Ad Placeholder Image

Ini 7 Cara Mengatasi Bullying yang Perlu Orang Tua Ketahui

5 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   22 Juni 2026

Orang tua harus mengambil tindakan tegas dan tepat jika mengetahui anak menjadi korban atau pelaku bullying.

Ini 7 Cara Mengatasi Bullying yang Perlu Orang Tua KetahuiIni 7 Cara Mengatasi Bullying yang Perlu Orang Tua Ketahui

DAFTAR ISI


Bullying atau perundungan merupakan masalah serius yang masih menghantui lingkungan pendidikan maupun sosial di Indonesia. Kondisi ini bukan sekadar “kenakalan remaja” biasa, melainkan tindakan agresif yang dilakukan secara sengaja dan berulang untuk menyakiti orang lain yang dianggap lebih lemah. Dampaknya tidak main-main, mulai dari luka fisik hingga trauma psikologis mendalam yang bisa terbawa hingga usia dewasa.

Penting bagi kita untuk memahami bahwa perundungan bisa terjadi pada siapa saja, di mana saja, dan kapan saja. Seringkali, korban merasa terisolasi, malu, dan takut untuk bersuara. Oleh karena itu, edukasi mengenai cara mengatasi bully menjadi krusial agar korban memiliki keberanian untuk membela diri atau mencari pertolongan yang tepat sebelum kondisi mentalnya semakin memburuk.

Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas strategi menghadapi pelaku perundungan, bagaimana memulihkan kesehatan mental yang terdampak, serta langkah medis atau profesional yang bisa diambil. Memahami cara merespons dengan tenang namun tegas adalah kunci utama dalam memutus rantai kekerasan ini.

Nah, mau tahu apa saja strategi dan cara mengatasi bully yang efektif? Berikut ulasannya!

Memahami Fenomena Bullying di Indonesia

Bullying didefinisikan sebagai perilaku agresif yang melibatkan ketidakseimbangan kekuatan secara nyata atau yang dirasakan. Di Indonesia, data dari berbagai lembaga perlindungan anak menunjukkan peningkatan kasus perundungan setiap tahunnya, baik di lingkungan sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Fenomena ini sering kali dimulai dari ejekan ringan yang dianggap lumrah, namun jika dibiarkan, akan berkembang menjadi intimidasi yang sistematis.

Ketidakmampuan lingkungan untuk mendeteksi perundungan sejak dini menjadi salah satu faktor mengapa masalah ini sulit diberantas. Pelaku biasanya mengincar individu yang terlihat berbeda, pendiam, atau tidak memiliki kelompok pendukung yang kuat. Memahami dinamika ini membantu kita untuk tidak menyalahkan korban dan fokus pada solusi perlindungan.

Jenis-Jenis Bullying yang Perlu Diwaspadai

Perundungan tidak selalu berarti kekerasan fisik. Ada beberapa kategori besar yang wajib kamu ketahui agar bisa mengidentifikasi tindakan tersebut:

  • Bullying Verbal: Meliputi ejekan, hinaan, panggilan nama yang merendahkan, ancaman, atau komentar seksual yang tidak pantas.
  • Bullying Fisik: Meliputi tindakan menyentuh tubuh orang lain secara kasar, memukul, menendang, mencubit, atau merusak barang milik korban.
  • Bullying Relasional (Sosial): Upaya merusak reputasi seseorang atau mengucilkan mereka dari kelompok sosial secara sengaja.
  • Cyberbullying: Perundungan yang terjadi di media digital seperti media sosial, aplikasi pesan, atau platform game. Ini seringkali lebih berbahaya karena jejak digitalnya sulit dihapus dan bisa terjadi 24 jam sehari.

Dampak Bullying bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Korban perundungan sering kali mengalami gangguan kesehatan yang nyata. Secara mental, mereka berisiko tinggi mengalami depresi, gangguan kecemasan (anxiety), dan penurunan rasa percaya diri. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu pikiran untuk menyakiti diri sendiri.

Secara fisik, stres kronis akibat dibully dapat menyebabkan gejala psikosomatis. Korban mungkin sering mengeluh sakit kepala, sakit perut, atau kelelahan luar biasa tanpa penyebab medis yang jelas. Jika kamu atau orang terdekat mengalami gejala fisik akibat stres perundungan, kamu bisa beli obat online di Halodoc untuk membantu meredakan keluhan ringan seperti pusing atau gangguan lambung sesuai anjuran tenaga medis.

Tanda-Tanda Anak Mengalami Bullying
  1. Enggan untuk berangkat ke sekolah atau mengikuti kegiatan sosial.
  2. Perubahan pola tidur, seperti sering mimpi buruk atau insomnia.
  3. Hilangnya barang-barang pribadi atau kerusakan pada pakaian secara misterius.

Cara Mengatasi Bully: Langkah Praktis bagi Korban

Jika kamu berada di posisi korban, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk melindungi diri:

1. Tunjukkan Kepercayaan Diri

Pelaku perundungan biasanya mencari reaksi takut atau sedih. Cobalah untuk tetap tenang, berdiri tegak, dan tatap mata pelaku. Dengan menunjukkan bahwa kamu tidak terpengaruh secara emosional, pelaku mungkin akan merasa bosan karena tidak mendapatkan reaksi yang diinginkan.

2. Gunakan Teknik “Fogging”

Teknik ini dilakukan dengan menyetujui bagian kecil dari ejekan pelaku secara santai. Misalnya, jika pelaku mengejek penampilanmu, cukup jawab dengan, “Ya, mungkin kamu benar, tapi aku nyaman begini.” Jawaban yang tidak defensif akan mematikan api konflik.

3. Laporkan dan Rekam Bukti

Jangan menyimpan rahasia ini sendiri. Laporkan kepada guru, orang tua, atau pihak berwenang. Jika terjadi di dunia maya, ambil tangkapan layar (screenshot) sebagai bukti kuat tindakan perundungan tersebut.

Peran Orang Tua dan Lingkungan dalam Pencegahan

Orang tua memiliki peran vital dalam menciptakan ruang aman bagi anak. Dengarkan tanpa menghakimi saat anak bercerita. Validasi perasaan mereka dan jangan langsung menyuruh mereka untuk “melawan balik” secara fisik, karena hal itu justru bisa meningkatkan risiko kekerasan.

Sekolah juga harus memiliki kebijakan nol toleransi terhadap perundungan. Menciptakan sistem pelaporan anonim dapat membantu siswa yang takut untuk melapor secara langsung. Lingkungan yang mendukung akan membuat pelaku berpikir dua kali sebelum melakukan aksinya.

Kapan Harus Menghubungi Tenaga Profesional?

Jika perundungan sudah menyebabkan trauma yang mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti menarik diri dari lingkungan atau munculnya gejala depresi berat, bantuan profesional sangat diperlukan. Psikolog atau psikiater dapat memberikan terapi perilaku kognitif (CBT) untuk memulihkan harga diri korban.

Jangan menunda untuk mencari bantuan. Kamu bisa melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan rujukan atau bantuan awal terkait kondisi kesehatan mental pasca perundungan.

Studi Mengenai Efek Perundungan

The Lancet Child & Adolescent Health menerbitkan studi di tahun 2021 yang menjelaskan bahwa pengalaman perundungan pada masa kanak-kanak berhubungan langsung dengan risiko gangguan metabolisme dan inflamasi sistemik di usia dewasa.

Penelitian ini menunjukkan bahwa stres akibat bully bukan hanya masalah perasaan, tapi bisa mengubah cara tubuh merespons peradangan secara biologis. Oleh karena itu, intervensi dini bukan hanya soal kesehatan mental, tapi juga investasi kesehatan fisik jangka panjang bagi korban.

FAQ

1. Apakah melawan balik pelaku bully efektif?

Melawan dengan kekerasan fisik seringkali berisiko memperburuk situasi. Lebih baik melawan dengan sikap tegas, percaya diri, dan melaporkannya kepada otoritas yang berwenang.

2. Bagaimana cara mengatasi bullying di lingkungan kerja?

Simpan catatan detail mengenai kejadian tersebut, kumpulkan saksi, dan pelajari kebijakan perusahaan terkait pelecehan di tempat kerja sebelum melapor ke departemen HRD.

3. Mengapa seseorang menjadi pelaku bully?

Banyak pelaku memiliki masalah kepercayaan diri, mencari perhatian, atau mereka sendiri pernah menjadi korban perundungan di lingkungan lain.

4. Apakah cyberbullying bisa dilaporkan ke polisi?

Ya, di Indonesia tindakan ini dapat dijerat dengan UU ITE jika mengandung unsur ancaman, pencemaran nama baik, atau pemerasan.


Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan atau merasa stres akibat tekanan lingkungan, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

[HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant)](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.


Referensi:
World Health Organization. Diakses pada 2026. Bullying and its impact on adolescent health.
American Psychological Association. Diakses pada 2026. How parents and teachers can stop bullying.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI. Diakses pada 2026. Mengenal Jenis dan Dampak Perundungan.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Helping your child deal with bullies.
National Institutes of Health (NIH). Diakses pada 2026. Longitudinal effects of childhood bullying.