
Ini Cara Praktis Membuat Sambal Terasi Menggugah Selera
“Bumbu-bumbu yang digunakan dalam sambal terasi bisa disesuaikan dengan selera masing-masing. Misalnya, ada teri atau terong sehingga menjadikan sambal terasi sebagai hidangan yang personal dan disukai banyak orang.”

DAFTAR ISI
- Cara Membuat Sambal Terasi
- Tips Membuat Sambal Lebih Sehat
- Kapan Harus ke Dokter?
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- Referensi
- FAQ
Sambal terasi merupakan salah satu pelengkap makanan yang populer di Indonesia. Rasa pedas, gurih, dan aroma khas terasi dapat membuat hidangan sederhana terasa lebih nikmat.
Meski begitu, konsumsi sambal tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan. Cabai dan makanan tinggi garam dapat memicu keluhan pada sebagian orang, terutama jika dikonsumsi berlebihan atau saat memiliki masalah lambung.
Cara Membuat Sambal Terasi
Membuat sambal terasi di rumah cukup praktis karena bahan-bahannya mudah ditemukan. Proses menggoreng atau membakar bahan terlebih dahulu dapat membantu mengurangi aroma langu dan membuat rasa sambal lebih kaya.
Bahan-bahan
- 10 buah cabai merah keriting
- 5–10 buah cabai rawit merah, sesuai tingkat kepedasan
- 5 butir bawang merah
- 2 siung bawang putih
- 1 buah tomat merah
- 1 sendok teh terasi matang atau terasi yang sudah dibakar
- Garam secukupnya
- Gula merah secukupnya
- 1–2 sendok makan minyak untuk menumis
- Jeruk limau secukupnya sebagai pelengkap
Langkah-langkah membuat
- Cuci cabai, bawang, dan tomat dengan air mengalir, lalu tiriskan.
- Panaskan sedikit minyak, kemudian tumis cabai, bawang, dan tomat sampai layu. Kamu juga bisa membakar bahan tersebut sebentar untuk menghasilkan aroma yang lebih smoky.
- Ulek bahan yang sudah matang bersama terasi, garam, dan gula merah sampai mencapai tekstur yang diinginkan.
- Tambahkan perasan jeruk limau agar rasanya lebih segar.
- Cicipi secukupnya dan sesuaikan rasa. Sajikan sambal bersama nasi, lalapan, atau lauk pilihan.
Untuk menjaga keamanan pangan, gunakan bahan yang masih segar dan alat masak yang bersih. Sambal sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup di lemari pendingin dan tidak dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang.
Resep ini dapat disesuaikan dengan selera, misalnya dengan mengurangi cabai untuk rasa yang lebih ringan atau menambahkan sedikit air jeruk limau untuk cita rasa yang lebih asam. Jika sambal disimpan, gunakan sendok bersih setiap kali mengambilnya agar tidak mudah terkontaminasi.
Tips Membuat Sambal Lebih Sehat
- Batasi garam dan gula. Gunakan secukupnya untuk membantu mengontrol asupan natrium dan gula harian.
- Pilih bahan segar. Cabai, tomat, dan bawang yang segar umumnya memiliki rasa lebih baik sehingga tidak membutuhkan terlalu banyak penyedap.
- Sesuaikan tingkat kepedasan. Kurangi cabai rawit jika kamu mudah mengalami nyeri ulu hati, perut terasa panas, atau diare setelah makan pedas.
- Perhatikan porsinya. Sambal sebaiknya menjadi pelengkap, bukan dikonsumsi dalam jumlah berlebihan.
- Simpan dengan benar. Masukkan sambal ke wadah bersih dan tertutup, lalu simpan di lemari pendingin.
Cabai tidak selalu menyebabkan gangguan pencernaan pada setiap orang. Namun, makanan pedas dapat memperburuk gejala tertentu, seperti refluks asam, nyeri ulu hati, atau diare, pada orang yang sensitif.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika setelah mengonsumsi makanan pedas kamu mengalami nyeri perut hebat, muntah berulang, diare terus-menerus, BAB berdarah, atau tanda dehidrasi, segera konsultasikan dengan Dokter Umum di Halodoc. Pemeriksaan juga diperlukan jika keluhan seperti rasa terbakar di dada atau nyeri ulu hati sering kambuh dan tidak membaik setelah menghindari pemicunya.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
- ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
- ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
- ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
- ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
- ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
- ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
- ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
Referensi
World Health Organization. Diakses pada 2026. Healthy Diet.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Gizi Seimbang.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik.
WebMD. Diakses pada 2026. Heartburn and Acid Reflux: Symptoms and Causes.
PubMed. Diakses pada 2026. Dietary Capsaicin and Gastrointestinal Health.
FAQ
Apakah sambal terasi harus dimasak?
Sambal terasi dapat dibuat dengan bahan yang diulek langsung, tetapi memasak atau membakar bahan terlebih dahulu dapat menghasilkan aroma dan rasa yang lebih kuat. Memasak juga membantu melayukan bahan, meski tetap perlu menjaga kebersihan selama proses pengolahan.
Berapa lama sambal terasi dapat disimpan?
Sambal yang disimpan dalam wadah bersih dan tertutup di lemari pendingin dapat bertahan selama beberapa hari. Buang sambal jika muncul perubahan aroma, warna, rasa, atau tekstur.
Apakah sambal terasi aman untuk penderita maag?
Keamanan sambal bergantung pada kondisi setiap orang dan tingkat sensitivitasnya terhadap makanan pedas. Jika sambal memicu nyeri ulu hati, mual, atau rasa terbakar di dada, sebaiknya kurangi atau hindari konsumsinya dan konsultasikan keluhan kepada dokter.




