Ad Placeholder Image

Ini Jenis Kateter dan Prosedur untuk Menggunakannya

6 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 18 September 2026

Kateter urine terdiri dari tiga jenis utama.

Ini Jenis Kateter dan Prosedur untuk MenggunakannyaIni Jenis Kateter dan Prosedur untuk Menggunakannya

DAFTAR ISI


Kateter adalah selang tipis dan lentur yang digunakan untuk mengalirkan urine dari kandung kemih atau memasukkan cairan maupun obat ke dalam tubuh. Alat ini umumnya digunakan ketika seseorang tidak dapat buang air kecil secara normal atau membutuhkan pemantauan jumlah urine.

Penggunaan kateter harus dilakukan dengan teknik yang tepat dan mengikuti anjuran tenaga medis. Pemakaian yang tidak sesuai dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih, luka, perdarahan, atau sumbatan pada kateter.

Jenis dan Prosedur Penggunaan Kateter

Jenis kateter yang digunakan bergantung pada tujuan, lama pemakaian, kondisi saluran kemih, serta kemampuan pasien untuk buang air kecil. Dokter akan menentukan jenis dan ukuran kateter yang paling sesuai.

Jenis-jenis kateter

  • Kateter intermiten: dimasukkan untuk mengeluarkan urine, kemudian segera dilepas setelah kandung kemih kosong. Kateter ini dapat digunakan beberapa kali sesuai jadwal yang diajarkan tenaga kesehatan.
  • Kateter menetap atau Foley: dipasang dalam kandung kemih selama periode tertentu. Balon kecil di ujungnya membantu menahan kateter agar tidak mudah terlepas.
  • Kateter suprapubik: dimasukkan melalui sayatan kecil pada perut bagian bawah langsung menuju kandung kemih. Jenis ini dapat dipertimbangkan jika pemasangan melalui uretra tidak memungkinkan atau tidak dianjurkan.
  • Kateter eksternal: digunakan di luar tubuh, misalnya pada penis, untuk menampung urine. Kateter ini tidak masuk ke dalam uretra, tetapi tidak cocok untuk semua kondisi.

Bagaimana prosedur pemasangan kateter?

Pada kateter melalui uretra, tenaga medis biasanya membersihkan area sekitar lubang kencing, menggunakan sarung tangan dan pelumas steril, lalu memasukkan kateter secara perlahan hingga urine mengalir. Jika menggunakan kateter menetap, balon pada ujung kateter diisi cairan steril agar alat tetap berada di dalam kandung kemih.

Urine kemudian dialirkan ke kantong penampung yang harus diletakkan lebih rendah daripada kandung kemih. Setelah prosedur, pasien akan diberi petunjuk mengenai cara merawat kateter, mengosongkan kantong urine, menjaga kebersihan, dan mengenali tanda infeksi.

Pemasangan kateter sebaiknya dilakukan oleh dokter atau perawat terlatih. Jangan memaksa memasukkan kateter, mengubah posisi alat, atau melepas kateter menetap tanpa instruksi tenaga kesehatan.

Berapa lama kateter digunakan?

Lama pemakaian berbeda-beda, mulai dari beberapa menit hingga beberapa minggu atau lebih lama. Dokter akan mengevaluasi kebutuhan kateter secara berkala dan melepasnya sesegera mungkin jika sudah tidak diperlukan untuk mengurangi risiko komplikasi.

Selama memakai kateter, minumlah cairan sesuai anjuran dokter, kecuali kamu memiliki pembatasan cairan akibat penyakit tertentu. Pastikan selang tidak tertekuk dan kantong urine tidak penuh atau tertarik.

Tips Perawatan Kateter

  • Cuci tangan dengan sabun dan air sebelum serta sesudah menyentuh kateter atau kantong urine.
  • Bersihkan area sekitar kateter setiap hari menggunakan air dan sabun lembut, lalu keringkan dengan menepuk perlahan.
  • Jaga agar kantong urine selalu berada di bawah posisi kandung kemih dan tidak menyentuh lantai.
  • Periksa selang secara berkala untuk memastikan tidak terlipat, tertindih, atau tersumbat.
  • Kosongkan kantong urine sebelum terlalu penuh dengan mengikuti petunjuk tenaga kesehatan.
  • Jangan menarik kateter, mencabutnya sendiri, atau menggunakan cairan pembersih maupun antibiotik tanpa anjuran dokter.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan dengan Dokter Umum di Halodoc jika kateter tidak mengalirkan urine, terlepas, tersumbat, atau menimbulkan nyeri dan perdarahan. Kamu juga perlu diperiksa jika mengalami demam, menggigil, urine keruh atau berbau menyengat, nyeri saat buang air kecil, serta nyeri di perut bagian bawah atau pinggang.

Jika muncul demam tinggi, kebingungan, lemas berat, atau nyeri yang semakin parah, segera cari pertolongan medis karena kondisi tersebut dapat menandakan infeksi serius.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Referensi

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Diakses pada 2026. Bladder Catheterization.
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2026. Catheter-Associated Urinary Tract Infection.
National Health Service. Diakses pada 2026. Urinary Catheter.
Merck Manual Consumer Version. Diakses pada 2026. Bladder Catheterization.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi.

FAQ

Apakah kateter terasa sakit?

Pemasangan kateter dapat menimbulkan rasa tidak nyaman atau perih, terutama saat alat melewati uretra. Nyeri yang berat, menetap, atau disertai perdarahan perlu segera diperiksakan.

Apakah boleh mandi saat memakai kateter?

Umumnya pasien tetap dapat mandi, tetapi area kateter perlu dijaga tetap bersih dan dikeringkan setelahnya. Ikuti instruksi dokter, terutama jika terdapat luka operasi atau kateter suprapubik.

Bagaimana jika urine tidak masuk ke kantong?

Periksa apakah selang tertekuk, terjepit, atau kantong berada lebih tinggi daripada kandung kemih. Jika aliran urine tetap tidak ada, jangan melepas atau membilas kateter sendiri dan segera hubungi tenaga kesehatan.