Kapur barus alias kamper sudah tidak asing lagi untuk digunakan dalam keperluan rumah.

DAFTAR ISI
- Apa Itu Kapur Barus?
- Manfaat Kapur Barus
- Kapur Barus vs. Kamper: Apa Bedanya?
- Cara Penggunaan Kapur Barus yang Aman
- Risiko Kesehatan Kapur Barus
- Pertolongan Pertama Jika Terpapar Kapur Barus
- Alternatif Kapur Barus yang Lebih Aman
Kapur barus atau dikenal juga sebagai camphor (kamper), adalah senyawa yang punya banyak kegunaan.
Di Indonesia, kapur barus sering digunakan untuk mengusir serangga dan menjaga kesegaran pakaian di lemari. Beberapa juga kerap menjadikannya sebagai cara menghilangkan bau sepatu.
Yuk, pahami lebih lanjut tentang manfaat kapur barus berikut ini!
Apa Itu Kapur Barus?
Kapur barus, juga dikenal sebagai kamper, adalah zat padat berwarna putih dengan aroma yang khas. Secara tradisional, kapur barus diperoleh dari pohon Cinnamomum camphora.
Namun, saat ini, sebagian besar kapur barus yang dijual di pasaran diproduksi secara sintetis dari bahan-bahan seperti naftalena atau 1,4-Dichlorobenzene.
Kapur barus memiliki kemampuan menyublim, yaitu berubah dari bentuk padat menjadi gas secara langsung pada suhu ruangan.
Proses sublimasi inilah yang membuat aroma kapur barus menyebar dan memberikan berbagai manfaat, seperti mengusir serangga dan menyerap bau tidak sedap.
Manfaat Kapur Barus
Berikut ini fungsi atau manfaat kapur barus yang bisa digunakan untuk mengusir berbagai hama dari rumah:
1. Pengharum ruangan alami
Kapur barus telah lama dikenal sebagai pengharum ruangan alami.
Kemampuan ini berasal dari aroma alami yang dihasilkan oleh kapur barus, yang efektif dalam menghilangkan bau tak sedap di dalam ruangan.
Gunakan kapur barus di kamar mandi yang cenderung berbau kurang sedap.
Untuk memperoleh manfaat ini, cukup letakkan beberapa butir kapur barus di sudut-sudut ruangan, termasuk di kamar mandi.
2. Mengusir serangga dalam pot
Serangga tidak menyukai bau kapur barus yang kuat.
Untuk mengatasi serangga yang mengganggu tanaman pot, kamu bisa menempatkan tanaman tersebut di dalam kantong plastik transparan yang telah diberi kapur barus.
Kemudian, tutup rapat kantong tersebut selama satu minggu.
Setelah seminggu, saat kamu mengeluarkan tanaman dari kantong, tanamanmu terbebas dari serangga.
3. Mencegah jamur dalam lemari
Fungsi kapur barus juga mampu mencegah pertumbuhan jamur di lemari pakaian yang lembap.
Hal ini karena bahan aktif dalam kapur barus, seperti naftalena dan paradichlorobenzene, merupakan jenis insektisida yang dapat menguap pada suhu ruangan.
Berkat kandungan tersebut, lemari pakaian akan terhindar dari jamur dan bau apek, menjaga pakaian tetap segar dan wangi.
Untuk memanfaatkan kapur barus ini, cukup simpan beberapa butir di dalam lemari pakaian.
4. Menghilangkan bau dalam sepatu
Selain digunakan untuk menghilangkan bau tak sedap di ruangan, kapur barus efektif mengatasi bau pada sepatu.
Kapur barus memiliki sifat sebagai pengharum alami yang mampu membunuh kuman dan bakteri penyebab bau pada sepatu.
Cara penggunaannya sangat mudah, cukup masukkan beberapa potongan kapur barus ke dalam sepatu dan biarkan semalaman.
Namun, penting juga untuk menjaga kebersihan kaki dengan rutin mencuci kaki, menggunakan kaos kaki bersih, dan memastikan sepatu selalu dalam keadaan kering untuk mencegah bau kaki.
Jika kaki masih tercium bau, lakukan 6 Tips Menghilangkan Bau Kaki dengan Cepat dan Efektif berikut ini.
5. Mencegah masuknya tikus ke dalam rumah
Cara mengusir tikus bisa menggunakan kapur. Bagaimana caranya?
Tikus merupakan hewan pengerat yang suka merusak benda di rumah.
Selain mengotori rumah, tikus bisa menyebarkan penyakit yang berasal dari virus dan bakteri yang terdapat pada kotorannya.
Hewan ini seringkali juga menggigit kabel listrik dan barang lainnya.
Untuk mencegah tikus berkeliaran di garasi, gudang, atau rumah, kamu bisa menempatkan beberapa butir kapur barus di area tersebut.
Apakah kamu Banyak Tikus di Rumah, Hati-Hati Penyakit Leptospirosis berikut ini.
6. Menjauhkan anjing dan kucing datang ke taman
Jika kamu memiliki kapur barus yang sudah lama tidak digunakan, jangan langsung dibuang.
Kamu bisa memanfaatkannya untuk melindungi tanaman dan kebunmu dari anjing dan kucing yang sering kencing atau BAB sembarangan.
Hewan-hewan tersebut juga tidak menyukai bau kapur barus yang tajam, sehingga cara ini bisa efektif.
7. Mengusir kelelawar
Kelelawar yang bersarang di loteng atau langit-langit rumah bisa merusak bagian atap.
Untuk mencegahnya, kamu dapat menyebarkan beberapa butir kapur barus di area loteng atau langit-langit rumah.
8. Mengusir kecoa dan cicak
Kecoa dan cicak sering kali mengganggu dan membawa kuman berbahaya.
Kecoa juga bisa menyebabkan ruangan menjadi berbau tidak sedap dan membawa bakteri yang berisiko bagi kesehatan.
Cara efektif untuk mengusir kecoa dan cicak dari rumah adalah dengan menggunakan kapur barus.
Kapur Barus vs. Kamper: Apa Bedanya?
Meskipun sering digunakan secara bergantian, sebenarnya terdapat perbedaan antara kapur barus dan kamper. Kamper adalah senyawa alami yang diekstrak dari pohon Cinnamomum camphora, sedangkan kapur barus dapat berupa kamper alami atau senyawa sintetis seperti naftalena dan 1,4-Dichlorobenzene.
Oleh karena itu, penting untuk membaca label produk dengan seksama sebelum menggunakan kapur barus. Jika memungkinkan, pilihlah produk yang mengandung kamper alami karena umumnya lebih aman dibandingkan produk yang mengandung bahan sintetis.
Cara Penggunaan Kapur Barus yang Aman
Berikut adalah beberapa tips untuk menggunakan kapur barus dengan aman:
- Gunakan secukupnya: Hindari menggunakan kapur barus secara berlebihan. Cukup letakkan beberapa buah kapur barus di area yang membutuhkan.
- Pastikan ventilasi baik: Gunakan kapur barus di ruangan yang memiliki ventilasi baik untuk menghindari penumpukan uap berbahaya.
- Jauhkan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan: Kapur barus dapat berbahaya jika tertelan. Simpan kapur barus di tempat yang tidak dapat dijangkau oleh anak-anak dan hewan peliharaan.
- Hindari kontak langsung dengan kulit: Paparan langsung kapur barus dapat menyebabkan iritasi kulit. Gunakan sarung tangan saat menangani kapur barus.
- Jangan dicampur dengan bahan kimia lain: Mencampur kapur barus dengan bahan kimia lain dapat menghasilkan reaksi berbahaya.
Selalu berhati-hati dalam menggunakan produk-produk kimia rumah tangga, termasuk kapur barus. Pastikan untuk membaca dan mengikuti petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan.
Risiko Kesehatan Kapur Barus
Paparan kapur barus, terutama yang mengandung naftalena atau 1,4-Dichlorobenzene, dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan, di antaranya:
- Iritasi: Paparan uap kapur barus dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan.
- Gangguan pernapasan: Pada orang yang sensitif, paparan kapur barus dapat memicu gangguan pernapasan seperti batuk, sesak napas, dan asma. Jika mengalami gejala masalah pernapasan, Catat, Ini Dokter Spesialis Paru yang Bisa Dihubungi untuk kamu tanyakan perawatannya.
- Mual dan muntah: Menelan kapur barus dapat menyebabkan mual, muntah, dan sakit perut.
- Kerusakan sel darah merah (anemia hemolitik): Paparan naftalena dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan sel darah merah, terutama pada bayi dan anak-anak. Paparan naftalena dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kanker pada manusia. Oleh karena itu, penting untuk membatasi paparan kapur barus dan memilih alternatif yang lebih aman jika memungkinkan.
- Efek pada sistem saraf: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa paparan kapur barus dapat memengaruhi sistem saraf dan menyebabkan gejala seperti pusing, sakit kepala, dan kebingungan.
Pertolongan Pertama Jika Terpapar Kapur Barus
Jika kamu atau seseorang di sekitar kamu terpapar kapur barus, segera lakukan tindakan pertolongan pertama berikut:
- Terhirup: Pindahkan orang tersebut ke tempat yang memiliki udara segar. Jika mengalami kesulitan bernapas, segera cari pertolongan medis.
- Terkena kulit: Cuci area yang terkena dengan air dan sabun. Jika terjadi iritasi, segera konsultasikan dengan dokter.
- Tertelan: Jangan mencoba memuntahkan. Segera minum air atau susu untuk mengencerkan zat tersebut dan segera cari pertolongan medis.
- Terkena mata: Bilas mata dengan air bersih selama 15-20 menit. Jika iritasi berlanjut, segera konsultasikan dengan dokter.
Alternatif Kapur Barus yang Lebih Aman
Jika kamu khawatir dengan risiko kesehatan kapur barus, terdapat beberapa alternatif yang lebih aman untuk mengusir serangga dan menyegarkan ruangan:
- Minyak esensial: Minyak esensial seperti lavender, serai, atau peppermint memiliki aroma yang menyegarkan dan dapat mengusir serangga secara alami.
- Herbal: Letakkan kantung berisi herbal kering seperti lavender, rosemary, atau cengkeh di dalam lemari untuk mengusir ngengat dan memberikan aroma yang menyenangkan. Ketahui jenis lain dari Tanaman Herbal – Jenis dan Manfaatnya untuk Kesehatan berikut ini.
- Silica gel: Silica gel dapat digunakan untuk menyerap kelembapan dan mencegah pertumbuhan jamur di lemari pakaian.
- Ventilasi yang baik: Pastikan ruangan memiliki ventilasi yang baik untuk mencegah penumpukan bau apek dan mengurangi risiko pertumbuhan jamur.
Penggunaan kapur barus bisa menyebabkan gatal pada kulit, terutama bagi kamu yang memiliki kulit sensitif atau alergi terhadap zat tersebut.
Jika kamu mengalaminya, segera hubungi dokter spesialis kulit di Halodoc untuk mendapatkan saran perawatan yang tepat.
Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:




