Ad Placeholder Image

Ini Ciri Penyakit TBC yang Perlu Diwaspadai

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   18 Juni 2026

TBC atau tuberkulosis adalah penyakit menular paru-paru yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Parahnya, Indonesia menempati peringkat kedua sebagai negara dengan pengidap TBC terbanyak di dunia setelah India sehingga pemerintah terus berupaya mengendalikan kasusnya.

Ini Ciri Penyakit TBC yang Perlu DiwaspadaiIni Ciri Penyakit TBC yang Perlu Diwaspadai

DAFTAR ISI


Tuberkulosis atau yang lebih dikenal dengan TBC adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini masih menjadi tantangan kesehatan besar di Indonesia. Bakteri ini paling sering menyerang paru-paru, namun dalam beberapa kasus juga dapat menyerang organ tubuh lain seperti tulang belakang, ginjal, hingga otak.

Memahami tanda TBC sejak dini sangatlah krusial karena penyakit ini dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan tepat. Penularannya terjadi melalui udara, tepatnya ketika seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara, sehingga droplet yang mengandung bakteri terhirup oleh orang di sekitarnya. Namun, perlu diingat bahwa TBC bukanlah penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Dengan diagnosis yang cepat dan pengobatan yang disiplin, pasien TBC dapat pulih sepenuhnya.

Banyak orang sering kali menyalahartikan gejala TBC sebagai batuk biasa atau kelelahan biasa. Padahal, ada karakteristik khusus yang membedakan tanda TBC dengan infeksi saluran pernapasan lainnya. Mengetahui perbedaan ini dapat membantu kamu mendapatkan penanganan medis sebelum kondisi semakin memburuk dan sebelum bakteri menular ke anggota keluarga lainnya.

Sebagai langkah awal pencegahan dan penanganan, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan diagnosis yang akurat. Jika kamu membutuhkan suplemen daya tahan tubuh untuk menunjang kesehatan selama masa pemulihan, kamu juga bisa beli obat online di Halodoc dengan praktis.

Nah, mau tahu apa saja tanda TBC yang tidak boleh kamu abaikan? Berikut ulasannya!

Mengenal Penyakit TBC dan Penyebabnya

Penyebab utama TBC adalah bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini unik karena memiliki dinding sel yang tebal dan kaya akan lemak (asam mikolat), yang membuatnya tahan terhadap sistem imun tubuh dan beberapa jenis antibiotik standar. Di dalam tubuh, bakteri ini bisa berada dalam dua kondisi: TBC Laten dan TBC Aktif.

Pada kondisi laten, bakteri ada di dalam tubuh tetapi sistem imun berhasil menahannya agar tidak berkembang biak. Orang dengan TBC laten tidak merasakan gejala dan tidak menularkan penyakit. Namun, jika sistem imun melemah, kondisi ini bisa berubah menjadi TBC aktif, di sinilah gejala-gejala mulai muncul dan risiko penularan menjadi tinggi.

7 Tanda TBC yang Perlu Diwaspadai

Berikut adalah beberapa tanda TBC yang paling umum dan sering muncul pada penderita:

1. Batuk Persisten Selama 3 Minggu atau Lebih

Ini adalah tanda TBC yang paling klasik. Jika kamu mengalami batuk yang tidak kunjung sembuh meskipun sudah minum obat batuk biasa selama lebih dari tiga minggu, kamu harus waspada. Batuk ini bisa berupa batuk kering atau berdahak.

2. Batuk Berdarah (Hemoptisis)

Kondisi ini terjadi ketika infeksi bakteri sudah mulai merusak jaringan di paru-paru dan pecahnya pembuluh darah kecil di saluran napas. Darah yang keluar biasanya berwarna merah cerah atau bercampur dengan dahak.

3. Nyeri Dada

Penderita TBC sering merasakan nyeri dada saat bernapas dalam atau saat batuk. Hal ini dikarenakan adanya peradangan pada pleura (selaput paru) atau akibat aktivitas bakteri di dalam jaringan paru.

4. Penurunan Berat Badan Tanpa Sebab

Bakteri TBC “memakan” cadangan energi tubuh, dan tubuh membakar kalori lebih banyak untuk melawan infeksi tersebut. Akibatnya, penderita akan mengalami penurunan berat badan yang drastis secara tiba-tiba meskipun tidak sedang menjalani diet.

5. Demam dan Menggigil

Demam yang berhubungan dengan TBC biasanya bersifat “subfebris” atau demam ringan yang hilang timbul, terutama pada sore atau malam hari. Ini adalah tanda bahwa tubuh sedang berusaha melawan infeksi kronis.

6. Keringat Malam yang Berlebihan

Meskipun cuaca tidak panas atau tidak menggunakan selimut tebal, penderita TBC sering terbangun dalam keadaan baju basah kuyup karena keringat malam. Ini merupakan salah satu ciri khas dari infeksi tuberkulosis.

7. Kelelahan dan Lemas

Karena tubuh terus-menerus bekerja keras melawan bakteri, penderita akan merasa sangat lelah (fatigue) dan tidak bertenaga untuk melakukan aktivitas sehari-hari, bahkan setelah istirahat cukup.

Tips Pencegahan Penularan TBC
  1. Gunakan masker saat berada di keramaian atau jika sedang batuk.
  2. Pastikan rumah memiliki ventilasi udara yang baik agar sinar matahari bisa masuk (sinar UV dapat membunuh bakteri TBC).
  3. Etika batuk: tutup mulut dengan tisu atau lengan bagian dalam saat batuk atau bersin.

Faktor Risiko Penularan TBC

Siapa saja bisa terkena TBC, namun beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi, antara lain:

  • Orang dengan sistem imun lemah, seperti penderita HIV/AIDS.
  • Penderita diabetes melitus.
  • Orang yang tinggal di lingkungan padat penduduk dengan sanitasi buruk.
  • Perokok aktif, karena paru-paru yang rusak lebih rentan terinfeksi.
  • Petugas kesehatan yang sering berinteraksi dengan pasien TBC.

Bagaimana Dokter Mendiagnosis TBC?

Jika kamu merasakan tanda TBC di atas, dokter biasanya akan melakukan beberapa rangkaian tes untuk memastikan diagnosis:

1. Tes Dahak (BTA atau Tes Cepat Molekuler)

Sampel dahak pasien akan diperiksa di laboratorium untuk melihat keberadaan bakteri Mycobacterium tuberculosis menggunakan mikroskop atau mesin TCM yang lebih akurat dan cepat.

2. Rontgen Dada (X-Ray)

Dokter akan melihat gambaran paru-paru. Pada penderita TBC, biasanya ditemukan bercak putih atau lubang (kavitas) pada bagian atas paru-paru.

3. Tes Kulit Mantoux

Cairan tuberkulin disuntikkan ke bawah kulit lengan. Jika terjadi pembengkakan dalam waktu 48-72 jam, berarti tubuh pernah terpapar bakteri TBC.

Studi Mengenai TBC di Indonesia

World Health Organization (WHO) menerbitkan Global TB Report di tahun 2023 yang menjelaskan bahwa Indonesia menduduki peringkat kedua kasus TBC tertinggi di dunia setelah India.

Studi ini menekankan pentingnya deteksi dini terhadap tanda TBC untuk memutus rantai penularan di masyarakat. Kurangnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri saat batuk lebih dari 2 minggu menjadi penyebab utama tingginya angka penularan di lingkungan keluarga.

Segera Lakukan Pemeriksaan

Jangan menganggap remeh batuk yang berkepanjangan. Jika kamu atau orang terdekat mengalami gejala-gejala yang mengarah pada tanda TBC, segera lakukan pemeriksaan medis. Semakin cepat dideteksi, maka peluang kesembuhan akan semakin besar dan risiko kerusakan paru-paru permanen dapat dihindari.

Kamu bisa mendapatkan produk kesehatan pendukung seperti vitamin untuk daya tahan tubuh secara praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Produk yang tersedia 100% asli dan diantar langsung ke rumah kamu.

Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan arahan langkah medis selanjutnya.

Referensi:
World Health Organization. Diakses pada 2026. Tuberculosis (TB).
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Dashboard Tuberkulosis Indonesia.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Tuberculosis – Symptoms and Causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Tuberculosis: Management and Treatment.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses pada 2026. Signs and Symptoms of TB Disease.

FAQ

1. Apakah batuk TBC selalu disertai darah?

Tidak selalu. Batuk berdarah biasanya muncul jika infeksi sudah cukup berat atau kronis. Pada tahap awal, tanda TBC mungkin hanya berupa batuk berdahak biasa atau batuk kering yang tidak kunjung sembuh.

2. Bisakah TBC menular melalui alat makan?

Secara medis, TBC sangat jarang menular melalui peralatan makan yang digunakan bersama. Bakteri TBC menular melalui udara (droplet nuclei) saat penderita batuk atau bersin.

3. Apakah penderita TBC harus dirawat inap?

Sebagian besar pasien TBC dapat menjalani rawat jalan dengan minum obat secara rutin di rumah. Rawat inap biasanya hanya diperlukan jika pasien mengalami komplikasi berat seperti sesak napas hebat atau batuk darah masif.

4. Berapa lama pengobatan TBC berlangsung?

Pengobatan TBC standar biasanya memakan waktu minimal 6 bulan tanpa putus. Jika pasien berhenti minum obat sebelum waktunya, bakteri dapat menjadi kebal (resisten) terhadap obat.

Punya Keluhan Batuk yang Tak Kunjung Sembuh? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan seperti batuk yang sudah berminggu-minggu, tapi bingung harus periksa ke mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.