
Ini 5 Penyebab Timbulnya Bisul pada Kulit yang Perlu Diwaspadai
Bisul yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus dapat muncul salah satunya karena kebersihan tubuh yang tidak terjaga dengan baik.

DAFTAR ISI
- Memahami Apa Itu Udunen atau Bisul
- Berbagai Penyebab Udunen yang Perlu Diwaspadai
- Faktor Risiko yang Memperparah Udunen
- Langkah Pencegahan dan Perawatan di Rumah
- Studi Terkait
- FAQ
Udunen, atau yang lebih dikenal secara medis sebagai bisul (furunkel), adalah kondisi kulit yang sangat umum terjadi di masyarakat Indonesia. Kondisi ini ditandai dengan munculnya benjolan merah berisi nanah yang terasa nyeri dan hangat saat disentuh. Meskipun sering dianggap sebagai masalah kulit ringan, udunen yang muncul berulang kali atau dalam jumlah banyak (karbunkel) dapat menandakan adanya masalah kesehatan yang lebih serius atau higienitas yang kurang terjaga.
Penyebab udunen sering kali dikaitkan dengan infeksi bakteri yang masuk ke dalam folikel rambut atau kelenjar minyak. Rasa nyeri yang ditimbulkan biasanya meningkat seiring dengan bertambahnya ukuran benjolan dan akumulasi nanah di dalamnya. Banyak orang sering mencoba memencet udunen sendiri di rumah, padahal tindakan ini sangat berisiko memicu infeksi yang lebih luas atau bahkan masuknya bakteri ke aliran darah (sepsis).
Memahami penyebab udunen secara mendalam adalah langkah awal yang penting untuk melakukan pencegahan dan penanganan yang tepat. Dengan mengetahui faktor pemicunya, kamu bisa menghindari kebiasaan buruk yang merusak pertahanan kulit. Artikel ini akan mengupas tuntas mengapa udunen bisa terjadi dan bagaimana cara menghadapinya agar tidak meninggalkan bekas luka yang mengganggu penampilan.
Nah, mau tahu apa saja pilihan langkah untuk mengatasinya? Simak ulasan lengkap mengenai penyebab dan penanganannya di bawah ini!
Memahami Apa Itu Udunen atau Bisul
Secara medis, udunen adalah infeksi kulit yang melibatkan folikel rambut dan jaringan subkutan di sekitarnya. Bakteri yang paling sering menjadi dalang utamanya adalah Staphylococcus aureus. Bakteri ini sebenarnya sering ditemukan di kulit manusia atau di dalam hidung tanpa menyebabkan masalah. Namun, ketika ada celah kecil di kulit seperti luka gores, luka akibat mencukur, atau gigitan serangga, bakteri ini masuk dan mulai berkembang biak.
Tubuh kemudian merespons invasi bakteri ini dengan mengirimkan sel darah putih ke area tersebut untuk melawan infeksi. Campuran antara sel darah putih yang mati, bakteri, dan sel kulit mati inilah yang kemudian membentuk nanah di dalam benjolan udunen. Jika kamu merasa gejalanya sudah mulai mengganggu aktivitas, sebaiknya segera lakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan diagnosa yang akurat.
Berbagai Penyebab Udunen yang Perlu Diwaspadai
Ada beberapa faktor utama yang menjadi penyebab udunen dapat tumbuh pada kulit seseorang. Berikut adalah penjelasannya secara mendalam:
1. Infeksi Bakteri Staphylococcus Aureus
Bakteri ini merupakan penyebab nomor satu udunen. Staphylococcus aureus adalah bakteri gram positif yang sangat oportunistik. Begitu ia menemukan jalan masuk ke lapisan kulit yang lebih dalam, ia akan memicu peradangan hebat. Hal ini menjelaskan mengapa udunen sering muncul di area yang sering berkeringat dan mengalami gesekan, seperti ketiak, paha bagian dalam, bokong, atau leher.
2. Kurangnya Higienitas Pribadi
Kebersihan kulit yang buruk adalah undangan bagi bakteri untuk berkembang biak. Jarang mandi setelah beraktivitas berat atau membiarkan keringat menempel terlalu lama dapat menyumbat pori-pori dan folikel rambut. Kondisi yang lembap dan kotor ini adalah lingkungan favorit bagi bakteri penyebab udunen untuk bereplikasi dengan cepat.
3. Adanya Luka atau Kerusakan pada Kulit
Kulit adalah benteng pertahanan pertama tubuh. Jika benteng ini rusak, meskipun hanya sedikit, bakteri bisa masuk. Aktivitas seperti mencukur rambut ketiak atau kaki tanpa krim pelindung seringkali menimbulkan luka mikroskopis (micro-tears) yang menjadi pintu masuk bakteri. Itulah sebabnya banyak orang mengeluhkan muncul udunen setelah mereka mencukur area tertentu.
4. Kontak Erat dengan Penderita
Udunen sebenarnya bisa bersifat menular jika terjadi kontak langsung dengan nanah dari bisul penderita atau melalui perantara barang pribadi. Berbagi handuk, alat cukur, atau pakaian dengan seseorang yang sedang mengalami infeksi kulit aktif dapat meningkatkan risiko kamu tertular bakteri penyebab udunen tersebut.
Tips Mencegah Penularan Udunen
- Jangan pernah berbagi barang pribadi seperti handuk atau alat olahraga dengan orang lain.
- Selalu cuci tangan dengan sabun antiseptik setelah menyentuh area kulit yang terinfeksi.
- Tutup udunen dengan perban bersih agar nanahnya tidak menyentuh benda lain atau orang lain.
Faktor Risiko yang Memperparah Udunen
Selain penyebab langsung, ada kondisi-kondisi tertentu yang membuat seseorang lebih rentan terkena udunen secara berulang (kronis):
1. Diabetes Melitus
Penderita diabetes seringkali mengalami masalah dengan sistem kekebalan tubuhnya. Kadar gula darah yang tinggi dapat menghambat kemampuan sel darah putih untuk melawan infeksi bakteri. Selain itu, bakteri sangat menyukai lingkungan dengan kadar glukosa tinggi, sehingga udunen pada penderita diabetes cenderung lebih sulit sembuh dan mudah menyebar.
2. Sistem Imun yang Lemah
Orang dengan kondisi imunodefisiensi, baik karena penyakit (seperti HIV/AIDS) maupun karena penggunaan obat-obatan jangka panjang (seperti kortikosteroid), memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi kulit. Tubuh mereka tidak mampu memberikan perlawanan yang cukup kuat terhadap bakteri Staphylococcus.
3. Masalah Kulit Lainnya
Kondisi kulit seperti eksim (dermatitis) atau jerawat kronis yang merusak lapisan pelindung kulit dapat memudahkan bakteri masuk ke folikel rambut yang lebih dalam. Jika kamu membutuhkan produk perawatan kulit atau pembersih antiseptik, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah dengan lebih praktis.
Langkah Pencegahan dan Perawatan di Rumah
Jika udunen yang kamu alami masih berukuran kecil dan tidak disertai demam, ada beberapa perawatan rumahan yang bisa dilakukan:
- Kompres Hangat: Gunakan kain bersih yang dibasahi air hangat. Kompres area udunen selama 10-15 menit sebanyak 3-4 kali sehari. Suhu hangat akan meningkatkan sirkulasi darah dan membantu udunen agar lebih cepat pecah secara alami.
- Jangan Memencet: Ini adalah aturan yang paling krusial. Memencet udunen dapat mendorong infeksi masuk lebih dalam ke jaringan kulit atau pembuluh darah.
- Menjaga Kebersihan: Setelah udunen pecah sendiri, bersihkan area tersebut dengan sabun antiseptik dan tutup dengan perban steril sampai luka mengering.
Studi Mengenai Penyebab Udunen
The Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa prevalensi infeksi bakteri Staphylococcus aureus pada kulit meningkat seiring dengan resistensi antibiotik yang terjadi di masyarakat.
Studi ini menekankan pentingnya menjaga integritas sawar kulit (skin barrier) sebagai pertahanan utama. Penggunaan sabun yang terlalu keras atau perilaku higienitas yang ekstrem justru terkadang dapat merusak flora normal kulit dan memicu kolonisasi bakteri patogen yang menyebabkan udunen berulang.
Jika udunen kamu disertai dengan demam, berukuran sangat besar (lebih dari 5 cm), atau muncul dalam kelompok (karbunkel), jangan menunda untuk mendapatkan bantuan medis. Penanganan yang terlambat bisa menyebabkan komplikasi serius seperti selulitis.
Kamu juga bisa mendapatkan berbagai kebutuhan kesehatan mulai dari pembersih antiseptik hingga kasa steril dengan praktis melalui Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, jika keluhan dirasa semakin parah, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan saran pengobatan yang tepat.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Boils and Carbuncles: Symptoms and Causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Boils (Furunkel): Diagnosis and Treatment.
National Health Service (NHS) UK. Diakses pada 2026. Boils and Carbuncles.
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Pencegahan Infeksi Kulit pada Masyarakat.
FAQ
1. Apakah udunen disebabkan oleh konsumsi telur?
Secara medis, telur tidak secara langsung menyebabkan udunen. Namun, jika seseorang memiliki alergi telur, konsumsi telur dapat memicu reaksi kulit (seperti gatal dan eksim) yang jika digaruk akan menimbulkan luka. Luka inilah yang kemudian terinfeksi bakteri dan menjadi udunen.
2. Berapa lama biasanya udunen akan sembuh?
Udunen kecil biasanya akan matang, pecah, dan sembuh dalam waktu 1 hingga 2 minggu. Namun, udunen yang besar atau karbunkel mungkin membutuhkan waktu lebih lama dan terkadang memerlukan tindakan medis berupa insisi oleh dokter.
3. Apakah udunen bisa menular melalui air kolam renang?
Klorin dalam kolam renang umumnya membunuh sebagian besar bakteri. Namun, risiko penularan tetap ada jika terjadi kontak kulit langsung dengan nanah penderita atau melalui penggunaan handuk bersama di area kolam renang.
4. Kenapa udunen saya sering muncul di tempat yang sama?
Udunen yang sering kambuh di lokasi yang sama (rekuren) bisa menandakan adanya kolonisasi bakteri yang persisten di area tersebut atau adanya kondisi medis yang mendasari seperti hidradenitis suppurativa atau diabetes yang belum terkontrol.
Sering Terganggu karena Udunen? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan kesehatan seperti udunen yang tak kunjung sembuh, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu khawatir! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.


