
Ini Jenis Kateter dan Prosedur untuk Menggunakannya
Kateter urine terdiri dari tiga jenis utama.

DAFTAR ISI
- Mengenal Apa Itu Selang Kateter
- Fungsi Utama Selang Kateter
- Jenis-Jenis Kateter Medis
- Prosedur Pemasangan Kateter
- Cara Merawat Kateter di Rumah
- Risiko dan Komplikasi Penggunaan
- Studi Terkait
- FAQ
Dalam dunia medis, selang kateter adalah alat kesehatan yang sangat vital bagi pasien dengan kondisi tertentu. Kateter urin, yang paling umum digunakan, merupakan sebuah tabung fleksibel yang dimasukkan ke dalam kandung kemih melalui uretra untuk mengeluarkan urin dari tubuh. Alat ini membantu pasien yang mengalami kesulitan buang air kecil secara alami atau bagi mereka yang sedang menjalani prosedur medis tertentu sehingga mobilitasnya terbatas.
Pemasangan kateter tidak boleh dilakukan sembarangan karena melibatkan organ internal yang sensitif. Ketidakmampuan untuk mengosongkan kandung kemih, atau yang dikenal dengan retensi urin, dapat menyebabkan komplikasi serius seperti kerusakan ginjal atau infeksi berat jika tidak segera ditangani dengan bantuan kateter. Oleh karena itu, memahami fungsi dan cara kerja alat ini sangat penting bagi pasien maupun anggota keluarga yang merawatnya.
Meskipun tampak menakutkan bagi sebagian orang, penggunaan selang kateter adalah standar medis yang aman selama prosedur kebersihan dan protokol kesehatan diikuti dengan ketat. Nah, mau tahu lebih lanjut mengenai apa itu selang kateter, jenis-jenisnya, serta bagaimana cara perawatannya agar terhindar dari infeksi? Berikut ulasannya!
Mengenal Apa Itu Selang Kateter
Selang kateter adalah alat medis berupa tabung tipis yang terbuat dari bahan fleksibel seperti karet (lateks), plastik (PVC), atau silikon. Penggunaan utamanya adalah untuk mengalirkan cairan keluar dari atau masuk ke dalam tubuh. Dalam konteks urologi, kateter digunakan untuk mengosongkan kandung kemih pada pasien yang tidak mampu melakukannya sendiri. Alat ini tersedia dalam berbagai ukuran yang disebut dengan skala “French” (Fr), di mana semakin besar angkanya, semakin besar diameter selangnya.
Pemasangan kateter biasanya dilakukan oleh tenaga medis profesional seperti dokter atau perawat. Namun, dalam beberapa kasus kronis, pasien atau pengasuh diajarkan untuk melakukannya sendiri di rumah (kateterisasi mandiri). Bahan kateter juga dipilih berdasarkan durasi penggunaan; misalnya, kateter silikon murni sering direkomendasikan untuk penggunaan jangka panjang karena risiko iritasi yang lebih rendah dibandingkan lateks.
Fungsi Utama Selang Kateter dalam Dunia Medis
Kegunaan kateter melampaui sekadar membantu buang air kecil. Beberapa indikasi medis yang mengharuskan penggunaan alat ini antara lain:
- Retensi Urin Akut atau Kronis: Kondisi di mana seseorang tidak bisa mengosongkan kandung kemihnya sama sekali atau tidak tuntas.
- Operasi: Pasien yang menjalani operasi besar sering dipasangi kateter untuk memantau output cairan dan menjaga kandung kemih tetap kosong selama prosedur berlangsung.
- Pemantauan Output Urin: Pada pasien di unit perawatan intensif (ICU), pengukuran jumlah urin secara akurat sangat penting untuk menilai fungsi ginjal dan keseimbangan cairan.
- Inkontinensia Urin: Pada kasus yang parah di mana pasien tidak bisa mengontrol keluarnya urin, kateter dapat digunakan untuk menjaga kebersihan kulit dan mencegah luka tekan (dekubitus).
- Masalah Prostat: Pembesaran prostat (BPH) sering menyumbat uretra, sehingga memerlukan kateter untuk mengeluarkan urin yang tertahan.
Jenis-Jenis Kateter yang Umum Digunakan
Ada tiga kategori utama selang kateter yang biasa digunakan berdasarkan kebutuhan pasien:
1. Indwelling Catheter (Foley Catheter)
Ini adalah jenis kateter yang menetap di dalam kandung kemih untuk jangka waktu tertentu. Alat ini memiliki balon kecil di ujungnya yang dikembangkan dengan air steril setelah dimasukkan ke dalam kandung kemih agar selang tidak terlepas. Urin kemudian mengalir melalui selang ke dalam kantong drainase (urine bag).
2. Intermittent Catheter (Kateter Sementara)
Kateter ini hanya digunakan saat pasien perlu mengosongkan kandung kemih, lalu segera dilepas kembali. Ini sering digunakan oleh penderita gangguan saraf (neurogenic bladder) yang harus melakukan kateterisasi beberapa kali sehari. Karena tidak menetap, risiko infeksi jangka panjang cenderung lebih rendah.
3. External Catheter (Condom Catheter)
Khusus untuk pria, alat ini tidak dimasukkan ke dalam uretra, melainkan dipasang di bagian luar penis seperti kondom. Urin dialirkan melalui selang pendek ke kantong penampung. Jenis ini lebih nyaman dan memiliki risiko infeksi saluran kemih yang lebih kecil.
Tips Mencegah Infeksi Saluran Kemih Saat Memakai Kateter
- Selalu cuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah menyentuh selang atau kantong urin.
- Pastikan posisi kantong urin selalu berada lebih rendah dari kandung kemih untuk mencegah aliran balik urin.
- Minum air putih yang cukup untuk membantu “membilas” bakteri dari saluran kemih.
Prosedur Pemasangan Selang Kateter
Prosedur ini dilakukan dengan teknik aseptik untuk mencegah masuknya bakteri ke dalam sistem urin. Berikut adalah langkah-langkah umumnya:
- Tenaga medis akan membersihkan area sekitar uretra dengan cairan antiseptik.
- Gel pelumas (seringkali mengandung lidocaine untuk mengurangi nyeri) diaplikasikan pada ujung kateter.
- Kateter dimasukkan secara perlahan melalui uretra hingga mencapai kandung kemih.
- Jika menggunakan jenis Foley, balon akan dikembangkan.
- Selang disambungkan ke kantong urin yang biasanya dipasang di samping tempat tidur atau diikat di tungkai pasien.
Jika kamu merasakan nyeri yang sangat hebat saat pemasangan atau setelahnya, segera konsultasi ke dokter Halodoc untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.
Cara Merawat Selang Kateter di Rumah
Perawatan yang benar sangat krusial untuk mencegah Catheter-Associated Urinary Tract Infection (CAUTI). Beberapa langkah yang harus diperhatikan adalah:
- Membersihkan Selang: Bersihkan area pertemuan selang dan tubuh dengan air sabun lembut setiap hari.
- Kosongkan Kantong Urin: Jangan biarkan kantong urin terlalu penuh. Kosongkan setiap 4-8 jam atau saat sudah terisi setengah.
- Cek Aliran: Pastikan selang tidak tertekuk atau terlipat agar urin dapat mengalir lancar.
- Hindari Produk Beraroma: Jangan gunakan bedak atau parfum di area sekitar kateter karena dapat memicu iritasi.
Untuk mendukung perawatan di rumah, kamu bisa beli obat online di Halodoc untuk mendapatkan perlengkapan seperti antiseptik, kassa steril, atau kantong urin cadangan dengan mudah.
Risiko dan Komplikasi Penggunaan Kateter
Meski sangat membantu, penggunaan selang kateter dalam jangka panjang membawa beberapa risiko, antara lain:
- Infeksi Saluran Kemih (ISK): Bakteri dapat masuk melalui selang dan berkembang biak di kandung kemih.
- Bladder Spasm: Kram kandung kemih yang terasa seperti ingin buang air kecil terus-menerus.
- Cedera Uretra: Luka pada saluran uretra akibat gesekan selang atau balon yang dikembangkan sebelum waktunya.
- Batu Kandung Kemih: Penggunaan kateter menetap bertahun-tahun dapat meningkatkan risiko terbentuknya kristal atau batu.
Studi Mengenai Penggunaan Kateter
The Journal of Hospital Infection menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa penggunaan teknik aseptik yang ketat dan pengurangan durasi pemasangan kateter yang tidak perlu dapat menurunkan angka infeksi rumah sakit hingga 30%.
Penelitian ini menekankan bahwa setiap hari kateter terpasang, risiko bakteriuria (adanya bakteri dalam urin) meningkat sekitar 3-7%. Oleh karena itu, evaluasi harian oleh tenaga medis untuk menentukan apakah kateter masih diperlukan sangatlah penting bagi keselamatan pasien.
FAQ
1. Apakah selang kateter sakit saat dipasang?
Umumnya akan terasa sensasi tidak nyaman atau tekanan saat selang dimasukkan. Penggunaan gel pelumas biasanya membantu meminimalkan rasa sakit tersebut.
2. Berapa lama kateter Foley bisa terpasang?
Tergantung bahan dan kondisi medis, namun biasanya kateter lateks diganti setiap 2 minggu, sedangkan kateter silikon murni bisa bertahan hingga 1-3 bulan.
3. Apakah saya bisa mandi saat menggunakan kateter?
Boleh, namun disarankan untuk mandi menggunakan shower (bukan berendam di bathtub) agar kuman dari air tidak masuk ke saluran drainase.
4. Apa yang harus dilakukan jika urin tidak mengalir?
Periksa apakah ada selang yang tertekuk atau tersumbat. Jika tetap tidak mengalir dan perut terasa kembung atau nyeri, segera hubungi petugas medis.
Jika kamu atau keluarga membutuhkan bantuan lebih lanjut mengenai prosedur medis ini, jangan ragu untuk menghubungi dokter. Penanganan yang tepat akan sangat menentukan proses pemulihan.
Kamu bisa mendapatkan alat kesehatan dan obat-obatan yang dibutuhkan dengan praktis melalui layanan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter ahli terkait keluhan kesehatan yang sedang dialami dengan aman di rumah.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Urinary catheter.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Urinary Catheters: Uses, Types & Complications.
MedlinePlus. Diakses pada 2026. Urinary catheters.
NHS UK. Diakses pada 2026. Urinary catheterization.
## Punya Pertanyaan Seputar Penggunaan atau Perawatan Kateter? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan kesehatan atau bingung cara merawat selang kateter di rumah? Tidak perlu khawatir! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!
[HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant)](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.







