Ad Placeholder Image

Ini Cara Menurunkan Berat Badan saat Puasa yang Bisa Dicoba

6 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   17 Juni 2026

Kamu bisa turunkan berat badan lebih optimal di bulan puasa dengan mengikuti tips tertentu.

Ini Cara Menurunkan Berat Badan saat Puasa yang Bisa DicobaIni Cara Menurunkan Berat Badan saat Puasa yang Bisa Dicoba

DAFTAR ISI


Menjalani diet di bulan puasa sering kali dianggap sebagai tantangan ganda. Di satu sisi, kamu harus menahan lapar dan haus selama lebih dari 12 jam, namun di sisi lain, godaan untuk “balas dendam” saat berbuka puasa dengan makanan tinggi kalori dan gula sangatlah besar. Padahal, momen Ramadan sebenarnya merupakan kesempatan emas untuk melakukan detoksifikasi tubuh dan mencapai berat badan ideal jika dikelola dengan strategi nutrisi yang tepat.

Penting untuk diingat bahwa diet saat puasa bukan berarti mengurangi porsi makan secara ekstrem hingga tubuh kekurangan gizi. Kuncinya terletak pada pengaturan komposisi makronutrisi (karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat) dan mikronutrisi (vitamin dan mineral) agar metabolisme tetap terjaga. Tanpa asupan yang seimbang, kamu justru berisiko mengalami penurunan massa otot, dehidrasi, atau kelelahan ekstrem yang dapat mengganggu ibadah maupun produktivitas kerja sehari-hari.

Selain mengatur pola makan saat sahur dan berbuka, dukungan dari suplemen dan vitamin yang tepat dapat membantu mengoptimalkan proses metabolisme serta menjaga energi tetap stabil. Asupan serat tambahan juga sangat direkomendasikan untuk memberikan rasa kenyang lebih lama dan menjaga kesehatan pencernaan yang sering kali melambat saat berpuasa. Jika kamu merasa kesulitan dalam mengatur pola makan atau memiliki kondisi medis tertentu, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.

Nah, mau tahu apa saja pilihan produk pendukung diet di bulan puasa? Berikut ulasannya!

Rekomendasi Produk Pendukung Diet di Bulan Puasa yang Ampuh

Berikut adalah beberapa produk vitamin, suplemen serat, dan minuman kesehatan yang telah dikurasi oleh tim apoteker senior kami untuk membantu kamu mencapai target diet selama bulan Ramadan dengan tetap menjaga kebugaran tubuh.

1. Hemaviton Stamina Plus 5 Kapsul

Hemaviton Stamina Plus adalah suplemen yang dirancang khusus untuk membantu menjaga stamina dan konsentrasi. Kandungannya terdiri dari Ginseng Extract, Guaranine, serta vitamin dan mineral penting seperti Vitamin A, C, E, Zinc, dan Selenium. Saat diet di bulan puasa, tubuh sering kali merasa lemas karena cadangan glikogen yang menurun; kandungan ginseng dalam produk ini membantu memperbaiki sirkulasi oksigen dan energi seluler.

Cara kerjanya adalah dengan mendukung metabolisme energi di dalam tubuh agar tetap optimal meskipun asupan kalori dibatasi. Manfaatnya termasuk mengurangi rasa lelah, meningkatkan fokus saat bekerja meski sedang berpuasa, dan memberikan perlindungan antioksidan bagi sel-sel tubuh dari radikal bebas.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 1 kapsul, diminum 2 kali sehari.
  • Saat puasa: Diminum saat sahur dan setelah berbuka puasa.

Produk ini termasuk golongan suplemen kesehatan dan vitamin. Hindari konsumsi jika kamu memiliki riwayat hipertensi atau sensitivitas terhadap kafein (dari guaranine).

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Hemaviton Stamina Plus 5 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc

2. FibreFirst Sachet

FibreFirst merupakan suplemen serat premium yang dikombinasikan dengan sari sayuran dan buah-buahan alami. Produk ini mengandung serat larut dan tidak larut yang sangat penting dalam program diet. Kandungan psyllium husk dan oat fiber di dalamnya bekerja dengan cara menyerap air dan membentuk gel di dalam saluran cerna, sehingga memperlambat pengosongan lambung.

Manfaat utamanya adalah membantu memberikan rasa kenyang yang lebih lama jika dikonsumsi saat sahur, serta membantu melancarkan buang air besar (detoksifikasi) jika diminum setelah berbuka. Selain itu, serat membantu mengikat lemak dan kolesterol dari makanan berbuka yang mungkin berlebihan, sehingga mendukung penurunan berat badan.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 1 sachet per hari.
  • Larutkan dalam 300 ml air dingin, kocok/aduk rata dan segera minum sebelum mengental.

Pastikan kamu mengonsumsi cukup air putih di antara waktu berbuka hingga sahur saat mengonsumsi suplemen serat ini untuk mencegah sembelit.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan FibreFirst Sachet di Toko Kesehatan Halodoc

Tips Menahan Lapar Saat Puasa
  1. Konsumsi karbohidrat kompleks seperti beras merah atau gandum saat sahur.
  2. Pastikan asupan protein cukup (minimal 1 gram per kg berat badan) untuk menjaga massa otot.
  3. Gunakan bantuan suplemen serat tinggi untuk memperlambat rasa lapar di siang hari.

3. CDR 10 Tablet Effervescent

Calcium-D-Redoxon atau CDR mengandung kombinasi kalsium, Vitamin C, Vitamin D, dan Vitamin B6. Dalam konteks diet, kalsium berperan penting dalam proses pemecahan lemak (lipolisis). Kekurangan kalsium sering kali memicu tubuh untuk menyimpan lemak lebih banyak. Selain itu, bentuk effervescent-nya membantu memenuhi kebutuhan cairan dan elektrolit yang hilang selama berpuasa.

Vitamin C di dalamnya berfungsi sebagai penguat sistem imun agar kamu tidak mudah jatuh sakit saat sedang mengurangi asupan makanan. Vitamin D membantu penyerapan kalsium dan mendukung fungsi hormon yang mengatur nafsu makan.

Dosis dan aturan pakai:

  • 1 tablet effervescent per hari.
  • Larutkan dalam segelas air (200 ml) dan minum segera setelah berbuka puasa.

Hati-hati bagi penderita gangguan fungsi ginjal atau penderita batu ginjal karena kandungan kalsiumnya yang tinggi.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan CDR 10 Tablet Effervescent di Toko Kesehatan Halodoc

4. Enervon-C 30 Tablet

Enervon-C adalah suplemen multivitamin yang mengandung Vitamin C 500 mg, serta kompleks Vitamin B (B1, B2, B6, B12), Niasinamida, dan Kalsium Pantotenat. Vitamin B kompleks sangat krusial dalam diet karena fungsinya sebagai koenzim dalam metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energi.

Ketika kamu berpuasa dan membatasi kalori, asupan vitamin B dari makanan mungkin tidak mencukupi, yang menyebabkan rasa lemas berlebihan. Enervon-C memastikan proses konversi energi tetap berjalan efisien sehingga kamu tetap produktif. Selain itu, dosis Vitamin C yang cukup membantu menjaga elastisitas kulit yang terkadang tampak kusam saat berat badan turun.

Dosis dan aturan pakai:

  • 1 tablet sehari.
  • Sebaiknya dikonsumsi setelah makan (saat sahur atau berbuka) untuk mengurangi risiko iritasi lambung bagi yang memiliki maag.

Suplemen ini aman dikonsumsi setiap hari selama bulan puasa untuk menjaga daya tahan tubuh.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Enervon-C 30 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

5. Nutrive Benecol Smoothie Strawberry 100 ml

Sering kali tantangan diet di bulan puasa adalah menu berbuka yang tinggi lemak jenuh (gorengan, santan). Nutrive Benecol hadir sebagai solusi karena mengandung Plant Stanol Ester (PSE). PSE memiliki struktur kimia yang mirip dengan kolesterol, sehingga ia bekerja dengan cara “berkompetisi” dengan kolesterol di usus halus untuk diserap tubuh.

Dengan mengonsumsi ini secara rutin setelah berbuka puasa, penyerapan kolesterol jahat (LDL) dapat dihambat hingga 7-10%, yang sangat mendukung kesehatan jantung selama program diet. Rasa smoothie yang enak juga menjadikannya alternatif takjil yang lebih sehat dibandingkan minuman manis bersantan.

Dosis dan aturan pakai:

  • 2 botol sehari jika ingin menurunkan kolesterol secara signifikan, atau 1 botol sebagai pemeliharaan.
  • Diminum segera setelah makan besar (berbuka atau sahur).

Produk ini bukan pengganti makanan, melainkan suplemen pangan fungsional yang membantu mengontrol profil lemak tubuh.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Nutrive Benecol Smoothie Strawberry 100 ml di Toko Kesehatan Halodoc

Pola Makan Ideal Saat Diet Puasa
  1. Sahur: Fokus pada karbohidrat kompleks dan serat tinggi.
  2. Berbuka: Awali dengan air putih dan buah (seperti kurma) dalam porsi kecil.
  3. Makan Malam: Pilih porsi protein tinggi dan sayuran hijau, batasi nasi putih.

Tips Nutrisi Selama Puasa Agar Diet Berhasil

Mencapai berat badan ideal saat Ramadan memerlukan disiplin lebih dari sekadar memilih suplemen. Berikut adalah langkah-langkah medis yang bisa kamu terapkan:

1. Perhatikan Hidrasi Tubuh

Sering kali otak salah mengartikan rasa haus sebagai rasa lapar. Dengan menerapkan pola minum 2-4-2 (2 gelas saat berbuka, 4 gelas di malam hari, dan 2 gelas saat sahur), kamu dapat memastikan metabolisme lemak berjalan optimal. Tanpa air yang cukup, tubuh akan sulit memecah simpanan lemak sebagai energi.

2. Hindari Karbohidrat Sederhana Berlebihan

Makanan manis saat berbuka memang memberikan lonjakan energi instan, namun juga menyebabkan lonjakan insulin yang tinggi. Insulin yang tinggi akan menghentikan proses pembakaran lemak dan justru merangsang penyimpanan lemak di area perut. Pilihlah pemanis alami atau batasi takjil manis hanya satu jenis dalam porsi kecil.

3. Olahraga dengan Intensitas Rendah

Diet tidak akan maksimal tanpa aktivitas fisik. Waktu terbaik adalah 30-60 menit menjelang berbuka puasa. Lakukan olahraga ringan seperti jalan cepat atau yoga. Hal ini akan memaksa tubuh membakar simpanan lemak tubuh (ketosis ringan) karena cadangan gula dalam darah sudah menipis di akhir hari.

Studi Mengenai Diet dan Puasa

Journal of Mid-Life Health menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa puasa Ramadan yang dilakukan secara teratur dapat menurunkan massa lemak tubuh secara signifikan tanpa merusak massa otot, asalkan asupan protein tetap terjaga di angka 1.2 gram per kilogram berat badan.

Penelitian lain menunjukkan bahwa penggunaan suplemen serat seperti psyllium husk selama bulan puasa terbukti mengurangi rasa lapar hingga 25% dibandingkan kelompok yang tidak mengonsumsi serat tambahan. Hal ini sangat krusial bagi orang yang baru memulai diet di bulan puasa agar tidak mengalami kegagalan akibat rasa lapar yang tak tertahankan di siang hari.

Diet di bulan puasa adalah perjalanan yang menuntut keseimbangan antara niat ibadah dan manajemen nutrisi. Jika kamu merasakan gejala seperti pusing hebat, gemetar, atau detak jantung tidak beraturan saat mencoba membatasi asupan makanan selama puasa, segera hentikan diet ekstrem dan konsultasikan kondisi kamu. Jangan ragu untuk beli obat online di Halodoc jika membutuhkan vitamin tambahan untuk menjaga kondisi fisik.

Kamu juga bisa mendapatkan obat-obatan dan suplemen di atas dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc agar program diet kamu aman dan efektif.

Referensi:
NCBI. Diakses pada 2026. Health benefits of fasting and its cellular mechanisms.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Weight loss: 6 strategies for success.
Journal of Nutrition and Metabolism. Diakses pada 2026. The impact of Ramadan fasting on body composition and metabolic markers.
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Tips Sehat Saat Berpuasa: Panduan Nutrisi.

FAQ

1. Apakah aman melakukan diet defisit kalori saat puasa?

Sangat aman, asalkan defisit kalori tidak terlalu ekstrem (sekitar 300-500 kalori dari kebutuhan harian) dan asupan nutrisi mikro tetap terpenuhi dari suplemen atau sayuran.

2. Kapan waktu terbaik minum vitamin saat puasa?

Vitamin yang larut lemak (A, D, E, K) sebaiknya diminum setelah makan besar saat sahur atau berbuka, sedangkan vitamin larut air seperti Vitamin C bisa diminum kapan saja setelah makan.

3. Mengapa berat badan justru naik saat puasa padahal sudah diet?

Hal ini biasanya disebabkan oleh asupan makanan tinggi gula dan lemak saat berbuka (balas dendam) serta kurangnya aktivitas fisik yang menyebabkan surplus kalori di akhir hari.

4. Bisakah penderita maag melakukan diet saat puasa?

Bisa, namun harus ekstra hati-hati dengan pilihan makanan. Hindari makanan asam, pedas, dan kopi. Konsumsi karbohidrat yang lembut dan pastikan minum obat atau suplemen yang ramah lambung.

## Punya Keluhan saat Diet di Bulan Puasa? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan atau bingung mengatur dosis vitamin saat diet di bulan puasa? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

[HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant)](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.