Diare

Pengertian Diare

Diare merupakan sebuah kondisi ketika pengidapnya melakukan buang air besar (BAB) lebih sering dari biasanya. Selain itu, diare juga ditandai dengan kondisi feses yang lebih encer dari biasanya. Penyakit ini biasanya berlangsung selama beberapa hari dan dalam kasus tertentu bisa berlangsung hingga berminggu-minggu.

Gejala Diare

Beberapa gejala yang diakibatkan diare, antara lain:

  • Feses lembek dan cair.
  • Nyeri dan kram perut.
  • Mual dan muntah.
  • Nyeri kepala.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Haus terus menerus.
  • Demam.
  • Dehidrasi.
  • Darah pada feses.

Dehidrasi merupakan gejala paling umum yang menyertai diare. Pada anak-anak, diare dapat ditandai dengan jarang buang air kecil, mulut kering, serta menangis tanpa mengeluarkan air mata. Pada keadaan dehidrasi berat, anak dapat terlihat cenderung mengantuk, tidak responsif, mata cekung, serta kulit perut yang dicubit tidak kembali dengan cepat. Sedangkan tanda dehidrasi pada orang dewasa, antara lain kelelahan dan tidak bertenaga, kehilangan nafsu makan, pusing, mulut kering, serta nyeri kepala.

Penyebab Diare

Diare dapat disebabkan serta dipicu beberapa hal, antara lain:

  • Intoleransi terhadap makanan, seperti laktosa dan fruktosa.
  • Alergi makanan.
  • Efek samping dari obat-obatan tertentu.
  • Infeksi bakteri, virus, atau parasit.
  • Penyakit usus.
  • Pasca operasi batu empedu.
  • Radang pada saluran pencernaan, seperti pada penyakit Crohn, olitis ulseratif, atau olitis mikroskopik.
  • Irritable bowel syndrome.
  • Penyakit celiac atau penyakit yang menyebabkan tubuh menolak protein gluten.

Faktor Risiko Diare

Beberapa faktor risiko yang meningkatkan kejadian diare, antara lain:

  • Jarang mencuci tangan setelah ke toilet.
  • Penyimpanan dan persiapan makanan yang tidak bersih.
  • Jarang membersihkan dapur dan toilet.
  • Sumber air yang tidak bersih.
  • Makan makanan sisa yang sudah dingin.
  • Tidak mencuci tangan dengan sabun.

Diagnosis Diare

Dokter akan mendiagnosis diare dengan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang, seperti:

  • Pemeriksaan sampel feses di laboratorium untuk mengidentifikasi infeksi yang terjadi pada penderita.
  • Pemeriksaan darah untuk mengetahui penyebab diare.
  • Pemeriksaan tambahan seperti sigmoidoskopi dan kolonoskopi jika terdapat dugaan penyakit yang lebih serius.

Komplikasi Diare

Beberapa komplikasi yang diakibatkan diare, antara lain:

  • Dehidrasi atau kekurangan cairan dalam tubuh, dari ringan hingga berat.
  • Infeksi berat yang dapat meluas ke organ lain dan seluruh tubuh (sepsis).
  • Malnutrisi terutama pada anak dengan usia kurang dari 5 tahun, yang dapat berakibat menurunnya kekebalan tubuh anak.
  • Ketidakseimbangan elektrolit oleh karena elektrolit ikut terbuang bersama air yang keluar saat diare, yang dapat ditandai dengan lemas, lumpuh, hingga kejang.
  • Iritasi pada kulit sekitar anus akibat pH tinja yang asam pada diare yang disebabkan intoleransi laktosa.

Pengobatan Diare

Beberapa langkah pengobatan yang dianjurkan dokter untuk mengatasi diare, antara lain:

  • Konsumsi banyak cairan untuk menggantikan kehilangan cairan, baik melalui oral (oralit, air putih, kuah sayur, dsb), maupun melalui intravena (infus).
  • Pemberian antibiotik jika diare disebabkan oleh infeksi bakteri.
  • Pengobatan lain yang disesuaikan dengan penyebab yang mendasari diare.

Pencegahan Diare

Beberapa upaya untuk mencegah diare, antara lain:

  • Selalu mencuci tangan, terutama sebelum dan setelah makan, setelah menyentuh daging yang belum dimasak, setelah dari toilet, atau setelah bersin dan batuk, dengan menggunakan sabun dan air bersih.
  • Mengonsumsi makanan dan minuman yang sudah dimasak hingga matang sempurna, serta menghindari makanan dan minuman yang tidak terjamin kebersihannya.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter untuk mendapatkan solusi terbaik jika mengalami gejala-gejala di atas.