Ad Placeholder Image

Ini Faktor Risiko Kanker Serviks

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 18 September 2026

Pahami faktor risiko kanker serviks sejak dini agar kesehatan reproduksi lebih terjaga maksimal.

Ini Faktor Risiko Kanker ServiksIni Faktor Risiko Kanker Serviks

DAFTAR ISI


Kanker serviks adalah kanker yang berkembang pada leher rahim, yaitu bagian bawah rahim yang terhubung dengan vagina. Sebagian besar kasus berkaitan dengan infeksi menetap oleh human papillomavirus (HPV) berisiko tinggi.

Mengetahui faktor risikonya dapat membantu perempuan mengambil langkah pencegahan, seperti vaksinasi HPV dan skrining rutin. Berikut beberapa kondisi yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kanker serviks.

Faktor Risiko Kanker Serviks

Infeksi HPV. HPV merupakan faktor risiko utama kanker serviks. Virus ini dapat menular melalui kontak seksual dan pada sebagian orang dapat bertahan dalam tubuh tanpa menimbulkan gejala.

Riwayat aktivitas seksual. Memulai hubungan seksual pada usia terlalu muda, memiliki banyak pasangan seksual, atau memiliki pasangan dengan riwayat infeksi menular seksual dapat meningkatkan peluang terpapar HPV.

Sistem kekebalan tubuh lemah. Pengidap HIV atau orang yang menggunakan obat penekan sistem imun lebih sulit membersihkan infeksi HPV. Akibatnya, infeksi dapat menetap dan menyebabkan perubahan sel pada serviks.

Merokok. Zat kimia dalam rokok dapat mengganggu fungsi sistem imun dan dikaitkan dengan peningkatan risiko perubahan sel serviks. Risiko juga dapat dipengaruhi oleh paparan asap rokok dalam jangka panjang.

Kurang melakukan skrining. Pemeriksaan Pap smear atau tes HPV membantu menemukan perubahan prakanker sebelum berkembang menjadi kanker. Tidak menjalani skrining sesuai anjuran dapat membuat kelainan terlambat diketahui.

Faktor lain yang dapat berperan meliputi riwayat kanker serviks dalam keluarga, penggunaan kontrasepsi oral dalam jangka panjang, serta riwayat kehamilan cukup bulan yang banyak. Faktor tersebut bukan berarti pasti menyebabkan kanker, tetapi dapat dipertimbangkan bersama kondisi kesehatan lainnya.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan diri ke dokter bila mengalami perdarahan setelah berhubungan seksual, perdarahan di luar jadwal menstruasi, menstruasi yang lebih banyak atau lebih lama, serta keputihan berbau atau bercampur darah. Gejala ini tidak selalu menandakan kanker serviks, tetapi perlu diperiksa untuk mengetahui penyebabnya.

Perempuan yang sudah aktif secara seksual juga sebaiknya mendiskusikan jadwal skrining dan vaksinasi HPV dengan dokter. Konsultasi ke dokter Halodoc dapat dilakukan untuk mendapatkan arahan sesuai usia, riwayat kesehatan, dan faktor risiko.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.  
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Chat dokter dapat membantu memahami hasil skrining, menentukan pemeriksaan lanjutan, dan membahas vaksinasi HPV. Konsultasi juga bermanfaat bila muncul perdarahan atau keputihan yang tidak biasa.

Referensi

World Health Organization. Diakses pada 2026. Cervical Cancer.
National Cancer Institute. Diakses pada 2026. Cervical Cancer Causes and Risk Factors.
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2026. What Are the Risk Factors for Cervical Cancer?
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Informasi Vaksin dan Keamanan Obat.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim.

FAQ

Apakah semua infeksi HPV menyebabkan kanker serviks?

Tidak. Sebagian besar infeksi HPV dapat hilang dengan sendirinya, tetapi infeksi tipe berisiko tinggi yang menetap dapat menyebabkan perubahan sel prakanker.

Apakah tidak memiliki faktor risiko berarti bebas dari kanker serviks?

Tidak sepenuhnya. Kanker serviks tetap dapat terjadi, sehingga skrining rutin dan vaksinasi HPV tetap penting sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Apakah vaksin HPV dapat mencegah kanker serviks?

Vaksin HPV membantu mencegah infeksi dari beberapa tipe HPV yang paling sering menyebabkan kanker. Vaksin tidak menggantikan skrining serviks karena tidak melindungi dari seluruh tipe HPV.

Kapan skrining kanker serviks perlu dilakukan?

Waktu dan metode skrining dapat berbeda berdasarkan usia, riwayat kesehatan, serta kebijakan setempat. Diskusikan jadwal yang sesuai dengan dokter atau tenaga kesehatan.