Ad Placeholder Image

Ini Jadwal dan 15 Daftar Imunisasi yang Wajib bagi Anak

5 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   18 Juni 2026

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan berbagai jenis imunisasi dasar untuk anak. Beberapa di antaranya adalah Imunisasi Hepatitis B, polio, rotavirus, influenza, HPV, dan dengue.

Ini Jadwal dan 15 Daftar Imunisasi  yang Wajib bagi AnakIni Jadwal dan 15 Daftar Imunisasi  yang Wajib bagi Anak

DAFTAR ISI


Imunisasi merupakan salah satu investasi kesehatan paling berharga yang bisa kamu berikan untuk masa depan buah hati. Secara medis, imunisasi adalah proses untuk membangun sistem kekebalan tubuh seseorang terhadap penyakit tertentu. Melalui pemberian vaksin, tubuh akan dirangsang untuk membentuk antibodi tanpa harus sakit terlebih dahulu. Di Indonesia, program imunisasi wajib telah dirancang sedemikian rupa untuk melindungi anak-anak dari risiko disabilitas hingga kematian akibat penyakit yang sebenarnya dapat dicegah.

Pentingnya imunisasi tidak hanya terbatas pada perlindungan individu, tetapi juga menciptakan kekebalan kelompok atau herd immunity. Ketika sebagian besar anak dalam suatu populasi telah mendapatkan imunisasi wajib, penyebaran penyakit menular akan terhambat, sehingga melindungi anak-anak lain yang mungkin tidak bisa divaksinasi karena alasan medis tertentu. Tanpa perlindungan ini, penyakit-penyakit berbahaya seperti polio, campak, dan difteri dapat kembali mewabah dan mengancam kesehatan masyarakat secara luas.

Sebagai orang tua, memahami jadwal dan jenis imunisasi merupakan tanggung jawab utama. Sering kali muncul kekhawatiran mengenai efek samping, namun secara klinis, manfaat yang diberikan jauh lebih besar daripada risiko yang mungkin timbul. Memastikan anak mendapatkan dosis lengkap sesuai jadwal adalah kunci efektivitas vaksin tersebut dalam memberikan perlindungan jangka panjang.

Nah, mau tahu apa saja informasi mendalam mengenai imunisasi wajib, jadwal terbarunya, serta bagaimana menangani kondisi anak setelah vaksinasi? Berikut ulasannya!

Pentingnya Imunisasi Wajib untuk Masa Depan Anak

Imunisasi wajib adalah serangkaian vaksinasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah melalui Kementerian Kesehatan untuk diberikan kepada setiap anak. Vaksin-vaksin dalam program ini dipilih berdasarkan tingkat keparahan penyakit dan potensi penularannya di Indonesia. Dengan mengikuti program ini, kamu berperan aktif dalam memutus rantai penularan penyakit infeksi menular (PIM).

Secara farmakologi, vaksin mengandung antigen yang telah dilemahkan atau dimatikan. Saat masuk ke dalam tubuh, sistem imun akan mengenali antigen ini sebagai ancaman dan membentuk sel memori. Jika suatu saat anak terpapar virus atau bakteri yang asli, sistem imunnya sudah siap “berperang” dan melumpuhkan kuman tersebut dengan cepat. Tanpa imunisasi, tubuh anak memerlukan waktu lebih lama untuk bereaksi, yang sering kali memberikan kesempatan bagi penyakit untuk berkembang menjadi kondisi fatal.

Manfaat Utama Imunisasi bagi Pertumbuhan Anak
  1. Mencegah risiko cacat fisik akibat penyakit seperti Polio.
  2. Menurunkan angka kematian bayi dan balita secara signifikan.
  3. Mencegah komplikasi serius dari penyakit paru-paru dan otak (Meningitis).

Daftar Jenis Imunisasi Wajib di Indonesia

Pemerintah Indonesia melalui program Imunisasi Rutin Lengkap membagi kategori vaksinasi menjadi beberapa tahap penting, mulai dari bayi baru lahir hingga usia sekolah. Berikut adalah detail jenis imunisasi yang wajib didapatkan:

1. Vaksin Hepatitis B (HB-0)

Vaksin ini diberikan sesegera mungkin setelah bayi lahir, idealnya dalam waktu kurang dari 24 jam. Tujuannya adalah untuk mencegah penularan virus Hepatitis B dari ibu ke anak saat proses persalinan. Hepatitis B pada bayi sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kerusakan hati kronis atau kanker hati di masa depan.

2. Vaksin BCG (Bacillus Calmette-Guerin)

Vaksin BCG bertujuan melindungi anak dari penyakit Tuberkulosis (TBC) yang berat, terutama meningitis TBC dan TBC milier. Mengingat Indonesia masih memiliki angka kasus TBC yang tinggi, imunisasi ini menjadi krusial untuk diberikan pada usia 1 bulan.

3. Vaksin Polio (OPV dan IPV)

Polio adalah penyakit saraf yang menyebabkan kelumpuhan permanen dan tidak ada obatnya. Pencegahan hanya bisa dilakukan melalui imunisasi. Di Indonesia, anak mendapatkan kombinasi tetes (OPV) dan suntik (IPV) untuk memastikan perlindungan maksimal di usus dan darah.

4. Vaksin DPT-HB-Hib

Vaksin kombinasi ini (sering disebut pentavalen) melindungi anak dari lima penyakit sekaligus: Difteri (infeksi saluran napas), Pertusis (batuk rejan), Tetanus, Hepatitis B, dan Haemophilus Influenzae tipe b (penyebab radang paru dan radang selaput otak). Pemberiannya dilakukan sebanyak tiga kali pada masa bayi.

5. Vaksin MR (Measles & Rubella)

Vaksin ini menggantikan peran vaksin campak sebelumnya. Tujuannya adalah mencegah penyakit campak yang bisa memicu komplikasi radang paru dan diare hebat, serta mencegah Rubella yang sangat berbahaya jika menular ke ibu hamil karena dapat menyebabkan kecacatan janis (Congenital Rubella Syndrome).

Jadwal Imunisasi Dasar dan Lanjutan 2024

Mengikuti jadwal yang tepat sangat penting karena sistem imun anak berkembang secara bertahap. Jika kamu melewatkan satu jadwal, segera lakukan pengejaran (catch-up immunization) setelah berkonsultasi dengan tenaga medis. Jika muncul keraguan, kamu bisa konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan arahan yang tepat.

Berikut adalah ringkasan jadwal imunisasi dasar untuk bayi usia 0-11 bulan:

  • 0 Bulan: Hepatitis B (HB-0).
  • 1 Bulan: BCG dan Polio 1.
  • 2 Bulan: DPT-HB-Hib 1, Polio 2, PCV 1.
  • 3 Bulan: DPT-HB-Hib 2, Polio 3, PCV 2.
  • 4 Bulan: DPT-HB-Hib 3, Polio 4 (OPV), dan IPV 1.
  • 9 Bulan: MR 1 dan IPV 2.

Setelah masa bayi terlewati, anak masih memerlukan imunisasi lanjutan pada usia 18 bulan (DPT-HB-Hib booster dan MR booster) serta imunisasi pada anak usia sekolah melalui program BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah).

Menangani Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)

KIPI atau efek samping setelah vaksinasi adalah reaksi tubuh yang wajar dan biasanya bersifat ringan. Gejala yang umum ditemukan antara lain demam ringan, kemerahan di area suntikan, atau anak menjadi sedikit lebih rewel. Kondisi ini menandakan bahwa sistem imun sedang bekerja membangun pertahanan.

Untuk mengatasi demam pasca imunisasi, kamu bisa memberikan kompres hangat dan memastikan anak mendapatkan cukup cairan atau ASI. Jika suhu tubuh anak meningkat, penggunaan paracetamol drops atau sirup sesuai dosis berat badan dapat membantu memberikan kenyamanan. Kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah untuk sediaan obat penurun demam darurat di rumah.

Kapan Harus Menghubungi Dokter Setelah Imunisasi?
  1. Demam sangat tinggi (di atas 39 derajat Celcius) yang tidak turun dengan obat.
  2. Anak mengalami kejang atau menangis terus-menerus tanpa henti (inconsolable crying).
  3. Muncul reaksi alergi berat seperti pembengkakan wajah atau sesak napas.

Studi Mengenai Efektivitas Imunisasi

World Health Organization (WHO) menerbitkan laporan berkala yang menjelaskan bahwa imunisasi mencegah antara 3,5 hingga 5 juta kematian setiap tahun akibat penyakit seperti difteri, tetanus, pertusis, influenza, dan campak.

Studi global juga menunjukkan bahwa vaksinasi PCV (Pneumokokal) dan Rotavirus telah secara dramatis menurunkan angka rawat inap anak akibat pneumonia dan diare berat di negara-negara berkembang. Hal ini membuktikan bahwa program imunisasi wajib bukan sekadar rutinitas medis, melainkan strategi pertahanan kesehatan publik yang paling efektif secara biaya dan hasil.

Sebagai orang tua, jangan biarkan informasi keliru atau hoaks menghambat langkahmu untuk memberikan perlindungan terbaik. Jika kamu merasa anak sedang kurang sehat sebelum jadwal vaksinasi, sebaiknya tetap konsultasikan dengan dokter untuk menentukan apakah imunisasi bisa dilanjutkan atau perlu ditunda beberapa hari.

Kamu bisa mendapatkan produk kesehatan pendukung seperti vitamin daya tahan tubuh anak atau obat penurun demam dengan praktis di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis anak terkait jadwal imunisasi yang tertinggal melalui aplikasi Halodoc.

Referensi:
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Profil Kesehatan Indonesia: Imunisasi Rutin Lengkap.
IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia). Diakses pada 2024. Jadwal Imunisasi Anak Umur 0 – 18 Tahun Rekomendasi IDAI Tahun 2023.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Vaccines and Immunization: Overview.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Childhood vaccines: Tough questions, straight answers.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses pada 2024. Making the Vaccine Decision: Common Concerns.

FAQ

1. Apakah boleh anak diimunisasi saat sedang batuk pilek?

Jika batuk pilek ringan tanpa demam, imunisasi biasanya tetap boleh diberikan. Namun, jika anak tampak lemas atau demam tinggi, dokter biasanya menyarankan untuk menunda hingga kondisi membaik.

2. Apa yang harus dilakukan jika jadwal imunisasi terlewat?

Tidak ada istilah “hangus” untuk imunisasi. Segera lakukan pengejaran (catch-up) ke fasilitas kesehatan terdekat. Konsultasikan dengan dokter untuk mengatur ulang urutan vaksin yang perlu didahulukan.

3. Mengapa area suntikan anak menjadi bengkak dan merah?

Ini adalah reaksi lokal yang umum terjadi akibat peradangan ringan saat vaksin disuntikkan ke otot atau bawah kulit. Kompres dingin pada area yang bengkak biasanya akan membantu meredakan gejalanya dalam 1-2 hari.

4. Apakah vaksin wajib aman untuk anak dengan alergi makanan?

Sebagian besar vaksin aman untuk anak dengan alergi makanan. Namun, sangat penting untuk menginformasikan riwayat alergi anak kepada petugas medis sebelum penyuntikan, terutama jika anak memiliki alergi berat terhadap telur.

## Punya Pertanyaan Seputar Imunisasi Wajib untuk Anak? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan atau bingung mengenai jadwal vaksinasi anak? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

[HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant)](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.