
Ini Makanan yang Dapat Dikonsumsi saat Anak Diare
Anak diare perlu diberi makanan tepat agar tidak memperparah gejala.

DAFTAR ISI
- Gejala Diare pada Anak
- Penyebab Diare pada Anak
- Makanan yang Baik untuk Anak Diare
- Makanan & Minuman yang Sebaiknya Dihindari
- Pencegahan Diare pada Anak
- Kapan Harus ke Dokter?
- Hubungi Dokter Ini Jika Diare pada Anak Tak Kunjung Membaik
Diare adalah masalah kesehatan yang umum yang bisa terjadi pada siapa saja, tidak terkecuali anak-anak.
Dalam kebanyakan kasus, diare pada anak biasanya bersifat ringan dan bisa sembuh dalam beberapa hari dengan melakukan perawatan di rumah.
Meski begitu, diare bisa membuat anak merasa tidak nyaman dan kehilangan nafsu makan.
Oleh karena itu, ibu perlu mengetahui makanan apa saja yang baik untuk diberikan pada Si Kecil yang sedang mengalami diare.
Dengan begitu, ibu bisa memenuhi kebutuhan nutrisi anak dan membantu mempercepat pemulihannya. Berikut ulasannya.
Gejala Diare pada Anak
Gejala diare pada anak meliputi:
- Buang air besar lebih sering dari biasanya
- Tinja yang cair
- Sakit perut atau kram
- Mual dan muntah
- Demam
- Dehidrasi (ditandai dengan mulut kering, jarang buang air kecil, dan mata cekung)
Penyebab Diare pada Anak
Diare pada anak dapat disebabkan oleh berbagai faktor, di antaranya:
- Infeksi virus (seperti rotavirus)
- Infeksi bakteri (seperti Salmonella atau E. coli)
- Infeksi parasit
- Alergi makanan
- Efek samping obat-obatan
- Intoleransi laktosa
Makanan yang Baik untuk Anak Diare
Tidak hanya membuat anak sering bolak-balik kamar mandi untuk buang air besar, diare juga bisa membuat anak sakit perut, mual, dan lemas. Itulah mengapa tidak sedikit anak yang mengalami diare kehilangan nafsu makan.
Nah, ini 6 Fakta Penting Diare pada Anak yang Mesti Ibu Tahu
Oleh karena itu, ibu dianjurkan untuk membuat perubahan pada pola makan anak untuk sementara.
Alih-alih tetap memberikan anak makan dalam porsi besar sebanyak 3 kali sehari, ibu dianjurkan untuk memberi anak makan dalam porsi kecil tapi sering sepanjang hari.
Tidak ada menu makanan khusus untuk anak yang sedang diare. Namun, biasanya anak yang sedang diare lebih mudah untuk mengonsumsi makanan yang hambar dan bertekstur lembut.
Berikut makanan yang bisa ibu berikan pada Si Kecil yang sedang diare:
1. Sup Ayam
Sup ayam yang hangat bisa menjadi comfort food bagi anak yang sedang diare.
Selain mengandung bahan-bahan makanan yang bergizi, sup ayam juga bisa memberikan cairan yang dibutuhkan anak agar terhindar dari dehidrasi.
Awas Diare pada Anak Bisa Sebabkan Dehidrasi
2. Pisang dan Buah-buahan Segar
Pisang yang bertekstur lunak juga cocok diberikan pada anak yang sedang diare, karena mudah dicerna.
Selain itu, pisang mampu memadatkan kotoran dan membantu menghentikan diare. Selain pisang, ibu juga bisa memberikan buah-buahan segar lainnya, seperti apel, lemon, blueberry, jambu biji,
3. Yoghurt
Meskipun produk susu sebaiknya tidak diberikan pada anak yang diare, hal ini pengecualian bagi yoghurt.
Sebab, yoghurt kaya probiotik yang merupakan bakteri baik yang bisa membantu usus sembuh lebih cepat.
4. Kentang Rebus atau Panggang
Makanan yang mengandung pati, seperti kentang, bisa memberikan nutrisi sekaligus membantu mengatasi diare pada Si Kecil.
5. Gandum Utuh
Sereal dan roti yang terbuat dari gandum utuh, serta oatmeal mengandung serat yang tinggi yang bisa membantu memadatkan kotoran, sehingga baik untuk dikonsumsi saat anak diare.
6. Sayur-sayuran yang Dimasak
Sayur-sayuran juga merupakan makanan berserat tinggi yang baik diberikan saat Si Kecil sedang diare.
Beberapa sayuran yang bisa ibu berikan, antara lain wortel, jamur, bit, asparagus, dan zucchini.
7. Roti Putih
Roti putih juga merupakan salah satu makanan yang bisa ibu berikan pada anak yang sedang diare. Makanan ini terbuat dari tepung olahan yang bertindak sebagai bahan pengikat.
Namun, hindari menambahkan olesan mentega dan selai, karena bisa memperburuk kondisi Si Kecil.
8. Es Loli
Saat anak sedang diare, berikan cairan yang disebut larutan glukosa dan elektrolit, atau oralit.
Cairan ini memiliki kandungan yang seimbang antara air, gula dan garam. Selain bisa dibuat sendiri, larutan ini biasanya juga bisa ditemukan dalam es loli.
Diare Kronis pada Anak, Apa Penyebabnya?
Makanan & Minuman yang Sebaiknya Dihindari
Selama diare, hindari makanan dan minuman yang dapat memperburuk gejala:
- Susu & produk dairy tinggi Laktosa: Laktosa dapat sulit dicerna selama diare dan memperparah gejala.
- Makanan pedas, berlemak, berminyak: Makanan ini dapat merangsang usus dan mempercepat gerakan usus.
- Kafein (kopi/teh hitam kuat), alkohol: Kafein dan alkohol dapat memperburuk dehidrasi dan mengiritasi saluran pencernaan.
- Minuman bersoda & manis berlebih: Gula berlebih dapat menarik air ke dalam usus dan memperburuk diare.
- Makanan tinggi serat kasar (sayur mentah, kacang-kacangan): Serat kasar sulit dicerna dan dapat meningkatkan frekuensi buang air besar.
Pencegahan Diare pada Anak
Beberapa langkah pencegahan diare pada anak meliputi:
- Menjaga kebersihan: Cuci tangan secara teratur dengan sabun dan air mengalir, terutama setelah dari toilet dan sebelum makan.
- Keamanan makanan dan minuman: Pastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi bersih dan aman. Masak makanan hingga matang sempurna.
- Vaksinasi rotavirus: Vaksinasi rotavirus dapat melindungi anak dari diare yang disebabkan oleh rotavirus.
- ASI eksklusif: Berikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan bayi untuk meningkatkan kekebalan tubuh.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasikan ke dokter jika diare disertai dengan gejala berikut:
- Demam tinggi (di atas 38,5°C)
- Darah dalam tinja
- Nyeri perut yang parah
- Dehidrasi berat
- Diare tidak membaik setelah 2-3 hari
Hubungi Dokter Ini Jika Diare pada Anak Tak Kunjung Membaik
Apabila diare Si Kecil tak kunjung membaik, sebaiknya hubungi dokter anak di Halodoc.
Berikut ini terdapat beberapa dokter spesialis anak yang sudah memiliki pengalaman lebih dari 13 tahun.
Mereka juga mendapatkan rating yang baik dari para pasien yang sebelumnya mereka tangani.
Ini daftarnya:
1. dr. Gracia Deswita Natalya Fau Sp.A

Dokter Gracia Deswita Natalya Fau Sp.A adalah lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional Veteran, Jakarta, pada 2001 dan Universitas Sam Ratulangi, Manado, pada 2019.
Ia kini berpraktik di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, dan tergabung sebagai anggota IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) dengan nomor STR 7121201320127158.
Dengan pengalaman selama 14 tahun, dr. Gracia Deswita Natalya Fau Sp.A. bisa memberikan layanan konsultasi di Halodoc terkait cara mengatasi diare pada anak yang tak kunjung membaik.
Ibu juga bisa berkonsultasi dengan dokter Gracia terkait nafsu makan dan nutrisi anak, perkembangan anak, DBD dan penyakit tropis, pencernaan anak, alergi dan imunitas anak, serta bayi lahir kecil dan prematur.
Chat dr. Gracia Deswita Natalya Fau Sp.A mulai dari Rp 55.000,- di Halodoc
2. dr. Lingga Pradipta Sp.A

Ibu juga bisa menghubungi dr. Lingga Pradipta Sp.A yang merupakan alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada pada 2011 dan Universitas Hasanuddin pada 2021.
Saat ini ia menjalani praktik di Makassar, Sulawesi Selatan, dan tergabung sebagai anggota IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) dengan nomor STR 7311201321144020.
Dengan pengalaman selama 11 tahun, dr. Lingga Pradipta Sp.A bisa memberikan layanan konsultasi di Halodoc terkait diare pada anak.
Ibu juga bisa berkonsultasi dengannya seputar nafsu makan dan nutrisi anak, perkembangan anak, DBD dan penyakit tropis, jantung anak, kesehatan remaja, serta bayi lahir kecil dan prematur.
Chat dr. Lingga Pradipta Sp.A mulai dari Rp 55.000,- di Halodoc
Itulah berbagai daftar dokter spesialis anak yang bisa ibu hubungi terkait penanganan diare pada anak.
Tak perlu khawatir jika dokter sedang tidak tersedia atau offline.
Sebab, ibu tetap bisa membuat janji konsultasi di lain waktu melalui aplikasi Halodoc.
Ayo hubungi dokter di Halodoc sekarang juga!


