Ad Placeholder Image

Ini Efek Samping Obat TBC dan Cara Mengatasinya

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   18 Juni 2026

Ada beberapa cara mengatasi mual akibat efek samping obat TBC.

Ini Efek Samping Obat TBC dan Cara MengatasinyaIni Efek Samping Obat TBC dan Cara Mengatasinya

DAFTAR ISI


Tuberkulosis (TB atau TBC) masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di Indonesia. Penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis ini utamanya menyerang paru-paru, meskipun bisa juga menyebar ke organ lain seperti tulang, kelenjar getah bening, hingga selaput otak. Pengobatan TB tidak sama dengan infeksi bakteri biasa. Pasien membutuhkan waktu yang panjang, umumnya 6 hingga 9 bulan tanpa putus, untuk memastikan seluruh bakteri mati hingga ke akar-akarnya.

Dalam pengobatannya, pasien diberikan panduan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) yang terdiri dari kombinasi beberapa jenis antibiotik kuat. Sayangnya, durasi pengobatan yang panjang dan dosis obat yang cukup keras sering kali memicu berbagai keluhan pada tubuh. Kondisi inilah yang membuat banyak pasien merasa putus asa, tidak nyaman, hingga berisiko menghentikan pengobatan di tengah jalan, yang mana sangat berbahaya karena dapat memicu TB Resisten Obat (MDR-TB).

Penting untuk dipahami bahwa tidak semua keluhan saat minum OAT adalah tanda bahaya. Ada efek samping yang sifatnya ringan dan bisa diatasi dengan penanganan mandiri di rumah, namun ada pula efek samping obat tb yang tergolong berat sehingga membutuhkan intervensi dokter sesegera mungkin. Mengenali tubuhmu dan mengetahui apa yang wajar dan tidak wajar selama fase pengobatan adalah kunci keberhasilan penyembuhan penyakit ini.

Untuk mengatasi beberapa efek samping ringan yang mengganggu, ada beberapa produk pendamping yang aman digunakan. Nah, mau tahu apa saja pilihan produk yang bisa membantu meringankan keluhanmu? Berikut ulasannya!

Rekomendasi Produk untuk Meringankan Efek Samping Obat TB

Sebelum menggunakan obat atau suplemen tambahan, pastikan kamu memberi jeda waktu dengan konsumsi OAT agar tidak mengganggu penyerapannya. Berikut adalah beberapa rekomendasi produk yang umumnya disarankan untuk mengatasi keluhan ringan akibat obat tuberkulosis:

1. Vitamin B6 (Pyridoxine) 10 mg 10 Tablet

Salah satu komponen utama dalam OAT adalah Isoniazid (INH). Obat ini diketahui dapat menguras cadangan Vitamin B6 dalam tubuh, yang berujung pada efek samping berupa neuropati perifer (kesemutan, kebas, atau rasa panas pada telapak tangan dan kaki). Untuk mencegah dan mengatasi kondisi ini, suplementasi Vitamin B6 sangat direkomendasikan.

Vitamin B6 (Pyridoxine) bekerja dengan cara membantu metabolisme saraf dan menjaga fungsi sistem saraf pusat maupun perifer. Dengan mencukupi kebutuhan harian vitamin ini, konduksi sinyal saraf yang terganggu akibat Isoniazid dapat berangsur normal kembali.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa untuk pencegahan neuropati: 10-50 mg per hari.
  • Dewasa untuk pengobatan neuropati: 50-200 mg per hari (sesuai anjuran dokter).
  • Dapat dikonsumsi bersama atau tanpa makanan.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Vitamin B6 (Pyridoxine) 10 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

2. Sanmol 500 mg 4 Tablet

Obat TB seperti Pirazinamid sering kali menyebabkan peningkatan kadar asam urat di dalam darah. Hal ini memicu efek samping berupa nyeri sendi (artralgia) yang kadang disertai demam ringan. Sanmol, yang mengandung Paracetamol 500 mg, adalah pilihan lini pertama yang aman untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang dan menurunkan demam.

Paracetamol bekerja pada pusat pengatur suhu di hipotalamus untuk menurunkan demam, serta menghambat pembentukan prostaglandin di sistem saraf pusat untuk mengurangi sensasi nyeri. Obat ini relatif lebih aman untuk lambung dibandingkan obat pereda nyeri golongan NSAID seperti Ibuprofen.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 1-2 tablet, diminum 3-4 kali sehari jika diperlukan.
  • Anak 6-12 tahun: 1/2 – 1 tablet, 3-4 kali sehari.
  • Maksimal penggunaan 8 tablet dalam 24 jam.

Obat ini termasuk golongan obat bebas. Ikuti petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Sanmol 500 mg 4 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Tanda Bahaya OAT yang Wajib Diwaspadai
  1. Kulit atau bagian putih mata berubah menjadi kuning (ikterus).
  2. Mual dan muntah hebat hingga tidak bisa menerima asupan makanan maupun cairan.
  3. Perubahan penglihatan mendadak, seperti pandangan kabur atau kesulitan membedakan warna merah dan hijau.
  4. Ruam kemerahan yang meluas di kulit, disertai gatal hebat atau pembengkakan di wajah.

3. Curcuma Force 10 Tablet

Mayoritas obat anti tuberkulosis dimetabolisme di organ hati (liver). Penggunaan OAT dalam jangka panjang berisiko menyebabkan stres pada sel-sel hati atau hepatotoksisitas ringan. Untuk mendukung fungsi hati sekaligus memperbaiki nafsu makan yang sering turun drastis pada penderita TB, suplemen herbal berbahan dasar temulawak sering menjadi pilihan.

Curcuma Force mengandung ekstrak Curcuma xanthorrhiza (temulawak) yang kaya akan kurkumin. Senyawa kurkumin bertindak sebagai hepatoprotektor (pelindung hati) dari kerusakan akibat zat beracun, memiliki sifat antiinflamasi, dan efektif merangsang sekresi empedu sehingga pencernaan membaik dan nafsu makan meningkat.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 1-2 tablet, diminum 3 kali sehari.
  • Sebaiknya dikonsumsi setelah makan.

Produk ini termasuk dalam kategori suplemen dan jamu. Perhatikan peringatan pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Curcuma Force 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Jika persediaan suplemen atau produk pereda gejala di rumah habis, kamu tidak perlu repot keluar rumah. Kamu bisa beli obat pendamping ini secara online di aplikasi Halodoc dan pesananmu akan segera diantar.

Jenis Efek Samping Obat TB Berdasarkan Kandungannya

Obat Anti Tuberkulosis lini pertama yang diberikan kepada pasien umumnya mencakup kombinasi Rifampisin, Isoniazid, Pirazinamid, dan Etambutol. Setiap jenis obat memiliki karakteristik efek samping yang berbeda-beda. Memahami sumber keluhan dapat membantumu dan dokter menentukan langkah penanganan yang paling tepat.

1. Rifampisin

Rifampisin adalah antibiotik spektrum luas yang sangat poten melawan bakteri TB. Salah satu efek yang paling sering mengejutkan pasien adalah perubahan warna cairan tubuh. Air seni, keringat, air mata, hingga air liur dapat berubah warna menjadi merah kemerahan atau oranye. Hal ini adalah kondisi yang sangat normal dan tidak berbahaya, sehingga pasien tidak perlu menghentikan pengobatan. Namun, Rifampisin juga dapat memicu gangguan pencernaan seperti mual dan kembung, serta memiliki risiko hepatotoksisitas (keracunan hati).

2. Isoniazid (INH)

Isoniazid sangat efektif membunuh kuman TB yang aktif membelah. Namun, obat ini sering menjadi dalang utama terjadinya neuropati perifer atau gangguan saraf tepi. Pasien kerap mengeluhkan rasa kesemutan, kebas seperti tertusuk jarum pada telapak kaki atau tangan. Keluhan ini biasanya muncul pada pasien yang memiliki faktor risiko tambahan, seperti penderita diabetes, ibu hamil, peminum alkohol, atau mereka yang mengalami malnutrisi. Pemberian vitamin B6 secara rutin sangat dianjurkan untuk mencegah kondisi ini.

3. Pirazinamid

Obat ini bekerja sangat baik pada lingkungan asam di dalam sel fagosit tempat bakteri TB bersembunyi. Efek samping yang paling khas dari Pirazinamid adalah nyeri sendi (artralgia). Obat ini dapat menurunkan ekskresi asam urat oleh ginjal, sehingga terjadi penumpukan asam urat di dalam darah (hiperurisemia). Akibatnya, sendi terasa kaku, nyeri, dan kadang bengkak. Selain itu, Pirazinamid merupakan obat OAT yang paling berpotensi menyebabkan gangguan fungsi hati dibandingkan obat lainnya.

4. Etambutol

Etambutol berfungsi menghambat pembentukan dinding sel bakteri TB. Berbeda dengan tiga obat sebelumnya yang berfokus pada hati, efek samping Etambutol lebih berisiko pada indra penglihatan. Pasien yang sensitif terhadap obat ini bisa mengalami neuritis optik, yaitu peradangan pada saraf mata. Gejalanya meliputi penurunan ketajaman penglihatan, pandangan yang tiba-tiba kabur, hingga kesulitan membedakan warna merah dan hijau. Jika keluhan mata ini terjadi, obat biasanya harus segera dihentikan oleh dokter paru untuk mencegah kebutaan permanen.

Cara Mengelola Efek Samping Selama Masa Pengobatan

Kunci dari keberhasilan pengobatan TB adalah ketelatenan. Rasa tidak nyaman akibat efek samping tidak boleh menjadi alasan untuk drop out (putus obat). Jika kamu mengalami keluhan ringan seperti mual ringan atau penurunan nafsu makan, cobalah untuk mengatur pola makan menjadi porsi kecil namun sering (small frequent meals).

Hindari mengonsumsi makanan yang terlalu berlemak atau pedas karena dapat memperberat kerja lambung dan hati. Jika mual terasa mengganggu saat meminum OAT secara bersamaan di pagi hari, konsultasikan dengan dokter untuk mencari alternatif jadwal minum obat yang lebih nyaman, misalnya menjelang tidur, asalkan prinsip konsumsi dalam keadaan perut kosong tetap terjaga (1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan).

Perbanyak asupan cairan putih minimal 2 liter per hari untuk membantu ginjal membuang sisa metabolisme obat. Pastikan juga kamu mendapatkan istirahat yang cukup dan menjaga sirkulasi udara di rumah agar paru-paru mendapatkan asupan oksigen yang optimal.

Studi Mengenai Efek Samping Obat Anti Tuberkulosis

Journal of Clinical Tuberculosis and Other Mycobacterial Diseases menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa kejadian efek samping atau Adverse Drug Reactions (ADRs) pada pengobatan TB cukup tinggi, dengan gangguan pencernaan dan hepatotoksisitas sebagai kasus yang paling banyak ditemui.

Studi ini menekankan pentingnya pengawasan medis rutin, terutama evaluasi enzim hati (SGOT/SGPT) pada bulan-bulan pertama pengobatan. Deteksi dini terhadap efek samping yang parah terbukti dapat mencegah kerusakan organ permanen, dan modifikasi dosis yang dilakukan oleh tenaga medis memungkinkan pasien tetap melanjutkan pengobatan hingga tuntas tanpa mengorbankan kualitas hidup.

Kesimpulannya, pengobatan tuberkulosis memang membutuhkan kesabaran ekstra. Jika keluhan yang kamu rasakan tidak kunjung membaik atau justru semakin berat, segera hentikan pengobatan sementara dan cari pertolongan medis.

Kamu bisa mendapatkan produk-produk kesehatan pereda gejala ringan di atas dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc.

Selain itu, pastikan kamu selalu berada di bawah pengawasan tenaga kesehatan agar dosis pengobatan dan efek sampingnya dapat terpantau dengan baik.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Konsultasi dengan Dokter Spesialis Paru via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Paru terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang

Referensi:
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Tuberkulosis.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Tuberculosis Treatment Guidelines.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Tuberculosis – Diagnosis and treatment.
Journal of Clinical Tuberculosis and Other Mycobacterial Diseases. Diakses pada 2024. Adverse drug reactions of anti-tuberculosis treatment.

FAQ

1. Apakah warna urin yang memerah karena obat TB berbahaya?

Tidak berbahaya. Perubahan warna urin, air mata, dan keringat menjadi merah bata atau oranye adalah efek samping yang sangat normal dari obat Rifampisin. Hal ini membuktikan bahwa obat sedang bekerja dan dibuang melalui cairan tubuh. Kamu tidak perlu menghentikan pengobatan karena hal ini.

2. Apa yang harus dilakukan jika saya merasa sangat mual setelah minum OAT?

Jika mual terasa ringan, cobalah minum obat dengan sedikit biskuit tawar, meskipun idealnya OAT diminum saat perut kosong. Namun, jika mual disertai muntah hebat terus-menerus dan kamu tidak bisa makan, segera periksakan diri ke dokter karena ini bisa menjadi tanda gangguan pada organ hati.

3. Mengapa kaki dan tangan sering kesemutan saat minum obat paru?

Kesemutan atau rasa kebas pada ujung tangan dan kaki disebabkan oleh neuropati perifer, yaitu efek samping dari obat Isoniazid (INH). Untuk mencegah dan menguranginya, dokter umumnya akan meresepkan suplemen Vitamin B6 (Pyridoxine) yang harus diminum secara rutin setiap hari selama masa pengobatan.

4. Bolehkah saya berhenti minum obat jika badan sudah merasa sehat sebelum 6 bulan?

Sangat tidak diperbolehkan. Kuman TB sangat kebal dan butuh waktu minimal 6 bulan untuk benar-benar mati. Berhenti minum obat sebelum waktunya hanya akan membuat bakteri yang tersisa bermutasi menjadi lebih kuat, yang memicu terjadinya TB Resisten Obat (MDR-TB) dengan pengobatan yang jauh lebih rumit dan lama.