
Ini Cara Melakukan Kayang dan Manfaatnya untuk Kesehatan Tubuh
Pose kayang bisa meningkatkan fleksibilitas otot, menguatkan punggung, dan meredakan stres.

DAFTAR ISI
- Manfaat Kayang bagi Kesehatan Tubuh
- Anatomi Otot yang Terlibat Saat Kayang
- Cara Melakukan Kayang dengan Benar dan Aman
- Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
- Studi Terkait
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- FAQ
Pernahkah kamu mencoba gerakan kayang saat pelajaran olahraga di sekolah dulu? Bagi sebagian orang, gerakan yang melengkungkan tubuh ke atas ini mungkin terasa menakutkan atau terlalu sulit dilakukan. Namun di balik tingkat kesulitannya, kayang sebenarnya menyimpan segudang manfaat yang luar biasa bagi postur dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Dalam dunia yoga, kayang dikenal dengan sebutan Chakrasana atau Upward Bow Pose (pose busur menghadap ke atas). Pose ini termasuk dalam kategori backbend tingkat menengah hingga lanjutan yang membutuhkan kelenturan tulang belakang, serta kekuatan pada lengan, bahu, dan otot inti. Di era modern ini, di mana mayoritas orang menghabiskan waktu berjam-jam duduk membungkuk di depan layar komputer, pose ini menjadi sangat penting sebagai penyeimbang postur (counter-pose).
Rutin melakukan kayang tidak hanya berdampak pada fisik, tetapi juga diyakini dapat merangsang sistem saraf dan memberikan efek menyegarkan bagi pikiran. Jika dilakukan dengan teknik yang benar dan pemanasan yang cukup, kamu bisa merasakan perubahan signifikan pada fleksibilitas dan pernapasanmu. Lantas, apa saja sebenarnya manfaat kayang dan bagaimana cara melakukannya secara aman?
Nah, mau tahu ulasan lengkap mengenai manfaat serta panduan aman melakukan kayang? Berikut ulasannya!
Manfaat Kayang bagi Kesehatan Tubuh
Gerakan kayang melibatkan hampir seluruh otot besar di dalam tubuh. Mulai dari peregangan di bagian depan tubuh hingga kontraksi kuat di bagian punggung. Berikut ini adalah berbagai manfaat luar biasa dari rutin melakukan gerakan kayang:
1. Meningkatkan Kelenturan Tulang Belakang
Seiring bertambahnya usia, tulang belakang manusia cenderung menjadi lebih kaku dan rentan terhadap nyeri, terutama akibat postur tubuh yang buruk setiap harinya. Kayang secara aktif meregangkan setiap ruas tulang belakang ke arah yang berlawanan dengan kebiasaan membungkuk kita sehari-hari. Gerakan ini membantu menjaga cakram tulang belakang tetap terhidrasi dan lentur, sehingga dapat mencegah kekakuan tulang punggung di masa tua.
2. Memperluas Kapasitas Paru-paru dan Dada
Saat tubuh melengkung ke belakang dalam pose kayang, otot-otot di sekitar dada, tulang rusuk, dan perut akan meregang secara maksimal. Peregangan ini menciptakan lebih banyak ruang bagi paru-paru untuk mengembang. Hasilnya, kapasitas pernapasan bisa meningkat. Bagi kamu yang sering merasa napas pendek, gerakan ini sangat direkomendasikan untuk melatih otot-otot pernapasan (diafragma).
3. Memperkuat Otot Inti, Lengan, dan Pergelangan Tangan
Meskipun terlihat seperti latihan peregangan, kayang adalah latihan kekuatan yang intens. Kamu harus menopang sebagian besar berat badanmu menggunakan lengan dan pergelangan tangan, sambil mengencangkan otot perut dan panggul (core muscles) untuk menjaga kestabilan. Ini akan membentuk otot lengan atas (trisep) dan menguatkan cengkeraman pergelangan tangan.
4. Merangsang Fungsi Kelenjar Tiroid dan Pencernaan
Dalam pandangan yoga dan kesehatan holistik, peregangan ekstensif di area leher dan perut saat kayang dapat merangsang kelenjar tiroid dan kelenjar pituitari. Selain itu, tarikan di area perut bagian bawah berfungsi seolah memijat organ-organ pencernaan internal, yang bisa membantu meredakan sembelit dan memperlancar metabolisme tubuh.
5. Mengurangi Stres dan Meningkatkan Energi (Mood Booster)
Pose backbend seperti kayang dikenal memiliki efek invigorating atau memberi energi. Ketika kamu melakukan kayang, sistem saraf pusat ikut terstimulasi. Sirkulasi darah yang mengalir deras ke kepala dan jantung membantu melepaskan ketegangan fisik dan emosional, sehingga bisa menurunkan tingkat stres, kecemasan, dan bahkan gejala depresi ringan.
Akan tetapi, jika saat berlatih kamu justru merasakan sakit punggung yang tajam dan tak tertahankan, jangan dipaksakan. Hentikan gerakan, dan untuk memastikan tidak ada masalah tulang, kamu bisa melakukan konsultasi ke dokter Halodoc agar mendapatkan diagnosis atau penanganan medis yang akurat.
Anatomi Otot yang Terlibat Saat Kayang
Untuk memahami mengapa kayang sangat bermanfaat, kita perlu melihat otot mana saja yang bekerja. Secara anatomis, kayang memadukan kontraksi otot (penguatan) di bagian belakang tubuh dan ekstensi (peregangan) di bagian depan.
1. Otot yang Meregang (Stretching)
Bagian depan tubuh mengalami peregangan hebat, yang meliputi otot dada (pectoralis major dan minor), otot bahu depan (anterior deltoids), otot fleksor pinggul (iliopsoas), dan otot paha depan (quadriceps).
2. Otot yang Berkontraksi (Strengthening)
Untuk menahan posisi menentang gravitasi, otot di sepanjang punggung (erector spinae), otot bokong (gluteus maximus), otot paha belakang (hamstrings), serta otot lengan bawah dan trisep harus bekerja keras secara bersamaan.
Tips Pencegahan Cedera Saat Kayang
- Lakukan Pemanasan yang Cukup: Jangan pernah melakukan kayang dalam keadaan otot yang masih “dingin”. Lakukan pose jembatan (bridge pose) atau cat-cow terlebih dahulu.
- Fokus pada Kekuatan Kaki: Banyak pemula hanya mengandalkan kekuatan lengan. Dorong berat badanmu ke arah kaki agar tekanan pada pergelangan tangan dan punggung bawah berkurang.
- Jangan Memutar Kepala: Saat berada di posisi melengkung di udara, hindari menengok ke kanan atau ke kiri. Pastikan leher dalam posisi netral menghadap lurus ke lantai untuk mencegah cedera tulang leher.
Cara Melakukan Kayang dengan Benar dan Aman
Teknik adalah kunci utama agar kayang mendatangkan manfaat, bukan cedera. Jika kamu masih pemula, sangat disarankan untuk berlatih di atas matras yoga yang tidak licin dan, jika memungkinkan, didampingi oleh instruktur profesional. Berikut adalah panduan langkah demi langkah cara melakukan gerakan kayang:
1. Posisi Awal Berbaring
Mulailah dengan berbaring telentang di atas matras. Tekuk kedua lututmu dan letakkan telapak kaki rata di lantai, tarik sedekat mungkin dengan bokong. Buka kedua kaki selebar pinggul.
2. Penempatan Tangan yang Tepat
Tekuk sikumu dan letakkan telapak tangan di lantai, tepat di sebelah telinga. Pastikan jari-jari tangan menunjuk ke arah bahu atau kaki. Jaga agar posisi siku tidak membuka lebar ke samping; arahkan siku sejajar menghadap ke atas langit-langit.
3. Fase Angkat Pinggul (Transisi)
Tarik napas dalam-dalam. Tekan kuat telapak kaki ke lantai dan angkat pinggulmu perlahan. Di saat yang bersamaan, tekan kedua telapak tangan ke lantai dan angkat kepalamu hingga puncak kepala (ubun-ubun) menyentuh lantai dengan ringan. Berhentilah sejenak di sini untuk memastikan posisi siku dan bahumu sudah stabil.
4. Fase Naik ke Atas (Full Wheel)
Hembuskan napas panjang, lalu gunakan kekuatan lengan dan kakimu untuk mendorong tubuh ke atas hingga lengan dan kaki hampir lurus. Busungkan dadamu dan biarkan kepala menggantung secara rileks agar tidak ada ketegangan di leher. Tahan posisi ini selama 5 hingga 10 napas sesuai kemampuanmu.
5. Fase Turun
Untuk keluar dari pose ini, lakukan dengan sangat perlahan. Tekuk sikumu perlahan, tempelkan dagu ke arah dada, dan turunkan bagian belakang kepala (bukan ubun-ubun) ke lantai terlebih dahulu. Setelah itu, turunkan punggung atas, punggung tengah, dan pinggul secara berurutan. Peluk kedua lutut ke arah dada untuk menetralisir tulang belakang.
Bila setelah berlatih kayang otot-otot di sekitar bahu atau punggung terasa pegal-pegal ringan, itu adalah hal yang wajar karena otot baru saja dilatih. Sebagai solusi praktis untuk meredakannya, kamu bisa beli obat pereda nyeri otot online di Halodoc, seperti krim analgesik atau suplemen pemulihan otot, yang langsung diantar ke rumah.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
Agar latihanmu lebih efektif, hindari beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh pemula saat melakukan pose kayang:
1. Membiarkan Lutut dan Siku Terbuka Lebar
Membuka lutut ke arah luar saat mendorong tubuh ke atas dapat menyebabkan tekanan berlebih pada sendi sacroiliac (punggung bawah). Upayakan kedua paha tetap sejajar, seolah kamu sedang menjepit sebuah balok yoga di antara kedua lutut. Hal yang sama berlaku untuk siku; jaga agar siku tetap rapat dan tidak melebar.
2. Memaksa Tubuh Terlalu Cepat
Fleksibilitas punggung setiap orang berbeda. Jika kamu belum bisa mengangkat tubuh sepenuhnya, jangan dipaksa. Latihlah Bridge Pose (pose jembatan tanpa mengangkat kepala) secara rutin terlebih dahulu hingga bahu dan punggung siap.
Studi Mengenai Yoga Backbend dan Kelenturan
Journal of Physical Therapy Science menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa program latihan yoga yang berfokus pada gerakan tulang belakang (termasuk pose backbend seperti kayang) secara signifikan mampu meningkatkan fleksibilitas tulang belakang ekstensi dan fungsi paru-paru pada orang dewasa.
Penelitian tersebut menyoroti bahwa peregangan pada rongga dada yang terjadi selama posisi kayang mengoptimalkan volume udara yang bisa ditampung paru-paru (kapasitas vital). Hal ini sangat menguntungkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh serta asupan oksigen ke otak, yang secara paralel menjelaskan mengapa pose ini bisa meredakan stres mental.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
Yoga Journal. Diakses pada 2024. Wheel Pose (Urdhva Dhanurasana).
Healthline. Diakses pada 2024. The Benefits of Wheel Pose and How to Do It Properly.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2024. Effects of Yoga Programs on Spinal Flexibility and Respiratory Function.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Why Stretching Is Good for Your Health and Posture.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Stretching: Focus on flexibility.
FAQ
1. Apakah manfaat kayang bisa untuk menambah tinggi badan?
Secara genetis kayang tidak menambah pertumbuhan panjang tulang bagi orang dewasa. Namun, kayang memperbaiki postur tubuh dengan menarik otot punggung yang bungkuk menjadi lebih tegak lurus. Postur yang tegap inilah yang membuat seseorang terlihat lebih tinggi dibandingkan saat mereka sering membungkuk.
2. Siapa yang tidak boleh melakukan gerakan kayang?
Gerakan kayang harus dihindari oleh penderita cedera punggung bawah parah, hernia diskus (saraf terjepit), sindrom lorong karpal (carpal tunnel syndrome), serta mereka yang memiliki masalah jantung atau tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol. Wanita hamil di trimester akhir juga tidak disarankan melakukan full wheel pose.
3. Berapa lama idealnya menahan posisi kayang?
Bagi pemula, menahan posisi kayang selama 3 hingga 5 kali tarikan napas (sekitar 15-20 detik) sudah cukup. Bagi praktisi yoga tingkat lanjut, pose ini bisa ditahan selama 10 napas atau lebih. Yang terpenting adalah tidak menahan napas dan tetap bernapas dengan tenang selama pose berlangsung.
4. Kenapa pergelangan tangan sakit saat mencoba kayang?
Rasa sakit pada pergelangan tangan biasanya terjadi karena kurangnya peregangan (stretching) pada area tersebut sebelum latihan, atau distribusi berat badan yang salah. Seringkali orang terlalu banyak membuang beban ke arah tangan. Untuk mencegahnya, pemanasan pergelangan tangan sangat wajib, dan saat di posisi kayang, dorong dada ke arah dinding di belakangmu dengan menggunakan dorongan kuat dari paha dan kaki.


