
Ini 7 Gejala Sifilis pada Pria yang Perlu Diwaspadai
Gejala sifilis pada pria bisa ditandai dengan munculnya luka atau chancre pada sekitar penis, dubur, hingga testis.

DAFTAR ISI
- Mengenal Sifilis dan Penyebabnya
- 7 Ciri Sifilis pada Pria yang Perlu Diwaspadai
- Tahapan Infeksi Sifilis
- Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?
- Studi Terkait Sifilis
- FAQ
Sifilis atau yang sering disebut dengan istilah “raja singa” adalah salah satu infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh bakteri bernama Treponema pallidum. Penyakit ini bersifat sistemik, yang berarti infeksinya dapat menyebar ke seluruh organ tubuh jika tidak ditangani dengan tepat sejak dini. Pada pria, gejala sifilis sering kali muncul di area genital, namun karena gejalanya yang bisa hilang timbul, banyak orang yang mengabaikannya hingga penyakit masuk ke stadium yang lebih parah.
Penting bagi setiap pria untuk mengenali ciri sifilis pada pria agar bisa mendapatkan penanganan medis sesegera mungkin. Mengingat sifilis adalah infeksi bakteri, penanganannya memerlukan diagnosa yang akurat dari tenaga medis profesional. Jika kamu merasakan adanya keluhan yang tidak biasa pada organ intim atau muncul luka yang mencurigakan, sangat disarankan untuk segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan diagnosis yang tepat.
Sifilis dapat menular melalui hubungan seksual, baik secara vaginal, anal, maupun oral. Bakteri masuk ke dalam tubuh melalui luka kecil atau selaput lendir. Tanpa pengobatan, sifilis dapat menyebabkan kerusakan permanen pada otak, saraf, jantung, hingga kematian. Oleh karena itu, edukasi mengenai tanda-tanda awal dan pencegahannya menjadi kunci utama dalam memutus rantai penularan dan menjaga kesehatan reproduksi pria.
Nah, mau tahu apa saja ciri sifilis pada pria yang perlu kamu waspadai? Berikut ulasannya!
Mengenal Sifilis dan Penyebabnya
Sifilis merupakan penyakit yang telah dikenal selama berabad-abad sebagai ancaman kesehatan masyarakat yang serius. Bakteri Treponema pallidum berbentuk spiral dan sangat lincah dalam menembus jaringan tubuh manusia. Penularan utamanya terjadi melalui kontak langsung dengan luka sifilis (chancre) yang biasanya terdapat di penis, skrotum, anus, atau di dalam rektum. Selain itu, luka ini juga bisa muncul di bibir atau mulut akibat aktivitas seks oral.
Salah satu karakteristik yang paling berbahaya dari sifilis adalah kemampuannya untuk “bersembunyi”. Setelah fase awal infeksi, gejala sering kali menghilang secara spontan meskipun bakteri masih aktif berkembang biak di dalam aliran darah. Hal inilah yang sering membuat penderita merasa sudah sembuh, padahal mereka sedang memasuki fase laten yang bisa berlangsung selama bertahun-tahun sebelum akhirnya merusak organ dalam.
7 Ciri Sifilis pada Pria yang Perlu Diwaspadai
Gejala sifilis pada pria berkembang melalui beberapa tahap yang berbeda. Namun, secara umum, berikut adalah tanda-tanda yang paling sering muncul dan harus segera diwaspadai:
1. Munculnya Luka Chancre (Tanda Utama)
Ciri paling khas dari sifilis tahap awal adalah munculnya luka kecil yang disebut chancre. Luka ini biasanya tunggal, berbentuk bulat, pinggirannya keras, dan yang paling menipu adalah luka ini tidak terasa sakit. Pada pria, chancre sering ditemukan di batang penis, kepala penis (glans), atau di dalam saluran kencing. Karena tidak sakit, banyak pria tidak menyadari keberadaannya atau menganggapnya hanya sebagai iritasi biasa.
2. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening
Seiring dengan munculnya luka chancre, kelenjar getah bening di area selangkangan biasanya akan membengkak. Pembengkakan ini merupakan respons sistem imun dalam mencoba melawan bakteri yang masuk. Sama seperti lukanya, pembengkakan ini umumnya tidak disertai nyeri tekan.
3. Ruam Kulit yang Khas
Beberapa minggu setelah luka chancre sembuh, penderita mungkin akan mengalami ruam di berbagai bagian tubuh. Uniknya, ruam sifilis sering muncul di telapak tangan dan telapak kaki. Ruam ini biasanya berwarna merah kecokelatan, tidak gatal, dan bisa terlihat seperti bintik-bintik kasar.
4. Gejala Menyerupai Flu (Flu-like Symptoms)
Pada tahap sekunder, pria dengan sifilis sering merasakan demam, kelelahan yang luar biasa, sakit tenggorokan, dan nyeri otot. Gejala ini sangat umum sehingga sering kali salah didiagnosis sebagai flu biasa atau kelelahan akibat kerja keras.
5. Munculnya Kondiloma Lata
Kondiloma lata adalah pertumbuhan kulit yang lembap, lebar, dan berwarna keputihan atau abu-abu yang biasanya muncul di area hangat dan lembap seperti ketiak atau area selangkangan/anus. Pertumbuhan ini sangat menular karena mengandung banyak bakteri sifilis.
6. Rambut Rontok (Alopecia)
Infeksi sifilis yang telah menyebar secara sistemik dapat memengaruhi folikel rambut, menyebabkan kerontokan rambut yang tampak tidak merata atau “pit-pit” (moth-eaten alopecia). Hal ini bisa terjadi di kepala, jenggot, bahkan alis mata.
7. Gangguan Penglihatan dan Pendengaran
Jika bakteri mulai menyerang sistem saraf pusat (neurosifilis), pria mungkin mengalami penurunan ketajaman penglihatan, mata merah, atau telinga berdenging. Ini adalah tanda bahwa infeksi sudah mulai masuk ke tahap yang lebih serius dan membutuhkan penanganan gawat darurat medis.
Tips Pencegahan Sifilis
- Gunakan kondom secara konsisten setiap kali berhubungan seksual untuk mengurangi risiko paparan langsung dengan luka.
- Lakukan skrining IMS secara rutin jika kamu aktif secara seksual atau memiliki lebih dari satu pasangan.
- Hindari penggunaan jarum suntik secara bergantian karena bakteri juga dapat menular melalui darah.
Tahapan Infeksi Sifilis
Memahami tahapan sifilis membantu penderita menyadari risiko yang dihadapi jika pengobatan ditunda:
1. Sifilis Primer
Terjadi 10 hingga 90 hari setelah terpapar. Tanda utamanya adalah chancre yang bertahan selama 3-6 minggu. Meski luka sembuh sendiri tanpa diobati, infeksi tetap berlanjut ke tahap berikutnya.
2. Sifilis Sekunder
Terjadi beberapa minggu setelah luka primer sembuh. Pada fase ini, bakteri sudah menyebar ke seluruh tubuh, menyebabkan ruam, demam, dan rasa tidak enak badan.
3. Sifilis Laten
Fase “sembunyi” di mana tidak ada gejala yang terlihat. Tahap ini bisa berlangsung selama bertahun-tahun. Jika tidak diobati, penderita tetap bisa menularkan penyakit ini kepada pasangannya.
4. Sifilis Tersier
Ini adalah tahap akhir yang mematikan. Infeksi dapat merusak otak, jantung, pembuluh darah, hati, tulang, dan sendi. Kerusakan pada tahap ini sering kali bersifat ireversibel atau tidak bisa diperbaiki kembali.
Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?
Kamu harus segera menemui dokter jika menemukan luka yang tidak biasa di area kelamin, mengalami ruam kulit tanpa sebab yang jelas, atau jika kamu mengetahui bahwa pasangan seksualmu terdiagnosis sifilis. Sifilis hanya bisa disembuhkan dengan antibiotik yang tepat yang diresepkan oleh dokter. Jangan mencoba mengobati diri sendiri dengan herbal atau obat-obatan tanpa pengawasan medis.
Untuk mendukung proses pemulihan dan menjaga daya tahan tubuh, kamu bisa beli obat online di Halodoc untuk mendapatkan vitamin atau suplemen pendukung sesuai rekomendasi tenaga medis. Produk yang tersedia di Halodoc dijamin 100% asli dan diantar langsung ke rumah kamu dengan aman.
Studi Mengenai Sifilis
The Lancet Infectious Diseases menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa insidensi sifilis secara global mengalami peningkatan signifikan dalam satu dekade terakhir, terutama pada kelompok pria yang berhubungan seks dengan pria (LSL).
Penelitian tersebut menekankan pentingnya deteksi dini melalui tes serologi seperti VDRL dan TPHA untuk mencegah komplikasi neurosifilis. Studi ini juga menyoroti bahwa penggunaan antibiotik penisilin tetap menjadi standar emas dalam pengobatan sifilis karena efektivitasnya yang tinggi terhadap bakteri Treponema pallidum.
Sifilis adalah kondisi serius yang tidak boleh disepelekan. Meskipun gejalanya bisa hilang dengan sendirinya, infeksinya tetap menetap dan perlahan merusak tubuh dari dalam. Segera ambil tindakan jika kamu merasakan tanda-tanda yang disebutkan di atas.
Kamu bisa mendapatkan produk kesehatan pendukung di Toko Kesehatan Halodoc dengan praktis. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan penanganan yang akurat.
Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses pada 2026. Syphilis – CDC Fact Sheet.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Syphilis: Symptoms and Causes.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Syphilis Fact Sheet.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Pedoman Tata Laksana Sifilis untuk Tenaga Kesehatan.
FAQ
1. Apakah sifilis pada pria bisa sembuh total?
Ya, sifilis dapat disembuhkan total jika diobati dengan antibiotik yang tepat dari dokter pada tahap awal. Namun, pengobatan tidak dapat memperbaiki kerusakan organ yang sudah terjadi pada tahap tersier.
2. Apakah luka sifilis selalu ada di penis?
Tidak selalu. Luka chancre bisa muncul di anus, rektum, bibir, lidah, atau bagian kulit mana pun yang bersentuhan langsung dengan bakteri saat aktivitas seksual.
3. Apakah kondom menjamin 100% perlindungan dari sifilis?
Kondom sangat efektif mengurangi risiko, namun tidak menjamin 100% karena bakteri masih bisa menular melalui kontak kulit ke kulit di area yang tidak tertutup oleh kondom.
4. Apa yang terjadi jika sifilis dibiarkan tanpa pengobatan?
Tanpa pengobatan, sifilis dapat berkembang menjadi neurosifilis atau kardiovaskular sifilis yang menyebabkan stroke, kebutaan, kelumpuhan, hingga gagal jantung.
—
## Punya Keluhan Gejala Sifilis atau Masalah Reproduksi? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu merasakan adanya luka yang tidak biasa atau gejala aneh di tubuh tapi bingung harus melakukan apa? Tidak perlu khawatir! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!
[HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant)](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.


