Ad Placeholder Image

Ini Cara Menangani Osteomielitis yang Perlu Diketahui

3 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 22 Juni 2026

“Karena penyebabnya adalah infeksi bakteri, penanganan pertama untuk mengatasi osteomielitis adalah konsumsi antibiotik. Bila tidak ada perubahan, dokter bisa melakukan operasi untuk menghilangkan infeksi bakteri.”

Ini Cara Menangani Osteomielitis yang Perlu DiketahuiIni Cara Menangani Osteomielitis yang Perlu Diketahui

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu mendengar tentang osteomielitis? Secara medis, osteomielitis adalah kondisi infeksi yang terjadi pada tulang. Infeksi ini bisa terjadi ketika bakteri atau jamur masuk ke dalam jaringan tulang, baik melalui aliran darah, penyebaran dari jaringan di sekitarnya yang terinfeksi, maupun akibat paparan langsung karena cedera atau operasi. Meskipun tulang kita pada dasarnya memiliki ketahanan yang sangat kuat terhadap infeksi, namun begitu bakteri berhasil masuk dan berkembang biak, kondisi ini bisa menjadi masalah medis yang serius dan memerlukan penanganan segera.

Mengapa osteomielitis sangat penting untuk segera ditangani? Jaringan tulang memiliki struktur yang padat dan kaku. Ketika terjadi infeksi, sistem kekebalan tubuh akan merespons dengan mengirimkan sel darah putih untuk melawan bakteri. Proses perlawanan ini akan menghasilkan nanah. Karena tulang tidak bisa mengembang, penumpukan nanah ini akan meningkatkan tekanan di dalam tulang dan pada akhirnya dapat memutus aliran darah ke area tersebut. Jika aliran darah terputus, jaringan tulang bisa mati (nekrosis). Tulang yang mati ini akan sangat sulit diobati karena obat-obatan dan sel kekebalan tidak lagi bisa menjangkaunya melalui aliran darah.

Pada masa lalu, kondisi ini sering kali dianggap sebagai penyakit yang sangat sulit untuk disembuhkan dan berisiko tinggi menyebabkan kecacatan permanen. Namun, seiring dengan kemajuan teknologi medis dan penemuan berbagai jenis antibiotik yang ampuh, osteomielitis kini dapat ditangani dengan lebih baik. Tentunya, kunci utama dari keberhasilan pengobatan adalah diagnosis dini dan intervensi yang tepat secara agresif.

Pemahaman yang baik mengenai faktor risiko, tanda-tanda awal, serta langkah penanganan yang tepat akan sangat membantu kamu atau orang terdekat agar terhindar dari komplikasi fatal. Mari kita bahas secara tuntas mengenai osteomielitis di bawah ini!

Penyebab dan Faktor Risiko Osteomielitis

Osteomielitis pada umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri, di mana bakteri Staphylococcus aureus menjadi “dalang” utama dalam sebagian besar kasus. Bakteri ini sebenarnya adalah kuman yang umum ditemukan menempel di kulit atau bahkan di dalam hidung orang yang sehat tanpa menimbulkan masalah apa-apa. Namun, saat kuman ini menemukan jalan untuk masuk ke dalam tubuh dan mencapai tulang, kuman ini dapat memicu infeksi yang destruktif.

Kuman dapat menyusup dan menginfeksi tulang melalui beberapa jalur utama, antara lain:

  • Melalui Aliran Darah (Penyebaran Hematogen): Kuman dari area tubuh lain (misalnya dari infeksi saluran kemih, infeksi telinga, atau gigi yang berlubang parah) dapat masuk ke dalam aliran darah dan terbawa hingga ke tulang. Pada anak-anak, infeksi ini paling sering bersarang di area pertumbuhan tulang panjang pada kaki atau lengan. Sementara pada orang dewasa, penyebaran hematogen lebih sering menyerang tulang belakang (vertebral osteomyelitis).
  • Penyebaran dari Jaringan Terdekat: Infeksi yang terjadi pada kulit, otot, atau tendon (seperti pada kasus ulkus kaki diabetik) bisa menyebar semakin dalam jika tidak segera diobati dengan tuntas, hingga akhirnya kuman mencapai tulang yang ada di bawahnya.
  • Paparan Langsung: Jika kamu mengalami patah tulang terbuka di mana tulang menonjol keluar dan merobek kulit, tulang tersebut bisa langsung terkontaminasi oleh bakteri dari lingkungan sekitar. Operasi ortopedi, seperti pemasangan pen atau penggantian sendi buatan, juga membawa risiko kecil masuknya bakteri secara langsung ke area tulang.

Selain penyebab langsung tersebut, tidak semua orang memiliki kerentanan yang sama. Ada beberapa faktor risiko yang bisa membuat seseorang lebih mudah terserang osteomielitis, di antaranya:

  • Penyakit Diabetes: Terutama mereka yang memiliki kadar gula darah tidak terkontrol, sering mengalami kerusakan saraf tepi (neuropati diabetik) dan aliran darah yang buruk, sehingga luka kecil di kaki bisa berkembang menjadi infeksi tulang tanpa disadari.
  • Gangguan Sirkulasi Darah: Penyakit arteri perifer atau penyakit sel sabit dapat menghalangi kemampuan tubuh untuk mendistribusikan sel-sel kekebalan penangkal infeksi secara optimal.
  • Penggunaan Kateter atau Selang Intravena: Pasien yang menjalani cuci darah (hemodialisis) berkala atau yang menggunakan kateter urine jangka panjang berisiko lebih tinggi karena alat bantu ini bisa menjadi “pintu masuk” bakteri.
  • Penurunan Sistem Imun: Kondisi seperti HIV/AIDS, pengobatan kanker, atau konsumsi obat imunosupresan membuat pertahanan tubuh menurun drastis.

Gejala Osteomielitis yang Perlu Diwaspadai

Gejala osteomielitis sangat bergantung pada usia pasien, jenis tulang yang terinfeksi, serta apakah infeksi tersebut bersifat akut (terjadi secara tiba-tiba dan cepat) atau kronis (berkembang lambat dan berlangsung lama). Mengenali gejalanya sedini mungkin sangat penting agar infeksi bisa dihentikan sebelum menimbulkan kerusakan permanen.

Pada kasus osteomielitis akut, gejalanya biasanya muncul dengan sangat cepat dan meliputi:

  • Demam tinggi yang mungkin disertai menggigil atau berkeringat hebat di malam hari.
  • Nyeri yang dalam dan berdenyut hebat di area tulang yang terinfeksi.
  • Pembengkakan, kemerahan, dan rasa hangat bila area tersebut disentuh.
  • Tubuh terasa sangat kelelahan dan lemas (malaise).
  • Kehilangan rentang gerak; misalnya, seorang anak tiba-tiba menolak untuk berjalan atau menggunakan salah satu lengannya karena terasa sangat sakit.

Sementara itu, osteomielitis kronis bisa jadi tidak menunjukkan gejala yang terlalu dramatis seperti demam tinggi. Infeksi kronis sering kali merupakan lanjutan dari infeksi akut yang belum sembuh total. Gejalanya meliputi:

  • Nyeri tulang yang tumpul, hilang timbul, atau konstan namun intensitasnya lebih ringan dibanding infeksi akut.
  • Adanya luka terbuka di kulit yang berdekatan dengan tulang yang tidak kunjung sembuh, terkadang mengeluarkan nanah.
  • Kelelahan kronis.

Hal yang perlu menjadi catatan khusus, pada orang dengan diabetes atau gangguan saraf (neuropati), sensasi rasa sakit mungkin sudah berkurang atau hilang sepenuhnya. Akibatnya, satu-satunya tanda osteomielitis mungkin hanya berupa luka bernanah di area kaki atau bau tidak sedap dari luka yang tak kunjung menutup.

Tips Pencegahan Infeksi Tulang bagi Penderita Diabetes
  1. Periksa kaki setiap hari untuk mencari luka, lecet, atau kapalan.
  2. Jaga kaki tetap bersih, kering, dan gunakan pelembap untuk mencegah kulit pecah-pecah.
  3. Selalu gunakan alas kaki yang nyaman, aman, dan tidak sempit.
  4. Segera obati luka sekecil apapun dan tutup dengan perban yang steril.
  5. Pantau dan jaga kadar gula darah agar selalu dalam batas normal.

Kapan Harus ke Dokter?

Kondisi medis terkait infeksi tulang bukanlah sesuatu yang bisa dianggap remeh atau ditangani secara mandiri di rumah. Jika kamu mengalami demam tinggi mendadak yang disertai nyeri tulang dalam yang tidak tertahankan, pembengkakan ekstrem pada sendi atau area anggota gerak, atau jika kamu memiliki luka yang tidak kunjung membaik setelah beberapa minggu, segera cari bantuan medis profesional.

Bagi kamu yang baru saja pulih dari patah tulang terbuka atau menjalani operasi pemasangan implan tulang, waspadai setiap perubahan kemerahan atau rembesan cairan dari bekas luka operasi. Untuk memudahkan langkah awalmu, kamu bisa melakukan konsultasi ke dokter Halodoc kapan saja dan di mana saja. Dokter dapat membantu mengevaluasi gejalamu, memberikan panduan awal, dan merekomendasikan langkah pemeriksaan lanjutan sebelum kondisinya semakin memburuk.

Diagnosis dan Penanganan Medis

1. Langkah Diagnosis

Untuk mendiagnosis osteomielitis secara akurat, dokter biasanya akan melakukan serangkaian pemeriksaan medis yang komprehensif. Pertama, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan dan melakukan pemeriksaan fisik untuk memeriksa area tulang yang bengkak, merah, atau hangat.

Selanjutnya, pemeriksaan penunjang sangat diperlukan. Dokter akan meminta tes darah untuk mengukur sel darah putih serta penanda peradangan lainnya seperti Laju Endap Darah (LED) dan C-Reactive Protein (CRP). Tes pencitraan juga esensial; meskipun rontgen (X-ray) sering digunakan, kerusakan tulang mungkin baru terlihat berminggu-minggu setelah infeksi terjadi. Oleh karena itu, MRI atau CT scan lebih direkomendasikan karena dapat memberikan gambaran detail terkait penumpukan cairan atau kerusakan jaringan di sekitar tulang. Gold standard (standar emas) untuk diagnosis adalah biopsi tulang, di mana dokter mengambil sedikit sampel tulang yang terinfeksi untuk dibiakkan di laboratorium. Biopsi inilah yang akan menentukan jenis bakteri penyebab infeksi secara pasti sehingga dokter dapat meresepkan antibiotik yang paling tepat sasaran.

2. Penanganan Medis Utama

Penanganan osteomielitis adalah gabungan antara pengobatan antibiotik dosis tinggi dan tindakan operasi. Durasi penyembuhannya bisa memakan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.

Sebagian besar pasien memerlukan rawat inap di rumah sakit pada tahap awal agar dapat menerima antibiotik secara intravena (melalui infus) selama beberapa minggu. Setelah infeksi mulai terkendali, pengobatan dapat dilanjutkan dengan antibiotik oral di rumah. Sangat penting untuk menghabiskan seluruh resep antibiotik sesuai instruksi dokter, meski tubuh sudah merasa sehat, untuk mencegah infeksi kembali (relaps).

Tindakan operasi sering kali tidak dapat dihindari, terutama jika nanah sudah menumpuk atau ada bagian tulang yang mati. Operasi meliputi proses drainase (mengeluarkan nanah), debridement (memotong dan membuang jaringan tulang yang sudah mati), dan bahkan pengangkatan benda asing jika infeksi disebabkan oleh pelat atau sekrup bedah dari operasi sebelumnya.

Setelah pengobatan utama selesai dan kamu sedang dalam masa pemulihan, menjaga asupan nutrisi untuk perbaikan jaringan tulang sangat dianjurkan. Kamu mungkin memerlukan suplemen tulang, vitamin C, atau pereda nyeri ringan yang dijual bebas untuk meringankan rasa tidak nyaman. Kamu bisa beli obat online di Halodoc untuk mendapatkan produk kesehatan yang 100% asli dan diantar langsung ke rumah, sehingga kamu bisa beristirahat total selama masa penyembuhan.

Komplikasi jika Tidak Diobati

Membiarkan osteomielitis tanpa pengobatan medis yang memadai ibarat membiarkan rayap memakan kerangka rumah. Infeksi ini bisa berakibat fatal dan menyebabkan komplikasi serius, antara lain:

  • Kematian Tulang (Osteonekrosis): Seperti yang dijelaskan sebelumnya, tekanan akibat nanah akan memutus aliran darah ke tulang. Jaringan tulang yang tidak mendapat darah akan mati dan hancur. Jika dibiarkan, kematian jaringan ini bisa merembet luas hingga seringkali memerlukan tindakan amputasi sebagai jalan terakhir untuk menyelamatkan nyawa pasien.
  • Artritis Septik (Infeksi Sendi): Terkadang, bakteri di dalam tulang dapat menembus dan menyebar ke sendi terdekat. Hal ini akan menyebabkan infeksi pada rongga sendi yang berisiko merusak tulang rawan secara permanen, menyebabkan sendi menjadi kaku atau tidak bisa digerakkan sama sekali.
  • Gangguan Pertumbuhan: Ini adalah komplikasi yang sangat ditakutkan pada anak-anak. Jika infeksi menyerang bagian ujung tulang panjang lengan atau kaki tempat pelat pertumbuhan (epiphyseal plate) berada, pertumbuhan tulang anak bisa terhambat atau tumbuh menjadi bengkok/tidak simetris.
  • Kanker Kulit: Meskipun sangat jarang, infeksi tulang kronis yang memicu luka terbuka dan mengeluarkan nanah terus-menerus selama bertahun-tahun bisa memicu mutasi sel kulit di sekitarnya menjadi kanker kulit agresif yang dikenal sebagai ulkus Marjolin (kanker sel skuamosa).

Studi Mengenai Durasi Pengobatan Antibiotik

The New England Journal of Medicine menerbitkan studi klinis yang signifikan di tahun 2019 terkait penanganan osteomielitis. Studi yang dikenal dengan uji OVIVA (Oral versus Intravenous Antibiotics for Bone and Joint Infection) ini menjelaskan bahwa penggunaan antibiotik oral dapat memberikan tingkat efektivitas dan kesuksesan pengobatan yang sama baiknya dengan pemberian antibiotik intravena (infus) pasca-operasi untuk infeksi tulang dan sendi.

Temuan ini menjadi terobosan penting dalam dunia medis ortopedi karena menunjukkan bahwa pasien tidak harus bergantung pada infus jangka panjang (yang berisiko menimbulkan infeksi kateter) dan bisa memulihkan diri lebih cepat serta nyaman di rumah menggunakan terapi obat minum, asalkan jenis antibiotik dan dosisnya diawasi ketat oleh dokter.

Sebagai kesimpulan, menjaga kebersihan luka terbuka, mengontrol penyakit komorbid seperti diabetes, serta peka terhadap gejala nyeri tulang yang tak wajar adalah cara terbaik mencegah osteomielitis. Jika gejala tak kunjung mereda, jangan tunda untuk melakukan pemeriksaan medis lebih lanjut.

Selain menerapkan langkah di atas, kamu juga bisa berkonsultasi lebih dalam dengan dokter terkait masalah tulang atau keluhan kesehatan lainnya melalui Halodoc.

Konsultasi dengan Dokter Spesialis Ortopedi via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Ortopedi terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Osteomyelitis.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Osteomyelitis.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2024. Osteomyelitis.
The New England Journal of Medicine (NEJM). Diakses pada 2024. Oral versus Intravenous Antibiotics for Bone and Joint Infection.
Johns Hopkins Medicine. Diakses pada 2024. Osteomyelitis.

FAQ

1. Apakah osteomielitis penyakit yang menular?

Tidak, osteomielitis tidak menular dari orang ke orang melalui sentuhan, udara, atau pertukaran cairan tubuh. Penyakit ini terjadi karena infeksi bakteri yang menyusup ke dalam aliran darah pasien itu sendiri atau akibat masuknya bakteri lewat luka terbuka yang ada pada tubuh penderita.

2. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk sembuh dari osteomielitis?

Waktu penyembuhan sangat bervariasi tergantung pada tingkat keparahan infeksi. Secara umum, pengobatan dengan antibiotik membutuhkan waktu minimal 4 hingga 8 minggu. Pada kasus kronis atau infeksi yang sudah merusak banyak tulang, masa penyembuhan dengan rehabilitasi setelah tindakan operasi bisa memakan waktu berbulan-bulan.

3. Apakah penderita osteomielitis boleh berolahraga secara normal?

Selama fase infeksi akut dan masa pengobatan, dokter biasanya akan menyarankan pasien untuk mengistirahatkan area tulang yang terinfeksi dan membatasi beban berat untuk mencegah terjadinya komplikasi patah tulang. Setelah infeksi sepenuhnya sembuh dan diizinkan oleh dokter ortopedi, barulah kamu bisa kembali beraktivitas fisik secara bertahap.

4. Bisakah osteomielitis disembuhkan tanpa operasi?

Bisa, namun hal ini biasanya berlaku jika infeksi berhasil dideteksi dan didiagnosis pada tahap yang sangat awal (osteomielitis akut) sebelum bakteri membentuk kumpulan nanah yang tebal atau merusak jaringan tulang. Jika dideteksi dini, pemberian antibiotik intravena dosis tinggi terkadang sudah cukup untuk menghentikan infeksi tanpa perlu pembedahan.