• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 3 Fakta tentang Hematophobia atau Phobia Darah
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 3 Fakta tentang Hematophobia atau Phobia Darah

Ini 3 Fakta tentang Hematophobia atau Phobia Darah

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 14 Desember 2022

“Terdapat beberapa fakta mengenai hematophobia yang perlu diketahui. Salah satunya adalah beragam faktor risiko yang dapat memicu kondisi ini terjadi.”

Ini 3 Fakta tentang Hematophobia atau Phobia DarahIni 3 Fakta tentang Hematophobia atau Phobia Darah

Halodoc, Jakarta – Fobia dapat diartikan sebagai rasa takut berlebihan terhadap sesuatu yang pada dasarnya tidak membahayakan. Rasa takut tersebut dapat timbul saat menghadapi situasi tertentu, atau saat melihat benda, hewan, atau mengunjungi tempat tertentu. 

Nah, bagi mereka yang memiliki fobia, setiap orang tentunya memiliki rasa takut yang bervariasi. Salah satunya adalah hematophobia atau phobia darah yang umumnya terjadi pada orang dewasa. Namun, anak-anak juga diketahui dapat memiliki phobia terhadap darah. Nah, mengingat kondisi ini dirasa cukup lumrah terjadi, khususnya pada anak-anak, tak ada salahnya untuk mengetahui beberapa fakta mengenai hematophobia di sini! 

Fakta tentang Hematophobia yang Perlu Diketahui

Terdapat beberapa fakta mengenai hematophobia yang perlu diketahui, antara lain: 

1. Memiliki beragam faktor risiko

Fobia spesifik sering kali pertama kali muncul pada masa kanak-kanak, antara usia 10 dan 13 tahun. Selain itu, hematophobia juga dapat terjadi bersamaan dengan gangguan psikoneurotik lainnya, seperti agorafobia, fobia hewan, dan gangguan panik. Faktor risiko tambahan meliputi:

  • Genetika. Beberapa orang lebih mungkin mengembangkan fobia daripada yang lain. Mungkin ada hubungan genetik, atau seseorang mungkin sangat sensitif atau emosional terhadap darah. 
  • Orang tua atau pengasuh yang cemas. Seorang anak mungkin belajar untuk takut akan sesuatu setelah melihat pola ketakutan. Misalnya, jika seorang anak melihat ibunya takut darah, dia mungkin juga mengembangkan fobia terhadap darah.
  • Orang tua atau pengasuh yang terlalu protektif. Beberapa orang mungkin mengembangkan kecemasan yang lebih umum. Ini mungkin akibat berada di lingkungan di mana seseorang terlalu bergantung pada orang tua yang terlalu protektif.
  • Trauma. Peristiwa stres atau traumatis dapat menyebabkan fobia. Untuk fobia darah, kondisi ini mungkin terkait dengan tinggal di rumah sakit atau cedera serius yang melibatkan darah.

2. Gejala yang muncul pada fisik dan emosional 

Setiap jenis fobia memiliki gejala fisik dan emosional yang serupa dan muncul ketika seseorang menyaksikan pemicunya. Nah, pada hematophobia, gejala pengidapnya dapat dipicu ketika melihat darah baik secara langsung di kehidupan nyata atau televisi. Selain itu, beberapa pengidapnya mungkin merasakan gejalanya setelah memikirkan darah atau melihat prosedur medis tertentu, seperti transfusi darah. Gejala fisik yang dipicu oleh fobia ini dapat meliputi:

  • Kesulitan bernapas. 
  • Detak jantung yang cepat.
  • Sesak atau nyeri di dada.
  • Tubuh atau tangan yang gemetar. 
  • Merasa pusing secara tiba-tiba. 
  • Merasa mual di sekitar darah atau luka
  • Berkeringat. 

Sementara itu, gejala emosional dari phobia ini mungkin termasuk:

  • Perasaan cemas atau panik yang ekstrem. 
  • Kebutuhan yang luar biasa untuk melarikan diri dari situasi di mana darah terlibat. 
  • Merasa seperti kehilangan kendali atas diri sendiri saat melihat darah. 
  • Merasa seperti kamu mungkin akan mati atau pingsan ketika menyaksikan darah. 
  • Adanya perasaan tidak berdaya atas ketakutan yang dialami. 

hematophobia unik karena juga menghasilkan apa yang disebut respons vasovagal. Respons vasovagal diartikan sebagai kondisi penurunan detak jantung dan tekanan darah sebagai respons terhadap pemicu, seperti melihat darah. Ketika ini terjadi, pengidap hematophobia mungkin merasa pusing atau pingsan. 

3. Anak-anak memiliki gejala yang berbeda

Anak-anak mengalami gejala fobia dengan cara yang berbeda. Nah, anak-anak dengan hematophobia dapat:

  • Mengamuk. 
  • Menjadi manja kepada orang tuanya. 
  • Mudah menangis atau rewel. 
  • Memiliki kecenderungan untuk bersembunyi. 
  • Menolak untuk meninggalkan sisi pengasuh mereka di sekitar darah atau situasi di mana darah dapat hadir. 

Itulah beberapa fakta mengenai hematophobia atau fobia darah. Jika kamu masih memiliki pertanyan seputar kondisi ini, segeralah hubungi dokter. Melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa tanya dokter tepercaya untuk mendapatkan informasi medis yang dibutuhkan. Tentunya secara langsung melalui fitur chat/video call. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2022. What Is Hemophobia?
Rx List. Diakses pada 2022. Definition of Hematophobia.