• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Impulsif, Gejala Umum dari ADHD yang Perlu Diwaspadai
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Impulsif, Gejala Umum dari ADHD yang Perlu Diwaspadai

Impulsif, Gejala Umum dari ADHD yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 22 September 2020
Impulsif, Gejala Umum dari ADHD yang Perlu Diwaspadai

Halodoc, Jakarta - Singkatan dari Attention Deficit Hyperactivity Disorder, ADHD adalah gangguan yang membuat seseorang sulit mengendalikan gerakan fisiknya. Itulah sebabnya salah satu gejala umum dari ADHD adalah perilaku impulsif. Selain terjadi pada anak-anak, ADHD juga bisa dialami oleh orang dewasa. 

Seseorang yang mengidap ADHD akan mengalami berbagai gangguan, yang membuatnya berbeda dengan orang normal. Termasuk perilaku impulsif dan kesulitan mempertahankan fokus pada sesuatu. Beberapa orang dengan ADHD biasanya kesulitan untuk duduk diam, sedangkan beberapa lainnya bisa menunjukkan kombinasi gejala yang berbeda. 

Baca juga: Fakta Soal Anak ADHD yang Harus Orang Tua Tahu

Gejala Umum dari ADHD

Ada beberapa karakteristik yang menjadi gejala umum ADHD, yaitu perilaku impulsif, hiperaktif, dan kelalaian. Perilaku impulsif ditandai dengan kecenderungan untuk melakukan hal-hal tanpa dipikirkan terlebih dahulu. Sebenarnya hal ini berkaitan dengan gejala lainnya, yaitu hiperaktif.

Gejala hiperaktif pada orang dengan ADHD bisa terlihat dari tidak mampunya mereka untuk tetap diam atau duduk dengan tenang. Mereka juga akan mengalami kesulitan untuk menunggu giliran, sering menjawab sebelum pertanyaan atau perkataan orang lain selesai, dan terus-menerus gelisah.

ADHD juga dapat membuat pengidapnya sulit terlibat dalam suatu kegiatan, tanpa menimbulkan kebisingan yang berlebihan. Mereka sering mengetuk-ngetuk tangan ke meja atau kaki ke lantai, bahkan menggeliat. Hal itu terjadi karena mereka tidak bisa mengendalikan diri.

Selain perilaku impulsif dan hiperaktif, orang dengan ADHD juga memiliki karakteristik khas lainnya, yaitu kelalaian. Artinya, mereka tidak mampu untuk memerhatikan tugas atau cenderung melakukan suatu kecerobohan, karena tidak bisa fokus. 

Baca juga: 5 Resep Makanan Sehat untuk Anak ADHD

Itulah sebabnya pengidap ADHD sering kali kehilangan barang, lupa menyelesaikan tugas, tidak bisa mengikuti instruksi, dan menghindari tugas-tugas yang menuntut fokus ekstra.

Karena dapat mengganggu kehidupan sehari-hari, ada baiknya ADHD segera ditangani. Jika anak atau orang terdekat ada yang menunjukkan gejala ADHD, segera download aplikasi Halodoc untuk membicarakannya pada dokter

Diagnosis dan Pengobatan untuk ADHD

Pada kebanyakan kasus, ADHD sudah bisa didiagnosis saat usia anak-anak, tepatnya usia sekolah dasar. Meski ada juga yang hingga remaja atau bahkan dewasa tidak kunjung menerima diagnosis.

Sebenarnya, tidak ada metode diagnosis spesifik yang dapat mengidentifikasi ADHD. Dokter biasanya akan melakukan serangkaian pemeriksaan, untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab lain, seperti gangguan pendengaran atau penglihatan. 

Pada beberapa kasus, karakteristik ADHD bisa saja mirip dengan gejala kecemasan, depresi, gangguan belajar, dan gangguan tidur. Itulah sebabnya, diperlukan tanya jawab seputar riwayat perilaku, untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. 

Setelah diagnosis dipastikan, dokter biasanya akan merekomendasikan beberapa metode pengobatan, yang berupa kombinasi terapi. Namun, sebenarnya pengobatan untuk ADHD akan bergantung pada gejala yang ditunjukkan dan seberapa parah dampaknya pada kehidupan sehari-hari. 

Baca juga: Begini Cara Asuh yang Tepat untuk Balita ADHD

Berikut ini metode pengobatan yang umumnya dilakukan untuk pengidap ADHD:

1.Terapi Perilaku

Terapi ini bertujuan untuk membantu pengidap membangun keterampilan sosial, mempelajari teknik perencanaan, dan meningkatkan kemampuan dalam menyelesaikan tugas. 

2.Pemberian Obat

Beberapa obat akan diresepkan untuk membantu meningkatkan fokus pengidap ADHD. Beberapa jenis obat yang umum diberikan adalah stimulan, seperti adderall, focalin, concerta, dan ritalin.

3.Dukungan Orangtua

Selain dari dokter, dukungan dari orangtua sangat penting untuk membantu menanggapi perilaku yang sulit dihadapi. Termasuk memastikan pengidap ADHD mendapatkan obat-obatan.

Perlu diketahui bahwa ADHD memang tidak bisa sembuh dengan cepat. Dibutuhkan proses dan waktu yang tidak sebentar, dan tergantung juga pada usia pengidapnya. Pada beberapa kasus, gejala ADHD bisa membaik seiring bertambahnya usia. 


Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2020. What to know about ADHD.
WebMD. Diakses pada 2020. Attention Deficit Hyperactivity Disorder in Adults.