Ad Placeholder Image

Ini Kandungan Gizi Bubuk Matcha dan Manfaat untuk Kesehatan

3 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   22 Juni 2026

“Bubuk matcha memiliki kandungan antioksidan yang bermanfaat untuk kesehatan. Beberapa manfaat matcha yaitu meningkatkan kinerja otak, menjaga kesehatan jantung, hingga menyehatkan kulit.”

Ini Kandungan Gizi Bubuk Matcha dan Manfaat untuk KesehatanIni Kandungan Gizi Bubuk Matcha dan Manfaat untuk Kesehatan

DAFTAR ISI


Dalam beberapa tahun terakhir, tren kuliner berbahan dasar matcha meledak di Indonesia. Mulai dari minuman kekinian seperti matcha latte, es krim, kue, hingga berbagai jenis hidangan penutup lainnya. Warnanya yang hijau terang dengan rasa khas yang perpaduan antara manis, pahit, dan creamy membuatnya sangat digemari oleh berbagai kalangan masyarakat.

Meskipun sangat populer, nyatanya masih banyak orang yang belum memahami betul tentang bahan ini. Banyak yang mengira bahwa matcha sama persis dengan teh hijau biasa yang diseduh di rumah. Padahal, ada perbedaan mendasar dari cara penanaman, pengolahan, hingga cara konsumsinya yang membuat profil nutrisi keduanya sangat berbeda.

Mengetahui asal-usul dan kandungan nutrisi dari apa yang kita konsumsi sangatlah penting, terutama bagi kamu yang peduli pada kesehatan jangka panjang. Karena dikonsumsi dalam bentuk bubuk utuh, bahan ini memberikan asupan antioksidan dan nutrisi yang jauh lebih pekat dibandingkan teh hijau seduh biasa. Namun di sisi lain, potensi asupan kafeinnya juga menjadi lebih tinggi.

Lantas, sebenarnya matcha itu terbuat dari apa? Bagaimana proses pembuatannya hingga bisa memiliki warna hijau terang dan manfaat yang melimpah bagi tubuh? Nah, mari kita bahas secara mendalam dan komprehensif dari kacamata kesehatan dan nutrisi!

Matcha Itu Terbuat dari Apa?

Banyak yang bertanya-tanya, matcha itu terbuat dari apa? Jawabannya sederhana: matcha terbuat dari daun teh hijau, atau secara botani dikenal dengan nama tanaman Camellia sinensis. Ya, ini adalah spesies tanaman yang sama persis dengan yang digunakan untuk memproduksi teh hitam, teh oolong, teh putih, dan teh hijau biasa.

Namun, yang membedakan matcha dari teh hijau biasa adalah proses penanaman dan pengolahannya. Daun teh yang nantinya akan dijadikan matcha secara khusus disebut sebagai tencha. Perlakuan khusus pada daun teh inilah yang menciptakan perbedaan mencolok pada warna, tekstur, rasa, dan tentu saja, kandungan senyawa aktif di dalamnya.

Ketika kamu minum teh hijau biasa, kamu hanya menyeduh daun teh dalam air panas dan membuang daunnya. Artinya, kamu hanya mendapatkan nutrisi yang larut dalam air. Sebaliknya, matcha adalah daun teh hijau murni yang ditumbuk atau digiling menjadi bubuk yang sangat halus. Saat kamu meminum matcha, kamu menelan seluruh bagian daun tersebut. Oleh karena itu, konsentrasi antioksidan, vitamin, dan mineral yang diserap oleh tubuh menjadi jauh lebih maksimal.

Proses Pembuatan Matcha yang Khas

Kualitas medis dan nutrisi dari matcha sangat bergantung pada proses agrikultur yang ketat. Proses pembuatan inilah yang menjawab mengapa matcha bisa memiliki warna hijau neon yang khas dan rasa umami yang kaya.

1. Proses Peneduhan (Shading)

Sekitar 20 hingga 30 hari sebelum panen tiba, semak teh Camellia sinensis akan ditutup untuk melindunginya dari paparan sinar matahari langsung. Proses peneduhan ini sangat krusial. Tanpa sinar matahari yang cukup, tanaman akan bereaksi dengan memproduksi klorofil (zat hijau daun) dalam jumlah besar untuk memaksimalkan fotosintesis pada cahaya yang minim. Peningkatan klorofil inilah yang membuat daun berubah menjadi hijau sangat gelap dan menghasilkan bubuk yang berwarna hijau terang.

Selain klorofil, proses peneduhan ini juga memicu tanaman untuk memproduksi dan mempertahankan lebih banyak asam amino, terutama L-theanine. Asam amino inilah yang memberikan profil rasa manis dan gurih (umami) pada matcha yang berkualitas tinggi, serta memberikan efek relaksasi pada saraf otak manusia.

2. Pemanenan dan Pengukusan

Hanya daun teh termuda dan terbaik yang dipetik pada saat panen. Setelah dipetik, daun-daun ini harus segera dikukus (di-steam) dalam waktu beberapa jam. Pengukusan ini bertujuan untuk menghentikan proses oksidasi enzimatis. Hal ini berbeda dengan teh hitam yang sengaja dioksidasi. Dengan menghentikan oksidasi, warna hijau alami daun tetap terkunci, dan nutrisi penting seperti katekin (antioksidan) tidak rusak.

3. Pengeringan dan Pemisahan Tulang Daun

Setelah dikukus, daun teh dikeringkan tanpa digulung (berbeda dengan teh hijau seduh yang biasanya digulung). Daun kering ini kemudian disebut tencha. Selanjutnya, batang dan urat atau tulang daun dipisahkan secara manual atau dengan mesin, sehingga hanya menyisakan bagian daging daun yang paling halus dan kaya nutrisi.

4. Penggilingan dengan Batu (Stone-milling)

Tahap terakhir adalah menggiling tencha menggunakan batu giling tradisional bergaya Jepang (granit) hingga menjadi bubuk super halus berukuran mikrometer. Proses ini dilakukan dengan sangat lambat untuk mencegah timbulnya panas akibat gesekan batu. Panas dapat merusak aroma dan menurunkan kadar antioksidan daun teh. Karena prosesnya lambat, dibutuhkan waktu hingga satu jam untuk menghasilkan sekitar 30 gram bubuk matcha kualitas premium.

Kandungan Gizi dalam Bubuk Matcha

Karena kita mengonsumsi keseluruhan daun teh, profil gizi matcha jauh lebih padat dibandingkan seduhan daun teh biasa. Dari sudut pandang farmakologi dan nutrisi klinis, berikut adalah kandungan molekul aktif utama yang membuat matcha begitu istimewa:

1. Antioksidan Katekin (EGCG)

Matcha adalah salah satu sumber antioksidan terkuat di alam. Senyawa aktif yang paling dominan adalah Epigallocatechin gallate (EGCG). EGCG adalah sejenis polifenol atau katekin yang terbukti memiliki sifat anti-inflamasi (anti-peradangan), anti-karsinogenik (melawan kanker), dan pelindung sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Berbagai riset menunjukkan bahwa konsentrasi EGCG dalam matcha bisa 137 kali lebih tinggi dibandingkan beberapa jenis teh hijau seduh konvensional.

2. Asam Amino L-Theanine

L-theanine adalah asam amino langka yang banyak ditemukan pada teh yang diteduhkan. L-theanine memiliki kemampuan unik untuk menembus sawar darah-otak (blood-brain barrier) dan meningkatkan produksi gelombang otak alfa. Gelombang alfa ini merangsang perasaan tenang, rileks, namun tetap waspada tanpa menimbulkan rasa kantuk.

3. Kafein

Satu porsi matcha (sekitar setengah hingga satu sendok teh) mengandung sekitar 30-50 mg kafein. Menariknya, kafein dalam matcha tidak menyebabkan efek samping dada berdebar atau lonjakan energi sesaat yang diikuti rasa lemas (caffeine crash) seperti yang sering terjadi setelah minum kopi. Hal ini terjadi karena kafein pada matcha berikatan dengan asam amino L-theanine. Ikatan ini membuat penyerapan kafein di aliran darah terjadi secara perlahan, sehingga memberikan fokus dan energi yang stabil selama berjam-jam.

4. Vitamin dan Mineral

Selain polifenol dan asam amino, matcha juga kaya akan nutrisi mikro. Di dalamnya terdapat Vitamin A (dalam bentuk Beta-karoten), Vitamin C, Vitamin E, Vitamin K, serta berbagai mineral penting seperti Kalium (Potassium), Magnesium, dan Kalsium. Tingginya kadar klorofil di dalamnya juga membantu proses detoksifikasi logam berat dari dalam tubuh.

Tips Sehat Mengonsumsi Matcha
  1. Hindari Gula Berlebih: Manfaat matcha sering kali rusak karena dikonsumsi dalam bentuk latte manis atau kue yang tinggi gula dan kalori. Seduhlah matcha murni dengan air hangat.
  2. Perhatikan Suhu Air: Jangan menyeduh matcha dengan air mendidih (100°C) karena akan merusak antioksidan dan membuatnya terasa sangat pahit. Gunakan air bersuhu 70-80°C.
  3. Pilih Matcha Berkualitas: Pilihlah jenis Ceremonial Grade untuk diseduh murni, karena rasanya lebih lembut dan kandungan nutrisinya lebih optimal dibanding Culinary Grade.

Manfaat Matcha untuk Kesehatan Tubuh

Berdasarkan profil farmakologis dan nutrisinya, konsumsi matcha secara rutin dan tanpa tambahan gula yang berlebihan dapat memberikan dampak yang sangat positif bagi tubuh. Berikut adalah beberapa manfaat utamanya:

1. Melindungi Kesehatan Jantung

Senyawa katekin dalam matcha terbukti efektif dalam mencegah oksidasi kolesterol LDL (kolesterol jahat). Oksidasi LDL adalah salah satu penyebab utama terbentuknya plak di pembuluh darah (aterosklerosis) yang bisa berujung pada serangan jantung dan stroke. Selain itu, konsumsi teh hijau secara teratur dikaitkan dengan penurunan kadar tekanan darah ringan dan perbaikan fungsi pembuluh darah.

2. Meningkatkan Fungsi Otak dan Memori

Kombinasi antara kafein dan L-theanine sangat brilian untuk kesehatan kognitif. Berbagai penelitian neurologi menunjukkan bahwa orang yang rutin mengonsumsi kombinasi ini memiliki kemampuan memori, fokus, dan waktu reaksi yang lebih baik. Ekstrak teh hijau ini juga diduga dapat melindungi otak dari penurunan fungsi akibat penuaan, seperti penyakit Alzheimer dan Parkinson.

3. Mendukung Penurunan Berat Badan

Jika kamu memperhatikan label produk pembakar lemak di pasaran, ekstrak teh hijau hampir selalu ada di dalamnya. Hal ini karena EGCG dapat meningkatkan laju metabolisme basal dan mempercepat pembakaran lemak, terutama saat berolahraga. Tentu saja, hal ini harus dibarengi dengan pola makan sehat dan aktivitas fisik yang cukup.

4. Menjaga Kesehatan Hati (Liver)

Hati organ vital untuk membuang racun dan memproses nutrisi. Beberapa riset menunjukkan bahwa konsumsi teh hijau secara rutin dapat membantu melindungi hati dari kerusakan dan menurunkan risiko penyakit hati berlemak non-alkohol (Non-Alcoholic Fatty Liver Disease), berkat tingginya kadar enzim antioksidan alami yang dirangsang oleh matcha.

Selain dari asupan alami seperti makanan dan minuman bersumber tumbuhan, kadang daya tahan tubuh membutuhkan perlindungan ekstra akibat stres dan polusi. Jika kamu merasa kebutuhan mikronutrisi harian belum tercukupi, kamu bisa mempertimbangkan untuk mengonsumsi suplemen tambahan yang aman dan teruji klinis.

Risiko dan Efek Samping Konsumsi Berlebihan

Meskipun menyehatkan, matcha bukanlah minuman yang bisa dikonsumsi tanpa batas. Ada beberapa hal yang perlu diwaspadai, terutama bagi individu dengan kondisi kesehatan tertentu:

1. Sensitivitas Terhadap Kafein

Karena kita menelan seluruh daun tehnya, kandungan kafein matcha lebih tinggi dari teh hijau biasa. Mengonsumsi lebih dari 3-4 cangkir matcha sehari dapat menyebabkan efek samping kafein seperti insomnia, dada berdebar (palpitasi), cemas, pusing, dan gangguan kecemasan ringan pada mereka yang sensitif.

2. Risiko Gangguan Lambung

Kafein dan zat tanin dalam matcha dapat merangsang produksi asam lambung berlebih. Jika diminum dalam keadaan perut kosong, matcha bisa memicu mual atau sakit perut. Bagi penderita asam lambung berlebih, GERD, atau tukak lambung kronis, konsumsi minuman ini bisa memicu perih lambung hingga sensasi dada terbakar (heartburn). Jika kamu memiliki riwayat masalah lambung dan keluhan sering kambuh hingga mengganggu aktivitas harian, sebaiknya segera konsultasi ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang lebih spesifik.

3. Kontaminasi Logam Berat

Tanaman teh menyerap mineral dari tanah tempatnya tumbuh, tak terkecuali timbal (lead) atau logam berat lainnya jika ditanam di tanah yang tercemar. Karena matcha dikonsumsi seutuhnya, risiko paparan logam berat ini sedikit lebih tinggi. Oleh karena itu, belilah produk organik dari produsen yang kredibel dan memiliki sertifikasi keamanan pangan.

Studi Terkait Manfaat Matcha

Phytotherapy Research menerbitkan studi yang mengumpulkan berbagai literatur ilmiah terkait efek konsumsi matcha pada manusia. Studi ini menjelaskan bahwa L-theanine dan kafein dalam matcha terbukti secara klinis memperbaiki aspek kognitif, kewaspadaan, serta memengaruhi manajemen stres secara positif.

Penelitian lain yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition juga menemukan bahwa konsumsi minuman kaya katekin (EGCG) dapat meningkatkan termogenesis (laju pembakaran kalori tubuh) dari 8-10% menjadi 35-43% dari pengeluaran energi harian. Hal ini memperkuat bukti klinis mengenai efektivitas matcha sebagai pendukung metabolisme tubuh yang sehat.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2024. 7 Proven Ways Matcha Tea Improves Your Health.
WebMD. Diakses pada 2024. Health Benefits of Matcha Tea.
PubMed Central (National Institutes of Health). Diakses pada 2024. Health Benefits and Chemical Composition of Matcha Green Tea: A Review.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Caffeine: How much is too much?
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Is Matcha Good for You?

FAQ

1. Apakah matcha dan green tea (teh hijau) itu sama?

Keduanya berasal dari tanaman yang sama, yaitu Camellia sinensis. Namun, matcha ditanam di tempat teduh sebelum panen, dikukus, dan digiling menjadi bubuk halus, sehingga kamu mengonsumsi seluruh daunnya. Sementara teh hijau biasa diseduh dalam air panas dan daunnya dibuang.

2. Berapa cangkir matcha yang aman dikonsumsi setiap hari?

Untuk menghindari asupan kafein yang berlebihan, disarankan untuk membatasi konsumsi matcha sekitar 1 hingga 2 cangkir per hari (menggunakan sekitar 1-2 gram bubuk per cangkir). Batas aman konsumsi kafein harian untuk orang dewasa sehat adalah 400 mg.

3. Apakah matcha aman dikonsumsi oleh ibu hamil?

Ibu hamil diperbolehkan mengonsumsi matcha, namun harus sangat memperhatikan batas asupan kafein harian (maksimal 200 mg per hari untuk ibu hamil). Sebaiknya batasi hanya setengah atau satu cangkir kecil per hari dan konsultasikan dengan dokter kandungan terlebih dahulu.

4. Kapan waktu terbaik untuk meminum matcha?

Waktu terbaik adalah di pagi atau siang hari untuk membantu meningkatkan fokus saat bekerja atau belajar. Hindari meminumnya di sore atau malam hari (terutama 6 jam sebelum tidur) agar tidak mengganggu siklus dan kualitas tidur malam kamu akibat kandungan kafeinnya.

Konsultasi dengan Dokter Spesialis Gizi Klinik via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Gizi Klinik terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang