Ad Placeholder Image

Ini 5 Mitos Kedutan pada Kelopak Mata Kiri dan Penyebabnya Menurut Medis

9 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   18 Juni 2026

Kedutan kelopak mata kiri karena beberapa alasan seperti kelelahan hingga terlalu lama menatap layar elektronik.

Ini 5 Mitos Kedutan pada Kelopak Mata Kiri dan Penyebabnya Menurut MedisIni 5 Mitos Kedutan pada Kelopak Mata Kiri dan Penyebabnya Menurut Medis

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu tiba-tiba merasakan sensasi berdenyut atau mata berkedip sebelah kiri tanpa bisa dikendalikan? Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, kondisi ini sering kali langsung dikaitkan dengan berbagai mitos dan primbon. Ada yang bilang itu pertanda akan menangis, ada pula yang meyakini akan mendapat rezeki nomplok atau bertemu dengan kerabat jauh. Kepercayaan ini sudah turun-temurun dan melekat kuat dalam budaya kita.

Namun, jika dilihat dari kacamata medis, kedutan pada kelopak mata memiliki penjelasan ilmiah yang sangat rasional. Dalam dunia kedokteran, kondisi kelopak mata yang berkedut atau bergerak dengan sendirinya disebut dengan istilah myokymia. Kondisi ini pada dasarnya adalah kontraksi atau kejang otot yang terjadi secara spontan, tidak disengaja, dan biasanya bersifat sementara.

Memahami penyebab di balik mata yang sering berkedip sebelah kiri sangatlah penting. Mengapa? Karena meskipun sebagian besar kasus myokymia bersifat jinak dan tidak berbahaya, ada kalanya kedutan yang tak kunjung hilang menjadi “alarm” dari tubuh bahwa ada sesuatu yang salah. Mulai dari gaya hidup yang tidak sehat, tingkat stres yang terlalu tinggi, hingga kemungkinan adanya gangguan pada sistem saraf wajah yang memerlukan intervensi medis lebih lanjut.

Dengan mengenali perbedaan antara kedutan mata biasa dan kedutan yang merupakan gejala penyakit saraf, kamu bisa mengambil langkah penanganan yang lebih tepat. Nah, mau tahu apa saja penjelasan medis di balik fenomena ini dan bagaimana cara menanganinya dengan aman? Berikut ulasan lengkapnya!

Mitos vs Medis: Mata Kedutan Sebelah Kiri

Sebelum kita membahas lebih dalam mengenai anatomi dan penyebab medis dari kedutan mata, mari kita luruskan beberapa mitos yang paling sering beredar di masyarakat terkait kelopak mata kiri yang berkedut. Mitos-mitos ini sering kali membuat seseorang merasa cemas berlebihan atau justru terlalu berharap akan sesuatu yang tidak pasti.

1. Mitos Akan Mendapat Kesialan atau Menangis

Menurut beberapa primbon lokal, jika kelopak mata kiri bawah berkedut, itu adalah pertanda buruk bahwa seseorang akan segera menangis atau tertimpa kesialan. Faktanya secara medis, air mata mungkin saja keluar saat mata kedutan, tetapi itu bukan karena kesialan. Hal itu terjadi karena kelenjar air mata terstimulasi oleh kontraksi otot kelopak mata yang berlebihan, atau bisa jadi merupakan respons tubuh terhadap kondisi mata kering (dry eyes).

2. Mitos Akan Bertemu Seseorang

Ada juga mitos yang menyebutkan bahwa kedutan pada kelopak mata kiri atas adalah tanda bahwa kamu akan segera bertemu dengan seseorang yang dirindukan atau kerabat jauh. Secara medis, tidak ada korelasi antara gerakan otot wajah dengan kedatangan seseorang. Gerakan ini murni impuls saraf motorik yang salah tembak (misfire) ke otot orbicularis oculi di sekitar mata.

Apa Itu Myokymia Kelopak Mata?

Secara anatomis, kelopak mata kita digerakkan oleh otot yang disebut orbicularis oculi. Otot ini dikendalikan oleh saraf wajah (nervus fasialis). Ketika terjadi miskomunikasi sementara antara saraf dan otot ini, terjadilah kontraksi kecil yang cepat dan berulang. Inilah yang oleh dokter disebut sebagai myokymia kelopak mata.

Myokymia biasanya hanya memengaruhi kelopak mata bagian bawah, meskipun kelopak mata atas juga bisa mengalaminya. Kedutan ini umumnya hanya terjadi pada satu mata pada satu waktu (unilateral), sehingga wajar jika kamu hanya merasakan mata kiri saja yang berkedip. Sensasinya sering kali terasa sangat kuat bagi orang yang mengalaminya, seolah-olah seluruh mata bergerak-gerak, namun jika dilihat di cermin atau diperhatikan oleh orang lain, gerakannya sering kali sangat halus dan hampir tidak terlihat.

Durasi myokymia bisa sangat bervariasi. Ada yang hanya berlangsung selama beberapa detik, beberapa menit, dan kemudian menghilang. Namun, pada beberapa kasus, myokymia bisa datang dan pergi selama beberapa hari, minggu, atau bahkan berbulan-bulan, yang tentu saja bisa sangat mengganggu konsentrasi dan kenyamanan penglihatan.

Penyebab Umum Mata Kedutan Sebelah Kiri

Lalu, apa yang sebenarnya memicu saraf dan otot mata menjadi sangat sensitif hingga berkedut sendiri? Sebagian besar pemicu myokymia berasal dari faktor gaya hidup sehari-hari. Berikut adalah penyebab medis paling umum:

1. Stres dan Kecemasan

Stres adalah penyebab nomor satu dari kedutan kelopak mata. Ketika tubuh mengalami stres, kelenjar adrenal akan melepaskan hormon kortisol dan adrenalin. Peningkatan hormon ini memicu respons “fight or flight” yang membuat sistem saraf pusat menjadi sangat waspada dan sensitif. Akibatnya, otot-otot kecil di tubuh, termasuk otot di sekitar mata, menjadi lebih mudah mengalami kejang atau kontraksi spontan.

2. Kelelahan Mata (Eye Strain)

Di era digital saat ini, kita menatap layar smartphone, komputer, dan tablet selama berjam-jam setiap harinya. Paparan cahaya biru (blue light) dan fokus mata yang intens jarak dekat menyebabkan otot-otot siliaris di dalam mata dan otot kelopak mata bekerja terlalu keras. Kelelahan visual ekstrem ini memicu otot untuk berkedut sebagai tanda bahwa mata butuh istirahat.

3. Kurang Tidur

Tidur adalah fase krusial bagi sistem saraf untuk beristirahat dan memperbaiki sel-sel yang rusak. Kurang tidur, baik karena insomnia, begadang, atau kualitas tidur yang buruk, dapat membuat saraf menjadi terlalu aktif secara abnormal. Kelelahan fisik kronis ini sangat sering bermanifestasi sebagai kedutan pada kelopak mata kiri maupun kanan.

4. Mata Kering (Dry Eyes)

Kondisi mata kering banyak dialami oleh orang dewasa di atas usia 50 tahun, pengguna lensa kontak, atau mereka yang sering berada di ruangan ber-AC. Ketika permukaan kornea kering, kelopak mata akan berusaha berkedip lebih sering untuk mendistribusikan air mata. Iritasi kronis akibat mata kering ini bisa membuat saraf di sekitar mata meradang ringan dan memicu kedutan. Untuk kondisi ini, penggunaan obat tetes mata yang mengandung air mata buatan dapat sangat membantu melembapkan permukaan mata.

5. Konsumsi Kafein dan Alkohol Berlebih

Kafein (dalam kopi, teh, soda, minuman berenergi) adalah stimulan kuat yang memblokir adenosin, senyawa yang membuat tubuh merasa lelah, dan mempercepat aktivitas sistem saraf pusat. Terlalu banyak kafein membuat otot lebih rentan terhadap kejang. Begitu pula dengan alkohol, meskipun alkohol adalah depresan saraf, saat efeknya mulai memudar, sering terjadi efek “rebound” yang menyebabkan hiperaktivitas saraf otot.

6. Kekurangan Nutrisi Esensial

Otot membutuhkan keseimbangan elektrolit dan mineral untuk berkontraksi dan berelaksasi dengan normal. Kekurangan magnesium, kalsium, atau vitamin B12 dapat mengganggu transmisi impuls saraf ke otot. Magnesium, misalnya, sangat penting untuk relaksasi otot. Jika kadarnya rendah dalam darah, otot akan lebih mudah mengalami kram dan kedutan.

Faktor Pemicu Kedutan Mata yang Sering Diabaikan:
  1. Paparan angin yang kencang langsung ke arah mata.
  2. Polusi udara, asap rokok, atau debu yang masuk ke mata.
  3. Alergi musiman yang memicu pelepasan histamin.
  4. Sensitivitas tinggi terhadap cahaya terang (fotofobia).

Tanda Kondisi Medis yang Lebih Serius

Meski sebagian besar kasus mata berkedip sebelah kiri hanyalah myokymia ringan, kamu tidak boleh lengah jika kedutan ini berubah menjadi lebih parah. Ada beberapa kondisi neurologis (saraf) yang memiliki gejala awal berupa kedutan pada area mata. Bedanya, kondisi ini umumnya progresif, artinya akan semakin memburuk seiring berjalannya waktu jika tidak ditangani secara medis.

1. Benign Essential Blepharospasm (BEB)

Ini adalah gangguan saraf kronis progresif yang ditandai dengan kontraksi otot mata yang tidak terkendali. Berbeda dengan myokymia yang hanya bergetar halus, blepharospasm bisa menyebabkan kelopak mata menutup sepenuhnya dengan paksa. Meskipun biasanya dimulai dari kedua mata, terkadang gejalanya bisa terasa lebih dominan di satu sisi pada tahap awal. Penyebab pasti BEB tidak diketahui, namun diyakini melibatkan fungsi basal ganglia di otak yang abnormal.

2. Hemifacial Spasm

Jika myokymia hanya terjadi di area kelopak mata, Hemifacial Spasm (Kejang Hemifasial) melibatkan otot di separuh wajah. Kondisi ini hampir selalu unilateral (hanya sebelah kiri atau kanan saja). Biasanya dimulai dari kelopak mata yang berkedut, kemudian perlahan-lahan menyebar ke area pipi, mulut, dan bahkan leher di sisi wajah yang sama. Penyebab paling umum adalah adanya pembuluh darah (biasanya arteri) yang menekan atau menggesek saraf wajah (nervus kranialis VII) di dekat batang otak.

3. Bell’s Palsy

Bell’s palsy adalah kelumpuhan wajah sebelah secara tiba-tiba akibat peradangan atau infeksi virus pada saraf wajah. Meskipun gejala utamanya adalah kelemahan atau kelumpuhan (wajah tampak turun sebelah, tidak bisa menutup mata dengan rapat), pada masa pemulihan atau fase awal, sering terjadi kedutan otot atau sinkinesis (gerakan otot tidak sadar yang menyertai gerakan sadar).

4. Multiple Sclerosis (MS) dan Penyakit Saraf Pusat Lainnya

Sangat jarang, tetapi kedutan mata yang tidak kunjung sembuh bisa menjadi tanda awal dari gangguan sistem saraf pusat yang lebih serius seperti Multiple Sclerosis, penyakit Parkinson, atau Distonia. Namun, kondisi ini pasti disertai dengan gejala neurologis lain seperti kelemahan tubuh, tremor, gangguan keseimbangan, bicara cadel, atau kebas pada anggota gerak.

Cara Mengatasi Kedutan Mata di Rumah

Jika mata kedutanmu disebabkan oleh myokymia biasa, ada beberapa penyesuaian gaya hidup dan pengobatan rumahan yang bisa kamu lakukan secara mandiri untuk menenangkan saraf yang terlalu aktif:

1. Terapkan Aturan 20-20-20 untuk Mata Lelah

Untuk mencegah kelelahan mata akibat gawai, terapkan aturan 20-20-20. Setiap 20 menit menatap layar digital, palingkan pandanganmu ke objek yang berjarak minimal 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik penuh. Ini akan merelaksasi otot fokus mata.

2. Kompres Hangat

Ambil kain bersih, rendam dalam air hangat (bukan panas), lalu peras. Pejamkan mata dan tempelkan kompres hangat ini di atas kelopak mata kiri yang berkedut selama 10 hingga 15 menit. Panas ringan akan membantu melebarkan pembuluh darah, melancarkan sirkulasi, dan merelaksasi otot orbicularis oculi yang tegang.

3. Pijat Ringan Area Mata

Dengan menggunakan ujung jari manis yang bersih, berikan pijatan melingkar dengan sangat lembut di sekitar alis, pelipis, dan tulang pipi di bawah mata. Jangan menekan terlalu keras dan hindari menekan bola mata. Pijatan ini membantu mengurangi ketegangan fasia otot wajah.

4. Kurangi Stimulan dan Perbaiki Nutrisi

Batasi konsumsi kopi maksimal 1-2 cangkir sehari. Hindari minuman berenergi dan soda. Perbanyak konsumsi makanan yang kaya magnesium seperti bayam, kacang almond, alpukat, pisang, dan biji-bijian utuh. Jika perlu, evaluasi asupan vitamin B kompleks harianmu.

5. Kelola Stres dan Prioritaskan Tidur

Tidurlah selama 7 hingga 8 jam setiap malam. Lakukan rutinitas relaksasi sebelum tidur, seperti membaca buku fisik, mendengarkan musik menenangkan, atau bermeditasi, alih-alih scrolling media sosial. Latihan pernapasan dalam (deep breathing) juga terbukti klinis dapat menurunkan hormon stres kortisol dengan cepat.

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Meskipun sebagian besar myokymia bisa hilang sendiri dalam beberapa hari atau minggu, kamu harus segera mencari pertolongan medis dari dokter saraf atau dokter spesialis mata jika menemukan tanda-tanda “red flags” berikut ini:

  • Kedutan tidak menghilang setelah berminggu-minggu berlalu.
  • Kedutan sangat kuat hingga memaksa mata untuk menutup rapat dan kamu kesulitan membukanya kembali.
  • Kedutan menyebar ke area pipi, bibir, atau bagian lain di wajahmu.
  • Mata tampak merah, bengkak, atau mengeluarkan cairan tidak normal (belekan bernanah).
  • Kelopak mata atas tampak turun atau kendur (ptosis).
  • Diikuti dengan gejala lain seperti pusing, pandangan ganda (diplopia), atau kelemahan otot di bagian tubuh lainnya.

Pada kasus yang parah dan persisten, dokter mungkin akan merekomendasikan injeksi Botulinum toxin (Botox) langsung ke dalam otot sekitar mata. Botox bekerja dengan memblokir sinyal saraf ke otot, sehingga mencegah kontraksi otot yang memicu kedutan. Efek suntikan ini biasanya bertahan selama beberapa bulan dan bisa diulang sesuai kebutuhan.

Studi Terkait

National Center for Biotechnology Information (NCBI) menerbitkan studi literatur klinis yang menjelaskan bahwa myokymia kelopak mata sebagian besar bersifat jinak dan self-limiting (sembuh dengan sendirinya). Studi ini mengonfirmasi bahwa pemicu utama di masyarakat modern adalah kelelahan visual akibat penggunaan komputer berkepanjangan dan stres emosional.

Studi lebih lanjut dari jurnal Ophthalmology menyoroti bahwa pada kasus Hemifacial Spasm (yang gejalanya sering disalahartikan sebagai myokymia biasa), diagnosis dini menggunakan pencitraan MRI (Magnetic Resonance Imaging) sangat penting untuk melihat apakah ada kompresi pembuluh darah mikro pada saraf kranial ketujuh, sehingga tindakan dekompresi bedah mikrovaskular dapat direncanakan jika diperlukan.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Konsultasi dengan Dokter Spesialis Mata via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Mata terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang

Referensi:
American Academy of Ophthalmology. Diakses pada 2024. Eye Twitching.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Eye twitching: Causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Eyelid Twitching (Myokymia).
Johns Hopkins Medicine. Diakses pada 2024. Blepharospasm.
National Institutes of Health (NIH) – PubMed Central. Diakses pada 2024. Eyelid Myokymia.

FAQ

1. Apakah mata berkedip sebelah kiri berarti saya mengidap stroke?

Sangat kecil kemungkinannya. Stroke umumnya ditandai dengan kelumpuhan mendadak pada satu sisi tubuh, kesulitan bicara, kebingungan, dan asimetri wajah (wajah turun sebelah), bukan sekadar mata kedutan. Jika mata kedutan adalah satu-satunya gejalamu, itu kemungkinan besar karena stres atau kelelahan. Namun, jika kedutan disertai kelemahan wajah mendadak, segera hubungi UGD.

2. Berapa lama kedutan mata biasanya berlangsung?

Durasi kedutan myokymia sangat bervariasi, berkisar dari beberapa detik hingga beberapa menit. Terkadang, fase ini bisa hilang timbul sepanjang hari dan berlangsung selama beberapa hari hingga paling lama satu atau dua minggu. Jika berlangsung lebih dari sebulan secara konstan, segera konsultasikan ke dokter.

3. Apakah penggunaan kacamata anti-radiasi bisa mencegah mata berkedut?

Kacamata dengan filter anti cahaya biru (blue-light blocking) dapat membantu mengurangi tingkat ketegangan mata saat menatap layar digital. Karena ketegangan mata adalah salah satu pemicu utama kedutan kelopak mata, penggunaan kacamata jenis ini sebagai tindakan pencegahan dan kenyamanan visual sangat direkomendasikan.

4. Bisakah kurang minum air putih menyebabkan mata berkedut?

Bisa secara tidak langsung. Dehidrasi parah dapat mengganggu keseimbangan elektrolit tubuh, terutama natrium, kalium, dan magnesium, yang sangat krusial untuk fungsi kelistrikan saraf otot. Selain itu, dehidrasi memperparah kondisi mata kering. Oleh karena itu, pastikan minum air minimal 8 gelas sehari untuk menjaga fungsi optimal otot mata.