
Ini Dampak Memijat atau Meremas Payudara Terlalu Kencang
Dampak dari meremas payudara terlalu kencang tak boleh disepelekan.

DAFTAR ISI
- Pentingnya Memahami Teknik Pijat Payudara
- Teknik SADARI: Deteksi Dini Kanker
- Teknik Marmet untuk Ibu Menyusui
- Dampak Meremas Payudara Terlalu Kencang
- Kapan Harus ke Dokter?
- Studi Terkait
- FAQ
Payudara merupakan organ yang sangat sensitif dan memiliki peran vital dalam siklus hidup wanita, baik dalam hal reproduksi, laktasi, maupun sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan rutin. Memahami cara menyentuh, memijat, atau meremas payudara dengan benar bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga berkaitan erat dengan prosedur medis seperti deteksi dini benjolan dan kelancaran produksi ASI bagi ibu menyusui.
Banyak wanita yang mungkin merasa ragu atau bahkan tidak tahu bagaimana cara melakukan kontak fisik yang tepat dengan payudaranya sendiri. Padahal, melalui sentuhan yang benar, kamu bisa mengenali perubahan tekstur yang mungkin menjadi indikasi awal masalah kesehatan. Namun, perlu diingat bahwa tekanan yang berlebihan atau cara yang kasar justru dapat memicu cedera pada jaringan ikat dan kelenjar payudara.
Dalam dunia medis, istilah “meremas” sering kali dikaitkan dengan teknik ekspresi ASI secara manual (Teknik Marmet) atau saat melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Kedua teknik ini memerlukan pemahaman anatomi yang baik agar manfaatnya maksimal dan risikonya minimal. Jika kamu merasa ada keluhan atau kebingungan mengenai kondisi kesehatan payudara, jangan ragu untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.
Artikel ini akan mengulas secara mendalam mengenai cara yang benar dalam memperlakukan payudara untuk tujuan kesehatan, dampak dari tindakan yang terlalu kasar, hingga langkah-langkah medis yang perlu diambil jika ditemukan kejanggalan. Nah, mau tahu apa saja ulasan lengkapnya? Berikut pembahasannya!
Pentingnya Memahami Teknik Pijat Payudara
Secara anatomis, payudara terdiri dari jaringan lemak, jaringan ikat (ligamen Cooper), serta kelenjar dan saluran susu (lobulus dan duktus). Jaringan ini sangat lembut dan didukung oleh banyak pembuluh darah serta saraf sensorik. Oleh karena itu, setiap tekanan yang diberikan pada area ini harus dilakukan dengan hati-hati.
Ada beberapa alasan medis mengapa seseorang perlu melakukan pijatan atau tekanan lembut pada payudara:
- Meningkatkan Sirkulasi: Pijatan lembut dapat membantu memperlancar aliran darah dan limfatik, yang berguna untuk mengurangi pembengkakan atau rasa tidak nyaman menjelang siklus menstruasi.
- Stimulasi Laktasi: Bagi ibu menyusui, tekanan pada titik-titik tertentu dapat membantu memicu hormon oksitosin yang berperan dalam refleks pengeluaran ASI (let-down reflex).
- Pembersihan Jaringan: Membantu meredakan sumbatan pada saluran susu (clogged ducts) yang sering dialami ibu baru, guna mencegah terjadinya mastitis atau infeksi payudara.
- Pemantauan Kesehatan: Sebagai metode utama dalam pemeriksaan mandiri untuk mendeteksi adanya massa atau benjolan yang tidak biasa.
Teknik SADARI: Deteksi Dini Kanker
Salah satu alasan paling krusial untuk “memegang” atau memberikan tekanan pada payudara adalah pemeriksaan SADARI. Cara ini sangat disarankan dilakukan sebulan sekali, sekitar 7-10 hari setelah hari pertama menstruasi, saat jaringan payudara paling lunak.
1. Langkah Visual
Berdiri di depan cermin dengan bahu tegak dan tangan di pinggul. Perhatikan apakah ada perubahan bentuk, warna, atau posisi puting yang tidak simetris. Pastikan tidak ada kerutan seperti kulit jeruk atau cekungan.
2. Sentuhan dengan Tekanan yang Tepat
Gunakan tiga ujung jari tengah (telunjuk, tengah, dan manis). Gunakan teknik melingkar, mulai dari bagian luar menuju puting. Kamu harus menggunakan tiga level tekanan:
- Ringan: Untuk merasakan jaringan tepat di bawah kulit.
- Sedang: Untuk merasakan jaringan yang sedikit lebih dalam.
- Kuat: Untuk merasakan jaringan yang dekat dengan tulang rusuk dan otot dada.
Penting untuk tidak “mencubit” payudara saat mencari benjolan, karena jaringan normal payudara terkadang bisa terasa seperti benjolan jika dicubit, yang dapat menyebabkan kekhawatiran yang tidak perlu.
Tanda-Tanda yang Perlu Diwaspadai saat SADARI
- Adanya benjolan keras yang tidak bergerak saat ditekan.
- Perubahan tekstur kulit (menebal atau tertarik ke dalam).
- Keluarnya cairan dari puting selain ASI (terutama jika berdarah).
- Nyeri hebat yang menetap di satu titik tertentu.
Teknik Marmet untuk Ibu Menyusui
Cara meremas payudara yang secara medis diakui untuk mengeluarkan ASI dikenal dengan teknik Marmet. Teknik ini jauh lebih aman dan efektif dibandingkan menggunakan pompa pada kondisi tertentu.
1. Posisi Tangan
Letakkan ibu jari di atas areola (bagian gelap di sekitar puting) dan dua jari lainnya (telunjuk dan tengah) di bawah areola, membentuk huruf ‘C’. Pastikan jari-jari berada sekitar 2-3 cm dari puting.
2. Tekanan ke Dalam
Dorong jari-jari lurus ke arah dinding dada. Jangan melebarkan jari-jari. Gerakan ini bertujuan untuk menekan gudang ASI (sinus laktiferus) yang terletak di belakang areola.
3. Gerakan Menekan dan Melepaskan
Gulingkan ibu jari dan jari-jari lainnya ke arah depan secara bersamaan. Hindari gerakan menggeser jari pada kulit karena dapat menyebabkan lecet atau iritasi. Ulangi gerakan ini secara ritmis. Jika kamu membutuhkan bantuan peralatan kesehatan pendukung, kamu bisa beli obat online di Halodoc untuk mendapatkan produk perawatan ibu dan anak yang terjamin kualitasnya.
Dampak Meremas Payudara Terlalu Kencang
Banyak anggapan keliru di masyarakat bahwa meremas payudara dengan kencang dapat memperbesar ukurannya. Secara medis, ukuran payudara ditentukan oleh faktor genetik, lemak, dan hormon, bukan oleh pijatan kasar. Justru, tindakan yang terlalu agresif dapat membawa dampak negatif:
1. Kerusakan Ligamen Cooper
Ligamen Cooper adalah jaringan ikat yang menjaga kekencangan dan bentuk payudara. Jika payudara ditarik atau diremas dengan sangat kencang secara berulang, ligamen ini bisa meregang atau robek, yang justru mengakibatkan payudara menjadi kendur (ptosis).
2. Memar dan Hematoma
Tekanan berlebih dapat memecahkan pembuluh darah kecil (kapiler) di bawah kulit, menyebabkan memar kebiruan. Dalam kasus yang parah, bisa terbentuk hematoma atau kumpulan darah di dalam jaringan yang memerlukan penanganan medis.
3. Nekrosis Lemak
Trauma fisik pada payudara dapat menyebabkan jaringan lemak mati (nekrosis). Kondisi ini sering kali menghasilkan benjolan keras yang tidak terasa nyeri. Meskipun tidak bersifat kanker, benjolan ini sering kali membingungkan saat dilakukan pemeriksaan radiologi seperti mamografi.
Kapan Harus ke Dokter?
Mengenali anatomi tubuh sendiri adalah langkah awal yang baik. Namun, ada kalanya sentuhan atau tekanan ringan sekalipun menimbulkan rasa tidak nyaman. Kamu sebaiknya segera mencari bantuan medis jika:
- Merasakan benjolan baru yang tidak hilang setelah siklus menstruasi selesai.
- Payudara terasa sangat keras, panas, dan berwarna kemerahan (indikasi infeksi/mastitis).
- Terjadi perubahan bentuk payudara yang sangat drastis dalam waktu singkat.
- Nyeri yang sangat tajam sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
Studi Mengenai Kesehatan Payudara
Journal of Clinical Medicine Research menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa pijat payudara yang dilakukan secara teratur dan lembut pada ibu menyusui dapat menurunkan tingkat natrium dalam ASI dan meningkatkan kualitas menyusui serta mengurangi rasa nyeri pada payudara.
Penelitian lain menunjukkan bahwa kesadaran akan anatomi payudara melalui SADARI meningkatkan angka harapan hidup pasien kanker payudara hingga 25% karena deteksi dini yang dilakukan secara mandiri sebelum sel kanker menyebar lebih luas.
Selalu ingat untuk memperlakukan payudara dengan lembut. Jika kamu tidak sengaja melakukan tekanan yang terlalu keras dan merasakan nyeri yang menetap, segera konsultasikan dengan tenaga profesional.
Kamu bisa mendapatkan informasi lebih lanjut atau menanyakan keluhan spesifik dengan mudah melalui layanan kesehatan digital. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.
Punya Keluhan pada Payudara tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu merasa ada perubahan pada payudara atau muncul rasa nyeri yang bikin tidak nyaman, tapi bingung harus periksa ke mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Breast self-exam for breast awareness.
National Health Service (NHS). Diakses pada 2026. Breast pain: Causes and Treatment.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Breast Massage: Benefits and Techniques.
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Langkah-Langkah SADARI untuk Deteksi Dini Kanker Payudara.
FAQ
1. Apakah meremas payudara bisa memperbesar ukurannya?
Tidak ada bukti ilmiah yang mendukung bahwa meremas atau memijat payudara dapat memperbesar ukurannya secara permanen. Ukuran payudara dipengaruhi oleh faktor genetik, hormon, dan lemak tubuh.
2. Berapa kali sebaiknya melakukan SADARI?
SADARI disarankan dilakukan satu kali setiap bulan, idealnya beberapa hari setelah periode menstruasi berakhir ketika payudara tidak lagi terasa bengkak atau sensitif.
3. Mengapa payudara terasa sakit saat ditekan menjelang haid?
Hal ini disebabkan oleh perubahan hormonal, terutama peningkatan hormon progesteron yang menyebabkan jaringan payudara menahan cairan dan menjadi lebih sensitif.
4. Apakah boleh meremas payudara saat sedang menyusui?
Boleh, namun harus menggunakan teknik yang benar seperti teknik Marmet. Tujuannya adalah untuk membantu pengeluaran ASI tanpa menyakiti jaringan payudara atau puting.


