berputar, dan terkadang anak bisa mengeluarkan busa dari mulut atau buang air tanpa disadari.

Pertolongan Pertama Saat Anak Kejang

Langkah utama saat menghadapi kejang demam adalah menjaga keamanan fisik anak agar tidak terluka saat terjadi gerakan menyentak.

1. Amankan Posisi Anak

Letakkan anak di permukaan yang rata dan empuk seperti lantai yang diberi alas atau kasur. Jauhkan benda-benda tajam atau keras di sekitar anak. Miringkan tubuh anak ke satu sisi agar liur atau muntahan tidak menyumbat jalan napas.

2. Jangan Memasukkan Apapun ke Mulut

Salah satu kesalahan umum adalah memasukkan sendok atau jari ke mulut anak karena takut lidahnya tergigit. Hal ini justru berbahaya karena dapat menyebabkan cedera pada gusi, gigi, atau bahkan menghambat pernapasan anak.

Studi Mengenai Kejang Demam

National Center for Biotechnology Information (NCBI) menerbitkan studi di tahun 2013 yang menjelaskan bahwa kejang demam sederhana tidak memengaruhi perkembangan kognitif atau performa akademik anak di masa depan.

Penelitian ini menegaskan bahwa meskipun kejang tampak dramatis, prognosis jangka panjang bagi anak dengan kejang demam sederhana sangatlah baik. Namun, pengawasan tetap diperlukan jika anak memiliki faktor risiko kompleks seperti durasi kejang yang lama.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan pada anak atau keluarga, tapi bingung harus konsultasi ke mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

HILDA ([Halodoc Intelligent Digital Assistant](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Jika demam anak tidak kunjung turun setelah pemberian obat, atau jika kejang berlangsung lebih dari 5 menit, segera bawa anak ke unit gawat darurat terdekat. Penanganan medis yang cepat dapat mencegah komplikasi yang tidak diinginkan.

Kamu bisa mendapatkan obat-obatan di atas dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Febrile Seizure: Symptoms & Causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Febrile Seizures in Children.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Management of Fever in Children.
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Tatalaksana Kejang Demam pada Anak.
NCBI. Diakses pada 2026. Febrile Seizures: Clinical Practice Guideline for the Long-term Management of the Child With Simple Febrile Seizures.

FAQ

1. Apakah febrile convulsions adalah tanda epilepsi?

Tidak selalu. Sebagian besar anak yang mengalami kejang demam tidak berkembang menjadi epilepsi. Risiko epilepsi hanya meningkat sedikit jika anak memiliki riwayat keluarga epilepsi atau mengalami kejang demam kompleks.

2. Apa perbedaan kejang demam sederhana dan kompleks?

Kejang demam sederhana berlangsung kurang dari 15 menit dan tidak berulang dalam 24 jam. Kejang demam kompleks berlangsung lebih lama, hanya terjadi pada satu sisi tubuh, atau berulang dalam waktu singkat.

3. Bolehkah memberikan kompres air dingin saat anak demam?

Sebaiknya gunakan kompres air hangat suam-suam kuku. Air dingin justru dapat memicu menggigil dan meningkatkan suhu tubuh inti, yang berpotensi memperburuk kondisi anak.

4. Apakah obat penurun panas bisa mencegah kejang?

Meskipun obat penurun panas dapat membuat anak merasa lebih nyaman, studi medis menunjukkan bahwa antipiretik tidak selalu dapat mencegah terjadinya kejang demam, namun sangat penting untuk mengontrol suhu tubuh.