• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Fakta Perbedaan antara Hematoma dan Memar

Ini Fakta Perbedaan antara Hematoma dan Memar

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Memar dan hematoma adalah kondisi yang sama-sama menimbulkan perubahan warna pada kulit. Keduanya tampak serupa padahal ini adalah dua kondisi yang berbeda. Hematoma adalah kondisi yang lebih serius dan terkadang bisa mengancam jiwa. Memar biasanya tidak memerlukan perhatian medis, sedangkan hematoma memerlukan perawatan medis segera. 

Cara agar kamu tidak salah saat menanganinya, maka kamu perlu mengetahui tentang penyebab dan gejala keduanya. Melansir dari Verywell Health, berikut ini perbedaan antara memar dan hematoma, yaitu:

  1. Memar

Memar disebabkan oleh trauma pada tubuh yang kemudian menyebabkan perubahan warna kulit hitam atau kebiruan di area yang terkena. Bedanya dengan hematoma, perubahan warna kulit akibat memar lebih terlihat jelas. Memar terjadi ketika pembuluh darah kecil, kapiler, jaringan otot dan serat di bawah kulit pecah. Memar biasanya disebabkan oleh pukulan langsung atau serangan berulang dari benda tumpul yang menyerang bagian tubuh. 

Baca juga: Tiba-Tiba Kulit Memar, Waspadai 5 Penyakit Ini

Memar yang tergolong ringan biasanya sembuh dengan sangat cepat tanpa memengaruhi kehidupan sehari-har. Namun, memar yang parah menyebabkan kerusakan jaringan yang dalam dan menyebabkan komplikasi termasuk infeksi yang membutuhkan antibiotik dan waktu lama untuk sembuh. Meskipun begitu, memar jarang menyebabkan kerusakan pada organ dalam. 

  1. Hematoma

Hematoma adalah darah yang berkumpul di luar pembuluh darah. Penyebab utama hematoma adalah cedera pada dinding pembuluh darah yang mendorong darah keluar ke jaringan di sekitarnya. Hematoma memengaruhi semua jenis pembuluh darah termasuk arteri, kapiler, dan vena. Trauma akibat kecelakaan mobil, cedera kepala, jatuh, dan luka tembak sering menjadi penyebab hematoma. Selain trauma, hematoma juga bisa dipicu oleh obat- obatan tertentu, aneurisma, infeksi virus (cacar air, HIV, atau hepatitis C) dan patah tulang.

Bedanya dengan memar, hematoma ditandai dengan warna kemerahan pada kulit yang dapat membesar. Hematoma cenderung terjadi jauh di dalam tubuh di mana kerusakan tidak terlihat. Hematoma menjadi sangat besar yang bisa menyebabkan tekanan darah rendah dan syok. Hematoma yang besar dapat memenuhi organ, menyebabkan disfungsi organ, dan memerlukan pembedahan untuk memperbaiki kerusakan.

Baca juga: Hati-Hati, Ini Komplikasi Akibat Hematoma

Jenis hematoma yang paling berbahaya adalah epidural, subdural, dan intraserebral yang memengaruhi otak dan tengkorak. Tengkorak adalah area tertutup, apa pun yang menumpuk dalam otak pasti memengaruhi kemampuan otak untuk bekerja secara efektif. Pendarahan otak sulit dideteksi tanpa pengujian yang tepat dan perawatan medis yang diperlukan. Gejala hematoma potensial pada tengkorak dapat meliputi sakit kepala hebat, kantuk berat, kebingungan, pusing muntah dan melantur. 

Kelesuan, kejang, dan tidak sadar adalah gejala paling serius dari hematoma yang memengaruhi otak atau tengkorak. Siapa pun yang mengalami cedera pada kepala dan mengalami gejala-gejala seperti ini harus segera mendapatkan penanganan medis. 

Baca juga: Begini Cara Mengatasi Nyeri pada Memar

Kalau kamu mengalami memar, kamu bisa merawatnya dengan kompres es untuk mengurangi rasa ngilu. Selain es, kamu bisa menggunakan obat-obatan topikal yang diresepkan oleh dokter. Kalau kamu butuh obatnya, kamu bisa bertanya dengan dokter Halodoc terlebih dahulu di aplikasi. Setelah mendapatkan resep, kamu juga bisa membeli obatnya lewat aplikasi Halodoc.  Tidak perlu repot keluar rumah, tinggal order dan pesanan diantarkan dalam satu jam.

Referensi:
Verywell Health. Diakses pada 2020. Is It a Bruise or a Hematoma?.
Medicinet. Diakses pada 2020. Hematoma vs. Bruise.