Ad Placeholder Image

Ikan Kembung: Ini Kandungan Gizi, Manfaat dan Cara Mengolahnya

8 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   22 Juni 2026

Ikan kembung adalah makanan tinggi nutrisi dan punya banyak manfaat.

Ikan Kembung: Ini Kandungan Gizi, Manfaat dan Cara MengolahnyaIkan Kembung: Ini Kandungan Gizi, Manfaat dan Cara Mengolahnya

DAFTAR ISI


Ikan kombong, atau yang lebih dikenal luas oleh masyarakat Indonesia sebagai ikan kembung, merupakan salah satu jenis ikan laut yang sangat mudah ditemukan di pasar tradisional maupun swalayan. Di balik harganya yang terjangkau dan rasanya yang gurih, ikan ini ternyata menyimpan predikat sebagai “superfood” lokal. Banyak orang sering kali membandingkan ikan kombong dengan ikan salmon yang harganya jauh lebih mahal, padahal kandungan gizi keduanya sangat bersaing, terutama dalam hal asam lemak esensial.

Penting bagi kita untuk menyadari bahwa asupan gizi yang optimal tidak selalu harus didapatkan dari bahan makanan yang mahal atau diimpor dari luar negeri. Memasukkan ikan kombong ke dalam menu harian keluarga adalah langkah cerdas untuk mencegah berbagai masalah kesehatan, mulai dari penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah), stunting pada anak, hingga risiko anemia pada ibu hamil. Kondisi-kondisi ini merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih banyak dijumpai di Indonesia.

Lalu, apa saja sebenarnya nutrisi yang terkandung di dalam ikan perairan dangkal ini? Bagaimana cara terbaik untuk mengolahnya agar nutrisinya tidak hilang? Serta, apa saja manfaat spesifiknya bagi tubuh kita dari kacamata medis?

Nah, mau tahu fakta menarik dan ulasan lengkap mengenai ikan kombong? Berikut ulasan selengkapnya!

Kandungan Gizi Ikan Kombong

Ikan kombong (Rastrelliger spp.) masih satu keluarga dengan ikan tenggiri dan tuna (famili Scombridae). Oleh karena itu, profil nutrisinya sangat mengesankan. Dalam 100 gram ikan kombong segar, kamu bisa mendapatkan berbagai makronutrien dan mikronutrien penting yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.

1. Tinggi Asam Lemak Omega-3

Inilah bintang utama dari ikan kombong. Ikan ini sangat kaya akan Eicosapentaenoic Acid (EPA) dan Docosahexaenoic Acid (DHA). Fakta menariknya, kandungan Omega-3 pada ikan kombong lokal sering kali lebih tinggi atau setara dengan ikan salmon lho. Omega-3 adalah lemak tak jenuh ganda yang tidak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh, sehingga harus didapatkan dari makanan.

2. Sumber Protein Berkualitas Tinggi

Dalam 100 gram ikan kombong, terdapat sekitar 18 hingga 21 gram protein. Protein hewani dari ikan laut memiliki asam amino esensial yang lengkap. Protein ini sangat mudah dicerna dan diserap oleh tubuh, menjadikannya bahan baku utama untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak, membentuk jaringan otot, dan memproduksi enzim serta hormon.

3. Kaya Vitamin B Kompleks (Terutama B12)

Ikan kombong adalah sumber Vitamin B12 (Kobalamin) yang luar biasa. Vitamin B12 memegang peranan krusial dalam pembentukan sel darah merah, fungsi neurologis (sistem saraf), dan sintesis DNA. Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan anemia megaloblastik dan gangguan saraf tepi.

4. Kandungan Mineral Esensial (Kalsium, Fosfor, Zat Besi, dan Yodium)

Karena hidup di laut, ikan kombong menyerap berbagai mineral penting. Fosfor dan kalsium baik untuk tulang, zat besi (terutama pada bagian daging yang berwarna gelap) membantu mencegah anemia, dan yodium sangat penting untuk menjaga fungsi kelenjar tiroid agar metabolisme tubuh berjalan lancar.

Manfaat Ikan Kombong untuk Kesehatan

Dengan profil gizi yang begitu padat, rutin mengonsumsi ikan kombong memberikan berbagai keuntungan bagi kesehatan jangka pendek maupun jangka panjang. Berikut adalah manfaat utama yang bisa kamu rasakan:

1. Menjaga Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah

Asam lemak Omega-3 dalam ikan kombong terbukti secara klinis dapat menurunkan kadar trigliserida dalam darah, mengurangi peradangan sistemik, dan mencegah penumpukan plak (aterosklerosis) pada dinding pembuluh darah arteri. Mengonsumsi ikan laut kaya lemak sehat setidaknya dua kali seminggu dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung koroner, serangan jantung, dan stroke. Omega-3 juga membantu menstabilkan irama jantung, mengurangi risiko aritmia yang mematikan.

2. Mendukung Perkembangan Otak Janin dan Anak

Bagi ibu hamil, mengonsumsi ikan kombong sangat dianjurkan. DHA (bagian dari Omega-3) adalah komponen struktural utama pada otak dan retina mata. Asupan DHA yang cukup selama kehamilan dan masa menyusui terbukti meningkatkan kecerdasan kognitif anak, kemampuan motorik, dan menurunkan risiko masalah perilaku. Selain itu, ikan kombong memiliki keunggulan lain: kadar merkurinya sangat rendah karena berada di rantai makanan bawah, sehingga jauh lebih aman untuk ibu hamil dibandingkan ikan predator besar seperti hiu atau makarel raja (king mackerel).

3. Mencegah dan Mengatasi Anemia

Kombinasi zat besi heme (zat besi dari hewan yang lebih mudah diserap tubuh) dan Vitamin B12 yang tinggi pada ikan kombong menjadikannya makanan yang sangat baik untuk mencegah anemia. Sel darah merah membutuhkan kedua nutrisi ini agar dapat terbentuk sempurna dan mengikat oksigen dengan optimal untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Jika kamu sering merasa lemas, pusing, dan pucat, selain memperbaiki pola makan, kamu juga bisa berkonsultasi lebih lanjut. Jika perlu mendapatkan nutrisi tambahan yang praktis, kamu bisa beli suplemen omega-3 atau vitamin darah melalui aplikasi kesehatan terpercaya.

4. Menjaga Kesehatan Tulang dan Gigi

Ikan kombong, terutama jika dimasak dengan cara dipresto hingga tulangnya lunak dan bisa dimakan, merupakan sumber kalsium dan fosfor yang sangat baik. Ikan ini juga mengandung Vitamin D secara alami. Vitamin D berfungsi sebagai “kunci” yang membuka pintu agar kalsium bisa diserap oleh usus dan masuk ke dalam tulang. Hal ini sangat berguna untuk mencegah osteoporosis (pengeroposan tulang) di masa tua.

Tips Memilih Ikan Kombong yang Segar di Pasar
  1. Perhatikan Mata: Pilih ikan dengan mata yang masih cembung, bening, dan tidak berdarah atau cekung.
  2. Cek Insang: Buka sedikit penutup insangnya. Ikan segar memiliki insang berwarna merah terang dan bersih, bukan kecokelatan atau berlendir pucat.
  3. Tekstur Daging: Tekan bagian perut atau punggung ikan secara perlahan. Daging ikan yang segar akan terasa kenyal dan langsung kembali ke bentuk semula saat dilepas.
  4. Aroma: Ikan segar berbau khas laut yang segar, tidak berbau busuk, menyengat, atau berbau seperti amonia.

Cara Sehat Mengolah Ikan Kombong

Meskipun ikan kombong sangat sehat, cara memasak yang salah bisa merusak kandungan nutrisinya, bahkan mengubahnya menjadi sumber penyakit. Kebiasaan masyarakat Indonesia yang sering menggoreng ikan secara deep-fry (merendam dalam minyak panas) sebenarnya kurang disarankan secara medis.

1. Kukus (Steam) atau Pepes

Ini adalah cara terbaik untuk mempertahankan kandungan Omega-3. Mengukus atau membuat pepes ikan kombong dengan bumbu rempah (kunyit, kemangi, serai, daun jeruk) tidak membutuhkan minyak tambahan. Suhu kukusan yang stabil tidak akan merusak struktur asam lemak tak jenuh pada ikan.

2. Panggang atau Bakar Ringan

Memanggang di dalam oven atau membakar di atas teflon (pan-sear) dengan sedikit minyak zaitun adalah alternatif yang sehat. Hindari membakar ikan langsung di atas arang hingga gosong menghitam, karena bagian yang gosong (karsinogen) dapat memicu risiko kanker dalam jangka panjang.

3. Jadikan Olahan Kuah (Sup atau Pindang)

Mengolah ikan kombong menjadi pindang serani, sup ikan asam pedas, atau kuah kuning sangat dianjurkan. Selain mendapatkan nutrisi dari ikan, kamu juga mendapatkan manfaat antioksidan dari rempah-rempah berlimpah yang ada di dalam kuahnya.

Penting dicatat: Menggoreng ikan kombong dalam minyak kelapa sawit yang sangat panas dan banyak akan menghancurkan sebagian besar Omega-3 dan menggantinya dengan lemak jenuh serta lemak trans dari minyak goreng. Jika kamu memiliki masalah kolesterol tinggi namun ragu dengan pola makanmu saat ini, ada baiknya kamu segera konsultasi ke dokter ahli gizi klinik untuk mendapatkan panduan diet yang aman dan disesuaikan dengan kondisi medis pribadimu.

Studi Terkait Asupan Ikan dan Kesehatan Jantung

Banyak jurnal medis internasional yang telah memvalidasi manfaat ikan laut berlemak seperti kombong. Sebuah studi komprehensif yang dipublikasikan dalam Journal of the American Heart Association menyebutkan bahwa mengonsumsi ikan yang kaya kandungan EPA dan DHA (seperti famili Scombridae) sebanyak 2 porsi per minggu secara konsisten, mampu menurunkan risiko kematian mendadak akibat serangan jantung hingga 36%.

Studi ini menegaskan bahwa Omega-3 bekerja dengan memperbaiki fungsi endotel (lapisan dalam pembuluh darah), menurunkan tekanan darah secara perlahan, serta mencegah pembekuan darah yang tidak normal (trombosis). Hal ini membuktikan bahwa rekomendasi memasukkan ikan kombong ke dalam piring makan harian memiliki dasar ilmiah yang sangat kuat.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Tabel Komposisi Pangan Indonesia: Nutrisi Ikan Laut.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Healthy Diet: Fish Consumption and Cardiovascular Health.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Omega-3 in fish: How eating fish helps your heart.
Journal of the American Heart Association. Diakses pada 2024. Marine Omega-3 Supplementation and Cardiovascular Disease.
National Institutes of Health (NIH). Diakses pada 2024. Vitamin B12 Fact Sheet for Health Professionals.

FAQ

1. Apakah ikan kombong dan ikan kembung itu sama?

Ya, ikan kombong adalah sebutan lokal yang sangat umum digunakan di beberapa wilayah di Indonesia untuk merujuk pada ikan kembung. Keduanya merujuk pada jenis ikan yang sama dari genus Rastrelliger yang kaya akan nutrisi dan mudah didapat di pasar.

2. Berapa kali sebaiknya kita mengonsumsi ikan kombong dalam seminggu?

Ahli gizi dan asosiasi kesehatan jantung merekomendasikan untuk mengonsumsi ikan laut berlemak, seperti ikan kombong, setidaknya 2 hingga 3 kali dalam seminggu. Porsi per sajian yang disarankan adalah sekitar 100-140 gram agar kebutuhan Omega-3 tubuh terpenuhi secara alami.

3. Apakah aman bagi ibu hamil untuk makan ikan kombong?

Sangat aman dan justru sangat dianjurkan. Ikan kombong termasuk dalam kategori ikan dengan kadar merkuri yang sangat rendah karena merupakan ikan perairan dangkal yang usianya relatif pendek. Kandungan DHA yang tinggi di dalamnya sangat esensial untuk perkembangan otak dan mata janin di dalam kandungan.

4. Kenapa ikan kombong tidak boleh sering-sering digoreng kering?

Menggoreng ikan dengan metode deep-frying (minyak banyak dan suhu tinggi) dapat merusak ikatan asam lemak Omega-3 yang sensitif terhadap panas esktrem. Selain itu, daging ikan akan menyerap minyak goreng dalam jumlah banyak, sehingga kalori dan lemak jahat (lemak jenuh/trans) meningkat drastis, menutupi manfaat sehat dari ikan itu sendiri.

Konsultasi dengan Dokter Spesialis Gizi Klinik via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Gizi Klinik terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang