Ini Fungsi Bronkus pada Organ Pernapasan dan Gangguan yang Rentan Terjadi
Bronkus adalah organ yang menghubungkan trakea dengan paru-paru dan berfungsi untuk mengalirkan udara masuk dan keluar tubuh.

DAFTAR ISI
- Apa Itu Bronkus?
- Fungsi Bronkus dalam Sistem Pernapasan
- Struktur Bronkus
- Perbedaan Bronkus Kanan dan Kiri
- Gangguan pada Bronkus yang Rentan Terjadi
- Diagnosis Masalah Bronkus
- Pengobatan Gangguan Bronkus
- Pencegahan Gangguan Bronkus
- Hubungi Dokter Ini untuk Gangguan Bronkus dan Pernapasan
- Kapan Harus ke Dokter?
Bronkus adalah bagian penting dari sistem pernapasan manusia. Organ ini berperan sebagai saluran utama yang membawa udara dari tenggorokan ke paru-paru.
Memahami fungsi dan cara menjaga kesehatan bronkus sangatlah penting untuk mencegah berbagai gangguan pernapasan.
Simak membahasan mendalam tentang bronkus, mulai dari fungsi, struktur, hingga berbagai gangguan yang dapat terjadi serta cara pencegahannya.
Apa Itu Bronkus?
Bronkus adalah dua cabang utama dari trakea (batang tenggorokan) yang berfungsi sebagai saluran udara menuju paru-paru kanan dan kiri.
Bronkus dilapisi oleh sel-sel epitel yang menghasilkan lendir untuk menangkap partikel asing dan memiliki silia yang bergerak untuk mengeluarkan lendir tersebut dari paru-paru.
Fungsi Bronkus dalam Sistem Pernapasan
Fungsi bronkus yang utama adalah mengalirkan udara dari trakea ke alveoli di paru-paru, tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida terjadi.
Selain itu, bronkus juga berperan dalam:
- Penyaringan udara: Lendir yang dihasilkan oleh sel-sel epitel bronkus menjebak partikel debu, polutan, dan mikroorganisme yang masuk bersama udara.
- Pengeluaran lendir: Silia pada lapisan bronkus bergerak secara terkoordinasi untuk mendorong lendir yang mengandung partikel asing keluar dari paru-paru menuju tenggorokan, yang kemudian dapat ditelan atau dikeluarkan melalui batuk.
Supaya fungsi ini tetap terjaga, ketahui Cara Tepat Menjaga Kesehatan Paru-Paru.
Struktur Bronkus
Bronkus memiliki struktur yang kompleks dan terdiri dari beberapa lapisan, yaitu:
- Lapisan mukosa: Lapisan terdalam yang terdiri dari sel-sel epitel penghasil lendir dan silia.
- Lapisan submukosa: Lapisan di bawah mukosa yang mengandung kelenjar penghasil lendir dan pembuluh darah.
- Lapisan muskularis: Lapisan otot polos yang membantu mengatur diameter bronkus.
- Lapisan kartilago: Lapisan tulang rawan yang memberikan dukungan struktural pada bronkus dan mencegahnya dari kolaps.
Bronkus utama bercabang menjadi bronkus sekunder (lobar) yang masuk ke setiap lobus paru-paru.
Bronkus sekunder kemudian bercabang lagi menjadi bronkus tersier (segmental) yang mensuplai udara ke setiap segmen paru-paru.
Percabangan ini terus berlanjut hingga membentuk bronkiolus, saluran udara kecil yang berakhir di alveoli.
Selain bronkus, ketahui pula organ-organ lainnya yang ada pada sistem pernapasan dengan membaca artikel ini: Wajib Tahu, Ini 4 Organ Sistem Pernapasan pada Manusia.
Perbedaan Bronkus Kanan dan Kiri
Terdapat perbedaan anatomis antara bronkus kanan dan kiri:
- Bronkus Kanan: Lebih pendek, lebih lebar, dan lebih vertikal dibandingkan bronkus kiri. Hal ini menyebabkan benda asing yang terhirup lebih sering masuk ke bronkus kanan.
- Bronkus Kiri: Lebih panjang dan lebih horizontal dibandingkan bronkus kanan.
Gangguan pada Bronkus yang Rentan Terjadi
Berbagai gangguan dapat memengaruhi bronkus dan menyebabkan masalah pernapasan, di antaranya:
- Bronkitis: Peradangan pada lapisan bronkus, sering disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Bronkitis menyebabkan batuk berdahak, dan sesak napas.
- Asma: Penyakit kronis yang menyebabkan peradangan dan penyempitan saluran napas, termasuk bronkus. Asma dapat menyebabkan mengi, sesak napas, batuk, dan dada terasa tertekan.
- Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK): Istilah umum untuk sekelompok penyakit paru-paru progresif yang menyebabkan penyumbatan aliran udara di paru-paru. Bronkitis kronis dan emfisema adalah dua jenis utama PPOK yang memengaruhi bronkus.
- Bronkiektasis: Kondisi di mana bronkus mengalami kerusakan dan pelebaran permanen. Hal ini menyebabkan penumpukan lendir di paru-paru dan meningkatkan risiko infeksi.
- Kanker bronkus: Kanker yang berasal dari lapisan bronkus. Merokok adalah faktor risiko utama untuk kanker bronkus.
Diagnosis Masalah Bronkus
Diagnosis masalah bronkus melibatkan beberapa langkah, termasuk:
- Anamnesis: Dokter akan menanyakan tentang riwayat kesehatan pasien, gejala yang dialami, dan faktor risiko.
- Pemeriksaan fisik: Dokter akan mendengarkan suara napas pasien menggunakan stetoskop untuk mendeteksi adanya mengi atau suara abnormal lainnya.
Pemeriksaan penunjang:
- Rontgen dada: Untuk melihat kondisi paru-paru dan mendeteksi adanya infeksi atau kelainan lainnya.
- Tes fungsi paru-paru (spirometri): Untuk mengukur seberapa baik paru-paru bekerja dan mendeteksi adanya penyumbatan aliran udara.
- Bronkoskopi: Prosedur di mana dokter memasukkan tabung kecil fleksibel dengan kamera ke dalam bronkus untuk melihat langsung kondisi saluran napas dan mengambil sampel jaringan jika diperlukan.
Pengobatan Gangguan Bronkus
Pengobatan gangguan bronkus tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan kondisi. Beberapa pilihan pengobatan meliputi:
- Bronkodilator: Untuk melebarkan saluran napas dan meredakan sesak napas (misalnya, albuterol, salmeterol). Tersedia dalam bentuk inhaler atau nebulizer. Produk rekomendasi: Ventolin Inhaler.
- Kortikosteroid: Untuk mengurangi peradangan pada saluran napas (misalnya, fluticasone, budesonide). Tersedia dalam bentuk inhaler atau obat oral.
- Antibiotik: Untuk mengobati infeksi bakteri pada bronkus (misalnya, amoksisilin, azitromisin).
- Mukolitik: Untuk mengencerkan dahak dan memudahkan pengeluarannya (misalnya, guaifenesin, ambroksol). Produk rekomendasi: OBH Combi.
- Terapi oksigen: Untuk meningkatkan kadar oksigen dalam darah pada pasien dengan PPOK atau kondisi paru-paru lainnya yang menyebabkan kekurangan oksigen.
- Rehabilitasi paru: Program latihan dan edukasi untuk membantu pasien dengan PPOK atau kondisi paru-paru lainnya meningkatkan kualitas hidup mereka.
- Operasi: Dalam kasus yang jarang terjadi, operasi mungkin diperlukan untuk mengatasi masalah bronkus, seperti pengangkatan tumor atau perbaikan bronkiektasis.
Pencegahan Gangguan Bronkus
Beberapa langkah dapat diambil untuk mencegah gangguan bronkus:
- Berhenti merokok: Merokok adalah faktor risiko utama untuk berbagai gangguan paru-paru, termasuk bronkitis kronis, PPOK, dan kanker paru-paru.
- Hindari paparan polusi udara: Polusi udara dapat mengiritasi saluran napas dan meningkatkan risiko infeksi.
- Vaksinasi: Vaksinasi influenza dan pneumonia dapat membantu melindungi terhadap infeksi yang dapat menyebabkan bronkitis.
- Cuci tangan secara teratur: Mencuci tangan secara teratur dapat membantu mencegah penyebaran infeksi pernapasan.
- Gaya hidup sehat: Menjalani gaya hidup sehat dengan питанием bergizi, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup dapat membantu menjaga kesehatan sistem pernapasan.
Hubungi Dokter Ini untuk Gangguan Bronkus dan Pernapasan
Apabila kamu mengalami gejala gangguan bronkus dan pernapasan, sebaiknya segera periksakan pada dokter spesialis paru.
Dokter spesialis paru di Halodoc telah berpengalaman dan mendapatkan ulasan positif dari pasien yang mereka tangani sebelumnya.
Berikut beberapa dokter yang bisa kamu hubungi melalui Halodoc:
- dr. Made Agustya Darma Putra Wesnawa, Sp.P: Dokter spesialis paru dengan pengalaman 10 tahun, lulusan Universitas Udayana (2014) dan Universitas Airlangga (2021). Saat ini praktik di Badung, Bali, anggota PDPI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
- dr. Ayudiah Puspita Mayasari, Sp.P: Dokter spesialis paru dengan pengalaman 12 tahun, lulusan Universitas Muslim Indonesia (2012) dan Universitas Lambung Mangkurat (2021). Saat ini praktik di Banjarbaru dan Banjarmasin, Kalimantan Selatan, anggota PDPI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
- dr. Kornelis Aribowo, Sp.P: Dokter spesialis paru dengan pengalaman 10 tahun, lulusan Universitas Andalas (2014, 2022). Saat ini praktik di Padang, Sumatera Barat, anggota PDPI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
Dokter tersebut siap membantu kamu mengenali dan menangani berbagai gangguan bronkus serta pernapasan dengan tepat.
Dengan Halodoc, kamu bisa berkonsultasi dengan mudah, aman, dan nyaman kapan saja tanpa harus keluar rumah.
Tunggu apa lagi? Ayo pakai Halodoc sekarang juga!
Kapan Harus ke Dokter?
Segera cari pertolongan medis jika kamu mengalami gejala berikut:
- Sesak napas yang parah
- Nyeri dada
- Batuk berdarah
- Demam tinggi
- Menggigil
- Kebingungan
Dengan menghindari faktor risiko seperti merokok dan polusi udara, serta menerapkan gaya hidup sehat, kamu dapat menjaga bronkus tetap sehat dan berfungsi optimal.
Jika kamu mengalami gejala masalah pernapasan, segera konsultasikan dengan dokter untuk diagnosis dan penanganan yang tepat.

Diperbarui pada 23 Desember 2025
Referensi:
American Lung Association. Diakses pada 2025. How to Keep Your Lungs Healthy
Cleveland Clinic. Diakses pada 2025. Bronchi.
Healthline. Diakses pada 2025. Bronchi.
Verywell Health. Diakses pada 2025. Bronchi Anatomy and Function.
FAQ
1. Apa perbedaan antara bronkus dan bronkiolus?
Bronkus adalah cabang utama dari trakea yang masuk ke paru-paru, sedangkan bronkiolus adalah cabang-cabang kecil dari bronkus yang berakhir di alveoli.
2. Apakah bronkitis menular?
Bronkitis yang disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri dapat menular melalui droplet pernapasan.
3. Bagaimana cara membersihkan paru-paru dari lendir?
Beberapa cara untuk membersihkan paru-paru dari lendir meliputi batuk efektif, minum banyak cairan, dan menggunakan humidifier.
4. Apa fungsi utama bronkus?
Fungsi utama bronkus adalah sebagai saluran yang menghubungkan trakea ke paru-paru, memungkinkan udara masuk dan keluar.
Bronkus juga berperan dalam menyaring, menghangatkan, dan melembapkan udara sebelum mencapai paru-paru.
5. Bagaimana bronkus melindungi paru-paru?
Bronkus melindungi paru-paru dengan menyaring partikel asing menggunakan lendir dan silia, serta dengan menyediakan pertahanan imunologis melalui sel-sel imun di lapisannya.


