Ad Placeholder Image

Ini Gejala Demam Kelenjar yang Perlu Diwaspadai

3 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 18 September 2026

“Demam kelenjar atau mononukleosis menular, umum terjadi pada remaja dan usia dewasa muda. Beberapa gejalanya termasuk demam, sakit tenggorokan, kelelahan, dan pembengkakan kelenjar getah bening.”

Ini Gejala Demam Kelenjar yang Perlu DiwaspadaiIni Gejala Demam Kelenjar yang Perlu Diwaspadai

Demam kelenjar adalah infeksi yang umumnya ditandai demam, sakit tenggorokan, dan pembengkakan kelenjar getah bening, terutama di leher. Kondisi ini sering disebabkan oleh virus Epstein-Barr (EBV), tetapi beberapa infeksi lain juga dapat menimbulkan gejala serupa.

Sebagian besar kasus membaik dengan istirahat dan perawatan mandiri. Meski begitu, gejala tertentu perlu diwaspadai karena dapat menandakan komplikasi atau penyakit lain yang membutuhkan pemeriksaan dokter.

DAFTAR ISI


Gejala Demam Kelenjar

Gejala demam kelenjar dapat muncul secara bertahap dan tingkat keparahannya berbeda pada setiap orang. Keluhan yang paling sering terjadi meliputi demam, tubuh terasa sangat lelah, sakit tenggorokan, serta pembengkakan kelenjar getah bening di leher.

Selain itu, pengidap dapat mengalami sakit kepala, nyeri otot, berkeringat pada malam hari, dan nafsu makan menurun. Amandel juga bisa membengkak dan memiliki lapisan putih atau kekuningan sehingga kondisi ini terkadang mirip dengan radang tenggorokan akibat bakteri.

Pada sebagian kasus, pembesaran limpa atau hati dapat terjadi. Kondisi ini bisa menyebabkan rasa tidak nyaman atau nyeri di bagian kiri atas perut, mual, dan kulit atau bagian putih mata menguning. Tidak semua orang mengalami seluruh gejala tersebut.

Diagnosis tidak cukup ditegakkan hanya berdasarkan gejala. Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan, bila diperlukan, pemeriksaan darah untuk menilai jumlah sel darah serta mencari tanda infeksi EBV atau penyebab lainnya.

Karena demam kelenjar umumnya disebabkan oleh virus, antibiotik tidak dapat menyembuhkan penyebab utamanya. Penggunaan obat sebaiknya berdasarkan hasil konsultasi, terutama untuk membedakan infeksi virus dari infeksi bakteri dan menghindari efek samping yang tidak perlu.

Cara Meredakan Gejala Demam Kelenjar

  • Beristirahat cukup dan kurangi aktivitas berat selama tubuh masih terasa lemas atau demam.
  • Minum air putih secara teratur untuk membantu mencegah dehidrasi.
  • Konsumsi makanan bergizi dalam porsi kecil tetapi lebih sering jika nafsu makan menurun.
  • Gunakan obat penurun demam atau pereda nyeri hanya sesuai petunjuk pada kemasan atau anjuran dokter.
  • Hindari berbagi alat makan, minum, sikat gigi, dan lip balm karena virus penyebabnya dapat menular melalui air liur.
  • Hindari olahraga kontak, mengangkat beban berat, atau aktivitas yang berisiko menyebabkan benturan pada perut sampai dokter menyatakan aman. Pembesaran limpa dapat meningkatkan risiko cedera organ tersebut.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasi dengan Dokter Umum di Halodoc jika demam berlangsung beberapa hari, sakit tenggorokan atau pembengkakan kelenjar semakin parah, atau tubuh terasa sangat lemas. Pemeriksaan juga diperlukan jika muncul nyeri perut kiri atas, kulit menguning, sulit menelan, sulit bernapas, atau tanda dehidrasi seperti jarang buang air kecil dan pusing berat.

Jika terjadi nyeri perut hebat mendadak, pingsan, muntah terus-menerus, atau gangguan pernapasan, segera cari pertolongan medis darurat.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
  • Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
  • Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Chat dengan dokter di Halodoc dapat membantu mengevaluasi gejala, menentukan apakah kamu memerlukan pemeriksaan lanjutan, dan mendapatkan anjuran perawatan yang sesuai. Jangan menggunakan antibiotik atau obat resep tanpa pemeriksaan dan rekomendasi dokter.

Referensi

PubMed. Diakses pada 2026. Infectious Mononucleosis.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Epstein-Barr Virus and Infectious Mononucleosis.
WebMD. Diakses pada 2026. Mononucleosis: Symptoms, Causes, and Treatment.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Informasi Seputar Infeksi dan Pencegahannya.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM). Diakses pada 2026. Informasi Keamanan Penggunaan Obat.

FAQ

Apakah demam kelenjar menular?

Ya, demam kelenjar akibat EBV dapat menular melalui air liur, misalnya saat berciuman atau berbagi alat makan dan minum. Hindari berbagi barang pribadi selama masih mengalami gejala.

Berapa lama demam kelenjar sembuh?

Demam dan sakit tenggorokan biasanya membaik dalam beberapa minggu, tetapi rasa lelah dapat bertahan lebih lama. Lama pemulihan berbeda-beda sehingga aktivitas perlu ditingkatkan secara bertahap.

Apakah demam kelenjar harus minum antibiotik?

Tidak selalu, karena sebagian besar kasus disebabkan oleh virus dan tidak membaik dengan antibiotik. Antibiotik hanya digunakan jika dokter menemukan infeksi bakteri yang menyertai, sehingga penggunaannya harus berdasarkan pemeriksaan medis.