• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • In 6 Cara Merawat Bayi dengan Berat Badan Rendah

In 6 Cara Merawat Bayi dengan Berat Badan Rendah

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Sudah tahu kalau bayi yang lahir dengan berat badan lahir rendah lebih rentan mengalami gangguan kesehatan? Ada berbagai masalah yang bisa menghantuinya, seperti gangguan pernapasan, bayi kuning, hingga terhambatnya tumbuh kembangnya. 

Ada berbagai faktor yang bisa menyebabkan kondisi ini. Mulai dari lahir prematur, masalah kesehatan yang dialami ibu selama hamil, infeksi kehamilan, atau pula kehamilan kembar. Lantas, bagaimana sih cara merawat bayi dengan berat badan rendah agar mereka selalu sehat dan perkembangannya berjalan optimal?

1.Terus Berikan Asupan ASI

Pada dasarnya tidak ada makanan lain selain ASI yang paling baik bagi bayi, khususnya selama enam bulan pertama kehidupannya. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ASI mengandung komponen makro dan mikro nutrien yang dibutuhkan bayi dalam tumbuh kembangnya. Makronutrien contohnya seperti karbohidrat, protein dan lemak, sedangkan mikronutrien adalah berbagai vitamin dan mineral penting yang dibutuhkan tubuhnya. 

Baca juga: Ini 6 Manfaat ASI Eksklusif Bagi Ibu dan Bayi

Nah, salah satu cara merawat bayi dengan berat badan lahir rendah adalah terus memberikan asupan ASI pada dirinya. Ingat, jangan sekali-kali memberikan asupan lain selain ASI atau susu formula pada bayi di bawah 6 bulan. Untuk bayi dengan berat badan rendah, berikan ASI tiap tiga jam atau dua jam sekali. 

2.Ikuti Pedoman Tidur yang Aman

Co-sleeping atau tidur bersama dengan bayi memiliki banyak kelebihan dan mempermudah ibu menyusui di malam hari. Ibu juga dapat menikmati kedekatan dengan berbagi tempat tidur dengan bayi. 

Perlu diingat, bayi yang berusia tiga bulan atau lebih muda, lahir lebih awal (prematur), atau memiliki berat badan lahir rendah paling rentan terhadap sindrom kematian bayi mendadak (sudden infant death syndrome/SIDS) saat tidur bersama.

Untungnya, SIDS adalah kasus yang jarang terjadi. Di samping itu, menurut penelitian bayi dari orangtua di wilayah Asia Selatan memiliki tingkat kematian SIDS yang relatif lebih rendah.

Hal yang perlu diingat, cobalah jangan tidur di ranjang yang sama dengan bayi. Sebagai gantinya, ibu dapat menggunakan boks bayi, buaian, atau ranjang bayi di samping tempat tidur ibu. Terakhir, selalu posisikan bayi untuk tidur telentang, bukannya tengkurap atau miring.

3.Kontak Antar Kulit

Bayi yang baru lahir dengan berat badan rendah memiliki lapisan lemak yang tipis. Kondisi inilah yang membuat mereka sulit mempertahankan suhu tubuh. Makanya jangan heran bila mereka cenderung memiliki suhu dingin. Waspada, kondisi ini bisa saja menyebabkan hipotermia. 

Nah, cara merawat bayi dengan berat badan rendah di kondisi ini bisa dengan memperbanyak kontak antar kulit atau yang dikenal dengan metode kangaroo care. Metode kangaroo care memiliki berbagai manfaat, antara lain: 

  • Membantu menambah berat badannya.
  • Menjaga kehangatan tubuhnya
  • Mengatur detak jantung dan pernapasannya
  • Membantu tidurnya lebih nyenyak, lama, dan berkualitas.
  • Memberikan kesempatan menyusui yang lebih baik.
  • Nembantunya menghabiskan lebih banyak waktu untuk diam dan waspada, serta lebih sedikit waktu menangis

Nah, ibu disarankan untuk melakukan kontak sesering mungkin dengan bayi. Caranya dengan menggendong bayi dengan menggunakan kain yang membentuk seperti kantung kangguru. Hal ini bisa memudahkan ibu untuk mengawasi bayi saat memberikan ASI. 

Baca juga: Yang Harus Diketahui untuk Merawat Bayi Prematur

4.Habiskan Lebih Banyak Waktu di Suasana Kondusif

Bayi yang lahir dengan berat badan rendah semestinya harus selalu berada dalam kondisi lingkungan yang nyaman. Tujuannya agar mereka bisa tumbuh dengan berkembang dengan baik.

Di samping itu, ibu perlu meluangkan banyak waktu dengan dirinya. Ibu bisa menghabiskan waktu dengan menggendong atau mengajaknya bermain. 

5.Imunisasi Bayi

Bayi yang terlahir dengan berat badan rendah cenderung rentan terserang penyakit infeksi. Mulai dari flu, diare, bahan hingga pneumonia. Kok bisa?

Pasalnya, bayi dengan kondisi ini cenderung memiliki sistem imun yang lemah. Nah, untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit, pastikan jadwal imunisasi sudah tepat, dan pemberiannya sesuai dengan saran yang dianjurkan dokter. 

6.Pantau Pertumbuhan dan Perkembangannya

Cara merawat bayi dengan berat badan rendah lainnya adalah dengan selalu memantau pertumbuhan dan perkembangannya. Ingat, terdapat keluhan kesehatan atau komplikasi yang bisa menghantui bayi dengan berat badan rendah. Contohnya, gangguan perkembangan paru-paru, masalah neurologis, hingga masalah pernapasan.

Baca juga: Ketahui Berat Badan Bayi yang Ideal

Oleh sebab itu, ibu harus selalu memantau pertumbuhan dan perkembangannya dengan cermat. Misalnya, membawa bayi ke dokter anak secara teratur agar dokter bisa memonitor kondisi kesehatan bayi. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Ibu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, ibu bisa menghubungi dokter ahli kapan saja dan di mana saja. Praktis, kan? 



Referensi:
BabyCenter. Diakses pada 2020. How do I take care of my low birth weight baby?
Baby Centre UK. Diakses pada 2020. Low Birth Weight in Babies.
WHO. Diakses pada 2020. Optimal feeding of Low Birthweight Infants 
IDAI. Diakses pada 2020. Nilai Nutrisi Air Susu Ibu.