Ad Placeholder Image

Ini 5 Buah yang Baik Dikonsumsi saat Diet

10 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   17 Juni 2026

Ada banyak buah untuk diet yang cocok dikonsumsi secara rutin, contohnya jeruk bali, apel, dan kiwi.

Ini 5 Buah yang Baik Dikonsumsi saat DietIni 5 Buah yang Baik Dikonsumsi saat Diet

DAFTAR ISI


Menurunkan berat badan sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi banyak orang. Kunci utama dari program diet yang sukses sebenarnya terletak pada prinsip defisit kalori, di mana jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh harus lebih sedikit daripada kalori yang dibakar. Namun, sekadar mengurangi makan saja tidak cukup. Kualitas kalori yang kamu konsumsi sangat menentukan apakah kamu akan merasa kelaparan sepanjang hari atau tetap bertenaga. Di sinilah peran penting nutrisi utuh, terutama buah-buahan segar.

Buah merupakan salah satu anugerah alam yang sangat mendukung program diet sehat. Berbeda dengan camilan olahan yang tinggi gula tambahan dan kalori kosong, buah secara alami mengandung air, serat, serta berbagai mikronutrien penting seperti vitamin, mineral, dan antioksidan. Serat dalam buah bekerja dengan cara memperlambat proses pengosongan lambung, sehingga hormon pemberi sinyal lapar (seperti ghrelin) dapat ditekan, dan kamu pun merasa kenyang lebih lama. Selain itu, kandungan gula alami dalam buah (fruktosa) diserap secara perlahan oleh tubuh berkat adanya serat penyeimbang, sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang drastis.

Meskipun buah sangat menyehatkan, pendekatan diet setiap individu sebaiknya disesuaikan dengan profil kesehatan masing-masing. Jika kamu memiliki riwayat medis tertentu, seperti diabetes, resistensi insulin, PCOS (Polycystic Ovary Syndrome), atau kesulitan menurunkan berat badan meski sudah mencoba berbagai cara, sebaiknya jangan mendiagnosis atau menangani sendiri. Sangat disarankan untuk segera melakukan konsultasi ke dokter atau spesialis gizi guna merencanakan program diet yang dipersonalisasi, aman, dan tepat sasaran.

Nah, bagi kamu yang ingin memulai kebiasaan makan sehat, memilih buah yang tepat bisa menjadi langkah awal yang luar biasa. Mau tahu apa saja pilihan buah diet terbaik yang bisa kamu konsumsi secara rutin? Berikut ulasan lengkap dan panduan medisnya!

Rekomendasi Buah Diet yang Terbukti Ampuh

Tidak semua buah diciptakan sama dalam hal efektivitasnya untuk menurunkan berat badan. Beberapa buah memiliki kepadatan kalori yang lebih rendah atau serat spesifik yang lebih tinggi. Berikut adalah rekomendasi buah-buahan yang secara klinis dinilai sangat menguntungkan bagi kamu yang sedang menjalani program penurunan berat badan.

1. Apel

Apel adalah primadona dalam urusan diet. Satu buah apel ukuran sedang (sekitar 150 gram) hanya mengandung sekitar 95 kalori, namun dilengkapi dengan 4,4 gram serat makanan. Kandungan serat utama dalam apel adalah pektin, sejenis serat larut air yang sangat efektif dalam membentuk gel di dalam saluran cerna. Gel ini akan memperlambat pencernaan dan penyerapan gula, sehingga gula darah tetap stabil dan rasa kenyang bertahan lebih lama.

Kandungan air yang tinggi dalam apel (sekitar 86%) juga memberikan volume yang besar di lambung tanpa menambahkan kalori ekstra. Sangat disarankan untuk mengonsumsi apel secara utuh beserta kulitnya, karena sebagian besar serat dan antioksidan (seperti quercetin) justru terkandung di bagian kulit luar.

2. Alpukat

Berbeda dengan mayoritas buah lain yang tinggi karbohidrat dan air, alpukat justru padat akan lemak sehat, khususnya asam lemak tak jenuh tunggal (oleic acid). Meskipun kalorinya lebih tinggi (sekitar 160 kalori per 100 gram), lemak sehat ini sangat krusial untuk memberikan sinyal kepuasan yang kuat ke otak, sehingga mencegah kamu dari keinginan ngemil berlebihan.

Selain lemak, alpukat juga sangat kaya akan serat dan rendah karbohidrat yang dapat memicu lonjakan insulin. Namun, karena padat kalori, konsumsinya tetap perlu dibatasi dan disesuaikan dengan batas kalori harianmu. Setengah buah alpukat per hari sudah cukup untuk memberikan manfaat metabolisme tanpa merusak defisit kalori.

3. Buah Beri (Stroberi dan Blueberry)

Buah beri, seperti stroberi, blueberry, dan raspberry, sering disebut sebagai superfood. Buah-buahan ini sangat rendah kalori namun sangat kaya akan nutrisi. Setengah cangkir (sekitar 75 gram) blueberry hanya mengandung 42 kalori tetapi memberikan asupan vitamin C dan mangan yang tinggi.

Warna gelap pada buah beri berasal dari pigmen antosianin, yang merupakan antioksidan kuat. Penelitian medis menunjukkan bahwa konsumsi antosianin dapat membantu memperbaiki sensitivitas insulin, yang berarti sel-sel tubuh menjadi lebih efisien dalam menggunakan gula darah sebagai energi daripada menyimpannya sebagai jaringan lemak.

4. Pisang

Banyak orang menghindari pisang saat diet karena khawatir akan kandungan karbohidrat dan gulanya yang lebih tinggi dibanding buah lain. Faktanya, pisang merupakan sumber energi yang sangat baik, terutama jika kamu juga berolahraga secara rutin. Pisang berukuran sedang mengandung sekitar 105 kalori dan sangat kaya akan kalium, mineral penting untuk kontraksi otot dan mencegah kram.

Menariknya, jika kamu mengonsumsi pisang yang tingkat kematangannya belum terlalu tinggi (masih ada semburat hijau), kamu akan mendapatkan asupan pati resisten (resistant starch). Pati resisten tidak dicerna di lambung, melainkan langsung menuju usus besar untuk menjadi makanan bagi bakteri baik (mikrobioma). Bakteri usus yang sehat sangat erat kaitannya dengan pencegahan obesitas.

5. Jeruk Bali Merah (Grapefruit)

Grapefruit atau jeruk bali merah secara historis sangat populer dalam berbagai literatur diet. Buah ini sangat rendah kalori (hanya sekitar 39 kalori per setengah buah) dan kaya akan vitamin A serta C. Beberapa studi menemukan bahwa mengonsumsi setengah buah grapefruit sebelum makan utama dapat menurunkan kadar insulin dan memicu penurunan berat badan yang signifikan.

Peringatan Farmakologis: Meskipun sangat bermanfaat, grapefruit mengandung senyawa furanocoumarin yang dapat menghambat enzim CYP3A4 di organ hati. Jika kamu sedang mengonsumsi obat resep seperti penurun kolesterol (golongan statin) atau obat penurun tekanan darah (golongan calcium channel blocker), hindari konsumsi jeruk ini tanpa berkonsultasi dengan dokter, karena dapat memicu keracunan obat akibat peningkatan kadar obat di dalam darah.

Tips Cerdas Memilih dan Mengonsumsi Buah untuk Diet
  1. Pilih buah utuh dibandingkan jus. Proses membuat jus menghancurkan serat alami buah yang bertugas menahan rasa kenyang dan mengontrol gula darah.
  2. Konsumsi bersama sumber protein. Memadukan buah (seperti apel atau pisang) dengan protein (seperti yogurt plain atau selai kacang murni) akan memperlambat penyerapan karbohidrat lebih jauh lagi.
  3. Perhatikan porsi. Meskipun menyehatkan, buah tetap memiliki kalori. Terlalu banyak kalori dari sumber sehat sekalipun tetap bisa menyebabkan kenaikan berat badan.

6. Kiwi

Buah kecil berbulu ini menyimpan profil nutrisi yang mengagumkan. Satu buah kiwi mengandung vitamin C melebihi kebutuhan harian, vitamin K, folat, dan serat. Indeks glikemik (kecepatan makanan menaikkan gula darah) kiwi juga tergolong rendah, sehingga sangat aman untuk menjaga stabilitas insulin.

Kiwi juga dikenal mengandung enzim actinidin yang membantu memecah protein, sehingga melancarkan pencernaan. Selain itu, kiwi mengandung serotonin alami yang dapat membantu memperbaiki kualitas tidur. Tidur yang cukup dan berkualitas sangat esensial dalam diet, karena kurang tidur terbukti meningkatkan hormon lapar secara drastis.

7. Melon dan Semangka

Kelompok buah yang tinggi kadar airnya (mencapai lebih dari 90%) seperti semangka dan melon sangat bagus untuk memberikan sensasi volume di lambung tanpa membebani tubuh dengan kalori berlebih. Satu cangkir semangka potong dadu hanya menyumbang sekitar 46 kalori.

Konsumsi buah tinggi air juga membantu menjaga hidrasi sel-sel tubuh, yang pada gilirannya akan mengoptimalkan laju metabolisme pembakaran lemak (lipolisis). Namun perhatikan, karena seratnya relatif lebih rendah, hindari makan berlebihan agar lonjakan gula darah tetap terkendali.

8. Pepaya

Pepaya adalah buah tropis yang mudah didapatkan dan harganya terjangkau, namun manfaat medisnya luar biasa. Pepaya mengandung enzim papain yang secara alami membantu sistem pencernaan mencerna protein dengan lebih baik. Bagi kamu yang sering mengalami perut kembung atau sembelit saat melakukan perubahan pola makan diet, pepaya bisa menjadi solusi alami yang ampuh.

9. Buah Pir

Pir memiliki karakter yang mirip dengan apel. Satu buah pir berukuran sedang dapat memasok hampir 6 gram serat (sekitar 24% dari kebutuhan serat harian yang direkomendasikan untuk wanita). Serat yang padat dalam buah pir sebagian besar merupakan jenis serat larut yang membantu memelihara bakteri baik usus.

10. Markisa

Berasal dari Amerika Selatan, markisa kini mudah ditemukan di Indonesia. Ukurannya kecil, tapi 18 gram markisa utuh hanya memiliki sekitar 17 kalori dan kaya akan serat, vitamin C, vitamin A, zat besi, dan kalium. Biji markisa utuh menyediakan serat ekstra yang memperlambat metabolisme, serta mengandung senyawa aktif berupa piceatannol yang pada beberapa studi lab menunjukkan potensi menurunkan tekanan darah dan meningkatkan sensitivitas sel terhadap insulin.

Kesalahan Umum Saat Mengonsumsi Buah untuk Diet

1. Mengganti Buah Segar dengan Jus Kemasan

Jus buah komersial yang dijual di pasaran sering kali sudah kehilangan serat halusnya (dietary fiber) dan ditambahkan pemanis buatan yang sangat tinggi, seperti sirup fruktosa. Bukannya menurunkan berat badan, konsumsi jus kemasan justru bisa memicu penumpukan lemak visceral di area perut.

2. Mengonsumsi Buah Kering Tanpa Takaran

Kismis, kurma kering, atau cranberry kering memang berasal dari buah asli. Namun proses pengeringan menghilangkan kadar airnya, sehingga kalorinya menjadi sangat padat. Segenggam buah kering memiliki jumlah gula dan kalori yang berlipat ganda dibandingkan porsi buah segarnya. Jika kamu ingin mengonsumsi buah kering sebagai camilan pramusim olahraga (pre-workout), pastikan menakarnya secara teliti.

Studi Mengenai Pengaruh Buah terhadap Penurunan Berat Badan

PLOS Medicine menerbitkan studi besar dan komprehensif di tahun 2015 yang meneliti korelasi antara perubahan konsumsi buah-buahan dan sayuran dengan perubahan berat badan pada lebih dari 133.000 orang dewasa di Amerika Serikat selama periode 24 tahun.

Hasil studi tersebut menemukan fakta klinis yang kuat bahwa peningkatan porsi harian buah-buahan secara konsisten berkaitan erat dengan penurunan berat badan seiring bertambahnya usia. Secara spesifik, buah-buahan yang kaya akan serat dan indeks glikemik rendah, seperti beri-berian, apel, dan pir, menunjukkan efek perlindungan terbesar terhadap kenaikan berat badan. Hal ini membuktikan bahwa kualitas jenis makanan karbohidrat (seperti asupan serat utuh dari buah) jauh lebih penting daripada sekadar restriksi (pengurangan) kalori ekstrem.

Sebagai kesimpulan, menambahkan buah-buahan bernutrisi tinggi dalam daftar menu harian merupakan strategi diet yang cerdas, menyehatkan, dan dapat dipertahankan untuk jangka panjang. Jangan sampai program diet yang terlalu menyiksa justru menurunkan massa otot dan merusak metabolisme tubuhmu.

Untuk menunjang kesehatan organ pencernaan dan mengoptimalkan daya tahan tubuh selama proses adaptasi penurunan berat badan, kamu juga bisa beli vitamin atau suplemen kesehatan tambahan dengan praktis dan cepat secara online di Halodoc. Selain itu, pastikan tetap mengombinasikan konsumsi nutrisi seimbang dengan pola tidur yang cukup dan aktivitas fisik (olahraga aerobik dan angkat beban) minimal 150 menit per minggu untuk hasil yang lebih memuaskan.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Weight loss: Choosing a diet that’s right for you.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. The Best Fruits for Weight Loss.
Bertoia, M. L., et al. (2015). Changes in Intake of Fruits and Vegetables and Weight Change in United States Men and Women Followed for Up to 24 Years: Analysis from Three Prospective Cohort Studies. PLOS Medicine. Diakses pada 2024.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2024. The effects of fruit consumption on weight loss and health.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Healthy diet fact sheet.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Apakah aman makan buah manis saat diet?

Sangat aman, selama dikonsumsi utuh dan dalam batas kalori harian. Meskipun rasanya manis, buah mengandung fruktosa yang dikemas secara biokimia bersama serat larut dan tidak larut. Keberadaan serat ini akan memperlambat laju pencernaan dan penyerapan gula ke dalam sirkulasi darah, sehingga meminimalisir lonjakan insulin yang bisa menyebabkan penumpukan lemak.

2. Bisakah menurunkan berat badan dengan hanya makan buah (diet buah)?

Diet ekstrem yang hanya mengandalkan satu kelompok makanan (seperti buah saja) sangat tidak direkomendasikan secara medis. Tubuh manusia membutuhkan makronutrien penting lainnya yaitu protein dan lemak sehat untuk menjalankan fungsi hormonal, regenerasi sel, dan menjaga massa otot. Kehilangan massa otot saat diet justru akan menurunkan Basal Metabolic Rate (BMR), membuat berat badan mudah naik kembali (efek yoyo).

3. Kapan waktu terbaik mengonsumsi buah untuk diet?

Pada dasarnya, kalori dari buah akan dihitung sama oleh tubuh terlepas jam berapa pun dikonsumsi. Namun, mengonsumsi buah sebagai camilan di antara waktu makan berat dapat menjadi strategi jitu untuk menekan rasa lapar. Kamu juga bisa memakannya 30 menit sebelum berolahraga guna mendapatkan dorongan energi instan yang berasal dari karbohidrat sederhana tanpa membebani kerja lambung.

4. Apakah pisang bisa membuat berat badan bertambah?

Tidak ada satu jenis makanan utuh yang secara spesifik akan membuat gemuk, termasuk pisang. Kenaikan berat badan terjadi akibat surplus kalori secara keseluruhan dari pola makan harian yang berlebihan. Karena pisang sangat mengenyangkan, buah ini justru bisa membantumu mengurangi konsumsi camilan lain yang lebih padat kalori seperti kue atau keripik, sehingga mendukung tujuan dietmu secara efektif.