• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 9 Penyakit Autoimun yang Sering Terdengar
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 9 Penyakit Autoimun yang Sering Terdengar

Ini 9 Penyakit Autoimun yang Sering Terdengar

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 29 Juli 2020
Ini 9 Penyakit Autoimun yang Sering TerdengarIni 9 Penyakit Autoimun yang Sering Terdengar

Halodoc, Jakarta - Secara umum kita mengenal penyakit sebagai hasil dari pengaruh lingkungan hingga infeksi bakteri, virus, atau jamur. Namun, ada juga jenis penyakit yang disebut sebagai penyakit autoimun. Di dunia medis, penyakit ini dikenal dengan saat sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang tubuh sendiri. 

Seharusnya sistem kekebalan tubuh menjaga tubuh dari serangan organisme asing. Namun, mereka yang mengidap penyakit autoimun, sistem kekebalan tubuhnya melihat sel tubuh yang sehat sebagai organisme asing. Sistem kekebalan tubuh akan melepaskan protein yang disebut autoantibodi untuk menyerang sel-sel tubuh yang sehat.

Baca juga: 4 Kondisi yang Menandakan Tubuh Terserang Penyakit Autoimun

Berikut ini adalah beberapa jenis penyakit autoimun yang cukup umum terjadi:

  • Rheumatoid Arthritis

Sistem kekebalan akan menghasilkan antibodi yang menempel pada lapisan sendi. Sel-sel sistem kekebalan kemudian menyerang sendi, menyebabkan peradangan, pembengkakan, dan nyeri. Jika tidak diobati, rheumatoid arthritis secara bertahap menyebabkan kerusakan sendi permanen. Perawatan untuk rheumatoid arthritis biasanya mencakup berbagai obat oral atau injeksi yang mengurangi aktivitas sistem kekebalan tubuh yang berlebihan. 

  • Lupus Erythematosus Sistemik (Lupus)

Orang dengan lupus mengembangkan antibodi autoimun yang dapat menempel pada jaringan di seluruh tubuh. Sendi, paru-paru, sel darah, saraf, dan ginjal umumnya bisa terserang lupus. Perawatan seringkali membutuhkan prednison oral harian, yakni steroid yang mengurangi fungsi sistem kekebalan tubuh. 

  • Penyakit Radang Usus

Sistem kekebalan juga bisa menyerang lapisan usus, menyebabkan diare, pendarahan dubur, buang air besar yang mendesak, sakit perut, demam, dan penurunan berat badan. Kolitis ulseratif dan penyakit Crohn adalah dua bentuk utama radang usus. Obat penekan kekebalan oral dan injeksi dapat mengobati penyakit ini. 

  • Multiple Sclerosis (MS)

Penyakit ini menyebabkan sistem kekebalan menyerang sel-sel saraf. Kondisi ini bisa menyebabkan gejala yang mencakup rasa sakit, kebutaan, kelemahan, koordinasi yang buruk, dan kejang otot. Berbagai obat-obatan yang menekan sistem kekebalan tubuh juga dapat digunakan untuk mengobati multiple sclerosis

  • Diabetes Mellitus Tipe 1

Antibodi sistem kekebalan tubuh akan menyerang dan menghancurkan sel-sel yang memproduksi insulin di pankreas. Saat didiagnosis, pengidap diabetes tipe 1 memerlukan suntikan insulin untuk bertahan hidup. 

  • Sindrom Guillain-Barre

Sistem kekebalan akan menyerang saraf yang mengendalikan otot-otot di kaki dan kadang-kadang lengan dan tubuh bagian atas. Hasilnya, pengidapnya merasakan kelemahan yang kadang-kadang bisa sangat parah. Menyaring darah dengan prosedur yang disebut plasmapheresis adalah pengobatan utama untuk sindrom Guillain-Barre.

Baca juga: Penyebab Gangguan Autoimun dan Cara Mencegahnya

  • Psoriasis

Pada psoriasis, sel darah sistem kekebalan tubuh yang disebut sel-T berkumpul di kulit. Aktivitas sistem kekebalan ini merangsang sel-sel kulit untuk bereproduksi dengan cepat, menghasilkan plak bersisik, berwarna perak pada kulit. 

  • Penyakit Graves

Sistem kekebalan menghasilkan antibodi yang merangsang kelenjar tiroid untuk melepaskan jumlah berlebihan hormon tiroid ke dalam darah (hipertiroidisme). Gejala penyakit Graves berupa mata melotot serta penurunan berat badan, gugup, lekas marah, detak jantung yang cepat, kelemahan, dan rambut rapuh. Penghancuran atau pengangkatan kelenjar tiroid, pemberian obat-obatan atau operasi, biasanya diperlukan untuk mengobati penyakit ini. 

  • Vaskulitis

Sistem kekebalan akan menyerang dan merusak pembuluh darah pada kelompok penyakit autoimun ini. Vaskulitis dapat memengaruhi organ apa pun, sehingga gejalanya sangat bervariasi dan terjadi hampir di semua bagian tubuh. Perawatan termasuk mengurangi aktivitas sistem kekebalan tubuh, biasanya dengan prednison atau kortikosteroid lain. 

Baca juga: Dari Ashanty hingga Duterte, Ini Diagnosis Penyakit Autoimun

Itulah jenis penyakit autoimun yang mungkin sudah umum terjadi. Kamu juga tanyakan pada dokter di aplikasi Halodoc jika menginginkan informasi yang lebih lengkap mengenai penyakit autoimun. Segera ambil smartphone kamu, dan gunakan fitur chat untuk bicara dengan dokter kapan saja dan di mana saja. 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Autoimmune Diseases.
The American Autoimmune Related Diseases Association. Diakses pada 2020. Autoimmune Disease List.
WebMD. Diakses pada 2020. What Are Autoimmune Disorders?