
Ini 7 Manfaat Cincau Hijau untuk Kesehatan Tubuh yang Jarang Diketahui
“Cincau hijau adalah jenis tumbuhan yang diolah menjadi agar-agar dengan rasa yang khas. Manfaat cincau hijau mulai dari mengatasi masalah pencernaan hingga mengobati demam dan sakit tenggorokan.”

DAFTAR ISI
- Kandungan Nutrisi dalam Cao
- Manfaat Cao bagi Tubuh yang Jarang Diketahui
- Perbedaan Cincau Hijau dan Cincau Hitam
- Studi Terkait Manfaat Cao
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- FAQ
Siapa yang tidak kenal dengan cao atau yang lebih akrab disebut cincau? Di Indonesia, cao sering kali menjadi primadona, terutama ketika cuaca sedang terik atau saat memasuki bulan puasa. Minuman segar yang dipadukan dengan santan, es serut, dan gula merah ini memang menawarkan sensasi pelepas dahaga yang luar biasa. Namun, tahukah kamu bahwa di balik kesegarannya, terdapat segudang manfaat cao bagi kesehatan tubuh?
Cao atau cincau pada dasarnya terbuat dari ekstrak daun tanaman tertentu yang secara alami dapat mengental dan membentuk tekstur menyerupai agar-agar atau jeli. Terdapat dua jenis cao yang paling umum dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia, yaitu cincau hijau yang berasal dari daun Premna oblongifolia atau Cyclea barbata, serta cincau hitam yang terbuat dari tanaman Mesona palustris. Keduanya sama-sama memiliki profil nutrisi yang sangat baik dan rendah kalori, sehingga aman untuk dikonsumsi sehari-hari asalkan cara pengolahannya tepat.
Mengingat gaya hidup masa kini yang rentan terhadap stres oksidatif dan masalah pencernaan akibat kurangnya asupan serat, menambahkan cao ke dalam menu diet harian bisa menjadi langkah kecil yang berdampak besar. Cao bukan sekadar makanan pencuci mulut, melainkan bahan alami yang memiliki fungsi farmakologis seperti meredakan panas dalam, menstabilkan gula darah, hingga mendukung daya tahan tubuh.
Nah, mau tahu apa saja rincian nutrisi dan manfaat cao untuk kesehatan tubuh kamu? Berikut ulasan selengkapnya yang wajib kamu simak!
Kandungan Nutrisi dalam Cao
Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai khasiatnya, penting untuk mengetahui apa saja nutrisi yang terkandung di dalam sekotak cao. Cincau, baik hijau maupun hitam, pada dasarnya didominasi oleh air dan karbohidrat kompleks. Namun, tanaman pembentuk jeli ini juga kaya akan senyawa fitokimia dan serat makanan.
Dalam 100 gram cao tawar (tanpa tambahan gula atau santan), kalori yang terkandung sangatlah rendah, yakni hanya berkisar antara 25 hingga 30 kalori. Namun, di dalamnya terdapat kalsium, fosfor, zat besi, serta berbagai vitamin penting seperti vitamin A, vitamin B1, dan vitamin C. Selain itu, daun cincau juga kaya akan senyawa antioksidan seperti flavonoid, alkaloid, polifenol, dan saponin. Kandungan airnya yang mencapai hampir 90 persen membuat cao sangat baik untuk membantu memenuhi kebutuhan hidrasi harian tubuh kamu.
Manfaat Cao bagi Tubuh yang Jarang Diketahui
Berkat kandungan nutrisinya yang unik dan melimpah, ada beragam khasiat kesehatan yang bisa kamu peroleh dari mengonsumsi jeli alami ini. Berikut adalah sederet manfaat cao bagi kesehatan:
1. Melancarkan Sistem Pencernaan
Salah satu manfaat cao yang paling diandalkan sejak zaman dahulu adalah kemampuannya dalam menjaga kesehatan pencernaan. Cao mengandung serat larut air yang sangat tinggi. Serat ini akan mengikat air di dalam usus dan membantu melunakkan feses, sehingga sangat efektif untuk mencegah serta mengatasi sembelit (konstipasi). Selain itu, kandungan alkaloid di dalamnya diyakini dapat membantu mengurangi kejang pada saluran cerna dan meredakan gejala diare ringan. Mengonsumsi cao secara rutin dapat menjaga keseimbangan flora usus yang baik bagi metabolisme.
2. Meredakan Panas Dalam dan Sakit Tenggorokan
Dalam pengobatan tradisional, cao dikenal memiliki sifat penyejuk (cooling effect). Saat kamu mengalami radang tenggorokan, sariawan, atau gejala panas dalam lainnya, tekstur cao yang lembut, dingin, dan mudah ditelan dapat memberikan efek soothing atau menenangkan pada dinding tenggorokan yang meradang. Kandungan vitamin C dan antioksidannya juga turut mempercepat proses penyembuhan peradangan. Namun, untuk mempercepat pemulihan tubuh dan meningkatkan imunitas, tidak ada salahnya jika kamu juga beli vitamin tambahan atau suplemen pendukung sistem imun agar tubuh lekas bugar kembali.
3. Membantu Mengendalikan Kadar Gula Darah
Bagi kamu yang memiliki risiko diabetes atau sedang menjaga kestabilan gula darah, cao tawar adalah camilan yang sangat direkomendasikan. Serat yang terkandung dalam cao mampu memperlambat proses penyerapan karbohidrat dan gula di dalam sistem pencernaan, sehingga mencegah terjadinya lonjakan glukosa darah secara drastis setelah makan (sugar spike). Tentunya, manfaat ini hanya bisa didapatkan secara optimal jika kamu mengonsumsi cao tanpa tambahan sirup manis, gula cair, atau susu kental manis yang berlebihan.
4. Menurunkan Risiko Hipertensi
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa senyawa bioaktif alami dalam daun cincau dapat bekerja dengan cara yang mirip dengan obat antihipertensi ringan, yaitu dengan melebarkan pembuluh darah (vasodilatasi). Hal ini membantu sirkulasi darah menjadi lebih lancar, sehingga tekanan pada dinding pembuluh darah dapat menurun. Jika kamu memiliki riwayat tekanan darah tinggi yang parah, mengandalkan cao saja tentu tidak cukup. Kamu sangat disarankan untuk konsultasi ke dokter guna mendapatkan penanganan medis dan obat-obatan hipertensi yang sesuai dengan kondisimu.
5. Menangkal Radikal Bebas dan Penuaan Dini
Radikal bebas akibat polusi, paparan sinar UV, dan pola makan yang buruk dapat merusak sel-sel tubuh dan memicu penuaan dini serta berbagai penyakit kronis. Manfaat cao selanjutnya datang dari tingginya kandungan antioksidan polifenol, flavonoid, dan klorofil (terutama pada cincau hijau). Antioksidan ini berperan aktif sebagai pelindung sel dengan cara menetralisir radikal bebas sebelum mereka sempat merusak struktur DNA di dalam sel tubuh. Kulit pun akan terasa lebih sehat dan terhindar dari tanda-tanda penuaan dini.
6. Mendukung Program Penurunan Berat Badan
Sedang diet namun tetap ingin mengonsumsi camilan yang enak dan menyegarkan? Cao adalah solusinya. Teksturnya yang padat namun didominasi oleh air dan serat membuat cao sangat mengenyangkan. Saat kamu mengonsumsi makanan tinggi serat, perut akan mengirimkan sinyal kenyang lebih lama ke otak, sehingga keinginan untuk mengemil makanan tidak sehat atau makan dalam porsi berlebih dapat ditekan. Kombinasikan cao dengan susu rendah lemak atau sedikit madu sebagai pengganti boba atau jelly manis yang tinggi kalori.
7. Memelihara Kesehatan Tulang dan Otot
Tanpa disadari, cao juga mengandung mineral esensial seperti kalsium dan fosfor. Kedua mineral ini merupakan pondasi utama dalam menjaga kepadatan dan kekuatan tulang serta gigi. Meskipun jumlahnya tidak sebanyak kalsium dalam susu hewani, konsumsi cao secara rutin dapat turut berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan mineral harian tubuh, sehingga menurunkan risiko terjadinya pengeroposan tulang (osteoporosis) di kemudian hari.
Tips Sehat Mengolah dan Mengonsumsi Cao
- Pastikan membeli cao dari penjual yang kebersihannya terjamin, atau lebih baik membuatnya sendiri di rumah menggunakan daun cincau segar agar bebas dari bahan pengawet.
- Hindari menambahkan sirup cocopandan, gula merah cair, atau kental manis dalam porsi berlebihan. Gula tambahan justru akan merusak manfaat sehat dari cao itu sendiri.
- Sebagai alternatif pemanis yang lebih sehat, gunakan madu murni, stevia, atau sari buah alami. Untuk rasa gurih, kamu bisa mengganti santan kelapa kental dengan susu almond atau susu kedelai.
- Selalu cuci bersih daun cincau dengan air mengalir jika kamu membuatnya sendiri, untuk menghindari kontaminasi bakteri atau sisa pestisida.
Perbedaan Cincau Hijau dan Cincau Hitam
Sering kali banyak orang bingung memilih antara cincau hijau dan cincau hitam. Secara umum, kedua jenis ini memiliki manfaat yang nyaris serupa untuk pencernaan dan meredakan panas dalam. Namun, ada beberapa perbedaan mendasar yang perlu kamu ketahui.
1. Bahan Dasar dan Proses Pembuatan
Cincau hijau dibuat dari perasan daun segar (seperti Cyclea barbata) yang diremas dengan air matang, kemudian didiamkan hingga mengental dengan sendirinya berkat zat pektin alami. Proses ini biasanya tidak melibatkan pemanasan berlebih, sehingga klorofil dan antioksidannya sangat terjaga. Sebaliknya, cincau hitam terbuat dari daun dan batang Mesona palustris yang dikeringkan, lalu direbus dalam waktu yang sangat lama bersama abu merang atau tepung tapioka untuk membentuk tekstur jeli yang padat dan kenyal.
2. Tekstur dan Aroma
Karena tidak direbus dan tidak memakai bahan pengenyal tambahan, cincau hijau memiliki tekstur yang jauh lebih lembut, rapuh, dan berair (mudah hancur). Aromanya juga khas wangi daun segar (langu hijau). Di sisi lain, cincau hitam memiliki tekstur yang lebih membal, liat, bisa dipotong dadu dengan rapi, dan memancarkan aroma khas herbal yang sedikit earthy akibat proses perebusan panjang.
Studi Terkait Manfaat Cao
Journal of Food Science and Technology pernah mempublikasikan tinjauan medis terkait ekstrak tanaman Mesona palustris (bahan dasar cincau hitam). Studi tersebut menjelaskan bahwa cincau hitam memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat berkat kandungan asam fenolik dan flavonoidnya. Senyawa-senyawa ini terbukti secara in vitro mampu menekan perkembangan sel radang dan melindungi organ hati (hepatoprotektor) dari kerusakan akibat zat beracun.
Penelitian lain dari institusi kesehatan lokal juga menegaskan bahwa kandungan klorofil pada cincau hijau bertindak sebagai agen imunomodulator yang baik. Klorofil tak hanya memberikan warna hijau alami, tetapi juga merangsang produksi sel darah putih yang merupakan garis pertahanan utama tubuh dalam melawan infeksi bakteri maupun virus.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Kandungan Gizi dan Manfaat Cincau bagi Kesehatan.
PubMed Central. Diakses pada 2024. Antioxidant and Immunomodulatory Activities of Mesona palustris Extract.
WebMD. Diakses pada 2024. Health Benefits of Grass Jelly.
Healthline. Diakses pada 2024. Why High-Fiber Foods Are Good for Your Digestion.
FAQ
1. Apakah manfaat cao bisa membantu mengatasi asam lambung?
Ya, teksturnya yang lembut, dingin, dan mendinginkan dapat membantu melapisi dinding lambung dan kerongkongan. Kandungan alkaloid pada cao juga dipercaya mampu membantu menetralkan kelebihan asam lambung sehingga meredakan gejala heartburn atau ulu hati yang perih, selama dikonsumsi tanpa gula berlebihan.
2. Apakah aman mengonsumsi cao setiap hari?
Secara umum, sangat aman mengonsumsi cao setiap hari karena bahan ini terbuat dari ekstrak daun alami yang tinggi serat. Namun, perhatikan campuran minumannya. Mengonsumsi cao setiap hari dengan tambahan gula pasir, sirup, atau kental manis justru akan memicu risiko obesitas dan diabetes. Konsumsilah cao secara tawar atau dengan pemanis alami secukupnya.
3. Bisakah ibu hamil mengonsumsi minuman cao?
Ibu hamil sangat diperbolehkan mengonsumsi cao. Malahan, manfaat cao sangat baik untuk ibu hamil karena serat tingginya ampuh mengatasi sembelit, suatu kondisi yang sangat umum terjadi selama masa kehamilan. Pastikan saja cao tersebut dibuat dengan air matang dan proses yang higienis untuk mencegah infeksi bakteri.
4. Kenapa cao hijau lebih mudah hancur dan berair dibanding cao hitam?
Hal ini disebabkan oleh proses pembuatannya. Cao hijau mengental hanya dengan mengandalkan zat pektin alami dari daunnya tanpa melalui proses perebusan atau penambahan zat pengenyal lain seperti tepung tapioka. Oleh karena itu, teksturnya menyerupai agar-agar sutra yang sangat rapuh, sementara cao hitam lebih padat karena direbus lama bersama bahan pengikat alami.


